Di sebuah kota kecil ada seorang anak gadis cantik yang masih berusia 18 tahun di paksa untuk menerima perjodohan dini ini.
nama nya adalah Meli, gadis cantik yang baru saja lulus, tekat nya yang ingin melanjutkan perguruan tinggi nya terhalang karena permintaan ibu tirinya yang memaksa nya untuk menikah muda dengan seorang pria dewasa.
bagaimana kelanjutan nya yuk mampir di karya author.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon deby cahya Karmila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
mengakhiri.
Ke esokan pagi nya di Amerika.
Kevin segera bangkit dari tidurnya, rasa nya pria itu tak ingin lama lama berada di negara ini, bahkan dia juga ingin secepatnya mengakhiri hubungan nya bersama Jesicca.
setelah selesai bersiap siap, Kevin pun keluar dari kamar nya dan kembali mencari kamar di mana Jesicca semalam.
belum sempat menekan bell, lagi lagi kevin mendengar desahan Jesicca dari dalam
"cih pria tidak bermodal, dia hanya menyewa kamar kecil di hotel ini, yang bahkan suara nya masih terdengar jelas, hotel semewah ini ternyata tidak kedap suara,"batin Kevin.
"Ahhhh sayang, lebih kencang lagi,"
"sabar sayang, kita sama sama keluar yah,"ucap pria itu.
Kevin yang sudah benar benar muak dengan cepat menendang kamar itu.
Jessica dan pria itu terkejut bukan main, dia benar benar terkejut melihat kehadiran Kevin di sana.
"Sayang,"lirih Jessica.
"Sayang, kamu jangan salah paham yah, ini semua tidak seperti yang kamu liat,"ucap Jesicca.
"Stop, jangan mendekat, aku sudah tau semua kebusukan mu itu, aku benar benar membenci mu Jesicca, mulai saat ini hubungan kita berakhir,"ucap Kevin segera keluar dari kamar itu.
Pria itu segera keluar dari hotel dan mencari taksi untuk menuju Bandara.
Saat masuk ke dalam pesawat, Kevin menatap tajam ke arah luar, dia benar benar tak menyangka bahwa dia akan mendapatkan kejutan seperti ini dari orang yang dia cintai.
"Ternyata dia tidak menjadi model, melainkan menjadi wanita pemuas nafsu pria pria bejat di negara ini"
"Ah kenapa kepala ku tiba-tiba pusing, kenapa badanku juga tiba-tiba terasa gatal,"lirih Kevin.
Pesawat pun terbang, tapi keadaan Kevin! semakin memburuk di dalam pesawat itu.
Kepala nya benar benar pusing,
Uhukk
Uhukk.
Ada apa dengan ku ini, kenapa di tubuh ku begitu banyak muncul ruam.
Karena perjalanan menuju ke jakarta masih memakan waktu cukup lama, Kevin pun memutuskan untuk tidur di kamar pribadi nya di dalam jet itu.
"Sayang, bagaimana ini, Kevin sudah tau permainan kita,"ucap pria itu.
"Diam lah Angga, aku juga sedang pusing saat ini,"ucap Jesicca.
"Sayang, kita akan kembali miskin, kita tidak akan bisa mendapatkan harta Kevin lagi,"ucap angga terus.
"Diam," bentak Jesicca.
"Kamu tuh hanya bisa membuat ku pusing, kamu tuh harus bantu aku cari solusi nya, bukan malah merepet tidak jelas seperti itu,"ucap Jesicca geram.
"lupakan dia dulu, kita butuh ketenangan, bagaimana kalau kita lanjut permainan kita yang telah tunda tadi, setelah merasa nyaman pasti kita akan mendapatkan ide,"ucap Angga.
Jessica yang merasa tak puas juga tadi hanya mengangguk.
Jet yang di naikin oleh Kevin tiba pada pukul 10 malam, Kevin memilih pulang ke rumah orang tua nya.
nyonya Winda dan tuan Gunawan terkejut melihat keadaan Kevin yang sangat memperihatinkan, begitu pun dengan meli, dia benar benar terkejut melihat keadaan
"Kevin, apa yang terjadi padamu,"ucap nyonya Winda.
Kevin kini terkulai lemas di lantai mansion itu, tak ada yang berani mendekatinya, tuan Gunawan segera menghubungi dokter dan meminta pihak rumah sakit untuk membawa ambulance.
"pah, apa yang terjadi pada putra kita,"ucap nyonya Winda.
"Tenang lah ma, jangan khawatir dulu, sebentar lagi pihak dari rumah sakit akan datang,"ucap tuan Gunawan.
Antiretroviral (ARV) berfungsi menurunkan jumlah virus hingga tidak terdeteksi, sehingga virus "tidur" dan tidak berkembang biak.