NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Queen Of The Wildborn

Transmigrasi: Queen Of The Wildborn

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Romansa Fantasi / Time Travel / Kelahiran kembali menjadi kuat / Harem / Sistem Kesuburan / Tamat
Popularitas:139.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nyx Author

✨THE BEGINNING OF THE WORLD.
|Terlahir Kembali di Dunia Binatang...

Di hari pernikahannya, Niren kehilangan segalanya—termasuk nyawanya. Namun, takdir membawanya ke dunia lain, di mana manusia bukan lagi penguasa. Kini, ia terlahir sebagai kelinci betina dalam dunia binatang yang brutal.

Lebih buruknya lagi…

> "Selamat datang di Sistem Survival Betina! 🎉 Untuk bertahan hidup, tugas utamamu adalah… memiliki pasangan dan melahirkan sebanyak mungkin!"

Di dunia ini, betina sangat langka dan aturan yang ada bertentangan dengan logikanya. Hanya dengan melahirkan, ia bisa mendapatkan poin untuk bertahan hidup. Tapi Niren menolak pasrah.

Apakah ia akan tunduk pada aturan dunia ini? Atau justru menaklukkan nasibnya sendiri?

Sebuah perjalanan penuh tantangan, bahaya, dan romansa tak terduga pun dimulai.

⚠️ DILARANG JIPLAK! Kalo enggak suka bisa skip! Wajib Comment ya guys kalo suka🥹🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyx Author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

~Bermain imajinasi.~

Setelah kepergian Aaron, Niren membiarkan hewan-hewan laut itu dijemur di sana setelah di bersihkan.

Perlahan, ia berjalan masuk ke dalam gua membiarkan udara lembab kembali menyelimuti tubuhnya. Cahaya mutiara yang tergantung di langit-langit gua membantunya melihat jalan, memberikan kilauan lembut di dinding batu yang dingin.

Niren berniat mengambil obor yang ia letakkan di sudut ruangan untuk mulai memasak. Namun, langkahnya terhenti begitu matanya menangkap dua lubang besar yang ada di dalam gua.

Sejak kemarin, lubang-lubang itu sudah menarik perhatiannya, tapi ia belum punya kesempatan untuk menjelajahinya lebih jauh.

Rasa penasarannya perlahan menguasai pikirannya. Cahaya mutiara yang tergantung di langit-langit gua membantu menerangi sekelilingnya, memberi Niren sedikit keberanian untuk mendekat.

"Apa sebenarnya yang ada di dalam sana?" gumamnya pelan, tangannya meraih obor sebelum akhirnya melangkah ke arah lubang yang paling pojok, berseberangan dengan tempatnya dan Aaron beristirahat.

Dengan langkah mantap, Niren melangkah dnegan menggenggam erat obor yang sengaja ditinggalkan Aaron untuknya karena ia tidak menyukai gelap.

Lubang yang ia masuki berada di pojok, berseberangan dengan lubang yang selama ini ditempatinya bersama Aaron. Begitu masuk, aroma lembap segera menyergap inderanya. Namun, cahaya samar dari luar yang menembus sela-sela bebatuan dinding gua sedikit membantunya melihat.

Niren mengangkat obor lebih tinggi, menyorotkan cahayanya ke segala arah. Ruangan itu kosong dan luas. Tanahnya lembap, tetapi yang mengejutkan, tempat ini sangat bersih. Aaron benar-benar memperhatikan kebersihan guanya, dan hal itu membuatnya takjub.

"Aaron memang perfeksionis dalam hal kebersihan..." gumamnya pelan.

Perlahan, ia berjalan menuju salah satu dinding gua yang memiliki celah kecil, di mana cahaya luar menerobos masuk. Penasaran, ia mengulurkan tangannya, menyentuh permukaan batu yang dingin, lalu mencoba mengintip melalui celah tersebut.

Dan di baliknya...

Pemandangan laut luas membentang sejauh mata memandang. Ombak berkilauan diterpa sinar matahari, menciptakan panorama yang menenangkan sekaligus memukau. Mata Niren sedikit melebar, kagum dengan pemandangan itu.

"Whoa... laut!" Mata Niren membesar saat melihat hamparan air biru yang luas di balik batu itu.

Ia menjauh, menatap kembali ruangan ini dengan pikiran yang mulai berputar. Jika ruang ini direnovasi sedikit... mungkin ia bisa membuatnya menjadi ruangan yang nyaman. Bagaimana kalau ia menjebol sebagian batu dan menggantinya dengan jendela jerami? Dengan begitu, ia bisa menikmati pemandangan laut setiap saat!

"Key! Apa menurutmu aku bisa mengubah ruangan ini jadi tempat tinggal yang lebih nyaman?" tanyanya antusias.

[Host, ide itu bisa dilakukan, tapi kamu butuh peralatan yang cukup kuat untuk menghancurkan batu. Juga, perlu struktur yang kokoh agar gua tidak runtuh,] jawab Key.

"Hmm... masuk akal. Tapi kalau hanya membuat jendela kecil? Aku bisa menutupnya dengan jerami untuk mencegah angin dan hujan masuk."

[Itu lebih memungkinkan. Tapi kamu tetap perlu meminta persetujuan Aaron.]

Niren mengangguk kecil. Ia akan membahas ini nanti dengan Aaron.

Setelah itu, ia berbalik dan keluar dari ruangan pertama, melangkah menuju lubang yang satunya lagi.

Begitu masuk, ia langsung merasakan perbedaan yang mencolok. Tanah di sini lebih basah. Cahaya samar masuk dari celah batu di langit-langit, membuat suasana terasa lebih mistis. Ia mengangkat obornya lebih tinggi dan—

"Astaga..." desisnya terkejut.

Di depannya terbentang sebuah telaga kecil yang dikelilingi batu putih menambah estetika, dan suhunya pun nyaman. Airnya tampak jernih, begitu bening hingga dasar kolam terlihat jelas. Perlahan, ia mendekat, duduk di salah satu batu dan mencelupkan tangannya ke dalam air.

Hangat.

"Key, kenapa air di sini hangat? Ini aneh," tanyanya menatap air jernih itu penasaran.

[Sederhana, Host. Di dalam air ini terdapat batu vulkanik. Batu-batu tersebut mampu menyerap dan menyimpan panas dengan baik, seperti yang biasa digunakan dalam onsen atau pemandian air panas alami. Panas itu berasal dari aktivitas geotermal di bawah tanah, dan batu-batu ini bertindak sebagai penyimpannya.] jelas Key.

Niren mendengus. "Astaga, aku benar-benar payah dalam pelajaran IPA. Dari dulu aku lebih suka IPS. Pokoknya yang nggak ada matematikanya!"

Key tertawa kecil. [Seharusnya kau belajar lebih giat, Host. Kalau tidak, bagaimana kau bisa memahami dunia ini?]

Niren memutar mata, lalu berdiri. "Hmph, terserah. Yang jelas, tempat ini bisa kumanfaatkan. Ruangan ini sangat cocok dijadikan tempat pemandian. Aku harus membicarakannya dengan Aaron nanti."

Setelah puas mengamati telaga kecil itu, Niren kembali ke ruangan utamanya, ruangan tempatnya dan Aaron. Ia melirik sekeliling dengan penuh pertimbangan, jika ruang inj bisa diubah menjadi kamar pribadi seperti di dunia modernnya, pasti akan terasa lebih nyaman.

"Aku harus membuat tempat ini lebih nyaman nantinya..." gumamnya penuh tekat.

Pikirannya melayang pada ayahnya yang seorang arsitek. Meskipun ia bukan ahli desain, ia cukup paham cara menata ruang agar lebih fungsional. Ia ingin membuat ruangan ini lebih mirip dengan kamar pribadinya di dunia lamanya.

Setelah mendengarkan penjelasan Key, Niren akan meminta persetujuan Aaron sebelum melakukan perubahan pada guanya.

Dengan keputusan itu, Ia sudah membayangkan sebuah ruang santai dengan bebatuan yang lebih tertata, mungkin menambahkan jerami sebagai atap kecil untuk privasi. Namun, ia perlu berdiskusi dengan Aaron lebih dulu—gua ini tetaplah milik pria itu.

Lagipula, meskipun ia tidak terlalu pandai dalam desain, setidaknya ia memiliki sedikit wawasan karena ayahnya.

Dengan semangat baru, Niren keluar dari gua dan berjalan menuju pesisir pantai setelah meletakkan obornya disisi gua untuk mencari beberapa kayu kering.

Setelah mengumpulkan cukup banyak kayu-kayu kering di tangannya, niren segera kembali lalu mengambil batu-batu dan menyusun nya menjadi lingkaran kecil. Setelah itu, ia meletakkan kayu di dalamnya, lalu menyalakan api dengan obor.

"Akhirnya!" Ia tersenyum puas saat nyala api berkobar perlahan.

Saat api sudah cukup stabil, ia mengambil cangkang besar yang sedikit cekung, lalu menuangkan minyak yang ia dapatkan dari daging rusa semalam, dan menunggunya hingga panas.

Setelah panas, dengan hati hati Niren memasukkan beberapa seafood yang telah ia siapkan, dengan tulang rusa sebagai pengaduk, ia mulai mengolah makanannya, aroma lezat menguar di udara.

"Hmm, sayangnya aku cuma punya garam," keluhnya sambil menaburkan sedikit garam kasar ke dalam masakan.

[Host, kamu belum mencapai level satu, jadi penyimpanan sistem dan toko sistem belum bisa diakses,] kata Key, terdengar seperti admin game yang menolak akses VIP.

"Ugh! Jadi aku harus bertahan dengan ini dulu, ya?" Niren merengut, lalu mengaduk makanan dengan lebih cepat.

Tak lama, warna seafood mulai berubah, menandakan bahwa semuanya telah matang. Dengan hati-hati, ia memindahkannya ke cangkang bersih yang sudah disiapkan.

Niren menatap hasil masakannya dengan bangga. Ia akan menyantapnya bersama Aaron nanti saat pria itu pulang.

Tapi sebelum itu niren membawa masakannya kedalam gua, supaya tidak terkena udara pasir pantai. Setelah selesai niren kembali keluar untuk memasak masakan selanjutnya.

Selanjutnya ia akan memasak sup kerang. Namun, sebelum memasak itu, ia perlu mencari cangkang yang lebih cekung.

Niren dengan riang, berjalan kembali di sepanjang pantai, matanya berbinar mencari sesuatu yang lebih cekung dengan teliti.

"Aduh, mana ya?" gumamnya, mengamati pasir di bawah kakinya.

Setelah beberapa lama, ia menemukan satu cangkang yang cukup kecil. Ia menelisik nya lama.

Ini terlalu kecil sih.

"Hmm, tapi nggak masalah. Aku bisa memotong kerangnya lebih kecil sebelum dimasak."ujaranya

Niren memungut cangkang itu dan berbalik menuju gua. Angin pantai bertiup lembut, mengibarkan rambutnya. Tapi tiba-tiba, perasaan tidak nyaman menyergapnya.

Ia merasa diperhatikan.

Langkahnya melambat. Matanya menyapu area sekeliling. Tidak ada siapa pun, hanya ombak yang terus bergulung, langit yang cerah, dan burung-burung laut yang berterbangan di kejauhan.

Namun, instingnya berkata lain.

Jauh di tengah laut, seseorang tengah memperhatikannya. Sorot mata biru keperakan itu menatapnya penuh ketertarikan dan obsesi yang mendalam. Tubuhnya bersembunyi di balik ombak, namun tatapannya tajam, seakan mengukir bayangan Niren dalam benaknya.

Sebelum Niren bisa menyadari kehadirannya, sosok itu kembali menyelam, lenyap di kedalaman lautan.

[Host, sepertinya perjalananmu akan semakin sulit nanti...] suara Key terdengar sedikit cemas.

Niren mengernyit. "Kenapa?"

[Tidak tahu pasti, tapi aku merasakan sesuatu...] Key menambahkan emot cemas.

Hati Niren mulai gelisah. Ia mempercepat langkahnya menuju gua, enggan menoleh lagi ke arah laut. Perasaan aneh ini membuatnya semakin waspada.

Ombak terus bergulung dengan tenang, namun di dasarnya, badai perlahan mulai bergejolak.

>>>To be continued...

1
Lynnaza
eh, bukanya niren daru ras kelinci ya?, kok makan malah makan kelinci juga?, kanibal kah thor😭
Lynnaza
baru tau ada yg hamil 3thn
📚Nyxaleth🔮
Hai semuanya! ❤️

Akhirnya... perjalanan Niren di buku ini resmi selesai. 🥹

Sebelum itu, aku mau minta maaf dulu karena sudah cukup lama menghilang dan jarang update. Beberapa waktu terakhir aku lagi sibuk dengan pekerjaan dan urusan lain, jadi waktu menulisku agak berantakan. Terima kasih banyak buat kalian yang masih sabar menunggu sampai sekarang. 🫶

Dan terima kasih juga untuk semua yang sudah membaca, memberi komentar, vote, maupun sekadar menemani perjalanan Niren dari awal sampai akhir. Jujur, tanpa kalian mungkin cerita ini tidak akan sampai sejauh ini.

Meski buku ini sudah tamat, kisah Niren sebenarnya belum berakhir.

Masih ada banyak hal yang belum terungkap, masih ada perjalanan yang harus dilalui, dan masih ada rahasia yang menunggu untuk ditemukan. Karena itu, kelanjutan cerita Niren nantinya akan berlanjut di buku baru. ✨

Anggap saja ini akhir dari satu perjalanan dan awal dari petualangan yang lebih besar.

Sekali lagi, terima kasih sudah bertahan sejauh ini bersama Niren. Sampai jumpa di buku berikutnya! ❤️
Lynnaza: masa di gantung gitu aja😭
total 2 replies
xixi
gantung bngty
📚Nyxaleth🔮: Akan liris di buku baru yah kak❤️🙏
total 1 replies
Etaya Itay
nasib2 2 kali kehilangan
Etaya Itay
seru,, lanjut
Yani
Thort, kapan update lagi 🙏
📚Nyxaleth🔮: Kelanjutannya bakal liris di buku baru yah kak❤️
total 1 replies
restu s a
Lumayan
Shena R
Kenapa tamat
Shena R
🤣🤣🤣🤣
Shena R
Betul🙄
mong air
harap ada utk s2.cerita nya mnarik.
mong air: 💪💪..mnunggu dngar sbar.
total 3 replies
mong air
hahahahahaa..mmg binatang kalian,x kenal tempat.🤣🤣🤣
mong air
skali do,terus hamil..kalau punya 135 suami,xkan 135 kali hamil skali bkin baby.
Valthor
bagus semangat Thor
Dewi hartika
di tunggu kelanjutannya thor🙂🙂🙏🙏
📚Nyxaleth🔮: Bakal liris di buku baru yah kak... terimakasih ❤️
total 1 replies
Wulan Sari
ceritanya bagus banget lain dari pada yg lain cuma gantung ga bahagia tp gpp sudah menghibur semangat 💪 Thor salam sukses selalu ya cip 👍 trimakasih 🙂❤️🙏
Siska Sutartini
kan, lagi2 ethar benar loh niren. kluarga serigala gak sebaik yg kamu pikirkan. slalu mencari keuntungan darimu. dahlah niren kaupun terlalu keras kepala tapi gak punya pertahanan diri sama skali. slalu hampir jadi pelampiasan nafsu pihak lain. untung pasanganmu mau melindungi
sahabat pena
Luar biasa
si_
/Good/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!