NovelToon NovelToon
Gadis Simpanan Sugar Daddy

Gadis Simpanan Sugar Daddy

Status: tamat
Genre:Poligami / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:97.7k
Nilai: 5
Nama Author: Winda Lestary

kisah seorang gadis yang terpaksa menjadi simpanan Sugar Daddy demi bisa mendapatkan jaminan hidup layak setelah keluarga nya di kucilkan oleh keluarga besar mendiang sang ayah,mula nya kehidupan gadis bernama Ayana itu serba berkecukupan,tapi setelah ayah nya meninggal, seluruh aset kekayaan almarhum di kuasai oleh sang adik yang rakus akan harta kekayaan kakak nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Winda Lestary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 11

"Ayana,kamu sudah hampir sebulan di jakarta,boleh mama minta transfer? Mama butuh uang buat biaya sekolah adik mu."

tutur Bu Dini dengan suara lembut dari balik telepon.sebenar nya beliau merasa tidak enak jika harus menyusahkan Ayana, tapi keadaan nya juga memaksa beliau berbuat demikian,gaji dari buruh kerja di kampung tidak mencukupi,apa lagi Bu Dini harus membagi uang tersebut untuk biaya sehari-hari juga uang saku si kembar.

Ayana terdiam menelan ludah,ia bingung harus berbuat apa, sedangkan pekerjaan nya di warung makan yang hanya di bayar 30 ribu perhari tidak mencukupi biaya hidup nya selama di kota, Ayana sekarang bekerja di sebuah warung makan sederhana di pinggir jalan dengan upah seadanya, warung makan itu juga terpaksa menerima Ayana bekerja karena merasa kasihan.

"I-iya, ma, nanti Ayana kirim kan uang buat kebutuhan sehari-hari "

jawab Ayana dengan suara sumbang.

" Lho, suaramu kok gitu nak? apa habis nangis?"

Tanya Bu Dini menerka-nerka.

"Enggak kok ma, anu, Ayana lagi pilek aja ma, jadi suara nya agak sumbang gini. "

kedua mata nya sudah memerah, buih-buih bening itu sudah menggenang di kedua kelopak mata bawah nya. Ayana tak kuasa menahan tangis, ia pamit untuk mengakhiri panggilan karena sudah tidak kuat lagi menahan air mata nya, baru beberapa detik panggilan telepon dari mama nya berakhir, Ayana sudah menangis di sudut ruangan yang cukup sepi.

"Ayana.! kamu di mana?! "

seseorang memanggil nya yang ternyata pemilik warung tempat Ayana bekerja, prempuan paruh baya itu memiliki sifat ke ibu'an, beliau sudah menganggap Ayana seperti anak kandung nya sendiri, apa lagi prempuan yang biasa di panggil mbok Ratmi itu tidak memiliki anak dari pernikahan nya.

suami nya juga sudah meninggal beberapa tahun lalu, mbok Ratmi hanya tinggal sendiri di kontrakan dan menghidupi dirinya sendiri dengan berjualan makanan. penghasilan nya yang tidak seberapa ini rupanya sudah banyak membantu Ayana.

"Iya mbok. !" sahut Ayana lantang, segera ia mengusap air mata nya, memastikan dirinya terlihat baik-baik saja di depan mbok Ratmi.

" lho lagi ngapain to nduk di sini? ayo itu ada yang beli. "

tutur mbok Ratmi dengan langkah ter seoak-seok. kedua kaki mbok Ratmi memang sudah tidak bisa berjalan dengan normal, penyakit asam urat nya yang sering kambuh kadang membuat beliau kesulitan ber aktivitas, untunglah ada Ayana yang selalu siaga membantu beliau.

"oh iya mbok, maaf tadi saya habis dari toilet. " kata Ayana ber alasan.

kedua nya pun kembali menuju warung.

" Mbak nasi pakek ayam nya satu ya.!" pesan pria berperawakan tinggi berkulit kuning langsat yang duduk di salah satu kursi dengan posisi membelakangi etalase.

"iya mas tunggu sebentar ya. " jawab Ayana ramah menyambut pembeli.pria itu sibuk memainkan handphone nya sambil sesekali menatap kearah jalan raya.

tak berselang lama, makanan yang di minta pria tadi sudah siap. Ayana mengantarkan nya ke meja tempat di mana pria itu duduk.

"silahkan mas. "

kata Ayana sambil meletakkan piring berisi makan dan segelas teh hangat. Laki-laki itu menoleh dengan tatap dingin.

"Ayana.?!"

pria itu jelas sangat mengenali sosok Ayana,kedua matanya lekat menatap Ayana tanpa berkedip,Ayana yang masih berdiri memeluk penampan,tak ayal dirinya ikut terkejut dengan sapaan pria yang ternyata sangat di kenal nya itu

" astaga Regan?! ka-kamu. "

Ayana tampak nya canggung dan malu bertemu dengan laki-laki pujaan hatinya di tempat yang tidak semestinya dan dalam keadaan hidup seperti ini.

" Ayana, aku senang banget bisa ketemu kamu di sini. "

dari mimik wajah nya, Regan terlihat begitu senang, sudah hampir satu tahun mereka tidak lagi berjumpa, terahir saat kelulusan sekolah, sejak saat itu mereka melanjutkan hidup masing-masing. beda nya, Regan melanjutkan pendidikan nya di bangku kuliah, sedangkan Ayana melanjutkan hidup nya dengan bekerja menjadi pelayanan di warung sederhana milik mbok Ratmi.

Ayana benar-benar merasa canggung saat berhadapan dengan Regan, tidak di pungkiri memang, hati nya berkecamuk untuk meluahkan betapa rindu nya ia pada Regan, tapi berulang kali Ayana meyakinkan diri bahwa dirinya tidak pantas untuk jatuh cinta pada Regan, jurang pemisah antara mereka begitu terjal, tembok pembatas nya juga begitu kokoh, mana mungkin anak seorang pengusaha pantas bersanding dengan nya yang hanya seorang pelayan.

Regan sengaja datang ke Jakarta untuk menemui papa nya. mula nya ia mampir ke warung mbok Ratmi kerena merasa lapar tiba-tiba di tengah perjalanan, kebetulan warung mbok Ratmi berada tak jauh dari sisi jalan, ia mampir tanpa memperdulikan kondisi sekitar, Regan anak nya memang tidak neko-neko dan sangat sederhana, ia tak pernah gengsi dengan apa yang ia makan selagi bisa mengenyangkan.

mereka berdua ngobrol panjang lebar sampai akhir nya Regan pamit untuk menemui Papa nya di kantor. waktu juga sudah hampir sore, cuaca agak mendung seperti nya hujan akan segera turun, ingin rasa nya Regan mengobrol lebih lama dengan Ayana, tapi cuaca kurang mendukung, Regan takut nanti nya akan terjebak macet di jalanan, Ibukota selalu identik dengan kemacetan jika hujan sudah mulai mengguyur, apa lagi berbarengan dengan jam pulang kerja.pertemuan singkat itu cukup membuat perasaan kedua nya saling terobati, mereka sebenar nya saling memiliki rasa, tapi perasaan gengsi nya membuat mereka harus saling memendam rasa.

sore menjelang Magrib, Regan tiba di kediaman nya di jakarta, rumah megah dengan tiga lantai itu sudah beberapa tahun tidak ia datangi.

"tingtong.."

Regan memencet bell pintu yang terdapat di sisi pintu pagar besi dengan tinggi menjuntai.suara bell pintu terdengar nyaring sampai ke dalam rumah. Regan berdiri di sisi pintu pagar sambil memperhatikan sekeliling, suasana nya sudah banyak yang berubah.

Pintu besi yang lumayan berat itu di dorong oleh seorang pria paruh baya dengan seragam satpam.pak Jamil adalah satpam pribadi di rumah kluarga Wijaya yang sudah mengabdi selama bertahun-tahun.

"lho mas Regan.!" sambut nya hangat dengan senyum lebar. beliau seperti kaget dengan kedatangan Regan yang mendadak tanpa di beritahukan oleh siapa-siapa termasuk Mbak Inah, art di rumah itu.

" pak, apa kabar?" Tanya Regan basa basi dengan sapaan hangat.

"Alhamdulillah baik mas, mas sendiri apa kabar? kok gak bilang-bilang kalau mau kesini, bapak sampai kaget. "

kata pak Jamil yang merasa canggung dengan kedatangan Regan.

"Alhamdulilah baik pak, Papa di rumah enggak?"

Regan menyelonong masuk sambil memberikan kunci mobil nya ke pak Jamil.

" Bapak belum pulang mas. "

kata pak jamil sopan.

" tolong parkirin mobil saya ya pak. "pinta Regan yang tak kalah sopan nya.

" baik mas. "

angguk pak jamil yang bergegas menuju mobil milik Regan.

1
Erna Wati
nah kan makanya JD org jgn jahat lu bram kapok kan 👍 trimakasih bnyak thor .
Erna Wati
kapan bram sadar nya ya. goblok
Erna Wati
saya heran Lo SMA bram sudah jlas. anak nya slh masih aja di belain dasar goblok. Ayana jg slh knpa msh brtahan sama laki2 kaya bram
Erna Wati
smga intan CPT tertangkap. bram goblok.
Nana Meidian
ia tangkap aja itu intan jahat. Ayana tinggalin aja itu si Bram goblok
Nana Meidian
smga kthuan tu si intan iblis biar nyesel tu BPK nya dh mrh sama ayana
Rafly Rafly
ntar lagi kamu akan menuai apa yg telah kami lakukan sama ibu mu Azura... tungguin saja /Facepalm/
Nana Meidian
harusnya azura jg sadar biar gmna pun Ayana ibu nya. apalagi sbntar LG kmu kn jdi ibu Zura . kmu kn LG hamil buka hati kamu buat ibu kamu
Nana Meidian
smga aja intan sama Azura brubah JD sayang sama ayana
Rafly Rafly
bener bener anak kurang ajar... hidup mu bakal sengsara kerna sikapmu sama ibu mu.../Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Rafly Rafly
salah sendiri ngapain minggat kok masih menyalahkan ibunya kamu Zura...itu akibat durhaka sama orang tua terlepas dari mass lalunya
Rafly Rafly
dasar anak durhaka...kamu menderita beginian juga karena ulah mu sendiri.. minggat dari rumah... setelah dapat musibah malah nyalahin emak lu.../Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Rafly Rafly
itulah akibat durhaka sama ibumu...
Rafly Rafly
bocil minggat tanpa pesan.. sama cowok pula..ntar bunting mewek /Facepalm/
Ina Karlina
sama Bram aja ya ay.. kalau sama Regan kamu bakal habis sama si Luna..lebih baik pilih Bram aja dia duda sama sama bebas
Ina Karlina
lah regankan hanya anak angkat wajarlah itu juga masih mending dapat warisan..dasar si Luna wanita ular aku pengen juga dia mendapatkan karmanya karena sudah membohongi si Regan dan keluarganya
Ina Karlina
semoga aja nanti ketahuan bahwa anaknya Luna bukan anak Regan.
untuk si Sera semoga mendapatkan karma nya lagi
Rafly Rafly
sang kumbang pun mulai mengitari harumnya si janda kembang /Grin/
Rafly Rafly
ayo Regan...sikat wanita pujaan hati mu.../Tongue/
Rafly Rafly
ayo...jawab saja Ayana...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!