"Aku Eve, akan ku pastikan kamu ada di genggamanku, Kak"
.
.
.
Bagaimana kisah Revalina Diharjo mengejar cinta Sahabat Kakaknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
harus lebih keras lagi
Arya masih terkejut di tempatnya duduk. Belum sempat mulutnya menjawab, Eve sudah berbalik dan meninggalkan kelas Arya mengajar. Arya yang sedang berada di depan kelas mencoba bersikap biasa saja, seolah apa yang dilakukan oleh Eve tidak pernah terjadi.
"Bapak akan menampilkan beberapa soal untuk latihan kalian, materi minggu lalu.. Kalian kerjakan ya.. Ketua kelas bisa maju ke depan sebentar?".
Siswa yang dimaksud pun maju ke depan. Pak Arya meminta bantuannya untuk mengkontrol teman- temannya. Sekaligus jika sudah waktu jam pelajaran berakhir, dan Dirinya belum kembali, maka laptop dan buku ajarnya bisa dibawakan ke ruangannya. Siswa itu mengangguk tanda mengerti, tanpa banyak bertanya mengapa.
Bisik- bisik diantara murid- muridnya tidak begitu dia pedulikan. Mereka berhak memikirkan apapun.
Arya segera keluar kelas, Dia berjalan sambil menenangkan dirinya. Tidak pernah Revalina semenyebalkan ini. Biasanya Gadis itu akan menunjukkan sikap manisnya. Jangan sampai saat bertemu Dia memarahi gadis itu. Jangan sampai.. Huff..
Di koridor gedung yang menuju ke arah parkiran sekolah, Arya melihat Eve berjalan pelan. Guru itu mempercepat langkahnya. Dia segera meraih tangan Eve dan menarik tangan gadis itu untuk mengikutinya. Mobil merah miliknya terparkir tak jauh dari posisi mereka saat ini.
"Kamu itu kenapa??". Tanya Arya begitu mereka berdua sudah masuk ke dalam mobil.
"Aku baru pertamakali jatuh cinta.. Dan itu dengan Kakak..". Curhat Eve. Matanya menatap Lelaki dewasa di depannya, begitu juga sebaliknya.
Arya menarik napas dalam, matanya beralih menatap ke depan.
"Hari ini moodku nggak bagus, ditambah orang yang Aku cintai berubah.. Menurut Kakak bagaimana perasaanku sekarang?".
"Kakak antar kamu pulang sekarang.. Istirahatlah di rumah..".
Untuk menghentikan omongan melantur Eve, Arya harus segera membawa gadis itu pergi.
Arya segera menyalakan mobilnya dan meninggalkan lingkungan sekolah.
"Bawa Aku pulang ke rumah kakak, biar Aku temui Kak Dewi. Aku akan bilang kalau Aku nggak akan menjauhi suaminya. Dan dia tidak perlu susah payah memisahkan kita.. !". Ucap Eve, saat mereka berhenti di lampu merah.
Arya tidak memperdulikan ocehan Eve. Dia hanya fokus mengemudi, agar sampai lebih cepat ke rumah Eve.
***
"Terimakasih Nak.. Sudah mengantar Eve ke rumah.. Tadi pagi dia murung, Mama sangat khawatir..". Keluh Mama.
Arya tersenyum canggung.
"Eve butuh istirahat Ma.. Dia nggak ada cerita apa- apa pas di sekolah".
"Mau mampir sebentar? Atau masih mau mengajar? Ada Raja di dalam, barangkali mau ngobrol dengan anak itu".
Arya melirik jam tangannya, masih ada waktu dia masuk kelas dan membereskan bahan ajarnya.
"Arya langsung, Ma.. Salam aja untuk papa dan Raja..". Pamit Arya.
"Baiklah, hati- hati di jalan yaaa...".
Arya segera meninggalkan rumah keluarga Eve. Sementara itu, dari lantai dua rumah Eve, Gadis itu sedang melihat keluar jendela, menatap kepergian Lelaki yang dicintainya.
"Sepertinya usahaku untuk memilikimu harus lebih keras lagi, Kak..". Ucap Eve begitu mobil merah Arya berlalu.
***
Keesokan harinya, Jam enam pagi Eve sudah siap untuk berangkat sekolah. Biasanya, jam setengah 7 dia baru siap.
Eve mematut dirinya di cermin, selalu cantik.. Pujinya pada pantulan dirinya di cermin.
Eve turun ke bawah, dan menuju ke meja makan. Makanan sudah tersedia di sana. Namun keluarganya belum turun. Eve makan seorang diri. Dia sudah memesak ojek, sebentar lagi pasti datang.
Bibi yang biasa membersihkan rumah Eve melintas, Eve meminta Bibi mendekat.
"Bi, nanti tolong bilang ke Mama kalo Aku sudah berangkat sekolah ya..". Pinta Eve disertai senyuman.
"Baik Nona".
Eve melihat aplikasi ojek di hapenya. Sudah sampai rupanya. Dia pun segera beranjak. Hape yang biasanya selalu diletakkan begitu saja di meja makan, kini dibawanya. Biarlah dia melanggar, toh tidak setiap hari digeledah.
"Sesuai aplikasi ya Neng?". Tanya si ojek.
"Iya pak".
Mobil yang membawa Eve melaju menuju tempat tujuan. Jalan yang biasa dilewati bukan jalan menuju sekolah. Tentu saja, Gadis itu sudah merencanakan sesuatu. Dia tersenyum dengan bayangan yang ada dipikirannya sendiri.
.
.
.
Ikuti kisah Eve terus yaaa😘😘