Ini hanya cerita ya.. Fiktif belaka, jadi jangan ditiru ya guys.
Ini adalah season ke 3 dari Istri Manja Tuan Kusuma
Chevania Sayna Krisnajaya adalah putri cantik dari pasangan Jingga Riani Putri Kusuma dan Edward Joseph Krisnajaya. Dia gadis cantik yg sangat baik hati ( jika tidak memiliki masalah dengannya). Setiap yg melihatnya akan luluh dengan kecantikan dan tingkah menggemaskannya.
Chevania dikelilingi orang - orang yg sangat menyayanginya. Chevania adalah anak dari keluarga bangsawan. Apakah dia akan hidup sombong dengan segala fasilitas yg dimiliki ataukah dia akan jadi gadis cantik yg penuh dengan kesederhanaan?
Ardiaz Sailendra Kusuma adalah putra dari pasangan Biru Anggara Putra Kusuma dan Emiliana Andara. Dia adalah remaja tampan dan cerdas yg menjadi incaran para gadis. Dia dikelilingi orang - orang yang berusaha mengambil keuntungan darinya dan juga mengambil hatinya. Bagaimanakah caranya bersikap? Apakah dia akan membiarkan para gadis memanfaatkannya atau menjauhi para gadis yg mendekatinya?
Cari tahu kisah keluarga Kusuma selanjutnya disini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku seakan memiliki mall sendiri dirumahku
Setelah jam pelajaran selesai seperti anak sekolah pada umumnya, mereka akan berlarian kesana kemari dan bercanda dengan teman - temannya. Lian dan DIaz terlalu berkharisma untuk melakukan itu mereka hany duduk berdua dan membicarakan apa saja mengenai mereka sendiri
" Diaz, apa aku sangat kaku? Apa terlihat jeas kalau aku tidak menyukai perempuan? "
Lian menatap jauh keluar jendela dengan wajah murung
" Pfftt,, hahaha. Sejak kapan kamu peduli terhadap perkataan orang lain? Apakah yang dikatakan Cheva sangat mengganggumu? Lian ,, Lian,,itu sudah jadi masa lalu. Untuk apa kamu selalu mengingatnya? Cheva benar, kamu harus mencoba untuk membuka diri terhadap perempuan. Kamu tidak akan hidup melajang kan? Bagaimana bisa kamu menghabiskan masa tuamu sendirian tanpa pendamping? "
Dengan nada bicara yang tenang layaknya seorang sahabat, DIaz memberikan nasehat pada Lian. Dia tahu betul bagaimana sifat Lian dan alasan dia menjaga jarak dari wanita
" Memang apa salahnya jika aku hidup melajang? Toh aku bisa menikmati hidupku sendiri tanpa harus dipusingkan dengan urusan orang lain. Dan semua wanita itu merepotkan, meeka hanya mementingkan dirinya sendiri tanpa peduli orang disekitarnya suka atau tidak "
Lian menatap tajam pada DIaz
" Terserahlah, mungkin saat ini kamu hanya belum menemukan seseorang yang tepat untukmu. Akan tiba saatnya kamu jatuh cinta dan tidak bisa jauh dari wanita itu "
" Entahlah, aku tidak yakin. Aku hanya ingin hidup tenang tanpa ada gangguan dari siapapun "
Jawab Lian dengan sikap tenangnya
\=========
Cheva sedang dalam perjalanan setelah pulang sekolah. DIa jarang dijemput oleh supir saat pulang sekolah karena memilih untuk pulang bersama dengan teman - temannya
" Cheva, bagaimana kalau kita pergi main terlebih dahulu? Ada film baru yang sedang tayang di bioskop "
Evita dengan wajah ceria dan polosnya mengajak Cheva pergi bersama
" Tentu saja. kenapa tidak? "
Cheva tersenyum ceria menerima ajakan Evita
" Cheva! Kamu mau pergi kemana? "
DIaz mendekati Cheva dan tak sengaja mendengar sedikit perbincangan diantara Cheva dan Evita
" Kami akan pergi nonton. Apa kak DIaz mau ikut dengan kami? "
Tanya Cheva dengan melingkarkan tangannya disekitar tangan DIaz. Tindakan Cheva kembali membuat semua siswa yang berada disekitar sana terlihat iri. Mereka menatap Cheva dengan tatapan yang tajam. Cheva sudah mulai terbiasa dengan tatapan sinis yang orang - orang berikan terhadapnya. Menurutnya lebih baik seperti itu dari pada dia dikelilingin oleh orang - orang yang berusaha jadi penjilat dihadapannya
" Tidak bisa. Aku dan Lian harus pergi untuk mengerjakan tugas sekolah kami. Maaf karena aku tidak bisa menemanimu "
Diaz menolak ajakan Cheva dengan sangat lembut dan senyum yang begitu mempesona. Berbanding terbalik dengan Lian yang tetap memasang wajah tenang tanpa senyum diwajahnya. Wajahnya begitu kaku seperti spons kering yang akan retak kalau sedikit saja tersenyum
" Ya sudah kalau begitu, aku tidak akan memaksa kakak. Kami pergi dulu, sampai nanti "
Senyum cerah terlihat di wajah cantik Cheva, dia pergi dengan melambaikan tangan pada DIaz
" Sepertinya kalian benar - benar sudah dekat? Kurasa belum lama ketika kamu mengatakan kalau kalian berdua pacaran."
Lian dengan wajah seriusnya berkata pada DIaz yang menatap kepergian Cheva
" Ya, memang kami sudah dekat. Sudah lama aku mengenal Cheva dan aku tahu betul bagaimana sifat dan kepribadiannya "
Diaz menoleh pada Lian dan menjawabnya dengan senyum
" Sudahlah, tidak perlu membahas Cheva lagi! Ayo kita pergi sekarang! "
Diaz dan Lian berjalan menuju parkiran untuk mengambil motor mereka yang terparkir disana
\========
Cheva dan Evita menikmati waktu kebersamaan mereka di mall
" Va, bagaimana kalau kita ke butik itu terlebih dahulu! sepertinya ada pakaian dengan model terbaru disana "
Evita menunjuk pada sebuah butik meah yang ada disalah satu mall
" Baju lagi? Dilemariku saja masih banyak baju yang belum terpakai karena papi selalu memesankan untuk ku dan juga mami semua model keluaran terbaru. Mulai dari perhiasan, baju, sepatu dan tas. Aku sama sekali tidak memerlukannya lagi. Aku seakan memiliki mall sendiri dirumahku "
Pikir Cheva dengan melihat butik yang Evita tunjuk
" Tidak perlu banyak berfikir, kita hanya akan melihat kesana. Jika tidak ada yang cocok, kita bisa keluar dari toko itu "
Evita yang melihat Cheva terdiam dengan memandangi butik itu berfikir kalau Chve tidak memiliki uang
" Baiklah kita pergi kesana! "
Ajak Cheva dengan tangannya meraih tangan Evita untuk berjalan bersamanya. Mereka pun berjalan bersama menuju butik
" Cheva liat ini! Apa ini bagus? "
Teriak Evita memanggilnya
" Bagus. Coba saja dulu! "
Kata Cheva yang juga sedang melihat pakaian dihadapnnya
" Baiklah, aku akan mencobanya terlebih dahulu! Kamu tunggu disini ya! "
" Iya, aku tidak akan kemana - mana "
Jawab Cheva pada Evita sebelum dia berjalan keruang ganti. Evita sedang serius memperhatikan pakaian dihadapannya hingga tanpa sadar seseorang memeluknya dari belakang dengan sangat erat
" Akhirnya aku menemukanmu. Ku mohon jangan tinggalkan aku lagi. Sudah cukup lama aku mencarimu? "
Terdengar suara rendah yang sedikit serak dari pria yang memeluknya dari belakang itu. Dari kejauhan seseorang telah mengambil potret dimana Cheva tengah dipeluk tanpa memberontak
" Lepaskan! Siapa kamu? Jangan berani - beraninya kurang ajar padaku! "
Cheva memberontak dan berkata dengan nada yang sinis
" Arumi, ini paman. Paman sudah lama mencarimu. Eh "
Pria itu melepaskan pelukannya pada Cheva dan membalikkan tubuhnya
" Maaf, nona siapa? "
Tanya Pria itu dengan wajah yang masih sembab dan terlihat bingung
" Seharusnya saya yang bertanya anda ini siapa? Berani - beraninya memeluk orang sembarangan! "
Cheva yang kesal bicara dengan sinis dan mata menatap tajam
" Maaf nona, sepertinya saya telah salah mengira. Saya pikir anda adalah keponakan saya. Anda sangat mirip dengannya sehingga saya langsung memeluk anda begitu saja "
Pria itu tersenyum kepada Cheva dan menunjukkan rasa bersalahnya
" Sebaiknya lain kali paman lebih hati - hati! Tidak sopan memeluk orang sembarangan, Paman harus memastikannya terlebih dahulu sebelum paman memeluknya! "
Wajah Cheva terlihat sangat dingin dan matanya menatap tajam pada pria itu
" Iya nona, saya akan mengingatnya. Terimakasih banyak dan sekali lagi saya minta maaf "
Cheva hanya mengangguk sebagai tanggapan sebelum pria itu meninggalkannya
" Ada apa Cheva? Kenapa wajah mu terlihat kesal seperti itu? "
Evita mendekati Cheva setelah mencoba pakaian yang akan dia beli. Wajahnya terlihat penasaran melihat Cheva yang diam dengan wajah kesal
" Tidak apa - apa. Apakah sudah selesai? "
Tanya Cheva yang mencoba merubah kembali moodnya
" Sudah, aku sudah membayarnya "
Evita kembali tersenyum dengan menunjukkan tas belanja yang ada ditangannya
" Kalau begitu kita pergi sekarang! "
Dengan senyum yang dipaksakan Cheva mengajak Evita pergi dari sana
Di satu sduut mall tidak jauh dari tempat Cheva berdiri
" Apa kamu sudah mendapatkannya? "
Tanya pria yang sebelumnya memeluk Cheva
" Tentu saja. Dengan ini kita akan mendapatkan bayaran mahal atas berita menghebohkan yang dibuat hanya dengan sebuah foto "
istri manja tuan kusuma
4x ku baca berulang2
bagus sekali