Aku adalah Arumi Ayunda, Putri satu-satunya dari konglomerat nomor 1 Indonesia, Kakak Pertamaku adalah Adlan, Kakak Keduaku Arnold, sedangkan Ayahku Abraham Aditama, sedangkan ibuku Paula Singh, keturunan India, ya kakek ibuku orang India.
Hidupku tak seperti kebanyakan putri orang kaya lainnya, aku tak lebih baik dari anak yang hidup di Panti Asuhan.
Jika kedua kakakku ke sekolah Naik mobil dan di antar sopir, juga sekolah di sekolah mahal, aku hanya di sekolahkan di dekat rumah, ke sekolah naik motor di antar ibu pengasuh.
Untuk makan aku harus menunggu keluargaku selesai, barulah aku makan, kejadian ini terjadi setelah ibuku meninggal saat datang mengambil ijazah SD ku, demi menyelamatkan ku ibu di tabrak mobil dan meninggal di rumah sakit setelah 1 Minggu di rawat.
Selesai pemakaman ibuku, semua berubah, ayah dan kedua kakakku mulai membenci ku, hingga aku mati terkurung dalam gudang.
Namun mahakuasa memberikan ku kesempatan, dengan hadirnya jiwa yang lain... ikuti ceritaku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jhon Dhoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 11. Masuk kampus
Rapat dengan perusahaan pemilik lahan berjalan dengan sempurna, dan sudah di lakukan pembayaran secara tunai, dan dokumen peralihan lahan akan selesai dalam 7 hari.
Arumi bergerak cepat, agar segera survey lapangan, dan segera buat master plan, segera ajukan tender jika segala sesuatu sudah selesai, 3 bulan dari sekarang seluruh perencanaan sudah harus selesai, waktu revisi 1 bulan, 5 bulan dari sekarang sudah mulai pembangunan.
Manajer Keuangan, modal Awal, saya transfer 1 triliun,buat laporan yang ralih dan jujur, jika kamu butuh tambahan orang silahkan ajukan, tapi cari yang berpengalaman.
Saya mau dengan Proyek ini nama perusahaan kita, akan di pandang lebih tinggi, rekrut Arsitek terbaik dan ahli sipil, dan segera cari teknologi pengolahan sampah yang terbaik, sekalian cari lahan di sekitarnya, khusus untuk pengolahan sampah, untuk masalah sampah masih lama tapi cari mulai sekarang.
Terakhir, pertengahan tahun depan, kita sudah harus launching, segera bergerak, ucap Arumi menutup rapat.
Arumi tetap akan tinggal Malang, dia hanya akan lakukan rapat secara on-line, atau hari Sabtu, dia akan memantau lewat komputernya, bahkan aktivitas kantor akan di simpan di rumahnya. Dan setiap rekaman akan langsung simpan ke dalam Cincin Dimensi.
Hari adalah hari pertama Arumi untuk kuliah efektif, dan Senin sampai Jumat dia tinggal di Rumah sewa, sedangkan Jumat malam dia akan kembali Desa.
Dengan mengendarai motor Honda beat yang baru dia beli, dia menuju kampus nya dengan semangat, akhirnya dia lewati masa-masa bahagia selama beberapa tahun hidup di desa.
Arumi sendiri, mendapatkan tempat yang baik di hati di masyarakat Desa, bahkan para pemuda Desa, tidak ada yang mengisengi dia, karena sikap ceria dan humble, banyak warga yang bantu nya walau hanya beberapa juta, bagi warga yang sakit, dua bantu untuk rumah sakit, yang akhirnya dia menggunakan Pill nya.
Warga desa kita kini giat bekerja, dan kalau suku banyak yang tidak sekolah, sekarang tidak ada lagi yang tidak sekolah, di balai desa ada beragam kursus di adakan, mulai tata boga, menjahit, komputer semua gratis, di balai desa juga dipasang WiFi gratis, agar anak-anak tidak lagi gaptek.
Soal air bersih, kebersihan lingkungan dan sebagainya kini sudah berjalan dengan baik, itu semua karena tingkat pendapatan masyarakat Desa semakin meningkat.
Dia juga mendukung para kelompok tani, dan melalui Pak Kepala Desa, banyak penyuluhan pertanian, perkebunan dan perikanan serta peternakan.
Dua tahun terakhir ini, produksi ikan lele dan ikan nila dari desa ini menjadi primadona di pasar, para petani mensuport dengan menanam tanaman yang untuk pakan ternak, bagian pemasaran adalah para muda-mudi desa.
Ada beberapa kelompok, beradu nasib di kota Malang dengan membuka usaha, pecel ayam dan pecel lele, ada nila goreng, bebek goreng, jadi para warga desa juga terbantu dengan adanya warga desa yang buka warung makan seperti itu.
Ada 3 kelompok anak gadis, mereka buka toko roti dan kue kering, Arumi membantu mereka dengan ikhlas, itulah sebabnya, mereka sangat menghormati Arumi.
Setiap kelompok, wajib memberikan kontribusi bagi desa, hingga pendapatan desa pun bertambah, hingga akhirnya pihak pemerintah kecamatan dan dan kabupaten datang meninjau Desa tersebut, apalagi menjadi Desa terbaik dalam pengelolaan Dana Desa, Bank Desa berkembang.
Melalui Pakde Prayitno, pupuk, obat-obatan dan bibit tanaman bisa tersalurkan lewat, kini usaha Pakde dan Bude, sudah melampaui 2 kecamatan, toko pertanian dan bangunan maju pesat, pakde sekarang sangat terkenal, apalagi mobilnya tidak ada yang tidak kenal, saudara-saudara bude sekarang tidak ada yang berani mengganggu.
Warga Desa sudah paham konflik bude dan saudara-saudaranya, jadi tidak ada penilaian negatif terhadap Bude saat dia hadir dalam acara PKK atau kegiatan warga lainnya.
Arumi sudah memberikan Pill anti racun buat pakde sekeluarga, karena Arumi takut Pakde suka keluyuran kadang duduk nongkrong dimana saat dia suntuk, nanti minuman atau makanan ada yang racuni.
Soal harta, selama berusaha 5 tahun diluar pemberian Arumi, mereka sudah berhasil mengumpulkan beberapa milyar.
Tiba kampus, dia mencari kelasnya dan memasukinya, dia cuek saja dan mencari tempat duduk kosong.
Setelan tomboy, dengan rambut ikat ekor kuda, dia duduk dengan santai, tidak ada perkenalan seperti di SMA, mahasiswa di harapkan bisa berinteraksi sendiri karena dewasa.
Hanya saja, banyak tertawa saat namanya di panggil, Arumi Menggunakan nama An Rui di identitas nya, jadi dia tak peduli.
Arumi datang ke kampus tidak menggunakan make up, jadi wajahnya natural, soal badan, Arumi selalu wangi, tapi tetap ada yang memandangnya berbeda.
"Cewek itu hanya diam saja, seolah kita gak ada, dari tadi dia sibuk sendiri sejak selesai dosen pertama keluar, ucap seorang gadis.
"Biarkan saja, mungkin dia tipe penyendiri, jadi jangan ganggu, karena orang seperti rentan di ganggu, ucap gadis satu lagi.
Walaupun Arumi diam, ada juga yang datang sekedar menyapa dan berkenalan, walau hanya menghargai sesama teman sekelas.
Hari pertama di kampus, terlihat banyak yang tidak mau berinisiatif mengajak nya kantin, lagian di bawa bekal sendiri.
Arumi memasak sapi lada hitam, sayur buncis dan 3 ekor udang ukuran sedang, yang herannya, makanannya tetap hangat, minumnya dia bawa sendiri, 1 botol juice dan 1 air mineral.
"Lihat tu unik, bawa bekal kayak anak TK, Ucap Marsha yang dari pagi memperhatikan Arumi.
"Kamu itu, ini di kampus pemerintah bukan sekolah swasta, mahal tempatmu dulu, jadi jangan kayak gitu, mau kamu di keluarkan dari kampus sini, ucap Tere temannya Marsha.
"Kan aku cuma bilang sama kamu, lagian mana dengar dia, ucap Marsha.
"Kamu lihat makanannya, lumayan mewah, ada daging sayur udang dan juga juice, aku nasehati kamu agar berhati-hati, ucap Tere memperingati.
"Ia baiklah, ayo ke kantin,tarik Marsha
"Ada saja orang pengganggu, monolog Arumi.
Selesai makan dia berselancar dengan handphone yang sederhana, merek Oppo, cukuplah kalau hanya untuk WA dan nonton YouTube, nomor handphone yang untuk pribadi dan pekerjaan berbeda, dan yang ini khusus untuk kampus, jadi kalau lagi kerja cukup silent saja.
Di perusahaan milik Arumi, semua karyawan bekerja dengan giat, apalagi mereka akan mengerjakan Proyek Besar, arsitek mulai merancang bangunan bekerjasama sama dengan ahli sipil, agar tertata rapi dan sesuai.
Beberapa kontraktor telah datang membawa proposal kerjasama sebagai pelaksana pembangunan, mereka juga sudah mengajak PDAM, PLN dan provider internet, karena seluruh kabel tidak ada yang melayang.
Arumi senang dengan laporan yang dikirim kan, karena sudah waktunya masuk kelas lagi, akhirnya dia beranjak dan masuk kelasnya.
penasaran nii