NovelToon NovelToon
Dia Gadisku

Dia Gadisku

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Tamat
Popularitas:184.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Siti Aisyahseor

Cinta itu aneh. Dia yg minta di jemput tapi dia tak mau ikut

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Aisyahseor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gaple

Dengan adanya bantuan dari Rudi Hadi juga Adit panen cabe bisa di selesaikan dengan cepat. Sambil menunggu ibunya Al mengirim rantangan untuk mereka. Semua berkumpul di pondok yg berada di tengah tengah hamparan tanaman cabe tak terkecuali dengan bapaknya Al.

"Rud had kalian gak takut item kaya gue?" Tanya Al memecah keheningan.

"Emang ngapa Al lo tanya gitu?" Tanya Hadi.

"Ya lo kan anak orang tajir tu, terus kulit lo putih banget. Gak sayang lo panas panasan di tengah sawah kaya gini?" Tanya Al lagi.

"Enggak lah kalo bareng sama kalian kalian. Lagian dari pada gue berjemur di pantai malah buat dosa." Jaeab Hadi enteng.

"lagian kesian duit gue gak di pakek pakek. Kalo gue ikut kalian kan gue ada alasan tu buat nyalon." Kata Hadi mendapat pukulan botol minum dari Rudi.

"Lo mau nyalo? Gue beliin daster lo.!!!" Kata Rudi setelah melempar botol minum itu.

"Sakit nyet." Sahut Hadi.

"Hati gue sakit Had, punya pentolan kaya lo gini. Udah seneng gue si Al sama Arief ternyata normal. Lah kenapa jadi lo yg kaya jalang si?" Geram Rudi.

"Tau ni,gak usah nyalon lo. Entar gue beliin bedak aja." Sahut Adi membuat semua tertawa selain Hadi yg di bully.

"Apa bedanya!!!" Kata Arief yg mengipas ngipaskan bajunya pada Al yg kepanasan.

"Eh itu ibu dateng. Rief samperin sono, perut gue lagi gak bersahabat ini buat bangun." Ucap Al yg di turuti oleh Arief.

"Makan sini sekalian buk." Ajak Arief pada mertuanya.

"Iya bu biar Al makan bareng Arief nanti ibu makan punya Al." Ucap Al pada ibunya.

"Ibu makan bareng bapak saja kalian makan saja yg ada ya. Alakadarnya saja ya, maklum ibu tinggalnya di desa jadi susab nyari makanan enak." Kata ibu Al merendah.

Setelah makan siang semua kembali ke rumah Al untuk membersihkan diri. Al mandi terlebih dulu lalu di susul oleh Arief suaminya sampai giliran Hadi yg terakhir.

Di teras Al dan teman temannya duduk melingkar. Al mengeluarkan gaplek yg dia temukan di tas Arief suamintmya. Dengan berbekal bedak bayi yg sudah di basahi dan minuman kopi tanpa gula.

"Main gaplek yo, Lama gak pernah main jadi kangen." Ucap Al mengocok gaplek di tangannya.

"Boleh, tapi kenapa bawa kopi sama bedak?" Tanya Adit curiga.

"Bedak untuk yg kalah dan kopi untuk yg menang." Terang Al.

"Kopinya manis gak?" Tanya Arief.

"Pait lah. orang gak isi gula." Jawab Al enteng

"Sumpah, kalo gak liat tu perut ada ponakan gue. Udha gue piting lo Al." Ucap Adit gemes

"Al kamar yuk" Ajak Arief membuat teman temannya menoleh padanya.

"Ngapain masih siang" Ucap Al sedikit muram.

"Otak lo ngeres Al. Gue cuma mau karungin lo pakek seprei biar gak nyiksa. Sumpah ya ini Dit temen lo ini. Menang di hukum kalah di hukum." Arief menggeleng gelengkan kepala.

"bini elo iku begok!!" Terang Rudi.

"Tuker rongsokan yuk." Kata Arief lagi.

"Lo pikir gue istri bekas!! Awas aja lo entar malem. Gak gue bukain pintu lo. Tidur sono di lorong." Ancaman Al.

"Anceman lo Aaalllll Sumpah badas!!!" Adit menepuk nepuk pundak Al.

"Lo entar malem perfom???" Tanya Hadi.

"Iya, sana ya kalian" Ucap Arief lagi sambil memungut gaple yg sudah di bagikan Al.

"Pastinya, ikut ya lo Al. Liat laki lo perform." Ajak Adit.

"Iya ikut aja. Tapi inget lo gak boleh minum minuman beralkohol. Inget lo bawa keturunan gue." Ucap Arief mengingatkan Al.

"Siap suamiku sayang." Kata Al manja.

Setelah main gaplek dengan wajah cemong semua. Arief pamit untuk istirahat pulang ke apartemen yg di ikuti oleh Al. Teman temannya juga minta pamit pulang pada orang tua Al yg sedang sibuk memilih milih cabe yg ada cacarnya.

Setibanya di apartemen Al langsung menuju kamar mandi. Arief membaringkan diri di atas ranjang sambil mengingat ngingat lagi yg terjadi tadi. Kenapa saat ada wanita telanjang di depannya dia tidak merasakan apa apa. Bahkan sekedar tegang pun tidak. Arief memutuskan untuk menyusul Al yg sedang mandi. Arief melihat bayangan Al tengah menggosokkan sabun ke seluruh tubuhnya.

"Al, gue masuk." Mendengar itu Al merasa sesuatu yg aneh dalam diri Arief. Karena tak pernah Arief melakukan hal ini padanya.

"Lo mau mandi bareng?" tanya Al tanpa canggung.

"Iya Al. Tapi gue pengen lihat lo tanpa busana lagi." Kata Arief tedengar sedikit bergetar.

"Lo kenapa Rief? Bilang sama gue." Kata Al menarik tangan Arief untuk mendekat.

"Lo denger kan tadi yg di katakan Adit. Gue ada tamu dia coba menggoda gue tapi gue gak bisa tergoda. Lo bisa bantu gue untuk normal Al?" Terang Arief.

"Rief, buka mata lo. Liat gue, dan katakan apa yg lo rasakan sekarang." Kata Al

Arief membuka mata yg tadinya terpejam. Memandang Al tanpa busana seperti pelanggan itu lakukan. Al memang lebih pendek dari pelanggan tadi. Tapi ada desiran aneh dalam dada Arief dan ada rasa ingin mencium saat Arief memandang bibir tipis Al.

"Al gue gak tahan liat lo. Sumpah gue pengen cium lo sekarang." Ucap Arief dengan suara seraknya.

"Cium aja. Lakukan apa yg lo inginkan terhadapku. Gue udh halal lo sentuh Rief. Gue istri lo bukan temen lo lagi." Ucap Al sambil mengalungkan tanganya pada leher Arief.

Arief mulai mencium kening Al, pipi lalu melumat bibir tipis Al. Perlahan Arief membelai rambut Al lalu ciumannya berpindah pada leher Al. Hingga kini tangan Arief *** dada Al yg menggantung indah di depannya. Arief semakin tak tahan dan menggendong Al ke atas ranjang. Menidurkan Al dan **** tubuh Al dengan tetap menciumi seluruh tubuh Al. Kini ciuman itu berpindah pada punggung Al yg membuat Al mendesah. Di sanalah letak kelemahan Al. Mendengar desahan yg keluar dari mulut Al. Arief merasa tidah kahan lagi. Perlahan Al membalik tubuh Al lalu meminta izin untuk memasukkan punya Arief yg sudah tegang. Al hanya mengangguk kecil dan senyuman menghiasi bibirnya membuat Arief mabuk kepayang.

"Pelan pelan sayang, ada arief junior dalam sini." Bisik Al di telinga Arief membuat tambah geli.

"Iya sayang gue akan hati hati dan lembut biar si dedek seneng di datengin papinya." Bisil Arief membuat Al tersenyum.

"Dedek, ini papi. Papi mau kamu sama mami sehat terus sampai kamu. Ucap Arief sambil mengelus perut Al lembut.

1
bahtiar ilmi ilmi
lha dalah Bu jadi lawak
bahtiar ilmi ilmi
😭😭😭mewek bacanya Thor
bahtiar ilmi ilmi
kayak bebek aja Thor 🤣🤭🤭
bahtiar ilmi ilmi
🤣🤣🤣
viva vorever
kok aku merasa yg mrawanin al bkn arif ya tapi hadi🤔🤔
Lantasi Sudaryanto
finamis, fresh
Ndhe Nii
romantis juga Arif ...🤣🤣
Ndhe Nii
dewasa' sekali d arif...🤣👍
Ndhe Nii
🤣🤣🤣🤣
Ndhe Nii
ahhh senang py sahabat yg penuh solidaritas tinggi 🤣👍
Ndhe Nii
mantull s arif jd mantu👍👍🤣🤣
Lois Jasriani
ceritax seru tpi ngk seru krn Al nya meninggal
Siti Aisyah: kan seru ada pendatang baru. naruto aja mati hahaha
total 1 replies
Anvasa Jr.
nangis thor, kok al mati seh
Anvasa Jr.
haredang2 panas2 wooyy
Dunia haluu😍
mampir..menarik juga
Muhammad Ari
keren thor... ijin promo ya... jgn lupa mampir dan baca novel dg judul "sudden kiss" ya 😇😇😇👍
Kanjeng Ribet
mantaffffff thooorrrr...
ceritanya plek..
gk muter-muter kya benang kusut...
biar episot dikit tp ngena...

semangat y thooorrrr...
bikin karya yg lebih baik lg...

salam sahabat...
👍👍👍👍
Kanjeng Ribet
ngakak tengah malem gw thooorrrr...
udh mo saingan ma mba kunti gw...
🤣🤣🤣🤣
Masita Qiut
Dimana isi bukunya
Yang udah baca komen doank 🙏🙏
zahra
salut al
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!