NovelToon NovelToon
The Extraordinary Twins

The Extraordinary Twins

Status: tamat
Genre:Single Mom / Anak Genius / Anak Kembar / Tamat
Popularitas:44.2k
Nilai: 5
Nama Author: Auraliv

Karena ingin mendapatkan uang yang banyak, Brian nekat menculik bayi kembar crazy rich seorang janda bernama Diva. Brian sendiri tak tahu kalau bayi kembar yang diculiknya adalah anaknya sendiri atas hasil kesalahan semalam.

Awalnya Brian mengira semuanya bisa dilakukan dengan mudah, tetapi pada kenyataannya tidak. Bayi kembar Aron dan Alan bukanlah bayi biasa. Meski baru berusia 9 bulan, mereka sudah sangat pintar dan membuat Brian kewalahan.

Siapa yang menduga? Penculikan yang dilakukan Brian justru membawanya lebih dekat dengan si kembar sekaligus ibu mereka. Bagaimana kelanjutan kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auraliv, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 - Sudah Pergi

...༻⎚༺...

Brian sempat terdiam dalam beberapa saat. Dia mencoba mencerna segala pernyataan dari Diva.

"Tunggu dulu. Apa karena kesalahan semalam itu kau hamil?" tanya Brian.

"Iya! Dan gara-gara itu aku diceraikan oleh suamiku!" sahut Diva.

"Apa yang terjadi di malam itu bukan sepenuhnya salahku. Justru kau lah yang menggodaku lebih dulu!" timpal Brian.

"Ya! Itu karena wajahmu sangat mirip dengan suamiku!"

"Apa itu begitu mirip sampai kau bisa salah begitu. Bodoh sekali."

"Ya! Tentu saja. Karena kau adalah saudara kembarnya yang telah lama hilang!" Diva membeberkan saja apa yang sudah diketahuinya mengenai saudara kembar Bram.

"A-apa? Kau bilang apa? Aku saudara kembar suamimu?" Brian merasa sulit untuk percaya. Dia bahkan sampai tertawa.

"Kalau tak percaya, lihat saja buktinya!" Diva mengambil ponselnya. Dia menunjukkan foto pernikahannya dengan Bram dulu.

Terkejutlah Brian. Dia sekarang tak bisa membantah lagi. Wajahnya dan wajah Bram memang mirip. Tidak! Bukan hanya mirip, tetapi bisa dibilang sama persis.

"Wajah suamimu benar-benar sepertiku..." lirih Brian yang kini keheranan.

"Itu benar! Jadi di sini bukan aku yang bodoh. Tapi itu tidak penting sekarang. Yang penting sekarang adalah menemukan Alan dan Aron! Aku meminta pertanggung jawaban atas apa yang telah kau lakukan!" timpal Diva.

"Alan dan Aron... Ternyata mereka benar-benar anakku?..." ujar Brian. Kepalanya mendadak pusing menyengat. Segala fakta yang telah diketahuinya tak bisa langsung diterima oleh Brian begitu saja. Ia mendapatkan ingatan saat dirinya kecil. Sebuah ingatan yang belum pernah di ingat Brian sebelumnya. Dalam ingatan tersebut, Brian melihat seorang pria paruh baya membawanya berlari.

"Brian! Beritahu aku dimana Alan dan Aron!" Diva mendesak. Membuat ingatan tiba-tiba Brian harus sirna.

"Ugh..." Brian tak langsung menjawab karena rasa pusingnya. Terlebih Diva sebelumnya juga sudah memberikan pukulan di kepalanya. Sepertinya pukulan yang diberikan Diva telah membuat ingatan lama Brian perlahan kembali.

"Kau tidak apa-apa?" Diva merasa cemas menyaksikan Brian yang terlihat menahan sakit. Dia lantas mencoba membuka ikatan tali yang menjerat Brian. Akan tetapi Diva tidak jadi melakukannya karena curiga.

"Tunggu dulu. Kau penjahat! Itu pasti trikmu agar aku mau melepasmu. Aku tidak akan jatuh pada trik murahan itu!" tukas Diva.

Brian tak menghiraukan karena kepalanya benar-benar pusing. Saat itulah Diva sadar kalau Brian tidak berpura-pura.

"Jangan mati kumohon!" buru-buru Diva melepas tali ikatan Brian. Dia lalu membawa lelaki itu pindah duduk ke sofa.

Diva mengambilkan segelas air. Jujur saja dia takut Brian kenapa-napa akibat pukulan yang dirinya berikan.

Brian meminum air putih pemberian Diva. Dengan itu dia merasa lebih baik.

"Apa sudah mendingan?" tanya Diva.

"Tiba-tiba aku merasa sangat pusing. Aku tak pernah begini sebelumnya," jawab Brian sambil memegangi kepala.

"Maaf, aku tak seharusnya memukul kepalamu. Aku terlalu berambisi untuk menemukan anak-anakku. Tapi sebesar itulah keinginanku agar bisa menemukan Alan dan Aron. Kau ayah mereka. Kau harus membantuku! Lagi pula kau harus bertanggung jawab atas perbuatanmu. Kau menjual darah dagingmu sendiri! Itu adalah perbuatan yang sangat buruk." Diva kini berusaha membujuk Brian baik-baik.

"Emh... Alan dan Aron ada bersama Clara. Dia ada di hotel Starlight," ungkap Brian.

"Di hotel Starlight? Dimana pastinya mereka? Beritahu secara detail!" pinta Diva.

"Mereka ada di kamar suit nomor 2. Tapi kau harus berhati-hati, Clara punya banyak antek-antek," ucap Brian.

Diva berpikir keras. Sampai tercetus ide dalam kepalanya untuk meminta Brian membantunya.

"Kau harus ikut! Antarkan aku ke tempat itu!" desak Diva.

"Tapi--"

"Tidak ada tapi-tapian. Karena kau pusing, biar aku yang menyetir!" Diva menyeret Brian ikut bersamanya. Mereka segera pergi ke hotel Starlight. Perlu sekitar lima belas menit lebih untuk tiba di sana.

Setibanya di tempat tujuan, Brian langsung memberitahu Diva harus kemana. Ketika keduanya sudah tiba di kamar dimana Clara serta Alan dan Aron berada, mereka hanya menemukan keheningan di sana. Ya, Alan dan Aron telah pergi.

"Dimana? Mana Alan dan Aron?!" Diva menuntut jawaban dari Brian.

"Aku tak tahu. Kemungkinan Clara sudah membawa mereka pergi," jawab Brian.

Diva memecahkan tangis. Padahal dia tadi sudah sangat berharap bisa bertemu dua anak kembarnya. Namun pupus sudah kini harapannya. Diva hanya bisa terisak. Kedua kaki perempuan itu melemah dan jatuh terduduk ke lantai.

"Anak-anakku..." isak Diva. Keheningan sekarang dihiasi oleh raungan tangis seorang ibu yang kehilangan anaknya.

Brian yang ada di sana mematung di tempat. Ia miris melihat betapa putus asanya Diva menangis. Rasa bersalah perlahan mencapai relung hatinya.

1
Diana Susanti
mantab
Diana Susanti
tapi Aron mungkin bakat dr Brian
Diana Susanti
lanjut kak mantab 👍👍👍👍👍
Diana Susanti
hahahaha 😝😝😝
Diana Susanti
nah Bram asli GIMANA kabarnya
Diana Susanti
makasih juga kak,,, semangat terus yaa 💪💪💪💪💪💪💪💪
dian
please lanjut
Alya Yuni
Ala prmpuan ko mabok mkanya jngn mnm mabok mcm orng gila
Diana Susanti
sapa yaaa
Diana Susanti
grazy up nya kak
dian
keren ceritanya
dian
keren
Diana Susanti
iya kak gpp semangat terus
dian
ayo dong up author keren bukunya
Diana Susanti
diva jng egois doong
dian
keren lanjutkan
Diana Susanti
kamu bukan saja menciumi bibir diva tapi sampai membuat bayi diperut diva Brian
Diana Susanti
hahahaha 😝😝😝 Ok kak,,, kutunggu semangat terus yaa 💪💪💪💪
dian
ceritanya bagus tolong sering up
dian
lanjutkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!