Bagian Pertama : Bercerita tentang keluarga adik kembarnya Daddy Aberto yang bernama Abertosa di mana Abertosa terpaksa bercerai dan mengurus ke dua anak kembarnya. Abertosa akhirnya bertemu dengan seorang gadis yang sangat baik dan ingin menikahinya. Bagaimana kisah perjalanan cintanya? Apakah gadis itu mau menerima lamaran dari sang duda beranak dua? Ikuti yuk kisahnya. Namun sebelumnya baca novelku dengan judul : Suamiku Seorang Mafia Dan Psycophath
Bagian Ke dua
Menceritakan tentang kehidupan Dave, Daven dan David dalam menemukan cinta sejatinya. Ikuti yuk ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yakasa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Saya Juga Bisa ....
"Bagaimana kalau Abertosa mengobrol dengan Angel sambil membicarakan tentang pekerjaan karena besok sudah mulai bekerja di perusahaan cabang." Usul Mommy Davina ingin menjodohkan sahabatnya dengan adik iparnya Abertosa.
"Bagus juga idemu." Sambung Daddy Aberto yang juga satu pemikiran dengan istrinya.
'Aku merasa Angel merupakan gadis baik - baik dan semoga saja mereka berjodoh.' Ucap Daddy Aberto dan Mommy Davina dalam hati.
"Apakah Angel tidak keberatan?" Tanya Mommy Davina sambil menatap ke arah sahabatnya.
"Tentu saja tidak keberatan." Jawab Angel sambil tersenyum.
"Bagaimana denganmu adik ipar?" Tanya Mommy Davina.
"Sama tidak keberatan." Jawab Abertosa dengan nada dingin.
"Baiklah, kalau begitu silahkan kita duduk di sana." Ucap Angel dengan nada sopan sambil menunjuk ke arah mejanya.
"Ok." Jawab Abertosa dengan singkat.
"Daddy kami ikut." Pinta Rahul dan Raul dengan serempak sambil menatap sendu Abertosa.
"Kalian berdua sama Tante Davina, ya." Ucap Abertosa.
"Tapi..." Ucapan Rahul dan Raul terpotong oleh Angel.
"Tidak apa - apa, ayo ikut sama Tante." Ajak Angel dengan nada lembut.
Angel mendekati ke dua anak kembar yang sangat tampan kemudian berlutut agar sejajar dengan ke dua anak kembar tersebut. Kemudian ke dua tangan kanan dan kirinya mengusap rambut Rahul dan Raul dengan lembut.
"Apakah tidak merepotkan?" Tanya Abertosa.
Abertosa ingat ketika dulu, di mana istrinya pergi jalan - jalan tiba - tiba ke dua anak kembarnya ingin ikut pergi. Namun di tolak oleh istrinya dan ketika anaknya menangis karena tidak di ajak membuat istrinya memaki ke dua putranya.
Sejak saat itu ke dua putranya tidak pernah meminta atau menangis lagi sejak Ibunya Rahul dan Raul pergi lagi untuk jalan - jalan bersama teman sosialitanya.
"Kenapa repot? Ke dua anak ini sangat tampan dan menggemaskan." Jawab Angel sambil tersenyum menatap ke dua anak kembar tersebut.
"Bolehkah Aku memeluknya?" Tanya Angel mengangkat kepalanya menatap wajah tampan Abertosa dengan sorotan mata memohon.
"Tergantung ke dua putraku." Jawab Abertosa sambil memalingkan wajahnya ke arah samping.
Entah kenapa jantungnya berdetak kencang ketika melihat sorot mata Angel.
"Anak - anak tampan, bolehkah Tante memeluk kalian berdua?" Tanya Angel sambil merentangkan ke dua tangannya.
"Boleh Tante." Jawab Rahul dan Raul dengan serempak.
"Terima kasih." Jawab Angel sambil tersenyum bahagia.
Angel memeluk ke dua anak kembar tersebut membuat ke dua anak kembar tersebut membalas pelukan Angel. Ke dua putra kembar tersebut merasakan sangat nyaman dipelukan seorang wanita yang baru dikenalnya.
Pelukan yang selalu dirindukan sejak dulu tapi tidak pernah didapatkan dari Ibunya. Setelah agak lama mereka melepaskan pelukannya kemudian mereka berempat berjalan ke arah meja tempat yang tadi di duduki oleh Angel.
"Ayo sayang silahkan duduk." Ucap Angel sambil menarik kursi agar salah satu dari mereka untuk duduk.
Setelah salah satu duduk, Angel menarik kembali kursi agar saudara kembarnya ikut duduk. Setelah ke duanya duduk barulah dirinya duduk di tengah - tengah mereka.
"Kalian mau pesan makanan apa?" Tanya Angel sambil membuka menu.
"Mau makan ayam goreng." Ucap ke duanya dengan serempak.
"Ok kalau Tuan Abertosa?" Tanya Angel.
"Apa saja." Jawab Abertosa sambil matanya memperhatikan apa yang dilakukan oleh Angel.
"Ok." Jawab Angel dengan singkat sambil melambaikan tangannya ke arah pelayan dan memesan makanan dan minuman.
Setelah di catat pesanannya pelayan itupun pergi meninggalkan mereka berempat.
"Kalian berdua kembar, mana yang kakak?" Tanya Angel sambil menatap ke dua anak kembar secara bergantian.
"Aku Tante." Jawab Rahul sambil tersenyum menatap wajah cantik Angel yang membuat dirinya sangat nyaman.
"Tampan sekali, namamu siapa sayang?" Tanya Angel sambil mengusap rambutnya.
"Rahul, Tante." jawab Rahul.
Angel menatap Rahul tanpa berkedip setelah agak lama Angel memalingkan wajahnya ke arah kiri di mana adiknya yang bernama Raul duduk.
"Kalau yang tampan satunya lagi namanya siapa?" Tanya Angel penasaran.
"Raul, Tante." Jawab Raul.
Sama seperti tadi menatap Rahul begitu pula dengan Raul, Angel menatapnya dengan serius kemudian memalingkan wajahnya ke arah kanan setelah itu menatap Abertosa dengan teliti dari atas dan ke bawah membuat Abertosa risih dan kesal karena melihat tatapan Angel dan tidak berapa lama Angel memejamkan matanya sebentar kemudian membukanya.
"Ada apa?" Tanya Abertosa penasaran.
"Tidak ada apa - apa Tuan, hanya ingin mencari perbedaan Rahul dan Raul biar tidak salah memanggil." Jawab Angel menjelaskan.
"Apakah sudah menemukan perbedaannya?" Tanya Abertosa penasaran.
'Istriku yang melahirkan saja tidak tahu mana Rahul dan mana Raul. Hanya aku saja yang tahu perbedaan ke dua putra kembarku." Ucap Abertosa dalam hati.
"Sudah." Jawab Angel dengan singkat.
"Apa?? Tidak mungkin kamu bisa tahu. Jangan bilang kamu tahu karena mereka memakai pakaian yang berbeda? Bagaimana kalau besok mereka memakai pakaian yang sama?" Tanya Abertosa dengan wajah sinis.
Angel yang mendengar ucapan Abertosa hanya tersenyum melihat bos barunya menatap dirinya dengan tatapan sinis.
"Aku tahu perbedaan kalau Rahul dan Tuan mempunyai tahi lalat kecil di telinga kanannya sedangkan Raul tidak ada. Raul ada tanda lahir di leher mirip Tuan sedangkan Rahul berada di tangan." Jawab Angel menjelaskan sambil tersenyum.
Jantung Abertosa langsung berdetak kencang yang tadi awalnya menatap sinis dan kesal menjadi merasa bersalah karena mengira Angel ingin menggoda dirinya padahal ingin mencari perbedaan ke dua putra kembarnya dengan dirinya.
"Benar bukan kataku?" Tanya Angel.
"Benar sekali." Jawab Abertosa.
"Saya juga bisa ... (menjeda kalimatnya) ... Lupakanlah." Ucap Angel.
"Saya juga bisa, apa?" Tanya Abertosa penasaran.
ini hanya saran, jangan sampai author melakukan kesalahan seperti author lainnya (yang merasa).
author harus sabar dan hati hati menghadapi komentar/kritik dari pembaca, jangan sampai mengatakan kata kata yang tidak pantas (sikap sombong dan sok) karna pembaca tidak bisa dipisahkan dengan author dalam arti saling berpengaruh.. author yang rugi klo terpancing emosi.
maaf ya author...maaf
pemilihan penulisan dan susunan kata katanya pas dan tepat, sempurna.
alur bener benar berasa..
kerennnnn...
semangat author....