NovelToon NovelToon
Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO / Tamat
Popularitas:126.6k
Nilai: 5
Nama Author: Erny Su

"Aku mungkin mencintai mu! tapi aku tidak bisa merusak kebahagiaan kalian. maaf lebih aku pergi saja daripada harus menjadi orang ketiga di antara kalian."ujar seorang gadis yang merupakan mahasiswi fakultas kedokteran.

Dia adalah Adista Putri seorang gadis yang terlahir dari keluarga broken home.

Adista terjebak dalam dilema, antara mempertahankan hubungan persahabatan dan juga hubungan dirinya dengan ayah dari sahabatnya sendiri.

Adalah Elang Putra Anggara, pria tampan berusia tiga puluh lima tahun yang ternyata merupakan ayah dari sahabatnya Megan, gadis blasteran indoneia Jerman.

Akankah Adista mempertahankan cintanya demi sebuah persahabatan.... atau sebaliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erny Su, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Keesokan harinya Adista tengah beberes di kamar kost tersebut, karena hari ini dia tidak masuk kerja karena ada yang menggantikan posisinya untuk hari ini saja karena dia izin tidak masuk kerja karena ada kepentingan lainnya.

Hari ini adalah hari dimana dia harus mencuci pakaiannya yang kotor.

Adista bahkan sudah menyimpan keranjang cucian kotor miliknya itu di teras rumah itu.

Begitu juga dengan Gege yang sedari tadi tengah sibuk bermain dengan mainan kesayangannya itu.

"Meong...."

"Ada apa? GE aku lagi sibuk ini."ucap Adista.

"Meong"

"Gege kita sudah sarapan bersama jadi jangan rewel oke, kita harus bekerja keras agar bisa mendapatkan banyak uang dan hidup kita akan sangat nyaman nantinya."ucap Adista.

"Meong.."

"Meong..."

Kucing itu tidak mau berhenti berbunyi dan Adista pun terpaksa keluar sambil memegang kemoceng di tangannya.

Adista tidak memperhatikan kondisi sekitarnya.

Dia langsung berjongkok di hadapan kandang Gege yang kini masih sibuk dengan mainan bola warna-warni itu.

"Ada apa?... apa? ada yang sakit, sini aku periksa."ucap Adista yang kini mengeluarkan Gege dari dalam kandangnya.

"Dimana? yang sakit heumm."tanya Adista lagi sambil mengelus bulu tebal milik Gege.

"Meong..."

"Gege, kenapa? heumm ada apa? aku sudah bilang tunggu sebentar ya,,, nanti setelah mencuci pakaian kita akan segera pergi ke dokter, mungpung mas Derby berbaik hati meminjamkan mesin cuci nya pada kita."ucap Adista yang terus berceloteh tapi Gege tetap tidak menurut seakan dia tengah memberitahu sinyal tanda bahaya.

"Gege."ucap Adista lagi.

"Kucing itu lebih peka dari pemiliknya."ucap seseorang yang sudah beberapa minggu ini ia tinggalkan.

"Elang."lirih Adista.

"Sungguh merepotkan."sindir Elang.

"Kenapa? kamu datang jika repot lagipula aku tidak pernah meninggalkan hutang dan uang itu sudah aku ikhlaskan."ucap Adista.

"Aku tidak bicara soal itu, kenapa? tidak tinggalkan alamat baru di depan pintu apartemen itu agar aku tidak perlu repot-repot mencari mu hingga kesini."ucap Elang sinis.

"Untuk apa? aku rasa itu tidak penting! karena aku tidak punya siapa-siapa yang akan mencari ku."ucap Adista tidak kalah dingin.

"Kamu masih punya orang tua, dan aku kesini juga karena mereka mendesak ku untuk mencari keberadaan mu. karena yang mereka tau aku masih tunangan mu."ucap Elang.

"Tunangan hehehe sungguh lucu' apa? ada tunangan yang saat wanitanya berkata jujur tentang perasaannya akan langsung di usir begitu saja, bahkan tidak hanya orangnya barang-barang nya pun langsung disingkirkan saat itu juga."ucap Adista sambil tersenyum kecut.

"Aku tidak pernah melakukan itu."ucap Elang.

"Ya, aku tau karena masih ada orang-orang yang setia melaksanakan perintah mu.... termasuk sekuriti yang selama ini bersikap ramah dan selalu membantuku jika aku kerepotan tapi saat itu bahkan tidak ada satupun yang menyapa ku atau sekedar berbasa-basi untuk membantuku semua itu pasti ulah mu tuan Elang yang terhormat, tapi terimakasih atas segalanya setidaknya aku bisa hidup nyaman tanpa pengekangan di dalam kesederhanaan ini."ucap Adista panjang lebar.

"Adista jika ingin menerima tamu didepan ada gajebo yang cukup luas."ucap Derby yang kini menatap keduanya.

"Ah terimakasih mas tapi dia bukan tamu kok dia hanya sedang mencari alamat palsu."ucap Adista sambil tersenyum sinis.

"Ini kuncinya jika ingin mencuci, aku pergi dulu ada urusan sebentar."ucap Derby.

"Ya mas terimakasih."sahut Adista sambil meraih kunci tersebut.

"Owh iya satu lagi Adista, ibu memesan satu syal lagi motif nya sesuaikan saja dengan ibu karena kamu yang lebih mengerti."ucap pria itu.

"Heumm..ya mas, nanti aku belanja dulu benangnya."ucap Adista.

"Kamu bisa gunakan motor ku, kuncinya ada di dalam menggantung di dinding."ucap pria tampan itu.

"Ya, mas tapi sepertinya aku gunakan mobil agar tidak ribet saat Gege ikut."ucap Adista.

Adista pun hendak berbalik pergi, tapi kemudian Derby kembali bicara.

"Setelah selesai antar ke rumah ibu langsung karena itu pesan ibu."ucap Derby sambil mengusap puncak kepala Gege.

"Iya siap."ucap Adista lembut.

Derby pun pergi dia tidak melihat pria yang sedari tadi berada di hadapannya itu mengeratkan tangannya.

"Segera bereskan barang-barang mu, hari ini juga kalian akan pindah."ucap Elang.

"Tidak tuan Elang, aku bukan siapa-siapa kamu lagi dan cukup satu kali aku diusir dari tempat itu tidak ada lagi yang kedua dan ketiga."ucap Adista.

"Harus berapa kali aku katakan itu bukan aku."ucap Elang.

"Heumm... sudahlah tidak penting, mau itu kamu atau anak buah mu, aku tidak perduli lagi sudah cukup."ucap Adista yang kini menatap lekat wajah tampan Elang.

"Aku mungkin pernah meminta mu untuk pergi, tapi aku tidak pernah melakukan semua yang kamu tuduhkan karena aku tidak pernah berkata bahwa hubungan itu berakhir."

"Dan satu lagi yang harus kamu tahu aku tidak pernah meminta mu untuk pergi jauh seperti saat ini, aku meminta mu tinggal di apartemen untuk supaya kamu introspeksi diri, bukan seperti ini."ucap Elang yang kini membingkai wajah Adista.

Tapi Adista menepisnya saat itu juga.

"Lepaskan tanganmu jangan pernah menyentuh ku lagi kita sudah berakhir dan aku tidak kenal lagi dengan yang namanya Elang, dan tuan Elang yang terhormat silahkan anda pergi dan jangan pernah temui saya lagi."ucap Adista.

Tapi Elang tidak terima begitu saja, dia langsung menarik Adista kedalam kamar kost tersebut, pria itu langsung menyambar bibir Adista.

Adista yang sedari tadi berontak tapi tidak bisa karena tenaga Elang lebih kuat dari dirinya.

Adista pun membiarkan pria itu mencium bibirnya tanpa balasan sama sekali, tapi kemudian Elang mengigit bibir bawahnya hingga Adista pun mengalah dan membalas ciuman itu.

"Aku tidak pernah melepaskan mu untuk selamanya, kamu masih tetap milikmu sampai kapanpun itu.

Adista masih terdiam sampai saat Elang kembali meraih pergelangan tangannya dan mengambil sesuatu dari dalam saku jas yang Elang .

Pria itu langsung memasangkan cincin di jemari tangannya Adista dan itu adalah cincin yang sama dengan cincin yang Adista titipkan pada sekuriti waktu itu.

"Aku tidak pernah meminta mu untuk mengembalikan semua ini, karena kamu tetap milikku."ucap Elang tegas.

"Jadi ini rumah ****** yang sudah menggoda suamiku itu."ucap wanita cantik yang kini berada di hadapan mereka.

"Suami."ucap Adista sambil menatap tajam kearah Elang.

"Jadi ini wanita yang sudah membuat mu lupa jika kamu sudah punya istri heeuh."ucap Astrid yang hendak menjambak rambut Adista.

...************...

"Cukup sayang."ucap Elang.

"Sayang."ujar Adista yang kini bercucuran air mata.

"Mom,,, jadi ini tempat pelakor itu tinggal."ucap Megan yang kini mendekat ke arah mereka.

"Adista!."ucap Megan tidak percaya.

Tapi tiba-tiba raut wajah Megan berubah.

"Aku tidak pernah menyangka orang yang selama ini yang aku anggap sebagai teman baikku ternyata kamu penghancur rumah tangga kedua orang tua ku! kamu Pelakor Adista, sejak kapan? heeuh apa? jangan-jangan sejak kamu datang atau dari sebelumnya hingga Daddy ku memberikan tempat berharganya padamu ia.... Jawab!!."teriak Megan yang kini terlihat benar-benar syok sama seperti Adista yang juga lebih syok dari Megan.

"Ini tidak benar Megan aku tidak pernah tau bahwa Elang adalah Daddy mu."ucap Adista.

"Bohong!! kau bohong...kau bukan orang bodoh yang tidak tahu siapa? Daddy ku."ucap Megan.

"Aku benar-benar tidak tau Megan percayalah."ucap Adista.

"Kau pikir akan ada orang yang percaya dengan semua itu, disaat suamiku wara-wiri di televisi majalah dan juga sosial media."ucap Astrid yang kini mendorong Adista hingga punggungnya membentur tembok.

"Ah..."pekik Adista kesakitan.

"Yank, jangan berbuat kasar disini aku yang salah, dia tidak tahu apa-apa."ucap Elang yang berusaha untuk melindungi Adista secara tidak langsung.

"Jangan bela dia Elang, kurang apa? aku selama ini, kurang apa! dia wanita yang baru kamu temui memang masih segar bugar tidak seperti ku yang sakit-sakitan ini. tapi kenapa? kenapa? baru sekarang kamu terang-terangan menyesali hubungan kita."ucap Astrid yang kini menderma.

"Pergi kau anjing! kau tidak pantas menjadi teman ku, benar apa? yang mommy katakan bahwa kau bukan teman yang baik."ucap Megan yang kini ingin menampar Adista.

Namun tiba-tiba saja tertahan karena seseorang .

"Berani kau menampar sahabatku maka akan ku patahkan tangan mu ini."ucap seorang pria yang sudah hampir satu bulan itu pergi.

"Gibran."ucap keduanya.

"Kalian yang merasa jadi manusia suci dan memiliki derajat tinggi harusnya berkaca di sini."ucap Gibran yang menyodorkan telapak tangan nya.

"Jangan ikut campur Lo Gibran. ini urusan gue dan keluarga gue dengan pelakor ini, dia ****** tidak tahu malu."ucap Megan.

"Diam!! jangan pernah menghina sahabat gue, asal Lo tau dia lebih suci dari Lo berdua yang satu maling teriak maling dan satunya lagi ****** murahan."teriak Gibran yang tidak terima karena sahabatnya dipojokkan.

"Janga bicaramu Gibran Prayoga, jangan sampai semua kata-kata itu membuat mu menyesal."ucap Elang.

"Gibran sebaiknya kamu pergi jangan pernah mencari masalah dengan mereka."ucap Adista yang kini meminta Gibran pergi.

"Tidak Dista aku tidak akan pernah membiarkan mu ditindas oleh manusia tidak bermoral ini."ucap Gibran.

Pertengkaran itu terus terjadi hingga saat orang-orang datang menggunjing Adista.

"Ada apa? ini kenapa? kalian ribut-ribut disini dan kalian semua sebaiknya bubar karena ini bukan tontonan."ucap Derby yang baru saja datang.

"Pantas saja mobil mewah dan barang-barang yang dia punya wah, ternyata pelakor."ucap salah satu wanita yang sejak pertama tidak pernah menyukai Adista yang selalu diistimewakan.

"Berani kau bilang temanku ini pelakor maka akan ku tuntut kau di pengadilan."ucap Gibran tegas.

"Asal kalian tau Adista adalah anak orang berkecukupan jadi wajar jika dia memiliki segalanya, tapi dia tidak pernah mau memamerkan apa? Yang dia miliki."ucap Gibran tegas.

Sementara itu Elang kini meminta keduanya pergi, namun wanita itu terus berteriak dan memaki Adista yang kini tengah berada dalam dekapan Gibran.

Gadis itu masih menangis sesenggukan di dada bidang sahabatnya itu.

"Adista kita harus bicara."ucap Elang.

"Tidak!!! Aku tidak mau bicara lagi dengan mu."ucap Adista yang kini hendak masuk kedalam kamar kost tersebut tapi tiba-tiba Elang meraih pergelangan tangannya dan membawa Adista kembali ke dalam kamar kost itu.

"Tunggu aku disini oke, jangan pernah pergi dari sini, aku akan buktikan padamu bahwa aku benar-benar serius mencintai dirimu."ucap Elang.

"Tidak Elang, mulai saat ini semua sudah benar-benar berakhir, bawa semua itu dan untuk semua penghinaan ini terimakasih Elang... aku tidak akan pernah bisa melupakan ini sampai aku mati sekalipun."ucap Adista yang memberikan cincin berlian itu juga handphone yang Elang berikan tadi.

"Tidak sayang aku mohon jangan lakukan ini aku sangat mencintaimu, aku tau aku salah karena aku tidak pernah jujur akan siapa? diriku tapi please kamu mengerti situasi ini tidak mudah bagiku."ucap Elang.

"Tidak Elang pergilah istrimu lebih berhak atas dirimu dan mulai saat ini tolong jangan temui aku lagi."ucap Adista yang berlari kedalam kamar mandi.

"Honey please open the door!!... honey ."ucap Elang yang kini tengah berteriak menggedor pintu kamar mandi.

Sementara itu diluar juga tengah terjadi kericuhan, polisi yang kini mendapatkan laporan dari Gibran bahwa wanita yang sudah menjebaknya ada di sana.

"Elang buka pintunya aku tidak ingin ditangkap polisi Elang."teriak Astrid.

Elang awalnya tidak peduli dengan itu hingga saat kedua kalinya Astrid berteriak.

Pria itu langsung membuka pintu dan terlihat ada beberapa orang polisi yang kini tengah memegangi Astrid.

Beruntung tidak ada wartawan di sana meskipun ada seseorang yang merekam video kejadian itu, namun Derby langsung mengamankannya saat itu juga karena semua menyangkut kepentingan semua termasuk kost tersebut.

Gibran langsung membawa Gege masuk setelah polisi pergi membawa Astrid, sementara Megan dan Elang mengikuti mereka dari belakang.

Elang sendiri tidak tahu kasus apa? yang menyangkut istrinya itu.

Sementara Megan kini tengah menangis, sama halnya seperti Adista dulu saat mengetahui kedua orang tuanya memiliki pasangan lain.

Adista sendiri kini tengah terduduk di tepi kasur bersama Gibran yang tengah mengelus bahu gadis itu.

"Sudah jangan menangis lagi semuanya sudah berakhir, jika kamu akhirnya mencintai dia pun tidak ada masalah karena Astrid tetap akan menjadi mantan Elang, dan asal kamu tahu Megan bukan anak kandung Elang."

"Nenek sihir itu seorang wanita yang tidak jelas statusnya itu dinikahi oleh Elang karena balasbudi untuk sesuatu yang tidak pernah terjadi dulu saat Elang masih belia Natali yang tengah hamil muda itu datang menagih hutang jaji sebagai pembalasbudi."

"Karena kedua orang tuanya meninggal dunia saat bersama dengan almarhum kedua orang tua Elang nenek Elang pernah berjanji untuk menjaga wanita itu tapi saat dia ketahuan tengah hamil nenek elang bilang mereka akan dinikahkan jika Elang dewasa nanti dan Megan akan menjadi anak Elang, itulah kenapa publik tidak pernah percaya dengan itu."

1
Sukma Amir
novel nya sangat memuas kan
Zikran Zikran
Luar biasa
Bunda Dzi'3
nyesekkkkk bngt...kok olivier jahat bngt sma putranya sndri
Yuliawati Sajo
pemeran utama bodoh bin tolol.
Bunda Dzi'3
yeayyy ada lanjutannya
Umisah Asther
kok hubungan nya sama penghianat trs Tiana sama Zayn trs Oliver sama Tiara bakal terulang
Bunda Dzi'3
happy ending...
aduhh Tiara aku msh nyimpen pemberian mantan aku aja sma suamiku sruh di buang pas awal2 nikah.... Oliver udh berubah gak egois lgi
Bunda Dzi'3
Trs bhgia buat Tiara& Oliver+Anak2 nyaaa
Umisah Asther
gitu dong harmonis .... jangan kayak bocah dikit2 marah mintak cerai...hello kadang keadaan GK seperti harapan...hadapi dengan kepala dingin jangan mudah emosi
Umisah Asther
jijik banget udah tau si Vera jalang kanapa masih mau gib kecewa Ama km...GK Tiara GK bapaknya bodoh banget pantes aja mudah di kibulin...bahkan Vera udah jahat Sama Tiara masih aja mau baikin ...ya ampun punya otak GK sih km gib
Umisah Asther
pemeran utamanya bodoh mudah maafin kesalahan orang....tapi nanti di manfaatin untuk kepentingan orang lain ...gedek Ama tiara
Umisah Asther
ya ampun kok cara nyelesaikan masalah koyok cah cilik 🤦
Umisah Asther
tuh Tiara liat kelakuan dokter Reza masih ngarepin km ...hrs tegas dong ..untuk Oliver kejadian itu Tiara maa dokter Reza udah lama GK perlu marah dong kayak km suci aja
Umisah Asther
haduh runyam ....Tiara ini kenapa wajar kl Oliver marah menghajar Reza karena dia memanggil sebutan itu kepadamu yg udah punya suami....dan dokter Reza sengaja biar Oliver marah ... dan berhasil gara Reza mereka bertengkar...kok bodoh km pelihara Tiara punya suami yg selalu melindungi menyayangi km bukannya menjaga malah bertingkah...bego km Tiara
Umisah Asther
satu keluarga yg hebat takut sama tikus oh lucu banget bin mustahil sampe bertahun2 cuma cari bukti ...ketawa dulu hahaha 😂😂😂😁
aira aira
hm
Bunda Dzi'3
kasian bngt Bpk&anak(Gilbran Tiara)
Bunda Dzi'3
yola jhat bngtt sih
Bunda Dzi'3
ayolah Thor buatlah Tiara bucin lagi entah gmna caranya Yar mrka bsa bersama lgi...singkirkanlah Yola yg picikk itu Thor
Bunda Dzi'3
Thor buatlah Tiara& Oliver bersama bhgiaaaaa...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!