NovelToon NovelToon
MENGANDUNG BENIH BURONAN

MENGANDUNG BENIH BURONAN

Status: tamat
Genre:Single Mom / Anak Genius / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: mama reni

Berliana, seorang polisi wanita yang harus berpura-pura mencintai seorang buronan bernama Gabriel.

Saat akad nikah, polisi datang untuk menangkap Gabriel.

"SEENGGAKNYA GUE HANYA PENJAHAT BUKAN PENGKHIANAT SEPERTI LO! YANG MENJADIKAN CINTA SEBAGAI MAINAN," ucap Gabriel dengan menahan amarah yang berkecamuk di hatinya.

"Aku memang jahat, tapi apa yang kau buat ini lebih jahat. Aku yang bersalah, kenapa hatiku yang kau hukum?" tanya Gabriel dengan mata berkaca.

Mama mohon baca setiap bab tanpa menunggu tamat. 🙏🙏
Terima kasih.

Note : cerita hanya fiksi belaka, apa bila ada kesamaan kejadian atau tempat hanya kebetulan belaka. 🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11. Bertemu

Dengan manjanya Tessa memeluk lengan Gabriel saat memasuki restoran. Semua kursi penuh terisi. Gabriel menjadi heran. Berarti apa yang dikatakan Anto sang manajer benar adanya. Dia menjadi penasaran melihat siapa wanita yang menyebabkan restoran ini menjadi tambah ramai. Apa daya tariknya? Tanya Gabriel dalam hatinya.

Pelayan yang melihat kehadiran Gabriel langsung menyambutnya dan mempersiapkan kursi untuk mereka berdua. Kebetulan ada yang telah selesai makan.

Setelah duduk di kursi, pelayan kembali menghampiri Gabriel dan kekasihnya, menanyakan menu apa yang ingin mereka santap. Tessa dengan angkuhnya meminta semua menu di sajikan.

Pelayan kembali ke dapur dan menyiapkan menu untuk Gabriel dan pasangannya. Mata pria itu tampak liar memperhatikan kesetiap orang yang memakai seragam karyawan. Penasaran dengan wanita yang dikatakan ibunya Nicole.

Sambil menunggu menu disajikan, Gabriel berdiri lagi. Dia meminta izin ke toilet dengan kekasihnya.

"Kamu tunggu di sini. Aku mau buang air dulu," ucap Gabriel. Dia berjalan tanpa menunggu jawaban dari Tessa.

Sampai di dapur, Gabriel menemui salah seorang juru masaknya. Dia ingin bertanya tentang karyawan baru itu.

"Di mana karyawan baru itu?" tanya Gabriel.

"Berliana maksud Bapak?" Bukannya menjawab pertanyaan Gabriel, justru dia bertanya balik.

"Iya ...," jawab Gabriel dengan tegas. Sebenarnya sejak mendengar nama Berliana tadi, pikiran Gabriel langsung tertuju pada satu wanita yang pernah dia kenal.

"Biar saya panggil dulu, Pak," ucap orang itu. Dia berjalan meninggalkan Gabriel yang masih berpikir.

"Apa hanya kebetulan saja nama yang sama atau orang yang sama pernah aku kenal?" tanya Gabriel pada dirinya sendiri.

Sambil menunggu kedatangan Berliana, pria itu mengirim pesan pada Tessa, jika wanita itu lapar, bisa makan dahulu. Jangan menunggunya.

Gabriel masuk ke ruang kerjanya. Dia mencoba menenangkan diri dengan menarik napas. Entah kenapa, sejak mendengar nama Berliana, pikirannya langsung buyar. Teringat peristiwa dulu.

Lima belas menit menunggu, terdengar suara ketukan pintu. Gabriel meminta orang itu masuk. Pintu di buka seseorang dan terlihat seorang wanita berjalan masuk.

Berliana masuk dengan menunduk. Tadi temannya mengatakan jika dia dipanggil pemilik restoran. Wanita itu takut di pecat.

Begitu melihat wanita itu masuk, jantung Gabriel berdetak lebih cepat. Dia langsung mengenalinya. Siapa yang bisa melupakan seseorang yang pernah menyakiti hatinya begitu dalam.

"Apa kabar ...?" tanya Gabriel dengan suara penuh penekanan.

Berliana merasa terkejut mendengar suara yang sepertinya tidak asing baginya. Dia memberanikan diri untuk mengangkat wajahnya dan menatap ke depan.

Berliana merasa lantai yang dia pijak menjadi tanah yang siap menelan tubuhnya. Pertemuan yang sangat dia inginkan, tapi tetap saja kaget karena tidak pernah menyangka jika dipertemukan begini.

"Bang Gabriel ...." Hanya kata itu yang keluar dari bibir wanita itu. Tenggorokannya terasa tersekat dan jantungnya berdetak lebih cepat.

Pria itu berdiri dari duduknya. Dia bersandar ke meja, menatap lekat ke arah wanita yang ada dihadapannya dengan tersenyum miring. Teringat hari di mana dia ditangkap dan jejak penembakan itu masih ada di kaki.

"Tidak menyangka akan bertemu lagi dengan ratu drama seperti kamu," ucap Gabriel sinis.

Berliana langsung teringat dengan putrinya. Dia akan melakukan apa pun untuk kesembuhan Nicole, sekalipun harus mengiba dan memohon.

Dengan spontan wanita itu berlutut dihadapan Gabriel. Merendahkan harga dirinya. Dia tidak akan marah jika harus di caci-maki asal putrinya bisa tertolong.

"Maafkan aku, Bang. Semua aku lakukan demi tugas. Aku harap Abang bisa mengerti ...," ucap Berliana sambil berlutut.

Gabriel berjalan menuju kursi yang dia tempati tadi. Membiarkan Berliana berlutut. Wanita itu masih bertahan, dia tidak akan goyah demi anaknya.

"Aku telah menerima semua balasan atas semua perbuatanku padamu. Walau semua yang aku lakukan itu demi tugas, tapi aku tetap merasa bersalah. Sekali lagi aku minta maaf," ucap Berliana masih berlutut.

Gabriel tahu jika Berliana sudah di pecat dari kepolisian, tapi dia tidak pernah mencari tahu apa penyebabnya. Lagi pula pria itu sebenarnya sadar, apa yang dilakukan Berliana hanyalah karena tugas.

"Semua juga tahu itu semua tugasmu, tapi apa kau tidak ada cara lain untuk menangkapku? Seharusnya kau menyelidiki dulu apa aku bersalah pada kasus itu!" ucap Gabriel mulai terbawa emosi.

Berliana menarik napas. Dadanya terasa sesak mengingat semuanya. Di sini dia memang salah, tapi dia juga yang paling dirugikan. Jika dia menerima saja pemecatan dirinya karena dia tidak mau atasannya tahu kalau dia sedang mengandung benih Gabriel.

Berliana berdiri, dan memandangi Gabriel dengan tatapan tajam. Kembali Berliana menarik napas dalam. Dia harus bisa berterus terang dengan pria itu.

"Aku bukan ingin membela diri. Semua yang aku lakukan karena perintah atasan. Apa aku ada hak menyelidiki apakah kamu bersalah? Semua itu bukan wewenang dan tugasku. Aku hanya diperintahkan menangkapmu!" ucap Berliana dengan penuh penekanan.

"Terus ... apakah dengan cara kotor begitu kau menangkapku? Apakah itu juga perintah atasanmu? Apakah mereka yang meminta kamu menggodaku hingga mengajakku menikah?" tanya Gabriel dengan suara tinggi.

Berliana hanya diam, tidak bisa menjawab itu. Dia hanya diperintahkan mendekati pria itu. Bukan mengajak menikah. Semua juga salahnya. Saat atasan menanyakan, apakah dia perlu pendamping. Berliana menjawab tidak, karena dia takut penyamaran akan terbongkar jika ada yang menemani.

"Aku memang melakukan semua atas inisiatif sendiri. Tapi aku telah menerima balasan atas apa yang telah aku lakukan padamu. Aku di pecat dari kepolisian setelah atasan mengetahui aku hamil ...." Berliana menghentikan ucapannya. Tenggorokannya terasa tersekat saat harus mengatakan semuanya.

Gabriel tersenyum mendengar ucapan wanita itu. Dia teringat perkataan Pak Arif, jika bocah cilik di parkiran tadi adalah putri Berliana.

"Apakah aku harus bersedih dan memaafkan kesalahan kamu? Bukankah wajar jika kamu dipecat karena tidak bisa menjaga nama baik instansi tempat kamu bekerja." Gabriel bicara sambil tertawa.

Berliana kembali menatap Gabriel yang menertawakan nasib dirinya. Rasanya tidak adil bukan? Ini bukan hanya kesalahan dirinya.

"Semua orang hanya bisa menertawakan kesalahan orang lain tanpa ingin mendengar penjelasan terlebih dahulu. Apakah adil jika aku saja yang harus menanggung hasil perbuatan yang kita lakukan berdua?" tanya Berliana.

Dahi Gabriel berkerut mendengar ucapan Berliana. "Kesalahan berdua? Apa maksud kamu?" tanya Gabriel akhirnya.

"Aku di pecat karena mengandung benihmu? Bagaimana mungkin aku akan mengatakan pada atasanku jika saat itu aku sedang mengandung benih buronan?" tanya Berliana lagi.

Gabriel tampak terkejut mendengar pengakuan wanita itu. Apakah dia harus mempercayai ucapan Berliana, sedagkan dia pernah dibohongi.

...----------------...

1
Bunga Raudhatul Jannah
luar biasa cerita ini
Mama Reni: 😘😘😘😘😘
total 1 replies
UMM
seru banget.. menuju halal gabriel berli 😍 demi nicole
Aidul Putra
golden prawn...
Lia Dahlia
nama nya sama persis sama anak temen 🤭
Mawar Merah
Luar biasa
Eli sulastri
moga dipertemukan lagi dengan Gabriel dan mau mengakui Nicole
Yusria Mumba
kasiang
cinta
nah gitu lawan ulat bulu itu
cinta
mati aj sono
cinta
lelaki bodoh msh aj mau mah jalang
cinta
selidikin
cinta
cepat selidikin tessa biar bisa bersatu sama ank mu bang
cinta
kayaknya sengaja tesa nyebak tu
cinta
😭😭😭😭jd mewek
Deana
sudah ku duga dan mungkin ujian itu adalah salah satu dampak balasan dari rasa sakit hati Gabriel terlepas dia PU yah. Mempermainkan hati seseorang, tapi dia polisi Ais terserah lah... Next
Aska
akhirnya berbahagia 🥰
Aska
kukira Tessa keluar dari penjara nanti menjadi jadi orang yang lebih lg, ternyata malah meninggal
Aska
selamat datang di rumah baru mu tes
Aska
Berli itu mantan polwan dia pandai dan cerdik kalo gak pandai mana bisa nangkap buronan
Aska
hamil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!