NovelToon NovelToon
Mantan Yang Tak Usai

Mantan Yang Tak Usai

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Berbaikan / Tamat
Popularitas:13.3k
Nilai: 5
Nama Author: meli meilia

~Novel Ke 14~
May pernah merasakan cinta pertama. Cinta manis yang sayangnya hanya muncul selintas saja dalam hidupnya. Seperti meteor.
Padahal bukan cinta seperti itu yang May harapkan dalam hidupnya. Melainkan May mengharapkan cinta manis yang bisa terus bertumbuh di sepanjang waktu. Seperti pohon.
Dan, ketika takdir telah mengguratkan kisah untuk May jalani. Bisakah May melewati hari-harinya dengan cukup waras?
Jadi siapa yang harus May pilih nantinya?
Suhan, sang suami?
atau Reyhan, cinta pertama May, dulu?
Yuk kita simak kisah May bersama-sama!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meli meilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berita Duka

Setelah sosok Kisa menghilang ke sisi lain restoran, sikap manis Maya seketika berubah. Kini ia kembali cemberut sambil menyantap sisa makanan di piringnya dengan lahap.

Suhan yang menyaksikan tingkah Maya pun hanya bisa tersenyum-senyum sendiri.

"Ngapain senyum-senyum?! Belum pernah lihat cewek cantik makan apa?!" omel Maya yang masih merajuk.

Suhan malah melebarkan senyumannya. Hingga deretan giginya yang putih rata itu terlihat dan memukau mata yang melihatnya.

"Gak usah iklan odol segala deh! Gigi putih nya Abi sama sekali gak bikin Umi terpukau!" omel Maya terus berlanjut.

Tiba-tiba saja Suhan berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri kursi sang istri. Sebelum itu, ia juga sudah menggeser kursi yang tadi ia duduki, dengan kakinya.

Kini jarak kursi Suhan dengan Maya hanya berjarak sejengkal saja. Setelah puas dnegan posisi kursinya, Suhan pun kembali duduk.

"Kok demoet-dempetan sih? Sana-an dikit deh! Gerah tahu!" omel Maya kembali.

"Syuutt.. Jangan marah-marah terus dong, Um.. Kasihan nih Birrul nya. Dia ikut ngerasain lho kalau Umma nya lagi kesal. Tuh dari tadi tidurnya usik-usikan terus.." ujar Suhan menasihati.

Maya langsung menutup mulut dan lanjut menghabiskan makanannya dalam diam. Ia mengabaikan Suhan yang kini duduk diam dan terus menatapnya dari jarak dekat.

Lama ditatap oleh Suhan, mau tak mau Maya jadi salah tingkah juga akhirnya.

"Abi kenapa sih lihatin terus? Memangnya ada nasi yang nempel apa di hidung Umi?!" tanya Maya segera setelah ia menghabiskan makanannya di piring.

"Iya!" jawab Suhan singkat dan padat.

"Hah?! Beneran ada?! di Mana, Bi?!" tanya Maya yang terburu-buru meraba wajah nya dari dugaan adanya butiran nasi yang menempel.

"Di mata Umi!" jawab Suhan kembali.

Saat itulah Maya akhirnya menyadari kalau suaminya tiu telah mengerjai dirinya. Dengan gemas, ia pun langsung saja mencubit pelan lengan atas Suhan.

"Aduh! Sakit, Um.."

"Biarin! Lagian iseng banget sih ngerjain istri sendiri! kirain beneran ada nasi! Bohong tuh dosa tahu!"

"Lho? Abi gak bohong kok, Um.. Memnag di mata Umi tuh ada sesuatu yang nyempil. Makanya Umi gak bisa lihat kalau Abi tuh jelas-jelas cinta Umi dan gak mungkin main usil sama perempuan lain!" ujar Suhan berapi-api.

Mendengar pernyataan dari Suhan tiu, Maya pun seketika bersemu merah.

"Apaan lagi sih, Bi.. Jangan ngomongin cinta-cintaan ah di sini. Malu tahu.." Bisik Maya begitu pelan.

"Segala pakai cemburu lagi ke Kisa.. Umi.. Umi.." imbuh Suhan lagi.

Dan komentar Suhan itu nyatanya malah kembali membuat Maya jadi cemberut. Wanita itu benar-benar tak suka nama Kisa disebut.

"Lho? Kok malah cemberut lagi sih? Iya deh.. iya. Maafin Abi ya, Cinta.. Abi deh yang salah.." seloroh Suhan pada akhirnya mengalah.

Maya masih juga cemberut dan diam. Sampai Suhan jadi kebingungan harus mengatakan apa lagi untuk menghibur sang istri.

Di saat sedang kebingungan itu, tiba-tiba saja terdengar suara yang mengejutkan keduanya.

Preke pek kepek kepek kepek..

Suara itu berasal dari tubuh bagian bawah Birrul. Suaranya macam seperti terompet sumbang, namun begitu menghibur siapapun yang mendengarnya.

Maya bahkan langsung terkikik geli dan berseloroh.

"Ya ampun, Abi.. kalau kentut tuh jangan ditahan-tahan. Bisa sakit perut lho nanti!" canda Maya yang kini tak lagi marah.

Wanita itu benar-benar terhibur atas insiden kentutnya sang anak. Sementara Suhan hanya bisa meringis pasrah karena menjadi kambing hitam atas aksi buang angin yang dilakukan oleh putranya itu.

"Ya ampun, Dek.. Kamu tuh kentut apa niup terompet tahun baru sih? Kok ya gak lihat tempat dulu toh, Dek..Abi kan yang kena getah nya.." ucap Suhan berpura-pura sedih.

Dan Maya kembali tertawa lepas melihat wajah nelangsa suaminya itu.

"Hihihi.. Abi lucu banget sih!"

"Iya.. iya.. Abi memang lucu, Um.. Jadi sekarang Umi udah gak marah lagi kan? Gak cemburu lagi kan?"

"Siapa bilang Umi cemburu? Umi sih ngerasa biasa aja tuh!" elak Maya bersikap gengsi.

Tahu kalau dirinya tak boleh memenangkan pertempuran verbal dengan sang istri, jadilah akhirnya Suhan memutuskan untuk diam saja. Ia tak ingin lagi menyulut emosi Maya.

Pikirnya, biarlah nanti ia akan membincangkan perihal Kisa lagi dengan Maya bila waktunya sudah tepat.

***

Pada akhirnya sisa waktu honeymoon itu bisa dilalui dengan menyenangkan bagi Maya dan juga Suhan.

Setelah menginap 3 hari w malam di resort. akhirnya keluarga kecil itu kembali pulang ke rumah orang tua Maya. Sayangnya berita duka akan menimpa Maya segera setelah kepulangannya itu.

Pak Teja dan Bu Rahma terlibat kecelakaan motor tunggal fi hari yang sama ketika Maya dan Suhan pulang dari resort. Keduanya dinyatakan meninggal dunia di tempat kecelakaan berlangsung. Dan berita ini baru diketahui oleh Maya sesampainya ia memasuki halaman rumahnya yang telah ramai orang.

"Assalamu'alaikum..Eh, kok ramai banget ya? Ada apa ya, Bi..?" tanya Maya sambil berjalan menuju rumah orang tuanya.

"Gak tahu, Mi.. Apa ada tamu jauh yang main mungkin?"

"Iya kali ya.."

Belum selesai Maya bicara, tiba-tiba saja kerumunan orang di depan rumahnya itu melihat ke arah nya dan juga Suhan yang baru saja pulang.

"Ya Allah, May.. sabar ya, May.. Yang sabar.. Almarhum dan almarhumah insya Allah akan tenang di alam kubur nanti.."

Deg. Deg.

Ba dump. Ba dump.

Jantung Maya tiba-tiba saja berpacu cepat. Mendengar kalimat Bu Nila, tetangga yang rumahnya bersebelahan dengan rumah orang tuanya itu, membuat pikirna Maya mendadak diserang kegelisahan yang tak bisa ia mengerti.

"Al..almarhum.. almarhumah..? Memangnya siapa yang meninggal, Teh?" tanya Maya terbata-bata.

Saat itulah Bu Nila baru menyadari kalau Maya ternyata memang belum mengetahui kabar buruk yang baru saja menimpa keluarganya.

"Ya Allah, May.. Kamu emangnya gak tahu? Itu.. Ibu bapak mu kecelakaan motor tadi siang.. Mereka semua meninggal di tempat.."

Belum selesai Bu Nila bercerita, Maya langsung merasa tungkai kaki nya jadi lemas seketika. Beruntung ada Suhan yang sigap menangkap pinggang dan bahunya. Sehingga Maya yang saat itu masih menggendong Birrul di dadanya oun tak terjerembap jatuh ke tanah.

"Maya.. Cinta.. istighfar, Sayang.. istighfar.. Kita masuk dulu ya, Sayang.. Bu Nila, bisa tolong gendong Birrul sebentar.." mohon Suhan kepada tetangganya yang baik hati itu.

Bu Nila pun sigap dan langsung mengambil Birrul dari gendongan Maya. Dan Maya membiarkan bayinya berpindah tangan. Sementara itu dirinya dituntun oleh Suhan untuk masuk ke dalma rumah dan duduk pada salah satu sofa yang ada di ruang tamu.

"Ibu.. Bapak!! Ya Allah.. Bi, yang benar aja Bi..? Ibu dan bapak?"

Kamu tunggu sebentar di sini ya, Sayang.. Abi mau tanya dulu ke yang lain. Sekalian ngecek ponsel juga. Soalnya ponsel kita kan sama-sama lowbet.. Nanti kita cari tahu kabar pastinya ya.."

Maya mengangguk saja menerima usulan dari sang suami. Sementara dadanya terus dihantam oleh perasaan sedih yang tak ia mengerti. Entah kenapa, kala matanya melihat keramaian serta tatapan iba dari orang-orang di sekelilingnya saat ini, Maya jadi semakin kalut.

Firasatnya mengatakan kalau berita duka terkait ibu dan bapak nya itu memang benar adanya.

"Ya Allah, Pak.. Bu.. Kalian di mana..?" lirih pelan suara Maya, sambil menahan tangis.

***

1
Diah Rodiyah
sumpah baca novel ada petempuan kek maya,diakan punya bukti lakinya selingkuh kok malah dia yg seakan selingkuh,,hish malesin bnget
Diah Rodiyah
marah" gak bipang apa masalahnya di tampah lakinya pura" bego dan gak tau apa". daebak
Lina Zascia Amandia
Kak Mel apa kabar, kangen.
meli meilia: masya Allah Lina.. alhamdulillah konfisi mulai membaik nih Lin. hamil kali ini ternyata parah juga. sampai satu novel jadi harus tertunda berbulan bulan. ngerasa bersalah bgt ma reader dan ntoon. tp ya gimana ya.
alhamdulillah skrg masuk usia 6 bulan lin. msh mual kadang2. kemarin mah bener2 bed rest. ga bisa ngapa2in. dua bocil aja beneran diurus keluarga. alhamdulillah msh punya orang tua.. mohn doanya ya lin. biar bs lekas pulih lagi. mel pingin banget nuntasin hutang novel. gak enak rasanya klo blum diselesain..
total 1 replies
Tyara Lantobelo Simal
Semangat say
Lina Zascia Amandia
Karya ini lg dipajang nih di Karya Emas sm Ntoon..
Shifa Burhan
ini adalah kesalahan besar, fatal dan dilaknat dalam ajaran agama Islam ya
* istri pergi meninggalkan suami
* istri minta cerai apa lagi sampai mengajukan gugatan

dan mata melakukan semua itu, maya bisa saja dibenarkan dengan catatan sugan memang melakukan kesalahan fatal dan bukan salah paham, tapi setelah terbukti ini adalah salah paham jadi perbuatan maya itu sangat salah dan dilaknat jadi maya harus minta maaf dan sujud dibawa kaki suami karena perbuatan maya itu sudah sangat durhaka sebagai istri,

jadi kalau kita memasukkan embel2 agama dalam novel kita juga harus tau ajaran agama itu mana salah dan benar dan mana salah yang biasa dan mana salah yang dilaknat alias durhaka
ruby sunn
Thor, ini salah satu karya yang bikin aku gak bosen bacanya!
꧁༒☬Sa̶d̶B∆Y☬༒꧂
Aaaa! Author kece! Crazy up thor!
Lina Zascia Amandia
Wahhhh ketemu Reyhan... telat si Reyhan mendapatkan Maya.... keren karya barunya, mungpung msh baru masih sempat dibaca full... seru Kak Mell smg lancar jaya idenya.
Lina Zascia Amandia
Jadi ingat odading Mang Oleh deh...
Lina Zascia Amandia
Ohhhhh pernah menyukai Reyhan.... Reyhan memang meresahkan.
Lina Zascia Amandia
Hehehhehehe....
Lina Zascia Amandia
Dulu sblm dpt jdh kalimat yg kurang lebih seperti ini juga terlontar dr ibu sy, berhhbung sy sm Kakak sy yg ke 4 memang jarang keluyuran dan gak pernah ngenalin laki2 ke rumah, jadi org tua sy khawatir, jarang keluar rmh dan jarang gaul, kapan dpt. jodohnya, jodoh itu dicari katanya. maklum umur 25 blm nikah jd org tua merasa takut melihat anaknya di rmh n jomblo trs. Ehhhh. akhirnya. jodoh sy justru dr FB..... wkwkwkkw
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!