NovelToon NovelToon
Madu

Madu

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Fantasi / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Noktafia Diana Citra

Aisyah, seorang gadis yang memilih berhijrah dan menutup wajah nya dengan selembar kain (cadar) semenjak SMA. Gadis yang membuat banyak laki-laki ingin menikahi nya, namun lagi-lagi ditolak oleh nya.

Kemudian, hatinya terperangkap oleh seorang pemuda bernama Fatih, yang ternyata adalah dosen baru di Kampusnya. Meneguk manisnya rumah tangga, hingga akhirnya harus berpisah dengan Fatih suaminya dengan cara yang sangat menyakitkan.

Cerita lengkapnya akan temen-temen baca di novel "MADU" ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noktafia Diana Citra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 11

Handphone berdering beberapa kali.

Aku langsung secepat kilat mengambil handphone itu dalam genggamanku.

Aku melihat sebuah nama yang mengambang dilayar handphone " Abi Dik Aisyah",".

Aku deg-degan sekali. Ada apa siang-siang begini Abinya dik Aisyah menelepon

ku?. Astaghfirullah aku lupa. Ini hari terakhir dik Aisyah akan memberikan keputusan nya untukku.

Tanganku basah karena keringat dingin. Aku gugup, aku menerka-nerka apakah dik Asiyah menolakku?, tapi kenapa?, apa kurangku jika memang aku di tolak olehnya?. Astaghfirullah ucapku lirih.

Dengan gemetar aku menyeret ikon gambar telepon keatas, dan terdengarlah suara dari seberang sana.

"Assalamualaikum. Hallo nak Fatih,".

"Waallaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh Abi. Ada apa yah Bi?,". Tanyaku menutupi kegugupanku.

"Jadi begini nak, alhamdulillah kak Aisyah sudah menyampaikan keputusannya mengenai lanjut tidaknya ke proses khitbah. Jadi, nanti ba'da shalat ashar, apa nak Fatih bisa datang kerumah?. Abi pikir, lebih enak jika langsung dibicarakan lewat tatap muka,".

Aduh...., kenapa harus bertemu segala?. Kenapa tidak langsung kasih tau lewat telepon saja?, sudah tidak karuan rasanya, ingin segera tahu keputusan apa yang dik Aisyah berikan buatku. Gerutuku dalam hati .

"Hallo nak Fatih... , nak, apa masih disana nak?,". Ucap Abi dik Asiyah di seberang sana.

"Oh iya Abi maaf, Fatih masih disini. Bisa Bi bisa. In syaaAlloh setelah shalat ashar Fatih datang kerumah Abi,".

Karena melamun, aku sampai tidak merespon pertanyaan dari Abi dik Aisyah. Jadi tidak enak sendiri.

"Alhamdulillah kalo begitu nak. Abi tunggu di rumah yah. Assalamualaikum,".

"Waallaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh,". Dan telepon pun terputus.

Aku duduk dikursi depan rumah. Aku melongok ke dalam, kulihat sekarang baru pukul 13:30. Itu artinya sekitar 1 jam setengah lagi aku harus menanggung rasa penasaranku. Aku sesekali menggaruk kepalaku yang sama sekali tidak gatal. Baru pertama kalinya aku se risau ini.

Aisyah Fatimatul Salwa. Gadis yang saat ini mampu membuatku segalau dan serisau ini. Entah sejak pertama kali aku melihatnya duduk di kursi halaman kampus seorang diri kala pagi itu, aku merasakan kecocokan bahkan sebelum aku melihat wajahnya. Saat itu aku sedang menyetir mobilku, hari itu adalah hari pertama aku mulai mengurus surat mutasi untuk mengajar di kampusnya.

Aku menghentikan mobilku ke tepi jalan, ketika kedua bola mataku menangkap seorang perempuan dengan jilbab panjang dan lebar lengkap dengan cadarnya duduk seorang diri sambil membaca buku yang dibawanya. Aku memperhatikan nya dari dalam mobil. Sosok perempuan yang menenangkan adalah kata pertama yang aku keluarkan dari mulutku ketika melihat Aisyah.

Gadis yang teduh dan anggun dengan hijab syar'inya. Gadis yang rela menyembunyikan wajahnya karena keimanan dan ketaqwaannya kepada Rabb pencipta dirinya. Gadis yang berusaha menjaga aurat dirinya untuk suaminya kelak. Aku jatuh hati padanya.

Bagaimana mungkin aku tidak jatuh hati dan mengaguminya?. Saat kebanyakan wanita-wanita jaman sekarang lebih pede dengan pakaian seksi dan mininya?, saat mahasiswi sekarang lebih suka menghias dirinya dengan berbagai macam bumbu kosmetik hanya demi terlihat cantik dan menarik di depan lawan jenisnya?. Ah... rasanya aku akan menjadi laki-laki yang sangat beruntung jika Allah mengirimkan Aisyah untuk melengkapi separuh agamaku.

Ya Allah, berikanlah yang terbaik untukku menurut-Mu. Marena sebagai firman Engkau dalam QS. Al-Baqarah ayat 216.

“Boleh jadi, kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah yang paling mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui,".

Aku serahkan kepada Engkau ya Allah. Karena apa yang menurut diriku baik, belum tentu itu adalah yang terbaik menurut-Mu ya Rabb. Hanya Engkaulah ya Allah Dzat yang Maha Mengetahui Segalanya.

Aku juga teringat nasihat dari salah satu ustadz ketika aku kuliah di Madinah. Beliau menasehati diriku. Bahwa apabila suatu saat aku merasakan jatuh hati pada seorang perempuan maka pilihlah perempuan itu karena agamanya.

Itu pula resep yang diberikan oleh Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam bahwasanya, “Wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya; maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscaya engkau beruntung. ( HR. Al-Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 1466),".

Dan juga Dari ‘Abdullah bin ‘Amr secara marfu’, yang mengatakan:

“Jangan menikahi wanita karena kecantikannya, karena bisa jadi kecantikannya itu akan memburukkannya; dan jangan menikahi wanita karena hartanya, bisa jadi hartanya membuatnya melampui batas. Tetapi, nikahilah wanita atas perkara agamanya. Sungguh hamba sahaya wanita yang sebagian hidungnya terpotong lagi berkulit hitam tapi taat beragama adalah lebih baik. (HR. Ibnu Majah no. 1859),".

Alhamdulillah, Aisyah memiliki semuanya. Dia memiliki wajah yang cantik, lahir dari keturunan dan keluarga yang baik, serta agama yang baik pula. ya Allah..., jatuh cintakanlah aku dengan seseorang yang juga mencintai-Mu.

Aku masuk kedalam rumah, dan menyiapkan pakaian yang akan kukenakan kerumah dik Aisyah. Tak terasa, ternyata sudah lama juga aku duduk dikursi teras depan rumah. Jarum jam dinding menunjukkan pada angka 14:30. Sebentar lagi adzan ashar. Aku lantas menuju kamar mandi untuk mandi dan bersiap menuju kemasjid untuk shalat berjamaah.

Kali ini aku memilih menggunakan celana bahan hitam, dengan baju koko lengan pendek berwarna putih yang sebenarnya tidak terlalu pendek, dengan jam tangan warna hitam ditangan.

Seusai shalat jamaah dimasjid. Aku kemudian mengunci semua pintu rumahku dan menuju mobil hitam yang terparkir di samping rumah. Aku tidak ingin membuat keluarga dik Aisyah menungguku terlalu lama. Lagi pula aku sudah tidak sabar ingin mendengarkan keputusan dik Aisyah untukku.

Aku masuk mobil dan menstater mobilku. Tanpa butuh waktu lama. Aku menjalankan mobilku menuju rumah dik Aisyah. Jarak antara rumahku dan dik Aisyah memakan waktu sekitar 40 menit. Semoga jalanan sore ini tidak terlalu padat doaku dalam hati.

Sepanjang perjalanan ke rumah Aisyah, aku memperbanyak doa dan istighfar. Tak jarang aku juga mengulang hafalan Al-Qur'an ku. Karena jujur, aku masih saja gugup karena memikirkan jawaban Aisyah untukku.

Aku rasa dengan memperbanyak istighfar dan dzikrullah (mengingat Allah) hatiku akan menjadi tenang. Karena memang hanya dengan mengingat Allah lah hati akan menjadi tenang. Itu juga merupakan salah satu janji Allah dalam firman-Nya pada Qur'an surat ar-Ra’du ayat 28 yang artinya,

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram,".

Alhamdulillah, Allah mengabulkan doaku. Sore ini jalanan kota solo tidak terlalu padat.

1
Elisabet Sembiring
memang nyebelin, gondok, tapi namanya cerita ya ibu, mau nyebelin author nulis ceritanya, ya tetap baca. weleh weleh.
author semangat menulis dan readers semangat membaca./Smug/
Elisabet Sembiring
awal baca, hasil sholat istikhoroh nya agak meragukan. nggak terlalu mendalam, ya kan thor
Elisabet Sembiring
jujur dong ke suami.
kata ibu mertua, harus poligami
dasar novel, bikin greget.
lanjut aku baca
Elisabet Sembiring
Luar biasa
Ciankk Arumi Kirana
nyimak
Yayuk Nuri
thor pokok nya jg pisah kn aisah ama fahmi tor aq gk trima pokok nya klu di pisah kn
Yayuk Nuri
jagan pisah kan
Yayuk Nuri
jg pisah kn aisah sama fahmi thor
Yayuk Nuri
ya kenapa fahmi tidak mau nerima panjelasan nya aisah
Yayuk Nuri
lanjut seru nih
TongTji Tea
cerai nya kapan?
TongTji Tea
telan aja sedih mu ,Syah .Aneh banget sih ini
Annasya Saila
karya yang bisa di ambil pelajaranx untuk kita menghadapi setiap ujian di dunia ini. belajar tentang sabar, ikhlas dan ridho akan setiap rencana yg Allah berikan.
Annasya Saila
sungguh tulus cinta Fahmi untuk Aisyah. di dunia di uji dg begitu dahsyatx dan kelak di akhirat akan mendapatkan kebhgiaan. pasangan dunia akhirat Fahmi dan Aisyah.
amalia gati subagio
o a lahhh, bajigur basi oroknya iblis, yach turunan gen setan he
amalia gati subagio
ye kok metong sich? bikin pesta 7hr 7mlm aza, unjuk suka cita utk hasil bajigus basi pd madu1 yg kini otw bangun dari koma o on ogeb pasrahnya jd budak nafsu lu 😁
amalia gati subagio
he? mulai menggugat taqdir neh? ojo nesu2 la bojo anyarnya sempurna toh? jalang++++ suami na bajigur tengik, klop!! yach madu 1 sih mang o on ogeb culun naif halu
Sulati Cus
innalillahi kok jd mewek begini sih pdhl udh pernah baca
amalia gati subagio
perempuan ini munafik bercadar, penipu dgn sertifikatnya bintang 100, tobatnya tobat sambal he
amalia gati subagio
kereb!!!! perempuan dewasa berpendidikan berilmu cukup, sengaja menjatuhkan harga dirinya sd -0sen, terus n terus terperangkap dlm neraka demi syurga yg tak dirindukan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!