NovelToon NovelToon
4 Putri Dari Masa Depan

4 Putri Dari Masa Depan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / TimeTravel / Romansa Fantasi
Popularitas:524.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Cha_Nisa

"Aku bersumpah demi setiap tetes darah Chaca yang menyatu dengan air, demi setiap air mata yang ia keluarkan hari ini, dan demi setiap detik rasa sakit yang ia rasakan. Kau ... Devon Albara dan yang lainnya, jika suatu hari nanti kalian tahu kebenarannya, kalian akan merasakan yang namanya kematian itu lebih baik daripada hidup dalam bayang-bayang penyesalan. Dan untukmu Darent Al Jeck, semoga kau bahagia setelah menghianatiku dan memilih dia. Sekarang aku sudah tidak memiliki harapan untuk hidup, semuanya sudah terbawa bersama buih lautan darah Chaca, jadi untuk apa aku tetap tinggal di dunia ini, selamat tinggal, semoga suatu hari kita bisa dipertemukan lagi di akhirat teman-teman."

~Lisa~




"Enggak ada gunanya gue hidup, semua teman-teman gue udah pergi menyusul Chaca, dan satu-satunya orang yang gue cintain ternyata tega ingin membunuh gue karena rekaman palsu yang di buat seseorang, jadi ... selamat tinggal."

"Tidaaaakkk!"

~Lista~
__________________

JAUH JAUH SANA PLAGIAT!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cha_Nisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Musyawarah

Aula istana...

Author POV

"PERMAISURI FA HU LIAN DAN PUTRI XIAO LUO MEMASUKI AULA," ucap seorang kasim mengumumkan dengan lantang.

Semua orang menatap 2 orang yang baru memasuki aula tersebut, semua pujian diberikan kepada permaisuri, sedang Chaca diberikan segala gunjingan.

"Dasar sampah, bisanya cuman merepotkan orang, cih!" cibir Xiao Jia.

"Kau benar kakak pertama, aku tak habis pikir kenapa kaisar dan permaisuri begitu memanjakannya," sahut Xiao Sizu Hua mendukung opini Xiao Jia.

"Cih! Paling dia akan dipermalukan disini. Tinggal tunggu waktu mainnya saja"

Ucap Xiao Tian menghina Chaca secara terang-terangan.

"Shutt! Tian'er jangan berperilaku tidak sopan pada saudari mu. Biar bagaimanapun, ia tetap bagian dari keluarga ini. Kalau kau menghinanya, maka secara tidak langsung kau menghina kita semua. Termasuk kaisar, kamu tahu kan bagaimana konsekuensi menghina seorang kaisar?" bentak Selir Ling dengan di depan semua orang.

Xiao Tian yang mendengar ibunya lagi-lagi membela Xiao Luo(Chaca), merasa iri untuk kesekian kalinya.

"Sebenarnya putri ibu itu, aku atau dia sih! Dari dulu selalu saja membela dia yang jelas-jelas bukan anak kandung ibu. Aku benci ibu!" balas Xiao Tian dengan tidak sopan.

"Iri? Bilang bos," sinis Chaca membatin.

Perkataan mereka bertiga tak luput dari pendengaran kaisar dan permaisuri. Namun, mereka hanya diam membisu. Tereka tak dapat membela anak mereka karena belajar dari pengalaman beberapa tahun lalu. Xia Luo malah tambah dipermalukan dan sejak saat itu ia di jach sebagai sampah kerajaan yang lemah, dan hanya bisa mempermalukan kerajaan sendiri.

"Dasar cecunguk sialan," umpatan Ralisa dalam hati.

"Kepala udang! Mereka pikir akan memancing emosi Chaca hanya dengan cibiran seperti itu? sorry yah, kalian salah besar," caci Ralia membatin remeh.

"Mereka itu lupa daratan atau gimana sih? Jelas-jelas status Chaca lebih tinggi dari mereka. Secara Chaca kan anak permaisuri, beraninya mereka!" bentak Ralia membatin mengungkapkan semua kekesalannya.

Sedangkan Chaca hanya acuh tak acuh. Bagiannya cacian itu hanya angin lalu. Tapi ketika ada yang menggangu ketenangannya secara fisik, maka bersiaplah menghadapi yang namanya kematian itu terasa lebih baik dari pada hidup.

Chaca melihat ke sekeliling dan untunglah ia melihat 1 kursi kosong di samping teman-temannya. Chaca berjalan dengan santai namun aura dinginnya menusuk hingga beberapa orang merinding saat merasakan aura permusuhan darinya.

"Baiklah, karena semua orang telah berkumpul, maka kita akan memulai rapat kali ini," ucap kaisar penuh wibawa. Ia bersikap profesional meskipun di hatinya terbesit rasa sakit karena anak kesayangannya di caci maki.

"Rapat kali ini kita akan membahas ulang tahun kerajaan kita, yang bertepatan dengan hari kelahiran zhen beberapa hari lagi."

*Zhen:kata lain dari raja, atau raja ini

Chaca menjatuhkan rahangnya mendengar ucapan kaisar barusan.

"Sial! hanya untuk acara tidak penting seperti ini mereka semua menggangu tidur nyenyak ku? Lalu mendapat sarapan yang berupa cacian pula! Seharusnya aku tidak datang saja kalau tahu begini. Aaakhhhh," cerocos chaca tidak terima dalam batinnya.

"Jadi, zhen mengumpulkan kalian disini untuk meminta saran dan usulan kalian tentang acara tahun ini. Zhen menginginkan acara kali ini berjalan lancar tanpa gangguan seperti tahun-tahun sebelumnya," jelas kaisar melanjutkan kata-katanya. Sebenarnya ia menyindir Xiao Jia dkk secara halus, tapi mereka ternyata tidak terlalu peka.

"Jangan berharap terlalu tinggi suamiku, aku yakin anakku punya rencana lagi untuk mempermalukan putri kedatanganmu itu," batin Selir Qin mencibir.

"Ayahanda, putri ini punya usulan. Bagaimana kalau selain kita mengundang para rakyat, kita juga harus mengundang bangsawan dari kerajaan lain dalam acara tahun ini. Dengan begitu hubungan persaudaraan kita dengan kerajaan lain semakin erat," usul Xiao Jia. Entahlah rencana biadab apalagi yang ia pikirkan untuk mempermalukan Chaca dkk.

Tahun lalu ia mempermalukan Xiao Luo karena suaranya yang jelek, dan yang selanjutnya terjadi adalah ia dilempari kotoran oleh para rakyat. Hal serupa juga terjadi pada Xiao Tian, Xiao Lian dan Zhu Shan.

Kaisar terlihat khawatir untuk mengiyakan saran tersebut. "Baiklah saran diterima," pasrahnya. "Apa ada saran lain?" tanya kaisar lagi.

"Ayahanda aku mempunyai usulan. Bagaimana kalau bukan hanya semua pangeran dan putri mengikuti lomba yang diadakan, semua pangeran dan putri harus menunjukkan minimal satu bakat terpendam mereka kali ini. Tentu saja tak terkecuali pangeran dan putri dari kerajaan lain yang akan kita undang." Satu usulan lagi yang membuat kaisar makin berat hati mengiyakan. Usulan tersebut berasal dari Xiao Tian yang entah bagaimana tiba-tiba memperoleh pikiran licik juga.

"Putri ini juga mempunyai usulan ayahanda. Bagaimana jika dalam acara tahun ini juga diadakan pemilihan putri mahkota kerajaan. Dengan begitu, para rakyat dapat melihat secara langsung seperti apa putri mahkota mereka," usul Xiao Zu Hua ikut-ikutan.

"Saya sebagai selir tertua sangat setuju dengan usulan para putri, Kaisar. Tidak ada salahnya kita menyetujui usulan mereka. Toh, bukan saja kita yang diuntungkan, rakyat dan bahkan para bangsawan dari kerajaan lain juga akan merasakan meriahnya acara tahun ini," Selir Qin lagi-lagi membela para putri licik itu.

"Benar kaisar ... kami para menteri juga sangat setuju dengan usulan para putri"

"Ya setuju!"

"Kami setuju!" deru para menteri dan petinggi istana yang lain bergemuruh untuk mendesak kaisar.

Dan tentu saja kaisar tidak dapat menolak permintaan para putrinya, karena tidak ada alasan untuk menolak usulan mereka. Ditambah lagi seluruh petinggi kerajaan menyetujui usulan tersebut.

Permaisuri dan Selir Ling sangat cemas tentang apa yang akan terjadi saat acara nanti. Mereka sangat yakin akan terjadi sesuatu hal buruk yang menimpa putri mereka, karena usulan para putri tersebut

Chaca dkk hanya menyimak dengan malas rapat kali ini, meskipun begitu mereka secara tiba-tiba menerima ingatan para putri pemilik tubuh mereka yang lalu.

"Cih! Dasar licik kalian semua. Jangan panggil aku Chaca kalau dalam acara itu kalian tidak dipermalukan." sumpah Chaca membatin mantap.

"Ayahanda kaisar, bolehkah putri ini tahu lomba apa saja yang akan diperlombakan dalam acara itu?" tanya Ralisa polos. Di dunianya dulu, ia adalah gadis yang sangat suka pergi ke pesta, apalagi saat perayaan hari besar tertentu.

"Biar putri ini saja yang menjelaskan pada kembaranku ku itu ayahanda," potong Xiao Tian saat kaisar hendak berbicara. Lalu kaisar pun akhirnya mengizinkan putrinya itu untuk menggantikannya.

"Jadi saudaraku, lomba yang akan diadakan itu antra lain: menari, bernyanyi, bermain alat musik, membuat puisi, melukis,memasak, bela diri, panahan, balap kuda, unjuk bakat, dan pemilihan Puteri mahkota pastinya," ucap Xiao Tian sedikit menyeringai.

"Apa hanya itu? Tidak ada satupun yang seru menurutku," pekik Ralisa dengan sombongnya.

"Cih! memangnya kau punya usulan yang lebih baik dari kami? Paling juga kau hanya bisa mengkritik saja tanpa alasan," tukas Xiao Jia dengan tatapan sinis.

"Oh ya! Baiklah aku punya usulan. Bagaimana kalau kita adakan lomba fashion, lomba ini semacam lomba siapa paling cantik dialah pemenangnya. Cara penilaiannya juga harus secara voting agar tak terjadi kecurangan. Kalau kau tak tahu apa itu voting, sini aku jelaskan. voting itu semacam pengambilan suara, siapa yang memiliki suara terbanyak, dialah pemenangnya," usul Ralisa sedikit menyindir. Namun, hal itu justru membuat Xiao Jia dkk merasa senang, karena korbannya dengan suka rela untuk dipermalukan.

"Baiklah aku setuju."

"Kami juga setuju," ucap Xiao Jia dkk.

"Kakak, apa kau punya usulan?" tanya Ralisa pada Ralia.

"Hmm... bagaimana kalau basket?" ucap Ralia asal.

"Setuju," jawab Ralisa, Chalista, dan Chaca bersamaan. Sementara yang lain tengah berbisik-bisik satu sama lain, lantaran mereka sungguh kebingungan lomba seperti apa yang di usulkan oleh Xiao Lian.

"Lomba semacam apa itu putriku? Zhen baru pertama kali mendengar nama itu" sahut kaisar yang akhirnya angkat bicara.

"Lomba basket ini sejenis permainan yang dimainkan dua tim dan masing-masing tim terdiri dari 5 orang pemain. Intinya permain harus berusaha mencari nilai ataupun angka sebanyak-banyaknya dengan cara memasukkan bola ke keranjang (basket) lawan. Dalam memainkan basket, pemain bisa mendorong bola, memukul bola menggunakan telapak tangan terbuka, melemparkan atau menggiring bola ke segala penjuru dalam arena permainan, yang terpenting ia tidak memegang bola lebih dari 24 detik. Pertandingan terdiri atas 4 periode dan 1 periodenya berlangsung 10 menit. Pemain dinyatakan melanggar (foul) saat ia melakukan kontak fisik dengan pemain lawan misalnya mendorong, menarik, dan lain sebagainya," Ralia menjelaskan permainan basket panjang kali lebar.

Semua yang ada di aula merasa tercengang dengan usulan Ralia. Hal itu karena selama ini belum ada yang mengusulkan lomba perkelompok seperti itu, biasanya lomba yang diadakan itu untuk individu saja.

Karena usulan ralia sangat bagus dan menarik, maka diputuskan bahwa permainan tersebut akan dimainkan saat acara nanti, baik untuk para putri maupun pangeran.

.

.

.

**Makasih buat para readers yang setia menunggu kelanjutan cerita ini, tetap comen and vote guys

See you next time**

1
Nunung Sunarti
asik juga ceritanya penuh denga halu 🤭🤭🙏
un3's
Luar biasa
IndraAsya
lanjut
IndraAsya
jejak 🐾
IndraAsya
🌷🌷🌷
IndraAsya
👣👣👣 Jejak 💪💪💪😘😘😘
azka aldric Pratama
jiwanya yg di tuker ,😏😏😏😏 bener gk Thor 🤭🤭🤭🤭
azka aldric Pratama
punya penyakit hati biasanya perpendek umur 😏😏😏😏
azka aldric Pratama
masih blm hafal am nm2"nya susah di ingat 😌😌😌😌🥺🥺🥺
Dara131
thor kyak nya itu kebalik deh desain chacha n ralia..
semngat thor..
Crystal
sedih banget sumpah
Crystal
sedih banget sumpah
Alyafirinda27
Next kak, semangat
Alfimunji
lanjutin dong kak
kucing kecil💅
kak kok gk lanjut sih :(
Sifazara
kok gk dilanjut lanjut sih thor...
pada nunggu nih kita kita
apa ni crita mau di berhentikankah thor
Smonnelly
up up up up up up up up up up up Thor
Nuri Ahfiani nasution
lanjutaanya?
ᴍ֟፝ᴀ Odette🏁
Omo Omo 🙈🙈🙈🙈🙈

kok udah habis sih 🥺🥺🥺🥺

Lagi dong, please🙏🙏🙏🙏🙏🙏

Next....
Semangat buat kelanjutan ceritanya ya...
Semangat....
ᴍ֟፝ᴀ Odette🏁
Omo Omo 🙈🙈🙈🙈🙈

ih jahat banget sih🥺🥺🥺🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!