NovelToon NovelToon
Impossible Love

Impossible Love

Status: tamat
Genre:Time Travel / Persahabatan / Tamat
Popularitas:17.9k
Nilai: 5
Nama Author: cilamici

Kedatangan Fredi ke rumah seorang kawan yang baru dikenalnya melalui media sosial ternyata mengantarnya mendapat pengalaman yang tak terlupakan setelah di perjalanan menemukan sebuah buku harian jadul,

Pengalaman apakah itu?

Yuk ngintipin Fredi... hihi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cilamici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11. Mulai Sedikit Mengerti

Setelah mengatakan tentang Amelia yang membuat perasaan Fredi campur aduk, Ibunya Dedi kemudian terdengar dipanggil oleh Pak Siswoyo,

"Bu, ayo nanti keburu sore, kita harus mampir ke rumah Pak Camat,"

Kata Pak Siswoyo dari depan kamar,

"Ya Pak,"

Sahut Ibunya Dedi,

"Ibu pergi dulu, jangan lupa makan nak, lalu istirahat agar tidak sampai sakit, berhari-hari tidak pulang kau pasti lelah,"

Ujar Ibunya Dedi, setelah itu ia pun bergegas keluar dari kamar milik anaknya yang kini ditempati Fredi,

Tampak Fredi mengiringi kepergian Ibunya Dedi yang menuju keluar kamar, ia tak bisa mengatakan apapun karena mendengar nama Amelia rasanya ia langsung lemas,

Ya, lemas, Fredi seketika teringat akan buku harian dengan sampul bergambar Candy,

Buku harian yang ia dapatkan dari pedagang gorengan depan minimarket yang ia beli gorengannya untuk teman minum kopi di dalam travel,

Buku harian itu pulalah yang ia baca sebelum kemudian ia tiba-tiba saja berada di dalam kehidupan yang sama sekali berbeda,

Fredi duduk di tepi tempat tidur milik Dedi sejenak, ia masih berusaha menerka kenapa ia ditarik ke tahun 1991 saat ini,

Dan buku harian itu, ada apa dengan buku harian itu?

Ah... Fredi tiba-tiba teringat akan buku harian bergambar Candy yang ia ingat sempat dibawakan seorang teman Pak Giman,

Fredi pun langsung saja berdiri dan cepat berlari keluar kamar lalu keluar rumah,

Haiiish... Fredi mendesis manakala dilihatnya halaman sudah kosong,

Tak ada siapapun di sana, mobil angkutan Pak Giman tak ada, mobil sedan jadul warna abu-abu milik Pak Siswoyo yang sempat Fredi lihat berada di samping rumah juga tidak ada,

Hp, tentu saja di tahun ini belum banyak yang memegangnya, bahkan orang-orang kaya di kota kecil ini sepertinya juga belum tentu memilikinya,

Fredi tertunduk lesu, tepat saat itu Mbok Sur muncul dari pintu utama menyusul dirinya, dan memanggil untuk makan lebih dulu,

"Nanti sakit Mas, makan dulu,"

Kata Mbok Sur mengulang tatkala Fredi menoleh ke arahnya,

Fredi yang merasa perutnya memang sudah mulai melilit karena sejak pagi ia juga belum makan nasi sama sekali akhirnya menurut mengikuti Mbok Sur masuk rumah,

"Mbok masak garang asem ayam kampung, Mas Dedi kan biasanya suka paha atas, itu Mbok siapkan dua sekaligus,"

Kata Mbok Sur yang kemudian berjalan beriringan dengan Fredi,

Tampak Fredi mengangguk kecil, selama ini Fredi bukan tipe orang yang rewel soal makanan, apa saja buatnya makanan itu enak,

Sampai di ruang makan Fredi lantas mengambil tempat duduk, Mbok Sur meletakkan rantang stainless yang ada ukiran-ukiran khas rantang jaman dulu,

Rantang berisi air bersih untuk Fredi cuci tangan, termasuk juga lap motif kotak-kotak di sebelahnya,

Nasi yang mengepul panas terlihat berada di bakul nasi warna putih, Mbok Sur menyendokkan nasi panas itu dari sana ke piring yang seperti dari seng lalu memberikannya pada Fredi,

"Terimakasih Mbok,"

Ucap Fredi,

Tentu saja sesuatu yang biasa Fredi lakukan selama ini, karena memang Orangtuanya sejak kecil mengajarkannya demikian,

Namun, mendengar Fredi mengucap terimakasih, Mbok Sur terlihat berkaca-kaca, ia seperti terharu atau entahlah Fredi malah jadi bingung,

"Ini Mas, garang asemnya, ini Mbok juga goreng tempe sedikit, sambal, kerupuk udang juga ada ini,"

Mbok Sur semangat sekali melayani Fredi yang dikiranya adalah Dedi putra sang majikan,

Fredi pun dengan senang hati langsung mengambil lauk-pauk yang tersaji di depannya, dan langsung melahapnya dengan semangat,

"Wah, lezat sekali Mbok,"

Kata Fredi yang kemudian makan semakin lahap, yang hal ini semakin membuat Mbok Sur tak kuasa menahan air mata,

"Mas Dedi... benarkah ini kamu? Ya Tuhan, Mbok sangat bahagia... Mbok sangat bahagia..."

Kata si Mbok yang kali ini sambil bercucuran air mata,

Fredi yang melihat Mbok Sur menangis demikian akhirnya malah jadi bingung, karena tentu saja itu membuatnya jadi tak enak,

"Mbok kenapa? Mbok kenapa Mbok?"

Tanya Fredi panik sambil berdiri untuk menenangkan Mbok Sur yang tampak mendampingi Fredi bersantap,

Mbok Sur menggelengkan kepalanya,

"Tidak apa-apa Mas, Mbok tidak apa-apa,"

Ujar si Mbok,

"Tapi Mbok menangis,"

Kata Fredi, membuat Mbok Sur cepat menyeka air matanya dengan punggung tangannya,

"Sudah lama sekali sejak Mas Dedi tidak lagi seperti ini,"

Lirih Mbok Sur sambil masih menyeka air matanya,

Fredi tampak menatap Mbok Sur, ia merasa begitu banyak hal yang menyelimuti orang bernama Dedi itu,

"Oh maaf... maaf Mas Dedi, Mbok malah jadi mengganggu Mas Dedi makan, lebih baik Mbok ke belakang saja, nanti kalau sudah selesai Mas Dedi panggil Mbok saja biar Mbok rapikan mejanya,"

Kata Mbok Sur akhirnya, yang lantas tampak buru-buru pergi dari ruangan makan menuju ruang belakang di mana di sana ada dapur,

Fredi sejenak terdiam, ia kembali dibuat tak bisa mengatakan apapun karena semua yang ia dapati saat ini begitu sulit ia terka,

Hingga perutnya terasa melilit lagi, seolah meminta Fredi meneruskan acara makannya lebih dulu, dan berhenti sejenak memikirkan semua hal yang membuatnya pusing hingga memakan banyak energi,

Dan, sekitar dua puluh menit kemudian, Fredi akhirnya selesai melahap semua makanan yang ada di hadapannya,

Ia pun memanggil Mbok Sur agar kembali ke ruangan makan,

Bukan, bukan hanya untuk merapihkan meja di ruangan makan itu, namun ia ingin menanyakan beberapa hal,

Ya, Fredi telah mencoba memikirkan kalimat apa yang bisa ia ucapkan pada Mbok Sur untuk mengorek informasi tampa membuatnya terlalu banyak bertanya-tanya,

"Sudah selesai Mas makannya?"

Tanya Mbok Sur sambil berjalan mendekat,

"Sudah Mbok, ini lezat, semua aku habiskan,"

Kata Fredi membuat Mbok Sur tersenyum lebar,

Ini sudah sangat lama ia melihat anak majikannya makan dengan lahap, biasanya ia akan makan sedikit saja jika lauk nya cocok,

Dan akan sama sekali tidak mau makan saat lauknya ia tidak suka, Dedi orang yang sangat sulit untuk urusan makan, namun kali ini...

Ah benar, mungkin karena Dedi akhirnya merasakan hidup tak menemukan makanan selama berhari-hari pergi tak ada kabar, akhirnya ia bisa mulai belajar menghargai makanan. Begitu Mbok Sur berpikiran positif melihat perubahan sikap anak majikannya pada makanan,

"Mbok, bisa duduk sebentar?"

Tanya Fredi pada Mbok Sur,

Tampak Mbok Sur memandang anak majikannya itu,

"Ada apa ya Mas?"

Mbok Sur balik bertanya, ia sedikit khawatir akan ditanya aneh-aneh,

Melihat ekspresi Mbok Sur yang seperti khawatir akan ditanya aneh-aneh, akhirnya Fredi pun cepat-cepat mengganti cara agar bisa mengajak Mbok Sur bicara,

"Aku hanya bisa percaya pada Mbok Sur, kumohon, duduklah,"

Kata Fredi dengan tatapan memohon pada Mbok Sur.

...****************...

1
fifi yanthi
cerita² dari novel nya sering kali gak tuntas,knp yaa
Aishnina(✿ ♥‿♥)
lah koq endingnya gini doang ya thor..
kan mama tirinya amelia blom diapa2in
keenakan dia dong udah ngebunuh tp blom kebongkar kejahatannya
Aishnina(✿ ♥‿♥)
pemalang hadir...
bapak orang tegal perbatasan brebes
bang fredi boleh kalo mau mampir
monggoh... 😄
D̶͔̭̪̻Hͥ̽ͣ̃̔A̷͙ͭͫ̕N̺̻̔̆ͅI̍̅̀̎̊
bagus tp kok gak dilanjut....
iraya
go go go cila..
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Buku harian ajaib, seperti pintu Doraemon 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳: betul" 🤣🤣🤣
total 2 replies
ALNIE
penasaran kelanjutan nya ......🤭🤭🤭 smga othor sehat selalu dan di beri semangat buat up setiap hari ...aamiin 😇
Cila Mici: hihihihi... baiklah baiklah
total 1 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
berarti mereka berjodoh 🤭💕
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
apa ya 🤭
Susan
Sepertinya mereka berdua berjodoh nih...Fredi dan dokter Amel
Cila Mici: iya nih, kayaknya jodoh yg tertunda dari jaman dulu hihi
total 1 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
akhirnya Fredi pun kembali 🤭
Cila Mici: wkwkwkwk
total 1 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
hilang lg 😣
ALNIE
hingga akhirnya othor ngantung jemuran 😂😂😂😂😂🙈🙊
ALNIE
apa kabar othor ku sayang .... knpa lama bgt ga up .... reader mu ini sangat merindukan karya mu ...🥰
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
akhirnya Dedi ditemukan 😣
Susan
lagi Thor
Retno Noni
kemana aja kak,ditunggu up nya disetiap novel..sehat terus buat kakak 😊
Karoh Mucharomah
akhirya up juga...
hendra
top
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
cepet pulang fredi, kasihan slamet
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!