NovelToon NovelToon
Who Are You?

Who Are You?

Status: tamat
Genre:Mafia / Tamat
Popularitas:99.8k
Nilai: 4.7
Nama Author: Sisca Nasty

Sebuah kerajaan di negara Inggris sedang dilanda kegelisahan yang besar. Di mana Pangeran pertama dari kerajaan besar itu mengalami musibah. Bahkan, tahta lnya sebagai Putra Mahkota harus digeser. Pangeran Arthur Sebastian Earl yang dulunya menjadi Putra Mahkota harus merelakan tahta tersebut untuk adiknya–Pangeran Phillips Gilbert Earl, setelah kecelakaan.

Yang mana semakin membuat Pangeran Arthur menjadi tak terkendali. Semua meninggalkannya, bahkan kekasihnya. Sejak saat itu, Pangeran Arthur menjadi sosok yang arogan. Sampai pada akhirnya semua anggota kerajaan sepakat mencarikan calon istri untuk Pangeran Arthur.

Namun, siapa yang menyangka bila karakter Maise Rosaline berbanding terbalik. Pangeran Arthur menyadari ada satu hal besar yang sedang disembunyikan oleh Maise saat ini. Apa yang sedang disembunyikan oleh Maise? Mengapa Pangeran Arthur begitu terkejut? Simak kisahnya hanya di Who Are You?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sisca Nasty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 11 Pesta Pernikahan

"Apakah kamu sudah lelah?" Pangeran Arthur bertanya pada Alice.

Keduanya saat ini sedang beristirahat setelah rangkaian acara di pernikahan mereka. Alice duduk sambil merenggangkan otot-ototnya. Gadis itu sesekali meringis kesakitan lantaran sepatu hak tinggi yang ia kenakan.

"Kita sudah berdiri sejak pagi. Sedangkan ini sudah sore. Bohong rasanya kalau saya tidak mengatakan lelah. Tapi, saya sadar jika tamu kerajaan pasti membludak," jawab Alice.

"Alpha, bisakah kamu ambil minum untuk Permaisuriku?" Pangeran Arthur kini beralih pada Alpha. Sejenak Alice menoleh. Ia merasa tidak nyaman saat Pangeran Arthur harus memanggilnya permaisuri.

"Tentu, Pangeran. Apakah Anda juga?" Alpha melirik Alice yang mengerutkan keningnya.

"Tidak. Aku banyak minum wine. Sekalian juga ambilkan sedikit cake untuk Permaisuriku. Aku yakin dia lelah," ucap Pangeran Arthur.

"Baik, Pangeran." Setelahnya Alpha pun pergi meninggalkan Alice dan Pangeran Arthur.

Keduanya terdiam selepas Alpha berlalu pergi. Alice memilih untuk terus mengamati keadaan sekitar. Suasana pernikahan yang baru saja ia lihat. Pun juga dengan dekorasi dan hiasan mewah di sana. Belum lagi para tamu undangan yang berpenampilan glamor.

"Apakah kamu merasa tidak nyaman?" Tiba-tiba Pangeran Arthur memecah keheningan. Membuat Alice menoleh ke arah Pangeran Arthur. "Mungkinkah kamu malu sehingga kamu lebih banyak diam sekarang?"

"Malu? Untuk apa saya malu? Saya tidak melakukan kesalahan," sahut Alice.

"Menikah dengan laki-laki yang lumpuh dan buta. Bukankah itu memalukan?" ucap Pangeran Arthur.

"Seharusnya Anda malu apabila membuat kesalahan. Bukan tentang fisik. Semua manusia di dunia ini akan menua juga nantinya. Memiliki kulit keriput dan bahkan bisa mati. Seberapa kuatnya manusia di muka bumi, toh dia akan meninggalkan seseorang yang bergantung padanya." Alice menerawang dengan sendu.

Seseorang telah meninggalkannya. Satu bulan kemudian terjadilah huru-hara lantaran wasiat yang ditinggalkannya. Berdalih tentang siapa yang lebih kuat atau lebih pantas.

"Padahal pesan terakhir dari Lady Rosaline, akulah penggantinya. Memangnya siapa yang ingin berada di posisi itu? Merasa lebih pantas? Menjijikkan. Seandainya Lady Rosaline masih hidup, mungkin hidupku juga tidak akan semiris ini." Alice membatin sedih. Ia harus kehilangan seseorang yang ia sayangi.

"Hmm. Orangtuamu sebentar lagi mungkin akan pulang. Tidak ingin menyapa untuk terakhir kali?" Pangeran Arthur mengalihkan topik pembicaraan.

"Apakah nantinya Anda akan melarang saya untuk datang berkunjung ke rumah orangtua saya?" tanya Alice.

"Tidak ada alasan melarang seorang anak untuk bertemu keluarganya. Mengapa aku harus melakukannya?" balas Pangeran Arthur.

"Ya sudah. Masih ada banyak waktu. Ah, terima kasih, Tuan Alpha." Alice menerima segelas jus dari Alpha. Begitupun sebuah cake yang lumayan menarik. Alice pun segera melahapnya tanpa berpikir panjang.

"Makanlah pelan-pelan, Permaisuri. Tidak ada yang akan mengambilnya dari Anda." Alpha menegur Alice yang tampak menikmati cake itu. Membuat Alpha ikut tersenyum tipis melihat Alice yang tersenyum mendengarkan tegurannya.

Alice terus mengedarkan pandangan mata sambil menikmati cake yang dibawakan oleh Alpha. Ia tidak menghiraukan bahwa ada satu mata terus mengawasinya. Pandangan Alpha bahkan tidak pernah lepas dari Alice. Ia mengamati gerak-gerik gadis itu. Sekalipun Alice sudah menghabiskan cake tersebut.

"Dessert kerajaan memang terbaik." Alice berulang kali menganggukkan kepala. Dari ekspresinya ia sangat menyukai cake tersebut.

"Permaisuri Maise, Ratu Maidena dan Raja Charles meminta saya untuk memanggil Anda. Bisakah Anda ikut dengan saya?" Seorang pelayan membawakan pesan dari raja dan ratu.

"Oh sebentar." Buru-buru Alice menghabiskan jusnya. Ia sangat haus lantaran harus menyapa banyak tamu. Setelah itu ia berdiri dan meninggalkan Pangeran Arthur begitu saja.

"Dia pergi? Tidak berpamitan?" Pangeran Arthur cukup penasaran lantaran Alice tidak bersuara lagi.

"Permaisuri Maise sudah pergi, Pangeran. Mungkin ia terburu-buru. Anda ingin menyusul?" Alpha bersiap untuk mendorong kursi roda Pangeran Arthur.

"Bagaimana ekspresinya? Apakah dia jijik setelah resmi menjadi istri dari laki-laki cacat sepertiku?" tanya Pangeran Arthur.

"Tidak ada yang berubah, Pangeran. Tidak ada yang mencurigakan. Ekspresinya tetap sama seperti biasanya. Hanya saja kali ini terlihat jelas Permaisuri Maise senang ketika saya memberinya cake dan jus. Mungkin Permaisuri sudah menahan lapar sejak tadi," papar Alpha.

"Benarkah dia tidak malu memiliki suami cacat?" Pangeran Arthur terus bertanya pada dirinya sendiri.

Alpha tak menjawab. Ia sibuk mendorong kursi roda Pangeran Arthur seraya membalas sapaan tamu kepadanya. Tampak di sana Alice bertemu dengan Ratu Maidena. Gadis itu terlihat ramah menyapa tamu. Senyumnya bahkan mengembang di bibirnya.

"Apakah kamu lelah seharian menyapa tamu?" Ratu Maiden menyambut Alice.

"Iya, Ratu. Bohong rasanya kalau tidak lelah. Ada apa Ratu memanggil saya?" tanya Alice.

"Oh ini tamu dari kerajaan Perancis. Mereka ingin menyapamu. Ayo, sapa mereka." Ratu Maidena meminta Alice untuk menyapa tamu.

"Ini Raja Adelard dan Ratu Elaine dari kerajaan Perancis. Dan perkenalkan ini menantu pertama kami, Permaisuri Maise." Raja Charles memperkenalkan Alice pada dua tamu penting itu.

"Salam hormat saya, Yang Mulia. Senang bisa berkenalan dengan Anda berdua. Dan terima kasih karena Anda berdua sudah bersedia datang ke pesta ini." Alice membungkuk hormat.

"Ya ampun, menantumu sangat cantik sekali, Ratu Maidena. Pangeran Arthur sangat beruntung mendapatkannya." Ratu Elaine memuji Alice. Ratu dari kerajaan Perancis itu juga tersenyum lembut. Namun, senyuman itu mendadak lenyap saat kedua matanya menangkap sesuatu.

Ratu Maidena menarik Alice agar lebih dekat dengannya dan Ratu Elaine. Awalnya Alice menolak. Akan tetapi, Ratu Maidena terus memaksanya. Sehingga kini Alice lebih mendekat kepada keduanya.

"Benar, Ratu Elaine. Pangeran Arthur sendiri yang memilih Permaisuri Maise. Meskipun Pangeran Arthur buta, tapi dia sendiri yang memilih. Kami hanya menyiapkan calon. Mungkin itu yang dinamakan jodoh. Kita tidak pernah tahu akan hal itu."Ratu Meidina sangat senang memperkenalkan alis. Membuat Alice sedikit Canggung.

Akan tetapi Meskipun begitu Alice tidak bisa berbuat apapun. Namun Alice sedikit risih. Tatapan mata ratu dari Kerajaan Inggris itu sangat tajam. Membuat Alice ingin segera pergi dari tempat itu. Bahkan Ratu Elainer memasang ekspresi datar.

"Mungkinkah ia mengenali identitas asliku? Aku tidak bisa melarikan diri apabila kenyataannya memang seperti itu. Sebab Lady Rosaline dulu juga pernah menyerang negara Perancis. Hanya saja kami tidak pernah bertemu dengan orang-orang dari kerajaan Prancis. Namun mengapa ia terus menatapku seperti itu?" Alice terus membatin. Ia kemudian memutus pandangan matanya agar tidak bertabrakan dengan mata Ratu eyeliner.

"Senang rasanya bisa bertemu dengan Anda, Permaisuri. Sayang, kenapa kamu diam saja?" tanya Adelard setelah ia mengetahui sang istri justru diam termenung.

"Kamu memiliki bekas luka di dahi?" Pertanyaan dari Ratu Elaine membuat semua orang menoleh ke arah Alice. Mencoba memastikan bekas luka yang dimaksud oleh ratu dari kerajaan Perancis itu.

"Mengapa dia tiba-tiba menanyakan bekas luka di dahiku? Apakah bekas luka bagi bangsawan kerajaan adalah hal yang tabu?" tanya Alice dalam hati. Mendadak gadis itu gelisah. Sebenarnya, ada apa ini?

1
💟노르 아스마💟
keren ...gk bertele²
Vina Vina
Kurang greget di bagian ini. Maaf ya, kak author...
Angelica Alvira
Luar biasa
Kustri
bilang aja, nunggu alice sadar baru ters terang
Kustri
hati" & waspada, blm tentu kate di pihakmu
Kustri
hugo
Kustri
pura" msh buta klu sdh smp kerajaan ya, blm waktu'a mrk tau,
Kustri
lanjut yaa
Kustri
bulan madu x an oprasi nih
Kustri
oooo.... kamu hrs senang alice
Kustri
lanjutkan!
Kustri
crita sedikit dong ttg alice sblm kecelakaan thor
Kustri
bs jadi artur g buta & cacat, itu dilakukan u/mengetahui siapa kawan & lawan
Kustri
itu td urusan perusahaan yg diretas apa sdh selesai, tau" koq acara pernikahan
Kustri
makin kuat untuk balas dendam
Kustri
wah, luka di dahi apa pertanda baik?
Kustri
kehidupan alice sebelum'a msh misteri,
Kustri
semangat alice, sekali dayung 3 pulau terlampoi🛶💪
Kustri
pasti bener dugaan alice,
balaskan dendam gengmu!
Kustri
wkwkwkkkk... kamu cemburu calista?!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!