NovelToon NovelToon
Kaya Dengan Sistem Reputasi

Kaya Dengan Sistem Reputasi

Status: tamat
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Transmigrasi ke Dalam Novel / Kaya Raya / Tamat
Popularitas:38.6k
Nilai: 5
Nama Author: nurliza eri

Arya Virendra itulah nama laki-laki yang selalu sial, karena kesialannya dia lahir dari keluarga miskin, dikhianati pasangan bahkan mati dituduh membunuh orang hingga muncul sebuah sistem yang membantunya bereinkarnasi ke dunia lain.

Di kehidupan barunya Arya menjadi anak buangan keluarga bangsawan, tapi karena mendapatkan kesempatan untuk menjadi kaya dan kuat dengan bantuan sistem. Seperti apakah kehidupan yang menantinya?

season 2
Kaya Dengan sistem reputasi
Perjalanannya sampai saat dia masuk ke akademi berjalan dengan lancar tapi semuanya berubah ketika dia mengetahui kalau sahabatnya adalah seorang iblis yang merupakan musuh para dewa.

Apakah Arya akan benar-benar membunuh sahabatnya untuk membantu para dewa? Atau malah dia akan mati karena kesialan yang dia miliki dari kehidupannya sebelumnya karena banyak pertimbangan?

(Novel ini ditulis sesuai keinginan author kalau sejak awal tidak suka jangan dibaca/ jangan malah menghujat karya orang)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nurliza eri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 Sistem muncul memberikan peringatan

Arya, Ling dan Liam membantu proses penyiapan pesta yang akan diadakan, banyak perempuan yang awalnya berada di asrama malah pergi ke taman untuk melihat Liam yang membantu menyiapkan acara, sampai akhirnya Liam punya pikiran untuk memanfaatkan para perempuan yang terpikat untuk membantu pekerjaannya tidak memerlukan waktu yang lama semua pekerjaan yang diberikan selesai bahkan persiapannya lebih awal dibandingkan dengan yang di rencanakan.

"Aku berterima kasih kepada kalian karena berkat kalian kami berhasil menyelesaikan susunan pesta sebelum pesta di mulai, apakah kalian bertiga tertarik untuk menjadi Schonheit?"

"Jika iya maka aku akan meminta kepala akademi untuk memasukan kalian bertiga ke Schonheit?" ucap laki-laki berambut perak dan bermata emas

Arya, Liam dan Ling saling menatap dengan kebingungan. Arya melihat layar di atas kepala laki-laki di depannya, cukup membuat dia yakin kalau orang-orang di depannya tertarik dengan mereka. Arya meyakinkan Ling dan Liam melalui tatapan Arya bahwa orang di depan mereka cukup bisa di percaya mereka kemudian memutuskan untuk mengikutinya.

"Baiklah, kami rasa kami akan bergabung dengan anda," ucap Arya yang bertugas untuk mewakili mereka bertiga

"Ah iya, sepertinya aku belum memperkenalkan diriku,"

"Namaku Edward Cullenze, aku adalah ketua dari Schonheit suatu keberuntungan bagi saya, berkenalan dengan kalian para siswa kelas 1 dari keluarga Fu yang begitu terkenal dalam perdagangan," ucap Edward dengan tatapan lembut ke arah tiga orang di depannya

Tidak lama dari itu, Edward meminta Arya, Ling dan Liam untuk kembali ke asrama karena sudah selesai semua susunan pesta minum teh yang bisa mereka bantu susun.

"Huli, setelah kamu awasi apakah ada yang aneh di saat persiapan pesta?" tanya Arya yang berbaring di atas kasur setelah selesai membereskan barang-barangnya ke kamar asrama tempat dia akan tinggal saat ini.

"Humm..."

"Aku rasa tidak ada yang aneh selama aku melihat semua persiapan, aku bahkan sampai menggunakan alat dari sistem untuk melihat dengan detail,"

"Tapi jika bukan hari ini persiapannya bagaimana dengan besok? Bukankah bisa besok pagi masih ada persiapan untuk orang itu meracuni?" ucap Huli dengan tatapan acuh kepada Arya

"Kalau begitu kita akan datang lebih awal besok," ucap Arya dengan penuh percaya diri dan menatap ke luar jendela

Akan tetapi sampai pada saat dia datang awal di acara pesta teh yang akan segera berlangsung tidak dia temukan satu pun hal yang mencurigakan atau orang yang mencurigakan. Sampai pada saat semua siswa-siswi baru telah berkumpul di taman untuk menikmati pesta teh, tiba-tiba layar sistem muncul memberikan peringatan kepada Arya untuk segera menemukan siapa pelaku dalam kasus keracunan yang akan terjadi, tapi semuanya terlambat karena seorang laki-laki berteriak sakit dengan tubuh yang gemetar kemudian mati di tempat. Melihat kejadian ini Arya terkejut karena tidak lama itu para petugas malah menangkap Arya karena dianggap sebagai orang yang melakukan pembunuhan.

Ling dan Liam yang melihat kejadian itu tentu saja tidak percaya jika orang di depannya adalah orang yang tidak memiliki kesalahan kepada keluarga mereka atau bahkan tidak pernah menyinggung Arya. Seolah-olah dia adalah yang tidak memiliki hati dalam melakukan sesuatu, itu mungkin yang di pikirkan oleh Ling dan Liam saat melihat Arya. Rasa suka keduanya di layar atas kepala Ling dan Liam terlihat berkurang 10 poin, Arya yang tidak tau harus berbuat apa untuk saat ini hanya bisa menerimanya sampai dia terpikirkan siapa pelakunya.

"Arya, katakan kalau ini adalah kebohongan atau ada orang yang menjebak dirimu," ucap putri keluarga Marques dengan mata melebar menatap Arya dan memintanya untuk menjawab, tetapi sistem membuat Arya tidak bisa berbicara dan hanya tersenyum pahit ke arah perempuan itu seakan-akan permintaan maaf

"Padahal dia adalah siswa baru yang masuk dengan nilai tertinggi di akademi,"

"Tidak heran orang sepertinya licik karena dia berasal dari keluarga pedagang,"

"Aku sudah curiga kenapa dia datang ke sini lebih awal dibandingkan kita," ucap para siswa-siswi yang berada di depan Arya dengan tatapan merendahkan dan jijik ke arah Arya. Arya tentu hanya bisa diam tidak berkutik karena semuanya adalah kesalahan yang dia perbuat sendiri sampai pada akhirnya dia di jebloskan ke dalam penjara dingin tempat yang bahkan dikatakan lebih buruk dibandingkan dengan tempat berteduhnya di kehidupannya sebelumnya.

Di sana dia hanya bisa memandangi layar sistem yang memberikan hukuman tanpa memberikan kesempatan untuknya, entah skenario apa yang akan dibuat oleh sistem kepadanya tapi dia hanya akan diam. Sampai suara langkah kaki terdengar mendekat ke arah Arya membuatnya langsung waspada apa pun yang terjadi, sesosok perempuan dengan gaun yang cukup mewah dan seorang laki-laki berpakaian pelayan dengan ekor rubah terlihat.

"Padahal diberikan kesempatan untuk menulis kisahnya tapi dia malah menyiakan kesempatan emas ini,"

"Huli, kamu sebagai seorang host kenapa tidak mendisiplinkannya, karena hal ini akan membuat semua usahaku di tertawakan oleh semua rekan bisnisku," ucap perempuan itu dengan tatapan tajam ke arah pelayan ekor rubah itu kemudian menatap laki-laki dibalik jeruji besi itu

"Jika kamu bertanya-tanya siapa perempuan yang berada di sampingku,"

"Beliau adalah dewa yang membantu dirimu untuk tinggal di dunia yang dia buat,"

"Dan kali ini beliau langsung menemui dirimu karena dia merasa kecewa dengan dirimu yang tidak bisa menggunakan kemampuan yang kamu miliki,"

"Karena sejak awal dia saat berharap dengan kesialan yang kamu miliki kamu mampu untuk mengubah yang kamu miliki menjadi baik ternyata hasilnya tidak jauh berbeda dengan kehidupanmu sebelumnya," ucap Huli dengan tatapan bersalah dan dingin karena bagaimanapun juga dia adalah orang yang diminta untuk membantu dan membimbing setiap orang yang menurut dewa menarik untuk hidup di dunianya.

Mendengarkan ucapan itu tentu membuat Arya, mengingat tentang kehidupannya yang tidak mungkin diberikan dengan suka rela oleh para dewa kepadanya untuk menjalani kehidupan, pastinya setiap yang dia lakukan akan ada bayarannya yang mungkin adalah nyawanya sendiri yang hanya dihargai satu pion catur oleh sang dewa.

Arya hanya bisa diam, sejak awal juga dia yakin ke sialannya masih ada sampai saat ini. Huli dan sang dewa masih saling berbicara mengenai masalah Arya, sampai tidak lama kemudian terdengar langkah kaki yang berjalan menuju ke arah jeruji besinya, entah siapa kali ini yang akan datang ke padanya. Tapi saat ini adalah salahnya yang terlalu menganggap sepele masalah yang terjadi saat ini.

"Sepertinya ada hal menarik di sini? Sampai dewa sistem yang menganggap jiwa manusia adalah boneka datang,"

Kaya Dengan Sistem Reputasi

1
Ra dhiraemon
mampir
Lady Karin: jangan lupa dibaca
total 1 replies
cuk scroal
mantap kak lanjut~
Lady Karin: makasih kak
total 1 replies
Yunita Permata Sari
semangat thoorr
Luciana
Thor semangat ya
luck
Thor udah bagus kok cuma PUEBI di perbaiki lagi aku rasa, supaya makin ok
Lady Karin: iya makasih
total 1 replies
Chocolate🍫
Ini bukan novel sistem sama sekali, kenapa tidak masukkan saja ke barat? jangan ke urban, apalagi super sistem dan judul sistem, membuat pembaca terkecoh. jadi intinya ketemu rubah, reinkarnasi, terus jadi samsudin. eh maksudnya pindah ke dunia sihir, membuka bisnis artefak.
Afandi Paisal: Hai, kak.. Berhubung saya juga menulis baru 3 bab yang bertema system, mohon dinilai apakah cerita saya termasuk system atau bukan. Penilaian kakak akan saya manfaatkan sebaik mungkin
total 8 replies
Chocolate🍫
Tidak ada panel sistem sampai sekarang, setidaknya misi, tidak perlu panel atribut karena itu hanya membuat penuh karya.
Chocolate🍫
sedikit tidak suka dengan awalan, hmm, mari kita lanjut.
Ruii
genre baru ya Thor semangat ya~
Lady Karin: iya makasih ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!