NovelToon NovelToon
PACARKU Anak SMA

PACARKU Anak SMA

Status: tamat
Genre:Berondong / Beda Usia / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: ara cahya

Terpaksa dia harus menyamar sebagai tenaga pengajar di sekolah bergengsi dan terkenal di kota tersebut.

Rencana tersebut terpaksa dilakukan lantaran, sampai detik ini, tersangka pembunuhan berantai yang melibatkan siswa SMA sebagai korbannya belum juga di temukan.

Alhasil, pihak kepolisian harus menggunakan cara tersebut.

Membuat Bulan, mau tak mau harus melakukan tugas yang di bebankan pada dirinya.

Bagaimana jadinya seorang polwan cantik, masuk ke dalam area sekolah. Bahkan menjadi seorang guru di sekolah tersebut.

Apa Bulan akan mengalami kesulitan, atau malah menemukan pelaku dari pembunuhan berantai tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ara cahya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PaS 11

"Terimakasih, kamu memang luar biasa." dia mengecup lembut dahi sang perempuan.

Keduanya masih berada di bawah selimut, dengan tubuh polos tanpa sehelai benangpun. "Tidurlah." sarannya, melihat lawan mainnya kelelahan karena aktifitas yang baru saja mereka lakukan.

Tangannya mengelus lembut rambut panjang milik Claudia. Membawanya ke dalam dekapan hangat. Kedua mata Claudia terpejam sempurna.

Tidak dengan lelaki yang tidur di sampingnya. Tangannya tetap membelai rambut Claudia, seolah dirinya memang menyayangi perempuan yang baru saja menjadi partner panas di atas ranjangnya.

Senyum iblis muncul di bibirnya. "Jevo, elo lihat. Bahkan perempuan yang elo sayang juga berada dalam dekapan gue. Kita bertukar keringat dan bahkan lebih." batinnya.

Merasa jika dirinya sudah melakukan sesuatu yang menurutnya sangat hebat. Menjadikan wanita Jevo sebagai wanitanya juga. "Bagaimana jika elo tahu semua ini." tatapannya terarah ke sebuah vas bunga di atas nakas.

Dia sengaja merekam setiap kegiatan panasnya dengan Claudia. Berharap jika rekaman tersebut, suatu saat akan berguna untuknya. Tentu saja untuk menjatuhkan Jevo.

Tanpa dia tahu, jika Jevo sama sekali tidak pernah menganggap Claudia sebagai kekasihnya. Meski semua orang tahu, jika keduanya tengah merajut kasih.

Bahkan kedua orang tua Jevo dan Claudia juga tahu hubungan keduanya. Berbeda dengan kedua orang tua Claudia yang sangat antusias dan senang akan hubungan anaknya dengan Jevo.

Namun tidak dengan orang tua Jevo. Mereka bahkan sama sekali tidak menyukai Claudia. Mungkin karena mereka tahu bagaimana perilaku Claudia.

Mereka membiarkan Jevo tetap berhubungan dengan Claudia. Hanya sebatas cinta remaja. Tidak untuk menuju ke jenjang yang lebih serius.

"Gue akan ambil, apapun yang menjadi milik elo. Apapun, bangsat. Gue akan hancurkan elo, sehancur-hancurnya." umpatnya dalam hati.

Sangat jelas, niatnya ingin membuat Jevo sengsara dan menderita. Entah apa yang terjadi di antara mereka. Atau mungkin, entah apa yang sudah Jevo lakukan padanya.

Hingga dirinya memiliki keinginan besar membuat Jevo sakit hati. Sayang sekali, meski dirinya mengambil Claudia, Jevo sama sekali tidak akan sakit hati.

Karena hingga sekarang, Jevo masih belum memiliki hati. Tapi siapa yang tahu ke depannya.

Sementara di kamar Jeno, dia segera mengunci pintu dari dalam setelah saudara kembarnya keluar dari kamarnya.

Menutup jendela, menguncinya, hingga menutup gordennya. "Apa Jevo sudah menemukan sesuatu." gumamnya, dengan tangan terulur mematikan lampu.

Sekelebat bayangan Jeno tangkap di balkon kamar tidurnya. Bukannya takut, dan segera melihat siapa pemilik bayangan tersebut, Jeno malah pergi duduk santai di kursi.

Menyalakan laptop, dan sibuk sendiri dengan dunianya. Jeno tahu, siapa yang sedang berada di balkon kamarnya.

Siapa lagi jika bukan Jevo, kembarannya. "Pasti dia berusaha kabur lagi. Dasar..." omelnya. Namun Jeno membiarkannya.

Sudah hal biasa untuk Jeno, melihat Jevo pergi menyelinap keluar rumah jika kedua orang tuanya sedang berada di rumah.

Jevo seperti hewan tupai, dengan lincah bisa melarikan diri dari pengawasan penjaga di rumahnya. Dia segera naik ke mobil, yang ternyata sudah menunggunya di depan rumah.

"Gue nunggu elo hampir lumutan." omel Arya. Segera melajukan mobilnya meninggalkan kediaman mewah Jevo.

"Mana Mikel?" tanya Jevo, tak peduli pada Arya yang menatapnya kesal.

"Dia sudah di sana. Tu anak, kelihatannya mau deketin perempuan. Tapi gue juga belum tahu, siapa?" cicit Arya.

"Birkan saja. Lagipula pusakanya memang perlu di asah. Jangan sampai tumpul." seloroh Jevo seenaknya.

Di sekolah, Bulan berjalan mengendap, menyelinap masuk menghindari CCTV di area sekolah.

Sekarang, Bulan bisa memulai kembali semuanya sesuai dengan keinginannya. Semua CCTV di rumahnya dia putus.

Bahkan Bulan juga tidak menggunakan ponsel pemberian atasannya. Semua itu juga sudah melalui persetujuan sang atasan.

Sebelum mendatangi sekolahan. Bulan terlebih dahulu menemui atasannya. Dimana beliaulah yang memberikan tugas ini pada dia.

Beliau mengatakan jika bukan dirinya yang melakukan semua itu. Tapi permintaan dari orang yang jabatannya lebih tinggi darinya. Sehingga beliau melakukan apa yang dia perintahkan.

Beliau berbicara dengan orang tersebut. Sehingga Bulan dapat bertindak dengan leluasa. Tidak perlu merasa tertekan atau merasa di awasi.

Ternyata berhasil. Bulan tidak lagi dalam pengawasan saat melajukan misi. Tapi Bulan tidak sepenuhnya percaya.

Terlebih saat atasannya memberikan sebuah isyarat padanya. Bulan paham apa arti isyarat tersebut. Bulan mungkin akan aman dari CCTV di rumah.

Tapi Bulan yakin, dirinya akan tetap di awasi jika diluar rumah. Apalagi saat dirinya bergerak, memulai aksi.

"Tidak terkunci." gumam Bulan. Sampai di sekolah dengan cara mengecoh seseorang yang membuntutinya sedari dirinya keluar rumah sang atasan.

Bulan menajamkan indera pendengarannya. Apalagi dengan minimnya cahaya. Dikeluarkannya sesuatu dari dalam saku celana.

Perlahan masuk ke dalam tanpa menimbulkan suara. "Tidak mungkin." segera Bulan menyalakan lampu.

"Bersih." cicitnya. Dengan cepat, mata Bulan mencari sesuatu yang mungkin dapat dia jadikan petunjuk.

"Itu dia." Mata elang Bulan menemukan helaian rambut di atas keramik berwarna coklat. Diambilnya rambut tersebut. Dimasukkan kedalam wadah plastik yang selalu dia bawa kemanapun.

Hanya sebuah ruangan kosong. Tampak sedikit berdebu. Dan beberapa kursi serta meja. Tidak ada hal aneh lainnya.

Tapi jangan remehkan kemampuan Bulan. Dengan cepat dia menyadari jika banyak barang yang sudah dipindahkan atau dihilangkan dari ruangan ini.

Apalagi, Bulan mencium aroma lain di ruangan ini. "Dua, tidak. Lebih dari dua orang." gumam Bulan menebak jumlah orang yang tadi berada di dalam ruangan.

Bulan tidak mencari sidik jari. Sebab percuma, pasti mereka sudah memperkirakannya. Dan tidak meninggalkan hal tersebut. "Gue terlambat, hanya lima detik. Bangsat." umpatnya.

Jika saja dia datang lebih cepat. Bulan pasti akan bertemu dengan mereka. Sehingga Bulan dapat tahu dengan mudah apa yang tersembunyi di sekolah ini.

"Semua gara-gara mereka. Waktu gue terbuang percuma." ucap Bulan, menyalahkan seseorang yang membuntutinya.

Bulan berjalan santai di dalam ruangan. Seorang diri, tanpa rasa takut. Menatap ke atas, lalu tersenyum miring.

Bulan tidak takut jika dikenali. Sebab tak mungkin mereka bisa melihat wajah Bulan yang tertutup rapat. Hanya menyisakan kedua matanya.

Dengan langkah kaki panjang, Bulan berlari bagai seekor citah yang mengejar mangsa. Bulan menyadari jika ada seseorang dia atasnya. Memperhatikan pergerakannya.

Bulan berhenti. Tersenyum remeh, dengan melihat seseorang berlari menjauh darinya. "Kita lihat. Kaki elo sepanjang apa, teman." gumam Bulan tersenyum mengerikan.

Bulan kembali mengejarnya. Dengan gerakan lincah, Bulan melompat dan berlari, seakan tubuhnya seringan kapas.

Ciiittzzzz,,,,,...... Suara mobil mengerem mendadak. "Sial." umpat Bulan, saat sebuah mobil hampir menabraknya.

1
Musri
bolak balik d cek,sapa tau thor nya baik hati mau lanjutin season 2 nya🤭
Rayhan Febriansyah
kasian gara, setiap jatuh cinta harus merasakan sakit hatinya Krn merasa dirinya cacat jadi ga bisa menggapai cinta nya ..semoga gara mendapatkan kekasih yg bisa menerima dia apa adanya
Siska S
season 2 thor boleh😊
Reza Talita
kurang dong soal romantis nya Jeno sama bulan ..
Reza Talita
maaf kakak dama apa sama kakak soal kata sama sering ada jadi 😕
DeeDE
ibu yang hebat ibu yang keren... istri yg bijaksana...
etina_
Thor ini cerita nya udh end kahh?
ciru
cakeepp
ciru
cakeep
Rui Holib
nunggu kabar lanjut ceritanya kapan sudah kangen cerita jeno Dan bulan
Ami Siti
wah keren thoot,tapi kurang seru cb sampai bulan dan jeno menikah dan jeno lulus,bekerja...he he he tks
ciru
cakeepp
ciru
cakeep
Rhien
lanjut kak
semangat💪😊
ciru
cakeep. bab ini mengandung bawang yg pekat 😭😭😭😭😭
ciru
cakeep
ciru
😭😭😭😭😭😭😭smoga Gara bisa terselamatkan
ciru
cakeepp
ciru
cakeep
Sri Wahyuni
1000
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!