NovelToon NovelToon
Aku Memilih Diam

Aku Memilih Diam

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Angst / Romansa / Suami Tak Berguna / Tamat
Popularitas:65.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nirwana Asri

Ini adalah novel yang menceritakan tentang kehidupan seorang wanita yang mengalami segala jenis permasalahan dalam kehidupan rumah tangganya.

Arinda Rahma adalah wanita beranak satu yang hidup menumpang di rumah orang tuanya karena suaminya hanya memiliki gaji pas-pasan.

Tiada hari tanpa mengeluh tapi ketika dia merasa tak ada yang mendengar keluh kesahnya, Arin memilih diam.

"Mulai saat ini aku akan diam. Semua permasalahan akan kutanggung sendiri. Tak peduli rusak raga dan batinku."

Jangan lupa siapkan tisu karena banyak bawang yang akan othor tabur.

Kalian hanya perlu tabur bunga dan secangkir kopi tiap hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nirwana Asri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gagal enak

Sepanjang perjalanan pulang ke rumahnya Arin hanya diam saja. "Dek, kamu marah ya gara-gara teman kita mengira aku menikah dengan Dina?" tanya Ikbal sambil menaiki motornya.

"Menurut Lo," batin Arin kesal. Dia masih mendiamkan suaminya. Malas sekali kalau berdebat jika ujung-ujungnya Ikbal Playing victim.

Merasa istrinya masih marah, Ikbal tak melanjutkan pembicaraannya. Arin menaruh helm setelah itu masuk lebih dulu karena Flora tidur selama perjalanan pulang.

Ikbal menghela nafas. Dia bingung harus bagaimana menenangkan hati Arin. Maka dia membiarkan Arin sampai dia yang lebih dulu mulai pembicaraan. Tapi siapa sangka Arin seharian penuh mendiamkan Ikbal.

Biasanya Arin akan melayani saat Ikbal makan tapi hari ini Ikbal harus mengambil makanan sendiri. "Rasanya nggak enak kalau kamu diemin kaya gini, Dek," gumam Ikbal.

Ketika jam tidur, Ikbal membangunkan istrinya. "Dek, sampai kapan kamu marah sama aku?"

Arin bangun. "Apa kamu tidak merasa bersalah padaku?" tanya Arin.

"Soal salah paham tadi pagi ya?" tanya balik Ikbal. Arin memutar bola matanya jengah. "Aku harus apa supaya kamu nggak marah lagi?"

"Susah ya bilang maaf?" balas Arin. Ikbal menepuk jidatnya setelah itu tersenyum.

"Maaf ya sayang," ucap laki-laki itu. Dia mencium pipi Arin agar istrinya luluh. Dasar Arin gadis lugu yang gampang dirayu dicium pipi saja membuat wajahnya merona.

"Flora udah tidur kan?" Arin mengangguk.

"Mau nggak?" tanya Ikbal meminta sesuatu. Arin tersipu malu. Dia mengangguk ragu-ragu. Ikbal pun tersenyum senang.

Laki-laki itu menepis jarak di antara mereka. Arin menerima ciuman bibir dari suaminya. Ikbal menarik ujung bibirnya karena sang istri dirasa sudah tidak marah lagi. Dia pun melanjutkan permainannya malam ini.

Memberikan sentuhan demi sentuhan lembut pada istrinya hingga membuat Arin terbuai. Arin menahan mulutnya agar suara desa*han tak keluar dari mulutnya itu. Arin takut dia akan membangunkan Flora.

Ketika baru setengah permainan Flora tiba-tiba terbangun. Arin cepat-cepat menutup bagian tubuhnya yang terbuka. Ikbal menjadi kesal karena dia belum sempat melakukan pelepasan. Dia mengepalkan tangan untuk menahan ha*sratnya yang tertunda.

"Maaf, Mas," ucap Arin secara lirih karena dia harus menghampiri Flora agar gadis kecil itu tidak menangis.

Ikbal memakai bajunya lalu tidur membelakangi Arin. Dia sangat kesal karena gagal enak malam ini. Arin bisa memaklumi sikap suaminya itu.

Kalau istri hanya butuh satu pelukan untuk charger semangat, beda sama suami yang butuh lebih dari sekedar pelukan untuk charger semangatnya.

Hingga pagi ini Ikbal masih badmood. Arin mempersiapkan kebutuhan suaminya seperti biasa. Namun, dia tak mau banyak bicara karena Ikbal terlihat kesal. "Aku berangkat dulu."

Dia menyodorkan tangan agar Arin mencium tangannya. "Hati-hati Mas," pesan Arin.

Flora belum bangun. Dia memang terbiasa bangun siang. Sementara menunggu Flora bangun, Arin mencuci terlebih dulu. Dia mencuci menggunakan tangan karena mereka tidak memiliki uang untuk membeli mesin cuci.

"Ibu, ibu."

Belum sampai membilas pakaian Flora berteriak. Dia menangis karena tidak melihat satu orang pun ketika bangun tidur. Arin pun mencuci tangannya kemudian menghampiri Flora. "Cup cup sayang. Jangan menangis lagi ya," kata Arin yang mencoba menenangkan Flora.

"Arin, gimana sih nyuci kok ditinggalin gitu aja," teriak Bu Nia.

"Nanti aku terusin, Bu. Flora lagi rewel soalnya baru bangun tidur."

"Jangan lama-lama ibu juga mau mandi."

"Iya, Bu."

"Kapan ya dek ayah punya uang buat bangun rumah sendiri. Rasanya hidup menumpang kaya gini nggak enak banget ya. Nggak bisa bebas. Ini itu ditegur ibu jadi susah bergerak."

Arin curhat pada anaknya meski gadis kecil itu belum tahu apa yang ibunya bicarakan. Flora hanya tersenyum ketika Arin mengajaknya ngobrol. "Aku sayang ibu."

Ucapan Flora membuat Arin terharu. "Ibu juga sayang sama Flora," balas Arin setelah itu memberikan satu kecupan di kening anaknya.

Arin memang membiasakan anaknya untuk bilang sayang. Selain itu dia juga mengajari Flora banyak hal. Beda cerita kalau ibunya yang mengasuh. Flora terus menerus dibelikan jajanan yang banyak mengandung micin dan pemanis buatan.

Kalau Arin melarang ibunya tidak pernah peduli. Bagi ibunya ucapan seorang Arin tidak bisa dipercaya karena dia bukan dokter atau ahli gizi. Biasalah pikiran orang tua dulu selalu menuruti apa yang diminta oleh cucunya. Tidak peduli apa resikonya.

Arin mengajak Flora bangun. Dia memberi mainan pada anaknya sementara Arin melanjutkan mencuci baju. Bu Nia mengajak Flora keluar tanpa memberi tahu Arin terlebih dahulu.

"Flo ayo kita mandi, ibu sudah selesai mencuci pakaian." Arin panik ketika tak melihat anaknya. Apalagi sedang marak pemberitaan tentang penculikan anak.

Arin mencari ke seluruh sudut ruangan yang ada di rumah yang dia tinggali. Namun, dia tidak juga menemukan Flora. Setelah itu dia keluar barangkali diajak main sama ibunya. Benar dugaan Arin. Ibunya mengajak sang anak main di rumah Bu keknya.

"Ya ampun ibu kira kamu ilang, nak. Ayo pulang kita mandi dulu," ajak Arin pada flora.

"Ya ampun jadi dari tadi dia belum kamu mandikan, Rin?" tanya sang Bu lek.

"Arin baru selesai nyuci Bu Lek," jawab ibu satu anak itu.

"Makanya lain kali bangun lebih pagi supaya saat anak bangun kita bisa fokus menjaganya," tutur sang Bu Lek.

"Iya, Bu Lek. Makasih sarannya aku pulang dulu."

"Itu anak nggak pernah berubah ya, Mbak. Kapan dia akan menurut kalau dikasih tahu sama orang tua." Bu Lek mengadu pada Bu Nia.

"Hidup hampir setengah abad tapi punya anak nggak pernah bahagiain orang tua. Aku pun sedih melihatnya. Menikah sama laki-laki tampan tidak menjamin hidupnya yang sekarang," gumam Bu Nia.

"Dulu sih Arin terlalu pilih-pilih jodoh. Dijodohin sama orang yang mapan tapi dia nggak mau. Kebanyakan nolak jodoh jadi dia dapat sisanya," ledek sang Bu Lek.

Bu Nia tak tersinggung dengan ucapan adiknya karena Arin memang selalu menolak jika dijodohkan. Alasannya hanya karena belum saling kenal jadi dia ragu kalau menjalani rumah tangga dengan orang asing.

Waktu itu keluarganya sampai malu karena mengira tidak ada lagi yang mau menikahi Arin. Namun, suatu hari dia membawa Ikbal ke rumah untuk dikenalkan pada orang tuanya.

1
Hilya Nafilah
ini mah nyata banget, buat yang belum baca aku sarankan baca sampai akhir
Irma Kirana
Nyesek 😬kayak kehidupan ku dulu 🤧
Tiwik Firdaus
naknitu penting jangan asal cinta aja
Tiwik Firdaus
makanya jaraknga jangan terlalu dekat jangan mau didoktrin orang ini itu manut ae repot kan
Tiwik Firdaus
kerja pasti ada cutinya kalau tidak bisa minta ijin
Tiwik Firdaus
kalau dipabrik pasti bisa ngontrak sendiri walaupun karyawan kontrak bukan pejerja tetap apalagi kalau kaeyawan tetap pasti bisa sekarang umr mahal ya
Tiwik Firdaus
buruh pabrik kan banyak to sekarang umr mahal kok sampai beli skincar aja ngak bisa ini itu ngak bisa sebenarnya gajinya ikhbal berapa kam umr kok ngak masuk akal
Tiwik Firdaus
banyak aq pernah tapi sama mertua dulu
Sri Winda
ya.anak adalah faktor kita untuk selalu bertahan walaupun kadang ingin menyerah tp ketika ingat dgn kebahagiaan anak masih bs bertahan walaupun menderita
Nirwana Asri: terima kasih kak sudah mampir baca sampai akhir ya
total 1 replies
Eril Athallah
mungkin perlakuan ibu Arin jauh lbh Manusiwi sbgai ibu ,, sedangkan aku adalah manusia yg ibuku anggap sebuah kesalahan..tuhan meloloskan aku d dlm rahim ibuku selama 7 bulan baru ibu ketahui ...rasanya pilu d saat usia ku sudah 30 THN hrs mendengar fakta itu
Nirwana Asri: semangat ya kak semua orang punya ujiannya masing-masing
total 1 replies
Eril Athallah
mungkin keputusan akhir adalah d tinggalkan..sekencang² nya badai jika berdiri sendirian ,,ia pun akan lari mencari sanggahan untuk bertahan d tengah badai itu...
tokoh Iqbal blm seberapa toxic,,msh mau ada untuk istrinya..tp pa negaraku 10 taun LDR hidup terus d rmh ortuku tanpa berpikir untuk berpindah kerja agar bisa ngontrak satu kota dengan ku nyatanya hanya ilusi oasis d tengah Padang gurun..
Eril Athallah
bagus..ceritanya real
Eril Athallah
ahahahahaha sikap Iqbal gada apa apa timbang bapa negara ku ...🤣🤣🤣cm negor main aja lsg marahnya seminggu. ..sama fb² d blokir punya ku gara stalking FB dia ma grup tmnnya.
Nirwana Asri: hehe masa sih kak?
total 1 replies
Eril Athallah
😭 BENAR ,, mau hati pergi cukup membawa anak dan memulai kehidupan baru tak semudah itu ..apa lg anak yg tumbuh dengan kurang kasih sayang dari pigur ayah...akhhh kalau boleh memilih rasanya tak ingin berjumpa dengan pernikahan..
Nirwana Asri: sabar ya kak, semoga nanti akan ada kehidupan yang lebih baik untuk kakak
total 1 replies
Eril Athallah
ahahahahahah suami toxic.. keluarga pun toxic ..
Eril Athallah
MAU SUNGKEM MA UTHOR NYA ...
masyaallah related bgt sama kehidupan nyata ku ,, punya ortu kandung yg toxic tp bedanya rumah tangga ku LDR selama 10 taun..Ntah apa rencana Tuhan sampai lelah utk mempertahankan semuanya...
davil_14
byk yg kayak gini,tdk pikirkan kehidupan stelah pernikahan mau bagaimana yg penting status sj.
Nirwana Asri
ayo sama2 kita buang
Winie Na Budi
astaga Thor,... kalau semua Arin yg mikirin, mendingan g usah punya suami SE x an si Arin Thor,... 😩😩😩 kasian kamu Arin,... suami kaya Ikbal buang aja kelaut
Winie Na Budi
makanya bal JD suami tu yg tegas,.. kalok emang kamu punya pendirian dan sayang keluarga kecil mu, gimana pun caranya pasti bisa misah rumah, walaupun cuma ngontrak,... anak udah 2 kok masih ikut mertua,... ya ampun lama" gedek juga sama si Ikbal...
Nirwana Asri: ih sama kak aku juga gedek aslinya susah bgt dibilangin
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!