Dalam setiap perceraian, korban paling nyata adalah anak. memiliki orang tua yang tidak pernah harmonis adalah pukulan telak untuk seorang anak yang sudah mulai mengerti arti sebuah keluarga, itulah yang dialami Arkana.
Diusia remaja yang butuh perhatian penuh dan bimbingan untuk menentukan jati diri, Arkan malah mengalami keterpurukan atas perceraian kedua orangtuanya. dia tidak menemukan kehangatan dan dia selalu mencari perhatian dengan cara brutalnya.
Mungkinkah akan ada ruang teduh untuknya merasakan kehangatan ??
Bisakah dia melewati masa transisinya dengan baik ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sakabiya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sahabat
Hari berganti ....
Lanina kembali menjalani rutinitasnya. Bangun pagi, membantu Ibu membereskan rumah dan bersiap pergi ke Sekolah.
Saat-saat di Sekolah adalah saat paling menyenangkan untuk Lanina. Dia bisa belajar banyak dan dia juga bisa bertemu sahabat baiknya yang selalu memberinya support dengan tulus.
Ami menunggu Lanina di depan gerbang, setelah bertemu mereka memutuskan untuk berjalan bersama menuju kelas.
"Masih semangat kan jadi guru privat spesialnya Arkan?" tanya Ami menggoda, Nina memajang muka malas, dia merasa sangat kesulitan menghadapi Arkan tapi dia tidak akan pernah menyerah.
"Misi akan terus berlanjut!" kata Nina tegas.
"Bagus ! Tetap semangat ya!"
"Pasti!"
Saat di koridor, Nina dan Ami hampir berpapasan dengan Vero dan Aldi. Sejak pertemuannya kemarin, Nina jadi merasa malu bertemu Vero. Tapi tak di sangka, Vero melempar senyum manisnya pada Nina saat mereka berpapasan. Nina tidak tahu pasti pada siapa Vero tersenyum. Ami juga sampai hampir terkena serangan kaget mendapat senyuman langka nan mahal milik Vero.
"Tadi itu Vero senyum sama siapa sih?" tanya Ami sambil menengok ke belakang dan dia tidak lihat orang satu pun di belakangnya. Nina hanya mengangkat kedua belah bahunya, dia malah jadi baper dan salah tingkah.
"Ya ampun, manis banget ya senyumnya ...." kata Ami girang, dia juga ikut terkena panah asmara.
"Selama ini kita menganggap kalau Vero sama angkuhnya dengan Arkan."
"Iya, Vero sama Arkan itu memang duo kece, duo ketus dan duo angkuh yang famous seantero sekolah, tapi lihat senyumnya tadi ... seketika titel itu tertanggal begitu saja dari diri Vero! Duh ... kebayang terus senyumnya tadi." Ami sampai kelihatan tidak bisa mengendalikan perasaannya.
'Dia memang baik dan manis..' batin Nina sambil senyum-senyum sendiri. Mereka sampai di kelas, dan disana cukup sepi karena siswa lainnya mungkin sudah berkumpul di lapangan untuk mengikuti upacara bendera di hari senin ini.
Jam istirahat tiba
Sudah lama Nina tak dapat jatah uang jajan dari ibu, tapi dia tidak pernah protes. Dia terima semuanya dengan lapang dada. Yang terpenting, dia masih bisa belajar, makan dan istirahat di tempat yang layak.
Untuk mengganjal perut saat di sekolah, dia selalu membawa bekal dari rumah. Bekalnya tak lain dan tak bukan adalah dua buah donat yang dia simpan di kotak makan kecil miliknya. Dan Nina senantiasa membaginya dengan Ami. Sebenarnya Ami tak tega melihat Nina seperti ini terus.
"Ke kantin yuk ..." ajak Ami.
"M, kamu aja, aku tunggu disini ya ...." sahut Nina yang dengan lahap menghabiskan donatnya.
"Udah beberapa hari ini kamu selalu kasih aku donat buatan ibu kamu, nah ... hari ini aku traktir kamu minum, yuk!" ajak Ami membujuk.
"Gak usah, aku kan biasa bawa minum dari rumah." Nina masih menolak, dia tunjukan tumblernya juga. dia memang bekal semuanya dari rumah.
"Ayolah, jangan sungkan, aku tahu, kamu udah gak pernah jajan yang lain sejak Ayah kamu gak ada, iya kan?"
Nina tersenyum hambar, apa yang Ami bilang benar. Sudah lama Nina gak dapat uang jajan dari ibu dan dia hanya bisa memakan donat, itu pun kalau ada donat sisa penjualan hari kemarin.
"Jangan nolak ya, ayo!" Ami semakin memaksa, Nina terharu, dia sangat bersyukur memiliki teman sebaik Ami.
Akhirnya Nina mau, mereka meluncur menuju kantin. Kantin sangat Rame sampai sulit menemukan bangku yang kosong.
"Kamu mau jajan apa?" tanya Ami.
"Apa aja," sahut Nina.
"Sosis aja ya, sama es teh," tawarkan Ami, Nina mengangguk, dia senang akhirnya dia bisa makan makanan yang lain selain donat.
Di pojok kantin ada Kayla and the gank, dan Tiara termasuk salah satu anggotanya. Kayla adalah primadona seantero sekolah. Dia memang cantik dan fashionable. apapun yang dia pakai selalu up to date dan branded, sama seperti Arkan dan teman-temannya.
Geng Kayla adalah siswi-siswi kece yang senang berdandan dan memakai barang-barang mahal. Itu sebabnya Tiara selalu menuntut uang jajan yang besar pada Ibu. Yang lebih menyedihkan, Tiara mengaku sebagai anak dari anggota dewan pemerintahan daerah. Dia benar-benar membual agar bisa diterima di geng populer ini.
Anggota mereka cukup banyak, tapi yang paling dominan di antara member lainnya hanyalah Kayla dan Tatia. Keduanya adalah anak-anak orang kaya dan terpandang, tak heran kalau apapun yang mereka pakai adalah sesuatu yang hampir tak dapat dimiliki siswa lainnya.
"Arkan masih susah di hubungi?" tanya Tatia.
"Ya, dia bahkan gak pernah baca pesan yang gue kirim!" sahut Kayla kesal.
"Perpisahan orangtuanya pasti terlalu berat buat dia, huh, kasian ya ...."
"Gue pengen ketemu dia, tapi ... entahlah, gue gak yakin kalau harus ke rumahnya langsung! Vero bilang, dia sama Aldi juga sempat di usir mentah-mentah.." keluh Kayla.
"Ya udah sabar deh, mungkin dia butuh waktu buat sendiri."
"M ... geng, sebenarnya gue tahu sesuatu," kata Tiara yang selalu mencoba jadi orang terdekat Kayla, tapi sebenarnya Kayla tak pernah peduli dengan anggotanya yang selalu ingin seperti dia dan dia benci hal itu.
"Tahu apa?" tanya Tatia.
"Ternyata, Arkan diam-diam belajar bersama salah satu siswi di rumahnya," kata Tiara sok menjadi pemberi informasi.
"Maksudnya apa sih, gak jelas!" tanya Kayla ketus.
"Jadi, ada salah satu siswi yang diam-diam dapat akses masuk kerumah Arkan, setiap hari dia datang kesana sepulang sekolah dan belajar bersama Arkan," jelaskan Tiara, Kayla dan Tatia saling berpandang, mereka tidak begitu percaya dengan Tiara.
"Jangan sebar hoax deh, mana mungkin ada yang bisa dapat akses bertemu Arkan dengan mudah, Kayla aja yang notabene adalah pacarnya sampai kesulitan dapat kabar dari dia!" kata Tatia kesal.
"Gue serius! Dia memang diminta langsung sama bokapnya Arkan,"
"Lo tahu orangnya siapa?" tanya Kayla.
"Tahu!"
"Siapa?"
"Dia teman sekelasnya! Anak kelas 12b!"
Kayla meradang, dia merasa kesal mendengar kabar dari Tiara. Bagaimana tidak, dia kesulitan mendapat kabar Arkan hampir satu minggu ini dan kini dia malah mendengar ada siswi lain yang dengan leluasa masuk ke dalam rumah Arkan.
"Gue pengen tahu, yang mana orangnya!" kata Kayla sangar, dia tak sabar ingin tahu siapa gadis beruntung itu.
Tiara menemukan Nina yang masih mengantri didepan stan sosis bakar bersama Ami, dia senang akhirnya dia bisa memberi informasi yang valid pada Kayla. Dia berharap Kayla senang dan menghargai hal itu.
"Itu dia!" tunjuk Tiara kearah Nina yang tidak sadar kalau dia tengah di perhatikan.
Mata tajam Kayla dan Tatia langsung menyasar pada sosok Nina. Kayla malah langsung merasa cemburu, dia langsung mencoba mengingat wajah Nina dalam ingatannya. Entah apa yang akan dia lakukan pada Nina, yang pasti saat ini dia terlihat sangat tidak suka dengan apa yang dia dengar barusan.
ko tokohnya sm kaya d platform sebelah y arkana n lalina 😂