Bagaimana perasaan kalian bila harus bekerja menjadi seorang pembantu di rumah musuh bebuyutan kalian,bekerja dengan seseorang yang paling kita benci di dunia?.
Itulah yang di alami Mentari saat dia tahu siapa yang akan menjadi majikannya.
Oscar sang majikan musuh bebuyutannya saat dirinya masih duduk di bangku SMA.
Mampukan mentari melewati siksaan dari Oscar yang mengambil kesempatan membalas dendam kepada Mentari di saat dirinya menjadi pelayan pribadinya?.
Akankah benih-benih cinta akan tumbuh di hati mereka mengingat seringnya mereka bersama,apakah perasaan benci mereka berdua bisa berubah menjadi cinta?
Kita ikuti saja kisahnya yuk...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Antsrkan Makan Siang
Antarkan Makan Siang
Pukul 04 pagi Tari sudah bangun dari tidurnya dan mulai bersiap menjadi seorang pelayan lagi,pagi ini setelah dirinya bersiap dan mengenakan seragam pelayan dirinya pun mempersiapkan pakaian yang akan di pakai Oscar untuk ke kantor.
Mentari menyetrika kemeja lengan panjang berwarna abu-abu berlegan panjang dan celana bahan berwarna hitam dan dasi berwarna hitam bergaris abu-abu horizontal,juga jas yang berwarna hitam dia sangat hafal orang yang satu ini sangat tidak suka warna-warna cerah.
Mangkanya hidupnya selalu suram karena dirinya tidak suka warna cerah,hihi jadi pengen isengin dia kaya dulu aku kasih hadiah dasi warna merah hahaha eits sudah lah jangan berhayal bisa mengerjainya sekarang yang ada nanti dia semakin senang menghukum ku.
Setelah Mentari menyelesaikan menyetrika. Pakaian kantor Oscar,Mentari beralih ke dapur dia lalu mempersiapkan sarapan untuk Oscar dia membuat sandwich isi sayur dan daging sapi tanpa mayonase dia tahu Oscar sangat tidak menyukai asam dan manis.
Sebenarnya Mentari sangat hafal apa-apa saja yang di sukai oleh Oscar dan apa-apa saja yang tidak di sukai oleh tuannya ini.
Dan Mentari pun membuat teh mawar hangat yang sudah dia siapkan di sebuah teko keramik yang mampu menjaga kehangatan suhu teh tersebut.
Tring....
Bel dari kamar Oscar dan Mentari pun menghampirinya dia tahu Tuannya sudah bangun dan mempersiapkan air mineral hangat dan membawanya ke atas ke kamar tuan mudanya.
Mentari mengetuk pintu sebelum masuk dan terdengar suara mmepersilahkannya masuk,Mentari pun masuk kedalam kamar Oscar sambil membawa nampan berisi air mineral hangat.
Mentari tertegun melihat pria tampan yang masih berwajah mengantuk sedang menguap dan meregangkan otot-ototnya yang terekspose karena Oscar tidur tidak mengenakan pakaiannya.
Apa orang ini tidak kedinginan dia tidur tidak memakai pakaiannya begitu apa itu kebiasaannya.
"Hei apa yang kau fikirkan di sana,kenapa melamun?"Oscar sewot.
"Ah maaf tuan hehe ini air anda"Mentari memberikan air hangat yang sudah dia wadahi di sebuah teko penghangat kecil.
Mentari menuang air hangat itu kedalam gelas dan memberikannya kepada tuannya.
"Silahkan tuan"Mentari tersenyum memberikan gelas tersebut.
Oscar menerima gelas tersebut dia merasakan suhu hangat di gelas tersebut.
"Kau tahu kebiasaan ku meminum dua gelas air hangat setelah bangun tidur dari mana?apa tertulis di kontrak kerja mu?"tanya Oscar yang matanya masih malas sebenarnya untuk terbangun pagi ini.
"Hem...saya hanya ingat kebiasaan tuan saat masih di sekolah waktu camping dulu anda pernah meributkan air hangat pagi-pagi,anda bisa sakit perut bila tidak minum air hangat setelah bangun tidur begitu yang saya ingat"Mentari menjelaskan.
Oscar tersenyum miring saat mendengarkan cerita Tari.
Masih ingat dia rupanya,aku saja sudah lupa.
"Hem...kau siapkan air mandi ku"Oscar membuang wajahnya dari Tari saat meminum air hangat tersebut,dia tersenyum lebar di balik gelas tersebut.
Tari berjalan ke arah kamar mandi yang ada di kamar tersebut dia lalu mempersiapkan air hangat di dalam bathtub untuk Oscar mandi,bahkan Tari pun mempersiapkan shampo,pasta gigi dan sikatnya,juga sabun mandi didekat bathtub agar Oscar gampang meraihnya.
"Sudah selesai tuan,oia anda ingin sarapan di meja makan atau di kamar?dan pakaian anda juga sudah saya siapkan tuan"jelas Tari.
"Aku akan sarapan di meja makan bersama ayah dan ibu dan taruh pakaian ku di atas ranjang aku ingin berpakaian di sini tidak di dalam kamar ganti"perintah Oscar.
"Baik tuan"Tari pun menurut dia lalu pergi keluar kamar Oscar dan mengambil pakaian di ruang laundry dan membawanya ke kamar Oscar.
Saat Tari masuk tesdengar suar gemercik air dari kamar mandi.
Rupanya dia masih mandi.
Tapi Tari di kejutkan karena Tiba-tiba Oscar ke luar kamar mandi dengan memakai handuk yang melingkar di pinggangnya.
"Kenapa melihat ku begitu?"ucap Oscar ketus.
"Keluar sana aku ingin memakai pakaian ku"
"Baik tuan"Tari mulai melangkah ke arah pintu tapi langkahnya terhenti saat Oscar memanggilnya lagi.
"Kau hanya mempersiapkan ini?kemana pakaian dalamnya apa kau fikir aku hanya memakai pakaian ini tanpa pakaian dalam?!"ucap Oscar kesal.
"Hehe maaf tuan saya lupa,sebentar saya ambilkan di dalam kamar ganti"Tari langsung berlari kecil ke arah kamar ganti dan mencari tempat dimana kira-kira di simpannya pakaian dalamnya.
"Cepat dasar lamban"Oscar sudah berteriak.
Tari kesal.
"dasar kadal burik lagian kenapa harus pakai baju di sana bukan disini saja jadi dia bisa pakai semuanya langsung disini sendiri pasti dia emang cuma mau ngerjain gue dah"gerutu Tari sambil melihat-lihat laci yang ada di kamar ganti yang sangat luas itu,Tari akhirnya menemukan tempat pakaian dalam dia mengambil satu kaos dalam dan satu celana segitiga dan juga celana boxer dan tak lupa dia mengambil ikat pinggang tuan mudanya yang terlihat berjajajar rapih di sana,begitu pun dengan sepatu dan kaos kakinya.
"Maaf tuan saya lama ini semua yang anda butuhkan"Tari menaruhnya di atas ranjang Oscar sudah menunggunya dan cemberut karena Tari sangat lamban menurutnya.
"Keluar sana apa kau ingin melihat aku tidak mengenakan pakaian?"usirnya.
"Baik tuan saya permisi"Tari berjalan keluar kamar Oscar sambil mengelus dadanya.
Sabar...sabar...
Oscar melihat semua yang di sediakan Mentari dia tersenyum lagi,dan segera mengenakan pakain tersebut.setelah dirinya rapih Oscar pun turun dari kamarnya dan menuju meja makan,dia melihat makanan di meja makan yang telah tersaji disana.
Wajahnya sudah malas melihat menu itu-itu saja di atas meja,tapi tiba-tiba Mentari muncul membawa troli berisi satu piring Sandwich dan teko yang berisi teh mawar hangat.
"Tuan sarapan anda"Tari menaruh piring tersebut di depan Oscar.
Ayah dan ibunya melihat Mentari sangat telaten melayani Oscar.
"Bisa kau buatkan yang seperti itu untuk kami Tari?"pinta nyonya.
"Bisa nyonya anda ingin isinya apa saja,dan pakai mayonaise tidak nyonya tuan?"tanya Tari.
"Memangnya yang kau buat buat tuan muda isinya apa saja?"tanya Nyonya.
"Isinya daging sapi selada,mentimun dan saus sambal tanpa mayonase"jelas Tari.
"Kau tahu dari mana Oscar tidak suka mayonase dan sandwich daging sapi adalah kesukaannya?"tanya ayah,karena ayah tidak menuliskan makanan seperti itu di dalam kontraknya.
"Hemm itu dulu tuan muda suka memesan itu di kantin sekolah tuan"jelas Tari ragu.
Hemft dia masih hafal rupanya.
Oscar tersenyum ayah dan ibunya melihat itu meski hanya senyuman kecil tapi itu jelas terlihat membuat hati kedua orang tua ini pun ikut bahagia karena mereka bisa melihat senyum anak mereka kembali di pagi yang sejuk ini.
Oscar selesai sarapan dia menghabiskan sandwich yang di buat Tari.sebelum dirinya bangun dari kursi Oscar memanggil Tari ke meja makan dan Tari pun menghampirinya.
"Ya tuan"Tari mendekat pada Oscar.
"Nanti siang bawakan aku makan siang ke kantor"ucapnya ketus.
Ibu tersenyum melihat anaknya meminta di bawakan makan siang ke kantor,pasalnya biasnya anak satu-satunya ini paling tidak mau makan siang di kantornya.
"Baik tuan,oia tuan ingin makan siang dengan apa?"tanya Tari polos.
"Apa saja tapi itu harus kamu yang masak aku bosan makan di luar"
"Baik tuan"Tari sambil berfikir akan memasak apa untuk tuannya ini karena dia tahu orang yang di hadapinya ini itu sulit di tebak maunya apa.
...♡♡♡♡♡♡♡
...