Siapa bilang seorang suami tidak bisa bertanggung jawab dan adil pada kedua istrinya. Ada kok sebagian suami yang bisa adil dengan kedua istrinya.
Abimana Baratama, seorang pengusaha yang memiliki ketampanan dan sangat menyayangi kedua istrinya yaitu Aisyah Nandaratna dan Zahra Jasmine.
Awalnya Abi tak menerima tentang pernikahan kedua ini. Abi terlalu mencintai Aisyah tapi Aisyah juga menginginkan Zahra untuk menjadi madunya.
Aisyah berpikir jika Zahra masuk dalam kehidupan Abi, suaminya itu bisa lebih bahagia daripada bersamanya.
Apakah Abi bisa bertanggung jawab dan adil pada kedua istrinya. Atau malah hanya mencintai disatu pihak saja.
Baca terus novelku disini....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tyatul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rayyan
Happy reading
Berbeda dengan Abi dan Zahra yang sedang melakukan malam pertama mereka kini Aisyah sedang berada di luar panti asuhan.
Aisyah tak mau membayangkan bagaimana suaminya nanti bercinta dengan Zahra hingga akhirnya Aisyah memutuskan untuk jalan jalan keluar dari panti asuhan.
"Nasib nasib punya suami tapi lagi enak enak sama istri kedua," gumam Aisyah menelusuri jalan raya.
"Eh astaghfirullah Aisyah kamu gak boleh ngomong gitu. Kan kamu yang nyuruh suami kamu buat nikah lagi," gumamnya menatap perutnya yang masih kempes.
"Nak kapan kamu hadir dalam perut Bunda? Bunda pengen kamu ada di perut Bunda, Nak," gumam Aisyah mengelus perutnya.
Andaikan Abi tahu selama ini, Aisyah sangat tersiksa dengan ucapan mertuanya yang mengatakan jika dia adalah wanita yang tidak normal. Ibu dari Abi mengatakan jika Asiyah mandul karena sudah 4 bulan menikah belum juga dikaruniai seorang anak.
Aisyah memang sangat mengingkan kehadiran seorang anak dalam rumah tangganya apalagi Mama mertuanya yang selalu mengungkit soal anak hingga setiap mereka bertemu Ibu kandung dari Abi itu selalu menyindirnya bahkan dengan terang terangan tak menyukainya.
Aisyah berjalan tak tentu arah hingga sampainya ia di pasar malam. Sebenarnya Aisyah tak tahu jika hari ini ada pasar malam di daerah sini.
"Lebih baik aku menyenangkan tubuhku sendiri disini," ucap Aisyah berjalan menuju sebuah komedi putar.
Walau permainan ini untuk anak kecil, tapi ia bisa menaikinya, mengembalikan suasana hatinya yang sedang galau.
Setelah puas bermain di komedi putar itu, Aisyah langsung turun dan mencari cemilan untuknya. Andai saja Abi ada disampingnya mungkin ia akan lebih bahagia daripada sekarang ini.
"Bang crepesnya 1 ya," ucap Aisyah yang dianggukkan oleh penjual crepes yang juga sedang melayani pembeli terlebih dahulu.
Melihat Abang crepes itu membuat crepes, Aisyah jadi teringat dengan Abi yang dulu juga membuatkan dia crepes dengan toping yang sangat indah.
Flashback on
"Mas Abi, Aisyah mau crepes," ucap Aisyah saat Abi dan Aisyah sedang berada di pasar malam.
"Sesuai keinginan Tuan Puteri, suamimu ini akan mengabulkannya keinginan kamu," jawabnya mengecup pipi Aisyah sekilas.
Kemudian mereka berjalan menuju tukang crepes yang sedang nganggur itu. Sepertinya belum ada pembeli karena hari juga masih sangat sore untuk disebut pasar malam.
"Bang mau beli crepes tapi biar saya yang buat, boleh bang?" tanya Abi yang membuat Aisyah menggeleng. Suaminya ini ada ada saja, memangnya Abi bisa membuat crepes seperti Abang abangnya.
"Memangnya Tuan teh bisa?"
"Ya Abang ajarin dong. Ini khusus buat istri tercinta loh bang, biar beda dari yang lain," jawab Abi yang membuat wajah Aisyah memerah saat mendengar kata tercinta.
Pasalnya mereka pernikahan mereka baru jalan 1 minggu tapi Abi tak pernah lelah memuji dan mengatakan cinta pada Aisyah.
Abi membuat crepes untuk Aisyah, ia menambahkan toping yang sangat cantik di crepes itu. Bentuk toping itu love dengan huruf A di tengah tengah crepes itu.
"Tunggu sampai kering Tuan, baru diangkat," ucap Abang Crepes itu.
Akhirnya setelah berberapa saat crepes buatan Abi matang, kemudian Abang crepes mengambil alih untuk mengangkat crepes itu.
Abi memberikan satu lembar uang berwarna biru itu pada Abang Crepes. Hingga membuat Abang crepes itu terharu masih ada orang baik di jaman sekarang.
Setelah itu Abi mengajak Aisyah untuk duduk dulu, tak baik kan jika makan sambil jalan.
"Mas Abi mau?" tanya Aisyah menyodorkan Crepes itu pada Abi.
"Enggak sayang buat kamu aja, kan aku buat tadi khusus untuk istriku ini," jawabnya dengan senyum manisnya.
"Makasih ya Mas."
"Sama sama sayang," jawabnya dengan lembut. Tangannya beralih memeluk pinggang Aisyah yang sedang makan itu.
Aisyah bahagia dengan perlakuan sederhana dari Abi. Aisyah dulu pernah berharap untuk kehidupan rumah tangganya bersama sang suami akan selalu harmonis seperti ini.
Flashback off
Aisyah yang mengingat itu seketika sedih, tapi ia langsung menguatkan hatinya dan memakan crepes itu. Tidak ada toping bentuk love dalam crepes miliknya itu.
"Semoga kamu bisa hamil, Ra. Aku gak mau kamu ikut ikutan di jelekkan oleh Mama Mertua kamu," ucap Aisyah dengan pelan.
Tanpa Aisyah sadari ada seorang laki laki yang sedang mengamati Aisyah sedari tadi.
"Ai," panggil laki laki yang tampan itu.
Tampan, tapi bagi Aisyah hanya Abi yang paling tampan. Tak ada yang bisa mengalahkannya suaminya itu.
"Mas siapa ya?" tanya Aisyah pada laki laki yang baginya.
"Gue Rayyan masa lu lupa sama sahabat lu di panti asuhan dulu," ucap Rayyan pada Aisyah.
"MasyaAllah kak Rayyan? Kak Ayan nya Aisyah kan?" tanya Aisyah yang sekarang ingat siapa laki laki yang ada di dekatnya itu.
"Alhamdulillah kamu masih mengingat kakak. Kamu sendiri aja disini? Kata Bunda kamu sudah menikah," ucap Rayyan duduk di samping Aisyah yang sedang memakan crepes.
"Iya kak, Aisyah sudah menikah dan lagi liburan aja di panti asuhan."
"Kakak sendiri aja kesini? Gak ada pacar ya," ledek Aisyah pada kakaknya yang dulu satu panti dengan dirinya itu.
Tapi Rayyan diadopsi oleh seorang pengusaha sedangkan dirinya selalu menolak jika ada orang yang ingin mengadopsinya. Aisyah lebih nyaman di rumah panti bersama adik adiknya.
"Iya kakak sendiri disini. Tapi kakak udah punya pacar ya, bahkan bulan depan kita bakal nikah," jawab Rayyan pada Aisyah.
Baginya, Aisyah adalah adik kecilnya yang harus ia jaga. Dulu saat ia ingin pergi mereka sempat menangis bersama karena Aisyah yang tak ingin kak Ayan nya pergi.
Tapi lihatlah kini, Aisyah sudah menjelma menjadi seorang wanita yang sangat cantik seperti ini dan juga dewasa.
"Oh ya masa sih. Jangan lupa kalau nikah undang Aisyah juga, nanti Kakak malah gak undang lagi adik kakak ini," ucap Aisyah dengan senyum manisnya.
Rayyan yang mendengar itu langsung mengacak acak rambut Aisyah yang memang tak di kuncir hingga membuatnya tampak seperti gembel sekarang.
"Kak Ayan nakal, nanti Ai bilang sama Bunda," ucap Aisyah pada Rayyan kemudian mereka tertawa.
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang memotret kebersamaan mereka di pasar malam itu kemudian mengirimkan pada seseorang yang sudah menunggu di suatu tempat.
"Kak Iyan sekarang kerja apa?" tanya Aisyah pada Rayyan.
"Kakak meneruskan usaha keluarga angkat kakak, Ai."
"Kamu belum menjawab pertanyaan kakak tadi, kenapa kamu sendiri disini? Mana suami kamu?" tanya Rayyan yang masih kepo dengan kehidupan rumah tangga adik angkatnya ini.
"Ada kok di rumah," jawab Aisyah yang sengaja menutupi kehidupan rumah tangganya dari Rayyan.
"Sepertinya ada yang kamu sembunyikan dari kakak?"
"Mas Rayyan."
Suara panggilan dari belakang itu membuat Aisyah dan Rayyan terkejut.
Bersambung
Semangat terus untuk bunda bunda hebat....
enthlah...trserah emak mo di bawa kmna...tu cinta segitiga aisah..