Adinda terpaksa harus pergi dari rumah ketika calon suaminya di habisi oleh Papanya sendiri, Adinda sudah berhubungan dengannya bukan hanya sehari saja melainkan sudah bertahun-tahun semenjak wanita itu masih memakai seragam SMA.
Kevin yang tidak ingin nyawanya melayang percuma memilih untuk pergi meninggalkan Adinda begitu saja, meskipun dirinya sudah tahu kalau wanita itu sedang mengandung anak mereka Walau tanpa ikatan pernikahan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mima ah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mantan
Hendra dan juga istrinya Silvia sudah sampai di Kampung tempat di mana Maharani tinggal, penduduk di situ kebanyakan adalah petani sayuran yang selalu saja menjual hasil kebun mereka kepada anak perusahaan milik Hendra yang mengelola berbagai macam hasil bumi menjadi makanan siap saji dan tinggal diedarkan.
Maharani tidak tahu jika ada Hendra yang bakalan datang Jadi mengikuti perintah Kepala Desa untuk semua warga tempat itu kumpul di Balai kampung, katanya nanti ada orang yang bakalan memberi tahukan alasan kenapa hasil panen mereka kali ini tidak ada yang datang ambil.
"Ibu Rani nanti jangan lupa ya datang ke kantor Kampung, Soalnya di sana nanti kita bakalan sosialisasikan alasan kenapa sampai hasil bumi kita tidak diambil! "ujar ketua RT di mana tempat Rani tinggal dan wanita itu tentu saja tidak menolak karena ini merupakan suatu kebetulan ketika ia ingin melayangkan protes.
"Oh tentu saja Pak saya pasti bakalan ke sana, karena biar bagaimanapun warga juga perlu penjelasan kenapa sampai terjadinya seperti ini. "sahut Rani antusias.
kini saatnya mereka berkumpul di aula balai kampung seperti yang dijanjikan dari awal, terlihat di sana ada Rani juga yang sangat antusias ingin melihat Siapakah kira-kira orang yang sangat berpengaruh.
Dari awal dirinya memang sudah tahu kalau Hendra yang memimpin perusahaan tersebut, Namun kali ini di pikirannya Mungkin ada orang yang menggantikan pria itu maka dari itu ia terlihat begitu antusias.
Sesampainya di sana kebetulan Hendra dan juga istrinya sedang ngobrol dengan pemimpin dari tempat itu, dan setelah waktu yang ditentukan Mereka pun keluar dan menemui semua warga yang ada di situ.
Rani benar-benar tidak percaya Ketika di hadapannya saat ini bukanlah orang lain melainkan pria yang pernah dulu hidup di masa lalunya, berpisah selama puluhan tahun Akhirnya bisa bertemu saat ini juga tapi dalam status yang berbeda dan juga entah Rani mampu menatap pria itu atau tidak.
"Mas Hendra!"lirih Rani pelan.
"ya Kamu benar dia adalah Hendra suamiku, kenapa memanggil namanya seperti itu? Apa kamu sudah terpesona dengannya lagi dan juga menyesal karena dulu Sudah meninggalkannyapadahal sebenarnya aku bersyukurlah karena dengan kamu melakukan kesalahan itu maka suamiku kini menjadi milikku dan sangat mencintaiku!" Bisik Silvia yang kini tepat berada di belakangnya Maharani membuat wanita itu segera menolak ke arahnya Dan menatap tetap percaya padanya.
"Maksud kamu apa ngomong seperti tadi, Memangnya kamu ada lihat tampang penyesalan dari wajahku sekarang? Barang yang sudah aku buang tidak mungkin bakalan aku pilih lagi, jadi jangan merasa percaya diri kalau suami kamu itu paling terbaik!" Silvia hanya menggelengkan kepalanya karena tidak percaya bahwa Attitude wanita itu ternyata memang seperti itu.
"Wah syukur deh kalau seperti itu kenyataannya, karena yang akurat sekarang Kamu bukannya berbahagia Tetapi malah menjadi seperti gembel! "ujar Silvia lalu pergi menemui suaminya itu dan duduk di sampingnya serta merangkul erat yang juga ikutan mengusap kepala istrinya itu.
"Kamu dari mana saja tadi, pas mau masuk aku cariin tapi tidak ada? "tanya Hendra penasaran.
Silvia tersenyum dan tidak mungkin mengatakan bahwa ia baru saja menemui mantan kekasih suaminya itu, meskipun ia sadar kalau Hendra menyadari keberadaan Maharani di situ namun terlihat pria itu seolah tidak peduli.
"Baiklah saya mengumpulkan kalian semua di sini hanya ingin mengatakan bahwa apa yang kalian dengar dan kalian lihat itu memang benar-benar kenyataan, bahwa saya tidak akan pernah mengambil hasil kebun kalian lagi jika kalian tidak memenuhi persyaratan yang akan saya sampaikan saat ini! "ujar Hendra yang terpaksa melakukan semua ini agar membuat Rani dan juga Kevin bisa segera pergi dari kehidupan mereka dengan begitu Adinda tidak akan pernah berhubungan dengan anak wanita itu lagi.
"katakan saja persyaratannya Pak, kalau memang bisa kami lakukan maka akan kami lakukan! "sahut kepala kampung di situ dan membuat Hendra menatap kepada istrinya serta Silvia menganggukkan kepala artinya menyetujui apapun keputusan suaminya itu.
"saya bakalan kembali mengambil hasil kebun kalian jika wanita yang bernama Maharani itu tidak ikutan menjual hasil kebun tersebut ke perusahaan saya, dan dia harus mencari pemasok lain tanpa mengganggu semua warga yang ada di sini ataupun bermain curang ! "tegas Hendra membuat semua orang menoleh ke arah Maharani karena merasa heran janda yang baik-baik saja itu kenapa malah tidak disukai pengusaha tersebut.
"Apa alasannya anda melakukan hal ini? kalau punya dendam pribadi katakan saja tetapi jangan menghentikan mata pencaharian saya dong, Anda memang kaya tetapi setidaknya jangan diskriminasi lah?"teriak Rani tersulut emosinya dan terlihat jelas Bagaimana Perangai wanita itu.
"Bawa putra Anda pergi jauh-jauh dari Jakarta atau saya tetap bakalan pada pendirian saya ini, dan jangan pernah membiarkan dia berhubungan dengan anak saya lagi Jika memang Anda ingin hidup tentram seperti biasanya!"setelah mengatakan hal tersebut Hendra dan juga Silvia langsung pergi meninggalkan tempat itu dan kembali ke Jakarta karena mereka yakin pasti Maharani bakalan melakukan seperti apa yang dikatakan oleh Hendra sebab mengingat pencarian wanita itu ya hanya berkebun saja dan tidak mungkin ia merelakan semua penghasilannya itu hanya demi mempertahankan egonya Kevin.