"selamat pagi, yah, Bun." sapa Naya.
"pagi, sayang," balas lina Bunda naya.
" pagi,princess,"faizal ayah Naya, tersenyum ke arah putrinya.
"mau sarapan apa sayang."
"roti kacang, Bunda."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ridwan jujun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 11
🦋HAPPY READING 🦋
"Saya terima nikah dan kawinnya Rifa Aulia binti Adam dengan maskawin tersebut dibayar tunai," ucap Keenan dengan lantang lewat mik yang ada ditangannya.
Semua orang yang hadir tampak bahagia, kecuali Naya.
Gadis itu bagaikan mayat hidup ditengah-tengah kebahagiaan mereka. Dirinya benar-benar hancur tanpa sisa.
Dia ingin berteriak, tapi suaranya seakan-akan tenggelam di kerumunan orang-orang yang dampak tertawa ria.
Dia hanya bisa menangis, tapi tidak ada yang peduli. Mereka seakan-akan tidak melihat dirinya.
"MAS!" teriak Naya saat terbangun dari tidurnya.
Naya langsung menatap sekelilingnya saat matanya terbuka dengan lebar.
"Alhamdulillah, cuman mimpi." Naya mengusap keningnya yang dibanjiri keringat.
"Mas Keenan kemana?" tanya Naya saat menyadari kalo dia tertidur dikamar Keenan.
Naya ingin beranjak dari tempatnya, tapi dia urungkan saat pintu terbuka yang menampilkan sosok Keenan yang berjalan kearahnya.
"Kamu udah bangun?" tanya Keenan.
"Maaf mas, Naya ketiduran."
"Tidak masalah." Keenan duduk di samping Naya. "Kamu mimpi buruk?"
Naya menatap Keenan dengan tatapan tajam, entah kenapa dia tidak rela Keenan menikah didepan matanya sendiri.
"Mas Keenan?"
"Hmmm." Keenan menatap Naya. Pria itu menunggu perkataan Naya selanjutnya.
"Masih berhubungan dengan gadis itu?" tanya Naya dengan nada suara yang terdengar serius.
Keenan hanya menganggukkan kepalanya mengiyakan pertanyaan Naya.
Naya membuang nafasnya dengan kasar, seharusnya dia tidak perlu bertanya lagi, karena dia sudah tau.
Membahas masala ini akan membuat hatinya sakit, tapi masalah ini harus diselesaikan dengan cepat.
"Naya punya ide." Naya menatap kearah Keenan.
"Apa?"
"Satu bulan, beri Naya waktu satu bulan dengan syarat, mas keenan tidak menghubungi perempuan itu lagi, bagaimana?"
Keenan terdiam untuk memikirkan sesuatu yang bisa menguntungkan dirinya.
"Cuman satu bulan, mas. Gak perlu tiga bulan." Naya menatap Keenan dengan tatapan penuh harap.
Setalah mengalami mimpi tentang pernikahan Keenan dia tiba-tiba berubah pikiran untuk meminta Keenan menikah lagi. Dalam mimpi aja rasanya terlihat sangat sakit.
"Bagaimana?" tanya Naya.
"Baiklah satu bulan."
"Tanpa ada PERSELINGKUHAN!" Naya sengaja menekan kata terakhirnya.
"Hmmm."
🦋🦋🦋🦋
Satu minggu telah berlalu.
Pernikahan mereka masih sama, tidak ada perubahan sama sekali. Dan Keenan benar-benar menepati janjinya, dia tidak pernah menghubungi gadis itu lagi selama seminggu ini dan dia bertingkah layaknya suami sungguhan jika orang tua mereka datang berkunjung.
Naya terkejut dari tidurnya saat tangan yang digunakan untuk menopang wajahnya terjatuh.
Naya mengucek matanya sebelum menatap kearah jam dinding yang ternyata sudah menunjukkan pukul 00:30 malam.
"Tumben mas Keenan belum pulang jam segini."
Dia berjalan kearah kamar mandi yang ada di dapur untuk mencuci wajahnya agar tidak mengantuk.
Setelah mencuci wajahnya, Naya nampak segar kembali dan berjalan ke sofa yang ada di ruang keluarga.
"Semoga mas Keenan baik-baik aja," ucap Naya.
Setelah beberapa menit kemudian, terdengar suara mobil Keenan memasuki gerbang rumah.
Naya langsung berlari kecil kearah pintu utama dan membukanya.
Saat pintu terbuka, Naya di kejutkan dengan keadaan Keenan yang sangat berantakan.
"Mas Keenan?"
"N–naya!" lirih Keenan.
"Mas Keenan kenapa?"
"N–naya, tolong a–aku."
"Mas Kee—" ucapan Naya terhenti saat Keenan menariknya kedalam kamar Naya.
"MAS!" teriak Naya saat tubuhnya terlempar keatas ranjang. Naya benar-benar merasa takut sekarang. Tatapan Keenan kearahnya sangat berbeda.
"A–aku, aku gak kuat. Bantu a–aku, Naya."
Tubuh Naya semakin bergetar hebat saat melihat Keenan semakin mendekat kepadanya dengan tatapan begitu tersiksa bercampur gair*h.
"Hiks, hiks, hiks, mas Keenan, jangan lakuin ini." Naya mencoba untuk menghindar dari cengkraman Keenan tapi kekuatan tidak sebanding dengan kekuatan Keenan.
Naya hanya bisa pasrah, air matanya semakin mengalir tanpa suara. Dunia benar-benar sudah hancur karena laki-laki yang dia kagumi selama ini.
Jika Keenan memintanya dengan baik-baik, pasti Naya akan memberinya dengan senang hati, tali Keenan mengambilnya secara paksa. Naya benar-benar merasa seperti wanita yang diperk*sa."
masih bnyk teka teki ...🤔🤔🤔🤔