Cecilia melempar dengan kasar novel yang baru saja dibacanya ke samping tubuhnya, dia merasa kecewa dengan isi novel tersebut, dia lalu bangun dan mengambil secarik kertas dan pulpen lalu menulis " ketika Rosalin tahu kalau dia dipermainkan Miranda dan julio maka Rosalin merubah penampilan nya dan bertekad merebut Julio dari pelukan Miranda.”
tiba-tiba angin bertiup membuka halaman novel tersebut lalu novel itu mengeluarkan cahaya yang sangat terang ada suara yang berkata " Cecilia rubahlah nasib Rosalin seperti yang sudah kamu tulis di kertas itu" , tiba -tiba Cecilia terserap ke dalam novel tersebut dan menempati tubuh Rosalin tokoh utama wanita dalam novel tersebut.
Kini Cecilia menjalani hari-harinya sebagai Rosalin, dia hanya dapat kembali ke dunia nyata apabila dia telah merubah nasib Rosalin persis seperti yang sudah dia tulis di secarik kertas itu.
Mampukah Cecilia mewujudkan apa yang sudah dia tulis di secarik kertas itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Estin Toisuta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
George mendekati Miranda
Karena kesibukannya cecila jarang berkumpul bersama Yoan dan Luna kebetulan hari ini tidak ada rapat ataupun latihan Cecilia mengunakan waktu saat ini untuk bersantai bersama kedua sahabatnya di cafe dekat kampus.
Ketika mereka Sedang asik bersenda gurau tiba-tiba ada seorang mahasiswa menghampiri meja tempat mereka makan “ hai Rosalin ya?” mereka bertiga berhenti berbicara Rosalin menoleh untuk melihat siapa yang menyapanya dia sedikit lupa dengan wajah pria yang menyapanya, melihat Rosalin bingung pria itu memperkenalkan dirinya “ masih ingat aku gak? Aku George kita bertemu saat kontes King & Queen kampus aku dipasangkan dengan Miranda.”
Akhirnya Rosalin mengingat siapa pria itu dia langsung berdiri dan menjabat tangan George lalu mempersilahkan dia duduk bergabung bersama mereka. Yoan dan Luna terpana dengan ketampanan George merekapun memperkenalkan diri masing-masing sambil memperlihatkan senyum manis mereka, mereka berempat pun asik berbincang-bincang sambil sesekali tertawa.
George menanyakan usaha nasi bakar Rosalin yang viral dikalangan mahasiswa dia memberikan masukan kepada Rosalin untuk mengembangkan usahanya dia sangat tertarik dengan usaha nasi bakar Rosalin dan bermaksud ingin menanamkan modal tentu saja Cecilia tidak langsung menyetujui dia harus memikirkan hal itu baik- baik.
Rupanya George adalah anak seorang pengusaha sukses, kedua orang tuannya telah mendidiknya sebagai seorang penguasa Itulah sebabnya George tertarik menanamkan modal usaha untuk Rosalin karena dia ingin membuktikan kepada kedua orang tuanya kalau dia juga bisa membaca peluang bagus.
Sejak saat itu Rosalin dan George sering bertemu di cafe dekat kampus pertemuan mereka hanya untuk membahas tentang usaha nasi bakarnya terkadang Luna dan Yoan ikut menemani Rosalin untuk memberi masukan atau sebagai teman diskusi.
Setelah dipikir matang-matang akhirnya cecilia setuju dengan usul George maka mereka pun membicarakan langkah selanjutnya.
Karena George sudah merasa nyaman berbicara dengan Rosalin maka dia memberanikan diri menanyakan kabar Miranda lalu dengan hati -hati dia berkata “ sebenarnya aku menyukai Miranda tetapi sayang dia sudah bertunangan dengan Julio, lebih baik aku mundur.”
Cecilia berpikir dia harus berhati-hati menyikapi perkataan George karena bisa jadi ini adalah peluangnya untuk melepaskan Miranda dari Julio, Cecilia berpikir sejenak memperhatikan George lalu dengan santai dia berkata” ahhh mereka itukan baru bertunangan belum menikah kalau kamu memang merasa Miranda adalah belahan jiwa mu mengapa kamu tidak berusaha untuk mendapatkannya lagipula kamu lebih unggul dari Julio, kamu tampan dan berasal dari keluarga kaya status sosial kamu sama dengan Miranda coba saja curi perhatian Miranda!” Cecilia berharap George terpancing dengan ucapannya.
George terdiam sejenak “ hmmm ...apa kamu pikir aku masih memiliki peluang untuk mendapatkan Miranda?”
Dengan cepat Cecilia menjawab”tentu saja peluang itu masih ada, selama janur kuning belum melengkung, kamu lebih unggul dari Julio percaya deh sama aku nanti aku bantu PDKT sama dia!”
Walaupun sempat ragu tetapi George memandang baik usul Rosalin maka dia meminta masukan bagaimana caranya mendekati Miranda. Cecilia mengusulkan supaya George menjadi penggemar rahasia dengan mengirimkan bunga atau hadiah romantis misterius ke rumah Miranda karena Cecilia yakin kalau Julio tidak pernah memberikan hadiah untuk Miranda.
George menerima saran dari Rosalin dia mulai mengirimkan buket bunga mawar import ke rumah Miranda tanpa nama pengirim tetapi George menyematkan kartu dengan kata-kata romantis, Miranda menerimanya dengan senang hati karena dia mengira itu pemberian Julio tetapi setelah dia tahu kalau itu adalah mawar import dia ragu kalau bunga itu dari Julio karena harganya cukup mahal.
George juga terkadang menitipkan makan siang untuk miranda di pos satpam tidak lupa dia juga menempelkan kartu dengan kata – kata romantis. Miranda mulai bertanya-tanya siapa yang memberikan ini semua. Kejadian itu berlangsung hampir satu bulan tetapi Miranda tidak memberitahukan Julio. Miranda terlihat sangat menikmati moment tersebut, tebakan Cecilia memang tepat Julio tidak pernah memberikan itu semua.
Cecilia memberikan nomer ponsel Miranda kepada George. George mulai mengirim pesan romantis tetapi dia tetap merahasiakan identitasnya hal ini dilakukannya untuk membuat Miranda penasaran. Miranda sangat suka menerima pesan romantis tersebut jantungnya selalu berdebar dia semakin penasaran siapa pengemar rahasianya.
Diam-diam Cecilia sering memperhatikan Miranda dia melihat bahwa kini Miranda tidak sering menemani Julio rapat atau latihan kadang Miranda sibuk dengan ponselnya sepertinya George sering menghubungi Miranda. Cecilia merasa senang karena sepertinya rencananya berhasil.
Karena Cecilia berpikir kalau Miranda yang melepas Julio kemungkinan Tn.Frans tetap membiayai pengobatan Ny. Tasya. Sehingga dia tidak akan terjadi hal yang tidak diinginkan.
George merasa sudah cukup menjadi penggemar rahasia dia ingin memperkenalkan dirinya dia mengajak Miranda bertemu di sebuah restoran mewah dia mempersiapkan makan malam yang romantis George sudah membeli hadiah mewah dan buket bunga yang besar.
Miranda sangat senang menerima undangan makan malam di restoran mewah, dia pun datang dengan penampilan yang . Saat Miranda datang seorang pelayan restoran segera mengantar Miranda ke ruangan privat dan membukakan pintu, di dalam sana Miranda melihat seorang pria duduk dengan wajah yang tertutup buket bunga besar sehingga Miranda tidak dapat melihat wajah orang itu.
“Selamat datang nona Miranda, datanglah mendekat.”
Miranda berusaha mengingat suara yang baru saja di dengarnya karena suara itu terdengar tidak asing bagi telinganya tetapi dia tidak ingat dimana dan siapa, perlahan Miranda mendekat lalu duduk tepat di hadapan pria itu.
Perlahan George memberikan buket bunga yang menutupi wajahnya ke tangan Miranda. Wajahnya kini terlihat jelas Miranda terkejut setelah mengetahui siapa pria di hadapannya
“GEORGE.....?”
“ ja...jadiin selama ini yang menjadi pengemar rahasia ku itu kamu?”
George tersenyum, senyumnya tampak menawan “ hai...Miranda kamu terlihat sangat cantik malam ini... Iya benar selama ini akulah pengemar rahasia mu itu.”
“ sudah lama aku mengagumi mu dan aku semakin mengagumimu saat kita dipasangkan pada kontes King & Queen.”
Miranda menerima buket bunga yang diberikan George jantungnya berdetak tidak beraturan dia berusaha mengatur nafasnya “ hmmm.... George apakah kamu sudah tahu kalau aku sudah bertunangan dengan Julio?”
George tersenyum “ ya aku sudah tau hal itu, tetapi aku yakin kamu kurang nyaman dengan pertunangan itu karena ketika aku mengirim pesan romantis kamu tidak menolak bahkan kamu tidak menjelaskan status mu, kamu bersikap seolah-olah kamu belum memiliki pasangan.”
“bahkan kamu tidak menolak ketika aku mengajak mu bertemu di sini untuk makan malam jadi aku yakin aku masih memiliki kesempatan untuk memiliki mu.”
Miranda tidak berani menatap George dia hanya tertunduk sambil berkata “ Sebenarnya hubungan Ku dan Julio sangat rumit ada hal yang membuat ku tidak mau melepaskan Julio tetapi di sisi lain aku tidak terlalu mencintainya “
“kalau begitu dengan kata lain kamu berada di persimpangan, aku akan menunggu mu sampai siap melepas Julio dan menerima cinta ku” George berkata dengan penuh percaya diri
Miranda hanya tersenyum dalam hatinya dia berkata* masalah ku tidak semudah yang kamu pikirkan George*
Merekapun tidak membahas soal hubungan Miranda dan Julio mereka asik menyantap makan malam yang lezat sambil mendengarkan musik yang romantis.
Tanpa diketahui Cecilia ternyata Julio sering melihat dirinya bersama dengan George di cafe dekat kampus. walaupun Julio belum mengungkapan perasaannya kepada Rosalin dan Julio pun masih bersama miranda tetapi tetap saja dia merasa cemburu ketika melihat Rosalin hanya berdua bersama George bersendagurau di cafe.
Julio juga merasa minder karena status sosial George jauh diatasnya, dirinya tidak akan sanggup bersaing dengan George, ada rasa hancur melihat Rosalin duduk bersama George di cafe. Tetapi apa daya dia masih terikat dengan Miranda biaya pengobatan mamanya yang menjadi taruhannya.
semangat berkarya ya 🦾🦾🦾
jangan patah semangat
semangat