Bercerita tentang hubungan percintaan antara Galih dan Asmara. Sebuah kisah cinta yang dipenuhi dengan berbagai lika-liku kehidupan.
Senang, sedih, air mata serta trauma yang begitu kelam. Keduanya saling jatuh cinta secara instan, namun seiring berjalannya waktu kejadian tak diinginkan pun terjadi.
Hingga mereka dihadapkan pada suatu pilihan, BERTAHAN atau BERAKHIR.
Akankah Asmara dan Galih dapat mempertahankan hubungannya sampai akhir?
Atau Mala berakhir dengan tragis?
yuk baca dan simak kisahnya sampai akhir ya😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linsi putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari Yang Aneh
...☘️HAPPY READING☘️...
...----------------...
Harapan tak sesuai realita. Galih tercengang ketika ia masuk kedalam mobil namun tidak menemukan siapapun disana. Lalu kemana perginya Asmara?
Padahal ia merasa tidak memakan waktu lama saat bertemu dengan sepupunya, Alex.
"Asmara kamu kemana sih?!" Galih mengacak-acak rambutnya. Pemuda itu duduk menyamping dibangku kemudi dengan pintu mobil yang terbuka.
Tut... Tut...Tut...
Beberapa kali panggilan Galih lakukan namun tak ada tanggapan sama sekali. Hingga akhirnya ia menyadari bahwa ponsel milik gadisnya tergeletak dikursi penumpang. Sepertinya efek panik membuat Galih gelap akan pandangan sekitarnya. Hingga tak melihat benda pipih berbentuk kotak itu bergetar sedari tadi.
Buru-buru Galih meraih ponsel milik Asmara dan memasukkannya kedalam saku celana kiri miliknya.
"Apa jangan-jangan dia masih marah ya? terus nekat balik lagi ke Mang Udin." Gumam Galih menerka-nerka.
Tapi rasanya sangat tidak mungkin jika Asmara sampai melakukan itu, pikir Galih.
Dua tahun menjalin hubungan membuat Galih paham akan pemikiran kekasihnya yang tidak seberapa itu, dan terasa sangat mustahil jika sampai benar terjadi. Kabur dari mobil hanya demi sebuah mie ayam. Hadehh...
"Ck! awas saja kalo sampai ketemu nanti, aku hukum kamu Bee..," Ucap Galih. Pemuda itu menghela nafasnya beberapa kali lalu bangkit dan menutup pintu mobilnya kemudian melangkahkan kaki jenjangnya kesembarang arah.
Jika saja bukan Asmara, jelas Galih tidak akan mau repot² mencarinya. Bahkan pemuda itu rela berjalan dibawah gerimis hujan demi bisa menemukan gadisnya yang menghilang entah kemana.
Langit yang tadinya cerah mendadak menjadi mendung, sangat mewakili hati Galih saat ini. Walau kesal pada Asmara tapi Galih tidak akan membiarkan gadisnya berkeliaran tanpa sepengetahuannya seperti saat ini. Marah sekaligus khawatir bercampur jadi satu dan itu sangat terlihat jelas diwajah Galih.
Sementara di seberang jalan sana, terlihat dua orang sedang cekikikan sembari menikmati ice cream dengan berbagai varian rasa yang tergeletak diatas meja tepat dihadapan mereka. Mulai dari cup kecil hingga yang besar dan beberapa lainnya menggunakan tangkai.
"Gue mau coba itu." Alex menatap ice cream warna hijau yang berada ditangan Asmara.
"Ih, punya lo kan ada. Lagian ini juga masih banyak." Protes Asmara. Gadis itu bahkan sampai menggebrak meja demi mempertahankan cup ice cream rasa mint yang ada ditangan kanannya.
"Yaelah pelit amat Lo." Alex bergerak cepat dan dalam hitungan detik, ice cream itu sudah berpindah tangan. Alex membuka mulutnya selebar lapangan bola dan dalam satu suapan saja sudah berhasil membuat cup milik Asmara menjadi kosong. Hanya menyisakan sedikit cairan ice cream yang sudah meleleh disana.
"YAKKKK!!!!" Asmara berteriak tepat ditelinga Alex. Wajah gadis itu merah padam, siap menerkam sosok yang ada dihadapannya. Hingga membuat sepupu kekasihnya itu tercengang tak berkutik.
Ice cream yang sudah masuk kedalam mulut Alex mendadak susah sekali dicerna. Dengan tangan sedikit bergetar Alex mengambil kembali cup ice creamnya dan melepehnya. Kemudian menyodorkannya kembali kehadapan gadis itu dengan memasang wajah polosnya. Sangat menjijikkan...
"So-sorry."
"Gak!" Bentak Asmara. "Gue gak mau tahu pokoknya lo harus ganti yang baru!" Asmara berucap dengan menggebu-gebu. Dada gadis itu turun naik seirama dengan nafas yang keluar dari hidungnya yang kembang-kempis.
Bagaimana Asmara tidak marah, Alex mengambil ice cream mint miliknya. Selain karena itu rasa terfavorit Asmara, itu juga ice cream rasa mint terakhir yang tersedia dan entah kapan lagi baru akan diproduksi.
Begitulah kira-kira kata sipenjual tadi.
"Gue gak mau tahu, pokoknya lo harus ganti sekarang!" Pekik Asmara.
Suara gadis itu hilang terbawa udara. Untung saja saat ini sedang gerimis, jadi hanya ada beberapa orang disana. Tidak bisa Alex bayangkan jika mereka jadi tontonan orang banyak akibat keributan yang terjadi dan akan terasa sangat konyol jika yang diributkan hanya karena sebuah ice cream yang harganya tidak seberapa itu.
Mendadak wajah Alex gelisah. Bukan karena takut akan kemarahan Asmara, namun ada hal lain yang membuat ia merasa tak tenang.
Pemuda itu masih mengingat dengan jelas kejadian satu bulan lalu saat ia dengan sengaja membuat Asmara marah seperti sekarang. Lalu berakhir dengan dua bogem mentah diwajahnya dan itu didapat dari orang-orang kepercayaan Galih yang ditugaskan untuk menjaga Asmara.
Akankah ia berakhir sama kali ini, mendapat dua bogem mentah atau bahkan mungkin lebih?
Ahh.. Sungguh tidak bisa dibiarkan. Alex tidak akan rela jika wajah tampannya kembali menjadi sasaran untuk kedua kalinya.
"Iya, gue ganti tapi gak sekarang." Alex menatap Asmara. Gadis itu bahkan sudah merubah posisinya. Berdiri dengan berkacak pinggang tepat disampingnya.
"Lagian duit lo kan banyak, seharusnya Lo bisa beli ice cream sepuas lo bahkan sama pabriknya sekalian."
"Iya juga ya." Asmara menjentikkan jarinya. Membenarkan ucapan dari sepupu kekasihnya. Amarah yang sempat singgah menghilang seketika. "Tapi duit lo kan juga banyak Lex." Asmara kembali menatap wajah Alex yang terlihat lebih rendah darinya. Sebab Asmara masih berdiri dan Alex masih setia dengan duduknya.
"WOI! NGAPAIN LO BERDUA DISINI?!"
Terdengar suara teriakan seseorang yang seketika mengalihkan pandangan keduanya.
"Galih," seru Asmara dan Alex bersamaan.
Galih berjalan mendekat kearah dua orang yang sialnya terlihat sangat serasi. Satu tampan bak model sedangkan yang satunya sangat cantik sekali.
"Gue tanyak kalian ngapain disini?!" Ulang Galih menatap keduanya secara bergantian.
Asmara nyengir sementara Alex hanya menatapnya tanpa ekspresi.
"Lo lagi, ngapain masih disini?! pergi sana!"
Alex yang tadinya bungkam mendadak tersenyum dengan lebar. Otak jahilnya seketika muncul.
"Kamu naenyakk?! Aku ngapain disini, kamu naenyakk?!" Sahut Alex. "Kamu bertanyyeakk tanyyeakk?! Sini-sini aku kasih tau yeach, rraawwrrrr!
Asmara melongo, menatap tak percaya pada sepupu kekasihnya sedangkan Galih menatap Alex dengan raut wajah datar tanpa ekspresi. Galih menghelah nafas kasar sementara matanya menatap penuh dendam kearah sepupu laknatnya itu.
Jika saja Asmara tidak ada, sudah Galih pastikan tendangan maut ia berikan pada perut sepupunya. Bahkan sedari tadi ia sudah mati-matian menahan diri untuk tidak menggetok kepala Alex.
"Ayo pulang," Galih menarik pergelangan gadisnya.
"Eh, tunggu dulu."
"Kamu hutang penjelasan denganku Bee.." Ucap Galih menatap datar wajah Asmara.
"Emang gak bisa kalo mau pergi itu ngomong dulu? terus ponselnya kenapa ditinggal ha! kenapa sih kamu hobi banget buat aku khawatir. Ini bukan sekali dua kali kamu kaya gini Bee.." Galih memberondong pertanyaan membuat Asmara serba salah.
"A-aku," Asmara menggigit bibir bawahnya. Galih sedang mode horor. Membuat gadis itu urung menjelaskan dan akhirnya memilih diam.
Ah sungguh hari yang aneh, kenapa hanya dalam satu hari banyak sekali kejadian yang menimpa mereka.
Asmara mengerucutkan bibirnya. Gadis itu bingung harus menjelaskan mulai dari mana sementara tak jauh dari mereka terlihat Alex duduk dengan tenangnya sambil membuka beberapa ice cream rasa strawberry, vanila, coklat dan durian.
Uuhhh... mendadak membuat Asmara jengkel karena pemuda gila itulah yang membawanya ketempat ini dengan iming-iming sebuah ice cream. Sungguh tidak ada tanggung jawabnya sama sekali.
semangat terus kak, salam dari ARCTURUS, jangan lupa mampir ya
kenapa di kasih keterangan perut bagian depan, kan perut emang cuma di depan😃
semoga asmara dan galih cepet pulih, ntar sama siapa lagi aku nitip pop ice😁🤭
🌹 untuk author,, semangat sllu kka🤗🤗