Pagi itu semua warga gempar setelah di temukan mayat seorang wanita dengan luka di sekujur tubuh.
warga melapor kejadian ini ke pihak berwajib,tak berapa lama polisi datang dan segera mengevakuasi korban,pak Adit salah seorang polisi yang menangani kasus ini ikut terseret di dalamnya,karena arwah wanita yang terbunuh selalu datang menghantuinya.
mampukah pak Adit mengungkapkan siapa pelakunya dan apa motif di balik semua ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lina Piscok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11
mayat tanpa identitas.
aku membaca sebentar berita itu kejadiannya hampir sama dengan kasus Indira beberapa Minggu lalu dan ini membuatku menarik kesimpulan bahwa ada kemungkinan pembunuhnya pun sama di lihat dari bagai mana cara si pembunuh menghabisi korbannya di tambah lagi membuang korban setelah nyawanya di lenyap kan,saat aku tengah sibuk dengan pikiranku bibi datang membawa semangkuk mie dan secangkir kopi
"ini mas mie dan kopinya"
" makasih ya Bu"bibi pun pamit untuk kembali ke dapur dan aku segera melahap mie instan buatan bibi sampai tandas.
malam tadi aku bisa tidur dengan nyenyak karna mimpi dan jeritan itu tak menganggu ku lagi entah kenapa aku juga gak ngerti,jadi pagi ini aku bangun dengan kondisi tubuh yang segar karna mendapatkan tidur yang cukup.
"Bu pagi ini masak apa" aku bertanya pada bibi yang tengah sibuk di dapur
" masak nasi goreng mas sama ayam dan telor ceplok"jelas bibi sambil membawa masakan yang sudah matang ke meja makan.
*sini kita makan bareng biar makannya tambah lahap"dengan ragu bibi pun duduk di kursi sebelahku dan kami menikmati sarapan pagi, setelah sarapan aku segera berangkat ke kantor karna ada banyak hal yang akan aku cari tahu tentang kasus pembunuhan yang terjadi pada gadis gadis di kota ini
"selamat siap pak" sapa salah satu anggota ku
"selamat pagi"aku segera masuk ruangan ku untuk mencari informasi tentang pembunuhan beberapa gadis yang terjadi beberapa Minggu terakhir,
"selamat pagi pak Wisnu bisa tolong keruangan saya"aku menelpon pak Wisnu karna ada beberapa laporan yang aku butuhkan
tok...tok..tok..
"selamat pagi pak"pak Wisnu segera masuk dan menghampiri aku yang duduk
"selamat pagi pak Wisnu,silakan duduk"aku mempersilakan pak Wisnu duduk terlebih dahulu sebelum melanjutkan pembicaraan
"begini pak Wisnu saya ingin tahu semua indentitas korban pembunuhan yang terjadi belakangan ini"
"baik pak"
"apa pelakunya sudah di temukan atau mungkin ada orang yang di curigai oleh anggota kita"
"maaf pak kami belum. menemukan pelakunya dan barang bukti di TKP juga tidak ada pak jadi kami kesulitan untuk mencari tersangka dalam kasus ini pak" aku paham dengan apa yang pak Wisnu jelaskan karna memang kasus pembunuhan beberapa gadis ini sepertinya memang di lakukan oleh orang yang sudah sangat profesional karna tidak di temukan ya barang bukti di TKP.
"untuk identitas korban apa semua sudah jelas"
"begini pak dari semua korban yang berjumlah 4 orang kesemuanya merupakan anak yang sebatang kara dan menurut informasi mereka juga tidak punya keluarga"
bagaimana bisa seperti itu,ini seperti sudah di rencanakan karna korban pertama rupanya masih memiliki keluarga yang merupakan tetangga di kampung ku..
"pak Wisnu tolong bawa semua berkas korban karna saya curiga pembunuh dari 4 korban adalah orang yang sama"
"baik pak saya akan siapkan"pak Wisnu pun memberi hormat dan segera pergi menyiapkan berkas yang aku minta.,tak butuh waktu lama pak Wisnu pun sudah kembali ke ruangan ku menyerahkan berkas berkas yang aku butuhkan
"ini berkas 4 korban itu pak"
aku membaca dengan teliti semua berkas korban pembunuhan yang terjadi di kotaku
"pak Wisnu semua korban merupakan gadis dengan kisaran umur 22 sampai 23 tahun dan semuanya merupakan mahasiswi di kampus terkenal di kota ini"
"benar pak dan hampir semua korban di bunuh dengan cara yang sama pak"