Alana Apriliana Purnama, seorang bad girl, pembuat onar, tingkah nya bikin orang geleng-geleng kepala, tak disangka ia meninggal karena ketabrak mobil.
Bukannya sang arwah menunggu dua malaikat eh ia malah masuk ke tubuh Alina si gadis pembuly.
- - -
Alana memiliki keluarga yang begitu harmonis, ia memiliki dua kakak yang selalu menyayanginya. Ia manja terhadap keluarganya, namun di balik sifat manja ia adalah leader mafia.
- - -
Alina memiliki keluarga yang lengkap, namun ia tak merasakan kehangatan kasih sayang seorang kakak. Setiap harinya ia selalu di fitnah, di pukul, di tampar, dan di hina oleh kakak nya maupun temen kakaknya. Ia memiliki ibu, ayah, dan adiknya yang membelanya. Dua kakaknya? Malah mereka membenci nya dan lebih mempercayai orang luar.
- - -
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anita_az, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AoA 10
Malam ini, Alana akan membuat kejutan kepada kedua orangtuanya. Ia akan menceritakan semua yang terjadi pada dirinya.
Alana senyam-senyum sendiri, ia tidak sadar jika Twins V sudah berada di ambang pintu.
"Ekhm," dehem Varo menyadarkan Alana.
"Eh, kakak sudah ada disini?" Tanya Alana dengan muka polos.
"Belum, dek. Kakak masih ada di kamar." Jawab Varo ketus.
"Hehe," cengir Alana.
"Yaudah yuk turun, mamah sama papah sudah ada di ruang makan," ajak Vero menggandeng tubuh Alana.
Mereka keluar dari kamar menuju ke ruang makan.
Tap
Tap
Tap
Zahra dan Zeni (nama orangtua Alana) yang berada di meja makan menatap lekat gadis yang berada di gandengan twins V.
Mereka terkejut bahwa ada seorang gadis di rumahnya.
"Malam, Mah, Pah." Sapa Varo.
"Malam," jawab mereka.
Otak mereka bertanya-tanya, siapakah gadis itu? Mengapa dia ada di rumahku? Apa dia pacar salah satu dari mereka? Karna otaknya tidak mencerna, lebih baik mereka menanyakan saja pada orangnya langsung.
Twins V dan Alana duduk di meja makan.
"Mah, Pah, pasti kalian bertanya-tanya siapakah gadis ini?" Tebak Varo. Mamah sama Papah menganggukkan kepalanya.
"Kita omongkan ini di ruang keluarga, sekarang kita makan dulu." Ucap sang kepala keluarga.
"Ayok nak, mau makan apa?" Tanya Mamah Zahra kepada Alana.
"Goreng kangkung sama ayam," jawab Alana.
"Ini nak, di makan ya." Ucap Mamah Zahra menyerahkan
Acara makan di mulai.
Zahra terus menatap Alana. "Cara makannya sama kayak anak gw, makanan kesukaan pun sama, apa dia mafia ya seperti anak gw," batin Zahra melamun.
"Mah," panggil Zeni menyadarkan Zahra.
"Ah, iya Pah kenapa?" Kaget Zahra.
"Itu di makan jangan melamun terus," ucap Zeni.
"Hmm, iya." Ucap Zahra.
Acara makan telah berakhir, mereka mengumpul di ruang keluarga.
"Siapa kamu, nak?" Tanya Zahra memulai obrolan.
"Alana,"
"What? Nama panjangnya?" Tanya Zahra semakin penasaran.
"Alana Apriliana Purnama." Jawabnya.
"Really? Apa buktinya?" Tanya Zeni dingin.
"Hugh," helaan nafas keluar dari mulut Alana.
"Alana akan buka rahasia kalian di depan kakak twins," ucap Alana. Membuat Zahra dan Zeni mengkerutkan keningnya.
"Pertama Papah. Aku pernah mergokin Papah di kamar berduaan sama Mamah, di situ aku akan menanyakan sesuatu kepada Mamah, eh aku malah melihat Mamah dan Papah sedang anu." Ucap Alana. Zeni yang mendengar itu sudah berkeringat dingin, sial kenapa waktu itu aku tidak menyadarinya, pikirnya.
"Kedua Mamah. Aku hampir di coret dari KK gara-gara aku membakar belati kesayangan Mamah, untung ada grandpa yang membantu aku. Jadi aku selamat karna bantuan, grandpa. Ah jadi ke inget grandpa deh, dimana ya sekarang?" Alina meringis menceritakan tentang kejadian dulu, dimana ia hampir di coret dari KK.
Zahra kaget dengan penuturan Alana barusan, apa katanya, dia akan di keluarkan dari KK? Padahal itu Zahra sedang memberikan pelajaran untuk Alana, karena sudah membakar benda kesayangannya.
"Alana, anak mamah," lirih Zahra memeluk Alana dengan erat. Begitu juga dengan Zeni, dia memeluk Alana.
"Hiks... Mamah kangen banget sama kamu, walaupun kamu nakal nya gak ketulungan, tapi kamu tetep kesayangan Mamah." Isak Zahra.
"Kalo aku gak nakal berarti aku bukan Alana milik kalian, dong," kelakar Alana melepaskan pelukannya.
"Bisa aja kamu," Zahra menyentil kening Alina.
"Aduh, Mah. Sakit," ringis Alana mengusap keningnya.
"Ouh, kamu kok bisa ada di tubuh gadis ini, bagaimana ceritanya?" Bingung Zahra.
"Iya sayang, bukannya masuk surga eh ini malah masuk ke tubuh gadis yang usianya beda satu tahu dengan, kamu." Ujar Zeni.
"Hooh Pah, kirain Alana masuk surga," timpal Varo.
"Kalo Alana masuk neraka, gimana?" Sendu Alana.
"Mamah akan berdoa terus sampai kamu masuk surga, Lan." Sahut Zahra.
"Nah begini kalo ngumpul, pasti ada aja bahan penistaannya." Batin Alana memijat kepalanya.
"Ekhm, diam." Ujar Vero.
"Jelaskan!." Serunya.
"Jadi, gini ceritanya." Alana menarik napas.
"Di saat Alana tertabrak mobil, Lana sudah berada di suatu tempat yang sangat bagus, di tempat itu ada dua cahaya, di saat akan masuk ke cahaya sebelah kiri ada yang memberhentikan Lana secara tiba-tiba, dia menarik tangan Alana. Terus Alana di ajak ngobrol sama dia, dan dia meminta Alana menyelesaikan masalah yang terjadi padanya. Masalah nya itu kedua kakaknya membenci dia, dan selalu main fisik sama dia, karna hasutan dari seorang gadis bernama Sila. Alana juga kaget, kenapa mereka lebih percaya sama orang luar daripada adik kandung sendiri." Jelas Alina panjang lebar.
"Ouh, gitu ceritanya." Angguk mereka.
"Jadi, kamu bertranformasi, dek." Sahut Varo.
"Transmigrasi dodol bukan tranformasi," ucap Zahra meringis dengan kelakuan sang anak. Kenapa ia bisa melahirkan modelan seperti ini? Pikirnya.
"Itu maksudnya, Mah," ucap Varo.
"Kasihan banget dia, kenapa bisa mempunyai kakak seperti itu," ucap Zeni.
"Hooh, untung Vero dan Varo tidak seperti itu, kalo beneran seperti itu udah Mamah hajar," timpal Zahra.
Vero dan Varo sontak membulatkan matanya.
"Mana mungkin, Alana itu cahaya kita." Serempak twins V.
Alana terharu, ia beruntung memiliki keluarga yang lengkap dan sayang kepadanya. "Aahh, sayang deh," Alana memeluk twins V.
"Kamu sudah memulai rencananya, sayang?" Tanya Zeni.
"Sudah." Alina tersenyum miring.
"Duh, dek. Jangan senyum kayak gitu deh," takut Varo.
"Hmm."
"Gadis itu siapa, namanya?" Tanya Zahra.
"Alina Apriliana Alexandra." Jawab Alana.
"Namanya persis kaya kamu." Ujar Zahra.
"Ouh iya Mah, tubuh Alina tolong jaga ya, jangan di suntik mati, entar berabe kalo masalah udah selesai Alana gak bisa balik ketubuh asli." Ucapnya.
"Suntik mati? Kamu kok bisa tahu?" Tanya Zahra bingung.
"Di kasih tahu sama Alina, dia selalu memberikan informasi terkait dirinya dan aku." Jawab Alana.
"Ouh," angguk Zahra.
"Yaudah sekarang tidur, sudah malam ini." Ucap Zeni.
"Baik, Pah." Jawab mereka.
"Good night, all." Ucap Alana.
"Night."
"Lan, kakak tidur bareng kamu, ya?" Pinta Vero melas.
"Iya, kak." Jawab Alana.
"Kakak juga dong," sahut Varo tidak mau kalah.
Mereka menaiki tangga dan masuk ke dalam kamar, sebelum tidur tidak lupa mereka menggosok giginya.
"Nice dream, swetty." Ucap Vero mencium kening Alana.
"Sweet dreams, dear." Ucap Varo mencium kening Alana.
"Too," ucap Alana mulai terlelap.
•
•
•
TBC
LIKE AND FOLLOW
MAMPIR TERUS YUK KE CERITA SAYA!
S E E Y O U O R A N G B A I K 🦋