NovelToon NovelToon
Ruang Rindu Untuk Ayana

Ruang Rindu Untuk Ayana

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Cintamanis / Mafia / Tamat
Popularitas:121.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sindya

Ayana yang baru turun dari pesawat komersil, di bandara kota paris perancis ingin mengambil kopernya di bagasi, ruang kedatangan.


Karena kecerobohannya yang tidak melihat dulu negara asalnya, ia malah salah mengambil koper milik salah seorang penumpang yang bukan berasal dari negara yang sama dengannya.



Dengan polosnya gadis ini membawa koper itu naik taksi menuju hotel yang sudah dipesannya terlebih dahulu, hingga akhirnya ia dijebak oleh seorang sopir taksi yang ingin merampoknya.




Kopernya di ambil dan ia di turunkan di tengah jalan dengan alasan taksi itu mogok, ketika ia turun taksi itu membawa kabur koper miliknya, dengan kesal ia memaki sopir taksi itu yang sudah menghilang entah ke mana.



Di hotel ia mencari nomor telepon pangkalan taksi itu yang selalu mangkal. Sebelum ia menghubungi nomor pemilik taksi itu, ia kedatangan dua orang lelaki bertubuh besar, karena tidak mengetahui kedatangan dua lelaki itu, ia membuka pintu kamarnya dan seketika mulutnya dibekap dengan kain yang sudah dicampurkan obat bius, ia pun pingsan dan dibawah ke pemimpin mafia untuk menanyakan keberadaan koper milik ketua mafia yang telah dibawanya.



"Bagaimana keadaan Ayana setelah berada di istana mafia itu yang memperlakukan dirinya seperti mata-mata?



"Apakah cinta keduanya tumbuh setelah koper milik mafia itu telah di temukan kembali?"



"Bagaimana nasib Ayana selanjutnya setelah bebas dari cengkraman lelaki mafia itu?



Yuk! ikutin terus kisah Ayana yang harus menebus koper itu dengan kesuciannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sindya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11. PART 11

Ayana memeriksa semua sudut ruang yang ada di dalam kamar apartemennya yang dihadiahi oleh kekasihnya. Tempat yang ingin ia datangi pertama adalah kamar utama, yang pastinya ia akan lebih banyak menghabiskan waktunya di kamar itu.

Konsep dari apartemen ini sendiri adalah kombinasi klasik dan modern dengan desain dutch colonial.

Di kamar utamanya tersedia juga walk in closet, kamar mandi yang juga tidak kalah mewahnya dan balkon yang mengarah ke view taman kota Jakarta untuk memanjakan mata pada pemilik apartemennya.

Sebelum menjelajahi ruangan lainnya, Ayana merebahkan tubuhnya dan menyalakan lagi ponselnya yang tadi sempat ia matikan. Ia ingin menghubungi James untuk mengucapkan rasa terima kasihnya pada kekasihnya itu.

Tidak lama kemudian, panggilan teleponnya terjawab oleh james. Ayana berbinar-binar mendengar lagi suara khas milik James yang sangat ia rindukan itu.

"Hallo sayang!"

Apakah kamu suka dengan apa yang kamu dapatkan dariku?" Tanya James terlebih dahulu sebelum Ayana memulai pembicaraan.

"James, ini terlalu mewah untukku sayang."

"Kamu pantas mendapatkannya sayang, karena sekarang kamu adalah nyonya James. Aku tidak ingin kekasihku mengalami kekurangan apapun dalam hidupnya. Sudah saatnya kamu harus menikmati kemewahan itu semua." Ucap James yang terdengar puas bisa memberikan yang terbaik untuk Ayana.

"Bagaimana caraku menjelaskan kepada rekan kerjaku jika mereka mengetahui tempat tinggal baruku, James?"

"Jangan pernah peduli dengan pendapat mereka. Apakah aku yang harus menjelaskan semuanya kepada mereka tentang apa yang kamu dapatkan dariku?" Tanya James.

"Oh, tidak James!" Jangan lakukan itu!" Baiklah aku akan menutup mulutku dan tidak akan ambil pusing dengan pendapat mereka tentang aku. Terimakasih untuk semuanya James, aku sangat bahagia atas perhatianmu padaku.

Ku harap, kita bisa bertemu lagi setelah kakimu tidak sakit lagi." Ucap Ayana.

"Berarti kamu harus bersiap-siap saat aku sembuh nanti, karena aku tidak akan melepaskanmu sayang, aku akan melampiaskan rasa rinduku yang saat ini sudah mulai menyiksaku." Ujar James diselingi cekikikan kecil dalam ucapannya.

"Kau ini, selalu saja itu yang ada di dalam otakmu, apakah tidak ada hal lain, selain itu yang kamu bahas." Gerutu Ayana pada kekasihnya yang selalu berpikiran mesum pada dirinya.

"Sekarang kamu istirahat saja ya sayang, tapi kamu harus sarapan dulu sesuai dengan makanan kesukaan kamu." Ucap James mengakhiri pembicaraan mereka di telepon.

"Semoga kamu selamat kembali ke Paris Perancis." Ujar Ayana lalu memberikan ciuman jarak jauh untuk kekasihnya itu.

Keduanya mematikan sambungan telepon mereka. Ayana segera menggantikan bajunya dan bersiap untuk mencari makanan sarapan favoritnya yaitu nasi uduk.

Dengan penampilan yang sangat sederhana, ia pun mengendarai mobilnya menuju kawasan kuliner pagi yang menyediakan berbagai menu sarapan pagi.

Ayana duduk di salah satu kedai makanan yang sudah menjadi langganannya. Iapun menikmati nasi uduk yang sudah dua Minggu ini tidak ia cicipi selama berada di Paris Perancis.

Puas menikmati nasi uduk, Ayana membuka dompetnya untuk membayar harga nasi uduk dan teh manis miliknya.

Ada yang menarik perhatiannya Ayana ketika membuka dompet itu ternyata di dalam dompet itu terdapat black card yang bukan miliknya. Ayana mengambil black card itu yang di baliknya tertulis nomor pin di atas kertas yang di tempel di black card itu.

"James, sebegitu sayang kah, kamu padaku?" Hingga aku harus mendapatkan semua kemewahan ini?" Gumamnya dalam hati.

Ayana memasukkan lagi kartu tersebut dan mengambil uang lima puluh ribu untuk membayar nasi uduk ke kasir.

Ayana menjalankan lagi mobilnya dan berhenti di salah satu taman kota yang tidak jauh dari apartemen miliknya.

Iapun menghubungi James untuk menanyakannya perihal black card yang terselip di dalam dompetnya. Beberapa kali melakukan panggilan, namun nomor kontak James berada di luar jangkauan.

"Ya Tuhan, aku hampir lupa kalau saat ini, ia sedang melakukan penerbangan kembali ke Paris Perancis." Ayana bermonolog.

Gadis ini meneruskan lagi perjalanannya menuju apartemen dengan mobil mewah yang ia miliki.

🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Masa cuti Ayana telah berakhir. Gadis itu kembali lagi ke aktivitasnya sebagai seorang dokter umum. Kedatangannya di sambut hangat oleh para rekan kerjanya sesama dokter.

"Selamat pagi Ayana, apa kabar!" Bagaimana dengan liburannya?" Tanya dokter Lidya.

"Tentunya menyenangkan." Ucap dokter Ayana yang sudah mengganti baju medisnya siap melakukan visit ke kamar inap pasien.

"Eh, gimana dengan bule di sana, apakah kamu berkenalan dengan salah satu dari mereka?" Pastinya mereka naksir kamu deh Ayana karena kamu sangat cantik." Ucap Butet yang ingin mendengar kisah perjalanan liburan Ayana selama di Paris Perancis.

Ayana tersenyum malu, namun gadis ini tidak ingin mengumbar cerita liburannya yang penuh dengan sejuta kenangan, entah itu menyakitkan awalnya maupun endingnya begitu membahagiakan sekaligus menyedihkan karena harus berpisah dengan sosok James yang saat ini masih ia rindukan.

"Aku punya oleh-oleh untuk kalian," Ucap Ayana seraya menyerahkan paper bag pada teman-temannya yang sudah tercantum nama mereka masing-masing.

Di dalam situ sudah ada tas, jam tangan, sepatu dan beberapa perhiasan mahal yang sudah disiapkan oleh anak buah James untuk teman-teman Ayana.

"Ayana, bukankah ini sangat mahal sayang," ujar Lidya yang hampir pingsan melihat jam tangan mewah yang dikenakannya saat ini.

"Anggap saja aku memang lotre saat ini dan bisa memanjakan kalian dengan oleh-oleh dari Paris Perancis." Ujar Ayana sembari membuka pintu ruang kerjanya menuju kamar pasien.

Lima orang temannya nampak termangu memegang barang-barang mewah dari Ayana.

"Apakah benar ia mendapatkan keuntungan dari menang lotre atau mendapatkan lelaki tajir." Ujar Butet sambil menepuk jidatnya.

"Sudahlah, apa pun yang diberikannya, harus kita syukuri karena ia sudah berbaik hati membelanjakan uangnya demi menyenangkan hati kita." Ucap Eny lalu menyimpan hadiahnya di dalam loker miliknya.

"Dari pada ku kenakan jam mewah ini, lebih baik aku jual buat aku bisa beli rumah dan mobil lalu sisanya akan ku kirim Mak aku di kampung." Ujar Butet yang merasa sangat sayang memakai jam mahal sedangkan kehidupannya sendiri belum layak untuk menggunakan barang-barang branded yang ia dapatkan secara cuma-cuma dari Ayana.

Lain halnya dengan Butet, Lidya nampak bangga memakai barang-barang mewah tersebut karena kehidupan pribadinya sudah terbiasa dengan barang branded karena ia sendiri anak dari orang berada.

Sementara James yang sudah berada di kota Paris Perancis, nampak sedih ketika berbaring di ranjang miliknya tanpa ada sosok cantik Ayana di sampingnya.

Karena perbedaan waktu antara Jakarta dan Indonesia cukup jauh, membuat ia sulit menghubungi lagi gadisnya.

"Ya Tuhan, kenapa aku sangat merindukanmu Ayana?" Gumam James sambil menatap wajah cantik Ayana dalam galeri ponsel miliknya.

1
Anik
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Masiah Cia
nikahi Ayana James
Arie Chrisdiana
kok gitu ya msh jd istri org tp berduaan di dlm apartemen, ya lumrah aja klau suami marah dan semua org pasti punya pikiran macam2
Joko Subaim
q suka ceritanya bagus thor
Realme Baru
gimana suami tidak cemburu orang suami ga ada tapi terima tamu laki laki di apartemen malam" siapa saja pasti punya pikiran macam macam
Kadek Bella
tetep semangat
Labuh Ardianto
semangat thor buat up an selanjutnya
Mata Diam
cerita ini lebih lucu dibanding yg lain
Rosdiana Diana: maksudnya apa ya
total 1 replies
Zella Aska
ngarep si nathan
sharing_genes
Beberapa bab ini makin bikin kepo, lanjut dong!
Rosdiana Diana: Ok, siap
total 1 replies
Zella Aska
lanjut
Rosdiana Diana
Hai semuanya mohon like dan komennya ya
Zella Aska
keren
Nurbiah Abidinsyah
💪💪💪
YuWie
mulai baca ini..baru nemu, semoga menarik 😀😃
Rosdiana Diana: Thanks ya 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!