NovelToon NovelToon
Lets Not Fall In Love

Lets Not Fall In Love

Status: tamat
Genre:Mafia / Romansa / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Mata-mata/Agen / Tamat
Popularitas:250.5k
Nilai: 5
Nama Author: sayang aku ga?

Mohon maaf, karya sedang dalam revisi agar semakin lebih baik.

--------------------

SINOPSIS :
Hanssel Adamson merupakan pria casanovo yang awalnya tidak menyukai sekertaris kunonya yang menyebalkan. Siapa sangka dia justru mendadak bucin pada Karennina yang ternyata sudah memiliki putra dari pernikahan sebelumnya yang telah gagal.

Siapa yang tahu ternyata Karennina merupakan wanita yang berasal dari keluarga ternama negeri tetangga. Demi menyelesaikan misinya dia menyamar sedemikian rupa untuk menutupi status sosial serta keterlibatannya dalam jaringan hitam.

Yuks kepoin kisah mereka!!!

---------
Please give me some appreciation, don't forget to smash Like, comment, vote, gift and love! Saranghae ♡

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sayang aku ga?, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11 - Luka yang Dirindukan

Di dalam ruangan yang digunakan untuk pertemuan pembahasan bisnis itu, Hanssel ditemani Nina dan beberapa kandidat dari berbagai perusahaan yang bersaing untuk merebut tender besar dari perusahaan terbesar kedua di Negara S.

Pulau N adalah pulau buatan yang digagas oleh E.T sebagai destinasi pariwisata unggulan, dengan tujuan menarik wisatawan domestik dan mancanegara. Proyek yang tengah dilelang kali ini adalah pengembangan beberapa resort eksklusif di titik-titik strategis Pulau N. Dengan sengaja, Nina memilih duduk berhadapan langsung dengan Erick Shin, yang datang bersama sekretaris sekaligus istri barunya—Soraya, perempuan yang telah menjadi duri dalam kehancuran rumah tangga Nina.

Hanssel membiarkan Nina menjalankan rencananya tanpa interupsi. Selama ini, ia tidak pernah meragukan naluri dan perhitungan sekretarisnya itu. Informasi yang dimiliki Nina seringkali begitu akurat, hingga membuat Hanssel curiga wanita itu punya akses rahasia sekelas interpol.

Karena penyamaran Nina hari itu, kedua ular berbisa di depannya tidak menyadari siapa yang mereka hadapi. Ketika Tuan Mahessa dan asisten khususnya memasuki ruangan, suasana langsung berubah menjadi hening dan penuh konsentrasi. Nina mengamati sekitar dengan tenang, kemudian tersenyum hangat kepada salah satu peserta wanita berparas cantik yang duduk tak jauh darinya. Wanita itu—Nona Luna—membalas senyumannya dengan ramah.

"Memang benar, Nona Luna sangat cantik dan humble... Aku tidak memiliki ide lain untuk meloloskan Adamson mendapatkan proyek ini," batin Nina.

Hanssel yang memperhatikan dari samping hanya bisa mengernyit, mencoba menebak-nebak apa yang tengah direncanakan sekretaris kunonya itu. "Kenapa dia hanya menatap peserta dari Lunarian seperti itu? Apa yang dia pikirkan sebenarnya?" gumamnya dalam hati.

Asisten khusus dari E.T membuka rapat tanpa membuang waktu. Sebuah prototipe kerja ditampilkan di layar dan dijelaskan secara rinci dan lugas. Tiga jam berlalu dalam diskusi intensif, hingga akhirnya diputuskan bahwa perusahaan Lunarian berhasil memenangkan tender besar tersebut.

"Hmmp..." Hanssel mendengus kesal. Ia memang tidak menaruh harapan besar sejak awal, namun tetap saja kegagalan itu terasa menjengkelkan. Terlebih, keikutsertaannya kali ini lebih karena ingin mengerjai Nina di Bali.

Saat mereka mulai merapikan berkas presentasi, Nina menatap Hanssel sekilas dan bertanya, "Kenapa Anda tampak sangat kecewa?"

Hanssel hanya diam, sementara Nina melanjutkan dengan tenang, "Anda tentu tahu bahwa Lunarian memiliki prototipe terbaik di antara semua peserta. Bahkan mereka sudah memprediksi bahwa Pulau N akan dikembangkan seperti Little Uni Emirates atau dikenal sebagai Little Dubai in Asia."

Nada suaranya datar, tapi mengandung keyakinan kuat. Seolah dia tahu bahwa kekalahan mereka hari ini bukan akhir dari segalanya.

"Aku tahu hanya saja aku tidak tahu bahwa itu akan diubah seperti Dubai!!" rutuk Hanssel dengan nada kecewa yang dalam.

"Mengeluh dan kecewa tidak ada gunanya. Ayo kita dekati Nona Luna. Aku akan mencarikan Adamson proyek tender lain!" sahut Nina mantap.

"W-H-A-T?!" Hanssel melongo. Sekali lagi, dia tak mampu memprediksi jalan pikiran sekertaris jeniusnya.

Tanpa menunggu persetujuan, Nina menarik lengan Hanssel dan berjalan cepat menghampiri Luna sebelum wanita itu benar-benar pergi.

"Nona! Permisi, Nona Luna!" seru Nina setengah berteriak. Luna yang sudah dikelilingi oleh beberapa bodyguard langsung menoleh.

"Oh iya?" jawab Luna ramah, senyum manisnya langsung menyapa Nina.

"Perkenalkan, saya sekretaris dari Adamson Group." ujar Nina sembari mengulurkan tangan.

"Panggil saja saya Luna," balas Luna sambil menjabat tangan Nina dengan hangat.

Sial, dia nggak jijik sama sekali sama tampilan gue yang begini. Memang ya, kalau orang pinter itu beda kelasnya. Lihat aja si Soraya tadi hampir muntah liat gue. Tapi Luna? Elegan, cantik, pintar, ramah... pantes aja pria nomor dua di Negara S tergila-gila sama dia. Gue kapan ya bisa digilai pria sempurna kayak dia? batin Nina sambil tetap tersenyum sopan.

"Maaf kalau saya lancang, Nona. Tapi beberapa waktu lalu saya mendengar bahwa Lunarian tengah mencari supplier untuk pembangunan hotel terbesar yang akan dibangun di Kota B dalam waktu dekat?"

Luna tampak sedikit terkejut namun tetap tenang. "Oh ya... sejujurnya proyek itu belum dimulai, tapi kamu boleh mencobanya."

"Sandra," panggilnya. Asistennya yang tampak profesional segera mendekat tanpa perlu penjelasan lebih.

"Perkenalkan, saya Sandra. Kamu bisa menghubungi kami lewat email ini," ucapnya sambil menyerahkan kartu nama. "Kirimkan portofolio perusahaan kalian langsung."

Nina menerima kartu nama itu dengan penuh hormat. Ia membungkuk beberapa kali sebagai tanda terima kasih, lalu mereka berpisah dengan arah yang berlawanan.

Hanssel yang sedari tadi mengikuti hanya bisa bertanya dengan nada penasaran, "Apa yang kamu bicarakan tadi?"

"Proyek pengganti gagalnya tender hari ini," jawab Nina dengan senyum mengembang, lalu melangkah pergi.

"Hei! Tunggu dulu!" seru Hanssel, segera mengejar.

"Hari ini sudah cukup, bukan? Aku telah menjadwalkan kepulangan Anda malam nanti," ujar Nina tanpa menoleh.

"Tapi kita bisa berlibur sebentar, loh!" ajak Hanssel antusias.

Langkah Nina terhenti. Ia berbalik dengan sorot mata serius meski tersembunyi di balik kacamata tebalnya.

"Aku sudah selesai. Jika Anda ingin berlibur, silakan saja. Beritahu aku jika ingin mengubah jadwal penerbangan, agar bisa segera aku ajukan tiket barunya."

Hanssel menatapnya lekat. "Aku mengajakmu, Nina."

"Aku sedang ada urusan penting. Aku harap Anda tidak lagi berbuat onar... atau melewati batas kesabaranku!"

"Memangnya aku melakukan apa?" gumam Hanssel bingung, matanya bergerak tak tentu arah.

Nina mendengus kesal. "Beruntung aku tidak mempermasalahkan dan meributkan kejadian semalam..."

Ia menarik napas panjang. "Aku sudah menyuruh Farell untuk datang menemui Anda mulai sekarang. Seharusnya dia sudah mendarat dan menuju ke hotel."

Dengan langkah tegas, Nina pergi begitu saja, meninggalkan Hanssel yang masih berdiri terpaku.

"Kau terus menolakku, Nina?!" teriak Hanssel pelan.

"Hah!!"

Hanssel tengah kesal dan berkacak pinggang. "Kamu semakin angkuh ya!! Aku tidak ingin tahu lagi tentangmu!!"

Hanssel berbelok arah, dia tidak ingin lagi mengurusi wanita sombong itu. Dia kini berpikir bahwa Nina sudah sangat membuatnya kesal seolah dirinya sangat menggilai Nina dan tengah mengejarnya dengan sepenuh hati.

HIH!! Mimpi kau Nina... Kau akan menyesal karena sudah menyia-nyiakan kesempatan ini!

Hanssel melangkah cepat ke kamarnya. Begitu pintu tertutup, dia melempar jasnya sembarangan ke sofa, meremas kunci kamar dengan geram di tangannya.

"Sialan... kenapa harus dia sih yang terus-terusan muncul di kepalaku?!"

Dia duduk di tepi ranjang, menarik napas panjang lalu menghembuskannya kasar. Aroma lemon tea dan parfum Nina masih samar tertinggal di ingatannya. Semakin dia mencoba melupakan, semakin kuat bayang Nina menempel di benaknya.

***

Nina segera menghapus makeup tebal jeleknya. Di cermin, pantulan wajah Karennina yang sebenarnya kembali muncul. Sorot matanya tegas, meski menyimpan luka. Dia kembali menjadi dirinya, seorang wanita tangguh yang menyimpan rindu dan dendam di waktu bersamaan.

Tiba-tiba ponselnya berdering. Nina menyambar cepat dan menjawabnya.

"Halo Rangga, kamu di mana?"

"Aku tengah bersama dengan keluarga Shin. Apa kamu mau bertemu Jimmy-mu saat ini juga?"

DEG!!!

Darahnya seakan berhenti mengalir. Dunia Nina seolah runtuh dalam sekejap. Ponselnya terlepas dari genggamannya dan jatuh ke lantai. Nafasnya memburu. Sudah dua tahun, dua tahun penuh penyiksaan batin, dia tidak melihat putranya. Sejak perceraiannya dengan Erick, keluarga besar Shin menutup semua akses. Mereka memperlakukan Jimmy sebagai alat tawar-menawar, memaksa Nina menyerahkan haknya atas perusahaan. Meski semua telah dirampas, Jimmy tak kunjung dikembalikan.

"Karen... Karennina... Are you okay?!" Suara Rangga memanggil dari ponsel yang masih menyala di lantai.

Dengan tangan gemetar, Nina mengambil ponsel itu dan menempelkannya ke telinga.

"Iya... Share location. Aku akan kesana secepatnya."

Dua puluh menit kemudian, Karennina telah berubah. Penampilannya anggun, cantik, memukau. Seorang wanita kuat yang siap memperjuangkan darah dagingnya. Di salah satu lorong hotel, dia tanpa sadar berpapasan dengan Hanssel.

"Nina..." lirih Hanssel, tercekat melihat sosok berbeda yang kini berjalan melewatinya tanpa sepatah kata.

"Huh! Bodo amat, cewek cantik mana pun aku bisa dapatkan. Si nenek lampir itu sok jual mahal!!!" rutuknya, masih dengan kesal yang memuncak.

Tak lama kemudian...

"Nina...."

Suara Erick membuyarkan langkahnya. Tatapan pria itu menatap Nina dengan binar yang tak bisa disembunyikan, yaitu kerinduan. Namun bagi Nina, itu tak lebih dari topeng.

"Maaf aku terlambat..." ucap Nina datar namun berwibawa, matanya menyapu seluruh ruangan sampai pada sosok mungil yang berdiri tak jauh.

"HEH! UNTUK APA KAMU DATANG KEMBALI LAGI KEMARI HAH?!"

Soraya tiba-tiba menyembur dengan suara nyaring penuh kebencian.

"Kau lihat Jimmy, dia adalah ibu kandungmu... Namun selama ini dia pergi bersenang-senang tanpa ingin membawamu!!!"

Kata-kata Soraya tajam seperti pisau yang menghujam hati Nina. Lidah ular itu tak hanya berani berbohong, tapi juga merampas satu-satunya hal yang masih membuat Nina bertahan: cinta seorang ibu.

Mata Nina berkaca-kaca, namun sebelum air mata itu jatuh, Rangga sudah melangkah maju dan merangkul bahunya.

"Cukup, Bu Soraya. Kami ke sini bukan untuk mendengar fitnah, tapi untuk mempertemukan seorang ibu dengan anaknya. Itu saja."

Jimmy menatap Nina ragu-ragu, namun di mata anak kecil itu ada sesuatu yang hidup kembali. Seakan jiwanya tahu... bahwa wanita di depannya adalah rumah.

"Jimmy... Ibu rindu sekali..."

Nina menunduk, menahan air mata yang kini tak tertahan lagi jatuh membasahi pipinya.

Bersambung…

1
Aunty
bru mulai baca ni kak
Sayang Aku Gak?: Terima kasih sudah mampir di cerita receh othor kak 🥰🥰🥰

jangan lupa mampir di karya lainnya...
Ada Gadis Kecil milik Mr. Mafia, ini tentang Farah dan Keenan yang gak kalah seruuu 🥰😬
total 1 replies
Wina Rti
seru bagus ceritanya
Sayang Aku Gak?: Terima kasih kak sudah mampir 🙏🌹🌹
total 1 replies
Toko john 125
😭😭😭 so sweet,, tisyu mana....???? 😭😭😭😭
Toko john 125
Keenan emang tiada tanding, tiada banding, bikin merinding 😁😁😁
Toko john 125: akoh donk 🤭🤭
total 2 replies
Toko john 125
biarin aja napa klo mirip namanya juga keluarga, yg penting jangan cengos kaya Keenan 🤭🤭🤭
Toko john 125: 🤣🤣🤣 ini cerita bikin ampun DJ Semakin lama semakin seru 👍👍👍🥰🥰
total 2 replies
Toko john 125
mau di sini, mau di sana, di mana2 Keenan emang Jagonya di Jaringan hitam 😎😎😎
Toko john 125: kan enak nya sambil nyanyi 😁🤭
total 2 replies
Toko john 125
hehehe,,, Karen emang HEBAT,, demi kebenaran & keadilan ada ya bini yg jebak lakinya sendiri 😁😁😁
Toko john 125: mantul 👍👍👍🥰🥰
total 2 replies
Toko john 125
seru bangettttttt
Toko john 125
aseeeeek,,, pesta lagi 😁😁😁 pasti bakal dibikin kacau lgi sm duo Kaviandra ini 🤭🤭🤭
Toko john 125: 🤦🏻‍♀️ trouble maker 🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Toko john 125
jadi di sini Farah udah jdi sekertaris pribadi Karen ya,, trus Farah sm Keenan belum.ada kontak Fisik, goood,, Lanjut... 😉😉
Toko john 125: oke,, lanjuuut... 💪💪❤❤
total 2 replies
Toko john 125
🤣🤣🤣🤣🤣🦏🦏🦏
Toko john 125
hohoho,,, tuan Hansel cemburu berat gingkat dewa 😂😂😂😂😂
Toko john 125: gimana atuh da Karen direbutin sm orang2 elite 🤑🤑🤑
total 2 replies
Toko john 125
😂😂😂 mantap,, paling suka nih yg mengacaukan pesta orang 🤭🤭🤭
Toko john 125: e beneran lo kak, di sini Keenan ga jaim 😚😚🥰
total 2 replies
Toko john 125
assseeeekk... 💃💃💃
Toko john 125
hayo mama,, anaknya nakal tuh 😁😁😁
Toko john 125
huuuhhhffft,,, bikin tegang 😱 mudah2an rencana caterina gagal...
Toko john 125: absolutely ❤❤❤🥰
total 2 replies
Toko john 125
itulah yg namanya cinta tak ada logika. Teu kaharti tapi nyata 😔
Toko john 125: rahasiz umum ya 🤣🤣
total 2 replies
Toko john 125
calon bakal babang Jade nih 🥰🥰
Toko john 125: 🤦🏻‍♀️ mungkin karena di dunia novel ga ada bidan 🤣🤣🤣
total 4 replies
Toko john 125
panas,, panas,, panas,, panas,, hati ini 😡
pusing,, pusing,, pusing,, pusing,, kepala ini 🤕
Toko john 125
aaaaaarrrgh,,,, 😍😍😍 akhirnya si ayang kasep ku nongol 😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!