NovelToon NovelToon
Karma Sang Pelakor (Sistem Balas Dendam)

Karma Sang Pelakor (Sistem Balas Dendam)

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi / Sistem
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ucum_alattas

Di saat dunia memilih memihak yang kuat, Seline hadir bersama Sistem Balas Dendam untuk menghukum mereka yang lolos dari hukum.

Ia akan merayu pria yang paling dicintai targetnya, meruntuhkan kepercayaan, mematahkan kesetiaan, lalu membiarkan para pelaku menyaksikan kebahagiaan yang mereka bangun di atas penderitaan orang lain runtuh dengan tangan mereka sendiri.


Ia bukan malaikat. Bukan pula iblis.
Ia adalah keadilan yang gagal diberikan dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ucum_alattas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14

“Hmm, nanti aku akan mampir setelah pulang kantor,” ucap Maxime sambil memeluk Selina dari belakang.

Selina yang terkejut dengan pelukan itu mendongak. Matanya bertemu dengan mata Maxime yang menatapnya lembut. Namun, tangan pria itu memegang ponsel, tampak sedang melakukan percakapan.

Melihat itu, sedikit ide gila mulai muncul. Ia mendekatkan wajahnya ke jakun Maxime, memberikan gigitan lembut di sana, yang membuat Maxime tertegun dan menunduk. Bertemu dengan tatapan maanya yang menggoda.

“Tidak bisa, Ma! Aku masih ada urusan,” ucapnya cepat dan langsung mematikan sambungan telfon.

Selina yang melihat itu terkikik. Namun, saat ia hendak bangkit dn meninggalkan Maxime, ia tak lagi bisa tertawa.

“Max_”

“Mau kabur setelah menggodaku, hmmm,” bisik Maxime dengan tangan melingkari pinggang Selina erat.

Selina menggelengkan kepala. Ia bisa merasakan gairah Maxime yang memuncak itu.

“Max, aku harus berangkat kuliah,” jelasnya dengan serius.

Namun, alih alih mendengarnya. Tangan Maxime malah berkeliaran di sekitar perut Selina. Seolah sedang balik menggoda wanita itu.

“Hmm, lalu kenapa?” tanyanya dengan suara rendah.

Wajah Selina memerah. Terlebih, saat ia merasakan jemari besar Maxime yang menutupi area pribadinya dan menggeseknya dengan gesekan lembut.

“Max, aku bersalah. Kita tidak bisa melakukannya lagi. Jika tidak, aku akan terlambat,” bisiknya panik.

Namun, Maxime sama sekali tak peduli. Tangannya bahkan bergerak jauh lebih intens. Jika tadi hanya mengelusnya, maka kali ini ia mencoba membuka celah. Memaksa kedua kaki itu terbuka sedikit yang langsung dibalas oleh Selina dengan sentakan pelan.

“Max!” kesal Selina yang membuat Maxime tertawa.

“Kenapa? Kau takut? Kenapa saat menggodaku tadi kau tidak takut, hmm.”

Mata Selina berkaca kaca. Ia menatap Maxime dengan tatapan marah. Seolah ingin menangis.

“Ayolah, aku hanya membalas apa yang sudah kau lakukan. Kenapa kau malah menangis?”

“Kau menindasku,” ucap Selina yang benar benar menangis.

Kali ini, alih alih panik. Maxime kembali tertawa. Ia memeluk Selina erat. Melabuhkan beberapa kecupan di kepala wanitanya itu.

“Jangan menangis, tangisanmu malah membuatku ingin melakukan sesuatu yang lebih jauh,” bisiknya yang membuat Selina langsung mendorong Maxime menjauh, dengan mata menatap Maxime penuh kewaspadaan. Seperti kucing yang siap mencakar siapa pun yang ia anggap pengganggu.

“Ayolah, tatapan apa itu, Sayang?”

“Max, jangan mendekat. Kalau tidak ... aku .... aku ....”

“Aku apa, hmm?” goda maxime yang benar benar bahagia melihat Selina seperti ini.

Selina melotot. “Aku akan menggigitmu!”

Maxime kembali tertawa. Kali ini, ia bahkan sampai harus memegang perutnya.

“Oh ya, kalau begitu, gigit aku.”

Selina cemberut. “Kau ... kau benar benar b4jinga.”

Maxime menyeringai. “Oh, apa kau ingin lihat seberapa b4jingannya aku?”

“Max!”

“Karena kau sudah menyebutku b4jingan, maka akan aku buktikan, bagaimana b4jingan ini membuatmu lemas, dan berterik di atas ranjang. Oh, atau kau ingin melakukan di balkon, seperti semalam?”

Selina yang tahu jika ia benar benar tidak akan selamat menelan ludah gugup. Kakinya ingin bergerak mundur, namun, Maxime dengan sigap menangkapnya.

“Max!”

“Ayo sayang, biarkan pria b4jinganmu ini menunjukan apa arti b4jingan sesungguhnya.”

Selina berteriak kesal. Sistem dalam kepalanya juga berteriak.

[“Tuan, anda benar benar menikmati peran anda.”] komentar sistem.

***

“Oh, anak itu, dia benar benar penggila kerja,” ucap mama Maxime setelah Maxime mematikan panggilan secera sepihak.

Helena yang berkunjung dirumah mertuanya secara sengaja hanya bisa tersenyum lembut. Namun, tangannya yang ia sembuyikan di bawah tas kecilnya mengepal erat.

“Helena, bagaimana kalau kita belanja bersama. Sudah lama Mama tidak belanja bersamamu.”

Helena yang mendengar kata belanja sedikit bersemangat. Rasa marahnya saat mengetahui affair antara adik dan suaminya sedikit berkurang.

“Oh, itu bagus. Kebetulan, brand har** sedang mengeluarkan produk baru,” ucap Helena yang membuat mertuanya mengangguk.

“Ya, ayo kita menjadi pembeli pertama. Mama dengar, kali ini hanya ada dua tas dengan gaya itu di negara ini. Kita harus menjadi orang yang mendapatkannya.”

Helene mengangguk. Ia juga mendengar itu. Sebelum ia mengetahui affair antara Maxime dan Selina, ia sudah berencana untuk menjadi pembeli pertama.

“Kita lupakan Maxime dulu. Jika dia akan kembali ke rumah ini setelah pulang kerja, maka kau hanya perlu menunggunya di sini. Kalian juga bisa menginap di sini juga. Mama sudah lama tidak melihat anak nakal itu.”

Helen kembali mengangguk. Kali ini, matanya bahkan berbinar. Ia bahkan yakin, jika mereka menginap di sini, ia bisa memanfaatkan situasi.

Ia tak percaya, ia bisa ikalahkan oleh anak kecil seperti Selina.

Ia yakin, ia bisa mendapatkan Maxime. Jika saat itu datang, maka orang pertama yang akan ia hancurkan adalah Selina.

***

“Maaf, nyonya, produk ini sudah habis.”

Penjelasan dua pelayan itu membuat senyum di wajah Helene membeku. Bukan hanya senyum Helena, tapi juga senyum mertuanya.

“Sudah habis? Apa kau yakin?” tanya mertua Helena dengan wajah dingin.

Pelayan yang tahu jika dua tamu dihadapannya bukan tamu sembarangan menunduk dan mengangguk, membuat wajah mertua Helena dan Helena semakin muram.

“Maaf, Nyonya. Kedua barang ini sudah terjual tepat saat barang ini masuk ke negara ini.”

Mertua Helena yang selama ini belum pernah merasa tersaingi diam diam merasa kesal.

“Siapa yang membelinya? Bisakah kau memberikanku identitas orang itu? Aku akan menghubunginya, dan memberikan uang tiga kali lipat agar dia melepaskan barang itu,” ucap martua Helena arogant.

Helena pun yang memiliki pemikiran yang sama dengan mertuanya itu mengangguk.

“Ya, beri kami informasi pembeli ini. Aku akan menghubunginya.”

Selama menikah dengan Maxime, tidak ada pihak mana pun yang berani melawannya. Jika ia menginginkan sesuatu, bahkan jika orang lain sudah membelinya, mereka akan dengan suka rela menyerahkan barang itu padanya.

Hal ini juga yang membuatnya sangat menghormati statusnya saat ini. Karena itu, saat ia mengetahui jika kemungkinan besar suaminya memiliki hubungan liar dengan adiknya, pemikiran pertamanya bukanlah bercerai, melainkan mendapatkan suaminya kembali, dan menghancurkan Selina.

“Maaf, nyonya. Tapi, pihak yang membeli ini juga bukan orang sembarangan. Kami benar benar tidak berani menyinggungnya. Bagaimana jika saya menunjukan produk lain yang kualitasnya tidak lebih buruk dibanding produk yang anda inginkan,” ucap pelayan itu berusaha tidak menyinggung berbagai pihak.

Namun, penjelasannya hanya membuat wajah Helena pucat, begitu pula dengan mertuanya.

“Sudahlah, Mama kehilangan mood untuk belanja. Ayo kita kembali,” putus mertua Helena yang benar benar marah.

***

Sementara itu, di dalam apartemen, Selina yang baru saja terbangun setelah disiksa oleh Maxime di atas ranjang itu mengupat.

“B4jingan ini,” gerutunya benar benar kesal.

Tubuhnya terasa remuk. Ia benar benar tak menyangka pria yang terlihat dingin akan begitu liar di atas ranjang. Bukan hanya itu. Pria itu juga memiliki banyak metode baru yang benar benar membuatnya kelelahan.

Namun, saat ia baru saja hendak turun dari ranjang, matanya menyipit saat melihat kotak berwarna orange dengan logo brand terkenal.

[“Hadiah untuk wanita tercintaku. Semoga kau menyukainya. Tunggu aku, aku akan segera kembali.”]

Melihat catatan itu, kekesalan yang dirasakan Selina sedikit berkurang. Bahkan, ada senyum tipis disudut bibirnya.

“Yah, setidaknya dia masih punya hati,” gumamnya dengan senang hati mengambil alih kotak itu.

Sistem yang melihat betapa cepatnya perubahan ekspresi tuannya itu sama sekali tak terkejut. Sebeliknya, ia malah memberikan informasi yang membuat mata Selina berubah cerah.

[“Tuan, anda harus tahu. Tas yang diberikan Maxime pada anda adalah tas yang paling diinginkan helen.”]

***

“Oh, anak ini, ternyata dia masih punya hati,” ucap mertua Hlena saat mendapatkan hadiah dari Maxime, berupa tas yang ia incar di toko tadi.

Helena yang melihat tas itu tertegun. Ia tak bisa tersenyum seperti yang dilakukan mertuanya. Sebaliknya, tubuhnya gemetar saat pemikiran liar muncul di otaknya.

“Jika satu tas ini dibeli oleh maxime, apa tas yang satunya juga dibeli pria itu? Lalu, dia berikan kepada siapa tas itu?” tanyanya dalam hati dengan tangan mengepal erat.

1
irena
sedikit banget thor... nanti deh saya simpan dulu episodenya... klo perlu sampai tamat baru saya baca lagi...
irena: iya makanya.. saya tunggu selesai dulu.. habis klo satu bab dibaca.. bikin greget
total 2 replies
irena
sedikit banget thor..
Althoza_$: udah 1000 kata lebih itu KK 🙈
total 1 replies
irena
kapan terbongkar busuknya Helena.. supaya mamanya max semakin menyesal krn sudah memilih Helena..
Althoza_$: besok KK, sabar ya 😄
total 1 replies
irena
saya jadi ga suka thor,. klo ceritanya kayak gini.. si Helena sama mamanya max menang... saya ingin si mama max kapok dan Helena dipermalukan... bukan menang karena disentuh sama max sesuai obsesinya..
Althoza_$: tunggu bab selanjutnya, KK 😄 maaf ya kalau bikin emosi bab ini
total 1 replies
irena
klo sampai si Helena tidur sama max.. berarti Helena menang krn dia memang ingin sekali tidur sama suaminya.. kan itu obsesinya
irena
jangan dong thor.. sampai tidur dengan maxim.. harusnya datangkan saja dokter yg pernah mengoperasi keperawana si Helena.. supaya si max jijik. jng sampai menyentuh Helena.. jadi ga seru dong klo tersentuh sama Helena.. max sudah pernah tidur sama si selena yg gadis..
irena: ok... 💪💪💪
total 2 replies
irena
harus terbongkar sifat pelakor nya dulu Helena.. supaya mamax max tau.. klo Helena sudah dua kali jd pelakor.. dan dia bukan perawan.. tapi sudah operasi
irena
biar ibunya max jijik sama Helena... dan menganggap karma buat helena
irena
bongkar kebusukan Helena.. klo perlu di viralkan.. yg harus tau lebih dulu ibunya max
irena
kenapa ga dibongkar sekalian kelakuan si Helena kalo dia juga pernah jadi pelakor dia kali.. bahkan sengaja jadi pelakor untuk sahabat nya.. klo perlu si max cari tau tentang Helena.. supaya dia bisa semakin membuat Helena tertekan ga bisa melawan
Althoza_$: tunggu part terbongkar nya ya kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!