NovelToon NovelToon
Retaknya Mahkota

Retaknya Mahkota

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cinta Terlarang / Anak Kembar / Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Tamat
Popularitas:163.9k
Nilai: 5
Nama Author: Queen's Suga

Penyesalan memang selalu ada di belakang, Namun pelajaran hidup berada jauh di belakangnya.

Iksia, seorang gadis cantik yang memiliki dua kakak sambung bernama Arzhan dan Fateeh. Kedua kakak yang memiliki paras rupawan juga berpendidikan.

Tidak ada yang bisa mengendalikan perasaan, Iksia jatuh hati pada salah satu kakak sambungnya. Siapa sangka, perasaan Iksia bagaikan gayung bersambut.

Bagaimana kisah cinta mereka selanjutnya? Akankah hubungan mereka direstui? Lalu apakah yang akan terjadi saat keluarga mengetahui siapa ayah dari baby Twins Iksia yang sesungguhnya?

Yuk ikuti kisah Iksia sampai ahir.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen's Suga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

First Love

"Kita sudah sampai."

"Makasih, ya, Kak. Emmm, itu, maaf mobilnya jadi basah."

Arzhan mengangguk.

"Sampai bertemu besok di sekolah, Si." Hilda melambaikan tangan padaku.

"Kak--"

Belum sempat menyelesaikan ucapanku, Arzhan menutup mulutku dengan bibirnya. Jantungku seperti berhenti seketika.

Tidak ada perlawanan dariku. Entahlah, aku hanya tidak memiliki kekuatan untuk bergerak apalagi mendorong tubuh Arzhan yang kekar in.

Wajahku yang semula dingin kini terasa begitu panas, menjalar ke seluruh tubuh.

"Jangan sampai sakit. Itu akan membuatku sengsara," ucap Arzhan setelah melepaskan ciumannya.

"Iya, Kak." Mengatakan dua kata pun terasa sulit dan gemetar.

Sepanjang jalan, tangan Arzhan tidak pernah melepaskan genggaman tangannya. Biar hangat, katanya.

"Panggil pelayan Iksia sekarang. Suruh mereka ke kamarnya," titah Arzhan pada pelayan pribadinya.

Arzhan masih menggenggam tanganku dan membawaku ke kamar. Aku dimintai untu duduk sementara dia pergi mengambilnya handuk dan mulai mengelap kepalaku.

Tidak berapa lama kemudian, Remi datang. Mereka terlihat tergesa-gesa. Bisa aku tahu dari nafas mereka yang ngos-ngosan.

"Siapkan air hangat dan baju gantinya. Aku tunggu di luar."

"Baik, Tuan."

Mereka segera pergi. Yang satu ke kamar mandi dan yang satunya menyiapkan pakaian untukku.

"Aku tunggu di luar, ya." Arzhan mengusap pipiku. Aku mengangguk.

Berendam di air hangat membuatku merasa rileks. Memejamkan mata untuk menikmati suasana. Namun, ingatanku kembali pada kejadian di mobil tadi. Aku menutup bibir dengan tangan, rasanya malu seperti ada yang memperhatikan padahal aku sendiri di sini.

Ada rasa yang berbeda di dalam dada. Aku merasa sangat senang dan bahagia. Senyuman begitu saja terukir di wajahku.

"Kalian keluar saja. Aku berpakaian sendiri."

"Iya, Non."

Saat mereka menutup pintu, aku mendengar suara Arzhan. Mungkin dia sedang memarahi mereka berdua karena tidak melayaniku.

Aku ingin dandan sendiri. Memilih pakaian sendiri.

Aku ingin tampil cantik saat keluar dari kamar.

"Kamu dandan? Mau ada acara?" tanya Arzhan begitu aku keluar dari kamar.

Apa aku berlebihan?

Aku mengerjapkan mata beberapa kali.

"Ya udah, ayo kita makan dulu. Nanti kamu masuk angin."

Astagaaa. Capek loh ini aku dandan, gak dipuji sama sekali. Menyebalkan!

"Kenapa? Kok malah diem. Mau makan di kamar aja?"

Ish! Bener-bener, ya, nih orang!

Aku yang ditinggal, kini berjalan mendahuluinya. Menghentakkan kaki saat berjalan sebagai luapan kemarahan.

"Eh, kalian uda di rumah." Fateeh menyapa saat dia baru saja sampai.

"Widih, cantik banget Lu. Sampe pangling. Tumben banget dandan rapi."

"Usil!"

"Loh, bukan usil. Cuma 'kan emang gak biasanya Lu dandan. Kenapa? Cieee, lagi puber ternyata. Biasanya kalau cewek lagi kasmaran itu suka melakukan hal yang diluar kebiasaannya. Ya kayak Lu gini. Dandan, rapi, wangi."

Plak!

Sebuah pukulan di lengannya aku persembahkan untuk Kakak yang super bawel itu.

"Dek, itu muka jangan cemberut terus napa. Bisa mendadak lari itu ikan ketakutan."

"Mana ada ikan udah digoreng lari lagi. Ngadi-ngadi."

"Ya bisa aja. Takut dia liat muka Lu."

"Udah, ah! Aku udah gak selera makan."

"Fateeh. Ck!" Arzhan menegur Fateeh. Dia ikut berdiri dan mengikutiku ke atas.

"Si, tunggu dulu."

Tidak aku hiraukan panggilan Arzhan. Dia sungguh membuat aku kesal. Berhias agar mendapat pujian darinya, tapi dia sama sekali tidak perduli.

"Si ...." Dia menahan pintu kamar yang hendak aku tutup. Mendorongnya ke dalam hingga dia ikut masuk ke kamar. Lalu pintu dia tutup kembali. Kini, aku dan Arzhan hanya berdua di dalam kamar.

"Ada apa?"

Aku memalingkan wajah pada arah lain dengan tangan dilipat di dada.

"Hei ...." Dia mencoba menarik wajahku dengan lembut agar bisa bertatapan dengannya. Namun, aku kembali memalingkan wajah.

Dia menarik tanganku cukup kuat, dan melingkarkan tanganku ke tubuhnya.

Aku ingin menolak tapi ini terlalu nyaman. Maka aku biarkan seperti apa yang Arzhan inginkan.

"Aku tidak bisa mengatakan hal-hal indah berbentuk pujian. Tapi bagiku, kamu adalah wanita terindah yang pernah aku lihat. Terlepas kamu dandan atau tidak. Aku tetap mencintai kamu, Iksia."

"Lepas!" Aku kembali mendorong tubuh Arzhan. "Kak, ini di rumah. Kalau sampai orang melihat, gimana?"

"Ya udah, kita lakukan di tempat lain."

"Plissss, Kak. Aku bingung harus gimana sekarang. Maksudku ... ini semua gak bener. Tolong kakak jaga sikap, jangan sampai perasaan itu membuat keluarga kita hancur nantinya."

"Kamu mau aku bagaimana?"

"Menjauh. Lebih baik kita menjaga jarak mulai saat ini."

"Iksia. Satu hal saja yang ingin aku tahu dari kamu." Arzhan menggenggam tanganku.

"Apa sedikit saja kamu pernah memiliki rasa yang sama?"

Bagaimana ini? Apa mungkin dia benar-benar tidak tahu? Apa dia tidak tahu arti diamnya aku saat dia memeluk, bahkan menciumku?

"Enggak, Kak. Selama ini aku diam hanya karena bingung. Jadi, kakak sekarang keluar lah. Jangan memperlakukan aku sebagai wanita, tapi sebagai adik perempuan kakak."

Aku tidak bisa menjadi penyebab kehancuran keluarga ini. Bagaimana jika papa tahu tentang perasaan kami?

"Papa ingin kita hidup menjadi keluarga yang bahagia. Memiliki dua putra dan satu orang putri," ucap Papa waktu itu. Dia mengatakannya degan wajah penuh harap akan kebahagiaan keluarga kami. Lalu, apa jadinya jika Papa tahu anaknya saling mencintai. Meski kami sodara tiri, tapi bukankah itu akan mencoreng nama keluarga.

"Jika itu yang kamu inginkan, akan aku kabulkan."

Terlihat jelas bagaimana kecewanya Arzhan. Bukan hanya dia, aku pun sama. Saat kakinya melangkah keluar, ingin sekali aku menariknya kembali ke dalam pelukanku. Akan tetapi wajah Papa Indra kembali melintas dan menghentikan kaki ini.

"Foto ini aku ambil saat kamu kelas satu. Secara tidak sengaja. Kamu tahu sendiri kalau aku ini suka sekali dengan fotografi," ucapnya saat di dalam mobil. Dia menjelaskan perihal foto yang ada di dompetnya setelah kami mengantarkan Hilda.

"Aku bahkan lupa tentang diriku dalam foto ini."

"Awalnya memang tidak ada apa-apa. Hanya saja saat foto ini dicetak, dan aku melihat kamu di dalam sana, ada sesuatu yang aku rasakan. Rasa yang sebelumnya tidak pernah ada meski aku sudah menjalin hubungan dengan beberapa wanita."

"Beberapa?" tanyaku mengintimidasi sekaligus terkejut.

Arzhan gelagapan.

"Bukan begitu. Maksudnya, ya, aku pernah berpacaran tapi tidak ada rasa yang spesial."

Aku kembali melihat fotoku di bawah air hujan.

"Sejak saat itu aku sering diam-diam melihatmu dari jauh. Sering datang ke sekolah hanya agar aku bisa melihat kamu sebelum berangkat bekerja. Padahal arah kantor dan sekolah kamu berlawanan."

"Loh, bukannya searah sama cafe?"

"Cafe itu aku bangun setelah hatiku semakin berat menggenggam perasaan ini untukmu."

Arzhan ....

Aku duduk di lantai degan memeluk kedua lutut. Menumpahkan rasa sesak yang begitu menyiksaku.

Bagaimana ini?

1
Endeh Dedeh
Luar biasa
angel
Khadijah munafik kaleeee .
Queen's Suga: harus di rugyah dia. /Sob/
total 1 replies
Alea Wahyudi
ya Allah ...betapa beruntung nya mamanya iksia punya suami yg begitu tulus mencintainya dan anak nya...walaupun iksia anak sambung
Alea Wahyudi
sakit tp tak berdarah .....nyasek nya
Alea Wahyudi
😭😭😭😭😭 ada anak yg mengikat hati kalian tp gak bs bersatu karna menjaga perasaan ortu,
Alea Wahyudi
😭😭😭
Alea Wahyudi
knp gak jujur ke arzhan aja sih biar arzhan perjuangin cinta kalian demi bayi yg yg kamu Kanding iksia dia ga salah
Alea Wahyudi
syg si boleh klo terlalu di manjain kadang anak jd gak tau batasanya, pelajaran berharga
Alea Wahyudi
ko lama2 iksia jd manja nya ga ketulungan ya suka ngambekan gitu
Alea Wahyudi
wow....berasa aku yg di tembak ...aku yg senyum2 sendiri
Alea Wahyudi
aihhhh....❤️
Alea Wahyudi
seneng nya jd iksia, dulu hidup kekurangan kasih syg dr ayah nya sekarang hidup di kelilingi orang yg benar2 menyayangi nya ❤️
Cha
pertama kali mampir, authornya army ya??
salam kenal dari Ayang nya Jungkook 🤣
fitreeMjf: guen suga
total 2 replies
ArchaBeryl
bagus kak cerita nya
aq suka
tetap semangat berkarya ya kak 💪💪💪
Elis siti Gomisoh
sedih bangeet, ampe nyesek bacanya ...semangaat de...
Queen's Suga: Makasih, Kakak.🥰🤗🤗 jangan lupa mampir di karya aku yang lain yaaaa
total 1 replies
Isnay Maulani
maacih thor 🙏🙏
sukses trs tuk karyq2nya 💕💕💕💕
Queen's Suga: Makasih, Kak. Jangan lupa mampir di karya aku yang lain ya 🥰🤗🤗🤗
total 1 replies
Mama Oya
Ceritanya bagus...tp kenapa sedikit yg baca ya?
Queen's Suga: Belum rezeki kak 🥲
total 1 replies
IMMA
suka ceritanya gak bertele-tele
Winsulistyowati
Suka Critanya...GK sampai 100 episode..Sehat n Smangat Brkarya Yo Thor..🖐️👍💪💪
Queen's Suga: Makasih ya. Sehat selalu untuk kakak juga.🥰🤗
total 1 replies
Winsulistyowati
Bgitulah Hidup..adalah Pilihan..Yg Pnting Jlani ae dgn Iklas..Suatu saat ada Hikmah disana..Sehat Slalu Y Thor🖐️👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!