NovelToon NovelToon
Devil Beside You

Devil Beside You

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Perjodohan / Mafia / Tamat
Popularitas:429.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Christ

Jika biasanya seseorang dijodohkan dengan orang berbeda levelnya, maka berbeda dengan Seorang pewaris Dari Keluarga Kingston. Aorion kingston di Jodohkan dengan seorang wanita yang jati dirinya disembunyikan, namun wanita tersebut adalah seorang Anak dari Triliuner di London. Alona Queen Hanzel.
Keduanya di jodohkan karna ikatan persahabatan antara keluarga Kingston dan Hanzel.
Dapatkan keduanya menerima perjodohan ini..? hubungan yang dipenuhi dengan begitu banyak intrik dan juga pertumpahan darah.
Ataukah masing-masing dari mereka memiliki takdir yang lain..?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Christ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Persengkokolan Manis

...ENJOY...

.......

.......

.......

.......

.......

.......

...Waktu menunjukkan pukul enam petang.....

Queen sudah tiba dirumah sejak satu jam sebelumnya, dan kini ia sudah siap untuk pergi makan malam dengan Aorion seperti yang sudah di janjikan beberapa jam sebelumnya. "Aku akan menjemputmu pukul tujuh malam." begitulah janji pria itu.

Sebenarnya Queen enggan untuk pergi, tapi ia juga bukan orang yang suka melanggar janji. Jadi ia memilih untuk pergi meskipun nantinya ia akan merasa bosan dengan keberadaan Aorion. Mereka tak pernah cocok dalam hal apapun.

Dengan hanya mengenakan dress yang menurutnya cukup sopan, di tambah dengan polesan makeup tipis tidak lupa jug sentuhan lipstik berwarna peach, membuat Queen tampak sangat cantik dalam kesederhanaannya berbusana.

Dan satu yang harus Queen lakukan, yaitu menggerai rambut setengah bergelombangnya yang sangat halus agar terlihat lebih santai.

Sambil menunggu Aorion datang, Queen memilih untuk memeriksa beberapa laporan hotelnya yang ada diruang kerjanya.

Sesekali Queen juga memeriksa jam tangannya. Waktu hampir menunjukan pukul tujuh malam. ''Belum datang juga rupanya?" Queen adalah seorang yang sangat tepat waktu, karena itulah ia tidak menyukai hal-hal yang berhubungan dengan keterlambatan.

Tepat pukul tujuh kurang lima menit, Aorion sudah memarkirkan mobilnya di depan mension keluarga Hanzel.

Aorion keluar dengan percaya diri, kemudian memencet bell dalam sekali gerakan. Hanya berselang beberapa puluh detik, asisten keluarga Hanzel telah membukakan pintu.

"Selamat malam tuan. Silahkan, nona Queen ada di ruang kerjanya." Kata asisten di mension itu.

''Terima kasih.'' Aorion melangkahkan kakinya untuk mengikuti asisten yang akan menunjukan dimana letak ruang kerja tunangannya.

''Biar aku saja.'' Aorion mengambil alih. Setelahnya asisten itu menundukkan kepala, dan berlalu.

Dengan senyuman yang sudah mengembang di wajahnya, Aorion mengetuk pintu tersebut dengan tidak sabaran.

"Masuklah.'' Suara Queen terdengar samar.

Aorion pun membuka pintu itu, dan masuk begitu saja menghampiri tunangannya yang masih duduk di kursi, seperti tengah meneliti sesuatu, apa Queen sedang bekerja disaat ia bahkan telah membuat janji?

"Lilie?"

Queen mendongakkan wajahnya mendengar suara yang menyapanya. "Kau sudah datang.'' balas Queen. Ia juga memperhatikan Aorion untuk sesaat.

Tunangannya mengenakan setelan jas berwarna navy, dengan kemeja berwarna lebih soft di dalamnya, dan juga tatanan rambut yang sedikit berantakan, namun terlihat sangat pas.

Tidak di ragukan lagi, Aorion memang tampan. ''Kenapa kau disini, kau bisa menungguku dibawah." ujar Queen melayangkan protes pada Aorion, saat melihat pria itu berdiri di dalam ruangan pribadinya.

Sejujurnya, Queen sangat tidak suka jika ada orang lain selain David dan juga pelayan khusus yang masuk keruangan tersebut.

Aorion kembali tersenyum, seraya berjalan ke arah Queen, "Apakah tidak boleh, bukankah kau tunanganku.'' ujar Aorion, menaikan alisnya sambil tersenyum samar.

Queen tau jika mulut Aorion tidak akan diam. Pria itu selalu terlihat gigih untuk mendebat dirinya. Karena itulah ia segera menutup semua berkas didepannya lalu bangun dari kursi untuk mengambil clutch yang sebelumnya sudah Queen siapkan. Dengan beberapa gerakan, Queen juga menghampiri Aorion, ia sedang tak ingin berdebat.

"Sebaiknya kita pergi sekarang.'' katanya. Aorion hanya tersenyum, sambil menganggukkan kepalanya menikmati setiap kata sinis dan juga sikap dingin dari tunangannya.

Di dalam perjalanan, Queen memperhatikan kemana Aorion akan membawanya pergi; dan Queen cukup mengenali jalan-jalan tersebut.

"Bukankah ini jalan menuju ke rumah mu, Apa kita akan makan malam di sana?" Queen menyuarakan pikirannya.

"Kau tidak suka jika aku mengajakmu kerumah ku? Atau kau hanya ingin makan malam berdua saja dengan ku ditempat yang mewah dan menghabiskan malam bersama?'' Sahut Aorion menyunggingkan bibirnya, gemas.

"Tidak. di sana lebih baik. Setidaknya ada mom. Jika tidak, maka aku akan mati bosan saat bersamamu."

Balas Queen dengan tatapan malasnya.

Aorion pun tergelak. Entah kenapa, ia begitu menyukai apa yang Queen katakan, meskipun itu sebuah makian.

"Kau ini sangat menggemaskan Lilie, bagaimana kau akan mati bosan jika ada pria setampan diri ku bersama mu..?" kata Aorion lagi sedikit membanggakan dirinya.

"Sedang bermimpi, huh..?'' Queen mendengus sinis.

Kurang dari tiga puluh menit, mobil Aorion sudah memasuki jalan khusus yang mengarah ke kediaman kingston. Dan sepertinya, kedatangan mereka memang telah di nanti. Buktinya, di depan Mension, keduanya di sambut langsung oleh si empunya rumah, Mommy Hana, dan juga Adam Kingston.

''Benar-benar! Jangan berulah yang akan membuatku membunuh mu setelah ini.'' kecam Queen memperingati Aorion. Ia teringat pada malam yang membuatnya harus terikat dengan pria di depannya.

''Jika kau membunuhku, maka tak ada pria yang akan menikahi mu.'' sahut Aorion, santai. Sementara Queen hanya mendengus.

Aorion keluar lebih dulu dari mobil, dan membukakan pintu untuk tunangannya. Bersikap Gentleman, huh?

Hana yang memang telah menantikan kedatangan calon menantunya itu, langsung menghampiri keduanya dengan senyuman yang begitu menghangatkan perasaan Queen.

"Sayang, Kau cantik sekali.'' Hana memeluk Queen, layaknya putri kandungnya sendiri. ''Kau tau, mom sangat merindukan dirimu." ujar Hana lagi, sambil memeluk dan mencium pipi Queen.

Queen pun membalas perlakuan hangat mommy Hana dengan cara yang sama;  "Aku juga merindukan mu Mom." Queen tersenyum begitu manis. Aorion juga sangat menyukai sisi yang berbeda dari Queen. Mungkinkah ia juga akan mendapatkan perlakuan yang sama manisnya?

"Masuk lah nak, makanan sudah siap." Kini giliran Adam yang bersuara, menginterupsi ketiganya.

''Selamat malam Uncle.'' Queen juga menyapa Adam, dengan hangat. ''Selamat malam Nak.'' sahut Adam. ''Mari kita masuk.'' ulang Adam, yang langsung di angguki oleh ketiganya.

''Mom sudah memaksakan beberapa hidangan yang mungkin akan kau sukai.'' ujar Hana penuh semangat. ''Aku akan menyukai apa saja yang mom buatkan, asalkan bukan seafood.'' sahut Queen.

''Kau memiliki alergi pada makanan itu, sayang?" tebak Hana. Queen tersenyum sedikit ragu, ''tepatnya bukan alergi mom, hanya tidak pernah memakannya, aku tidak suka bau amis dari hidangan laut.'' Queen tersenyum canggung.

''Untunglah mom tidak membuat itu untuk makan malam, padahal mom sempat terpikirkan jika kau akan menyukai jenis makanan seperti itu, karena Aorion sangat suka seafood.'' beritahu Hana.

''Ah, pantas saja.'' gumam Queen.

Untuk menu makan malam, Hana hanya menyiapkan beberapa menu favorite dari keluarganya saja, dan semua bahan makanan malam ini, tidak mengandung seafood sama sekali.

Sekitar limas belas menit kemudian mereka pun telah menyelesaikan makan malam.

''Tunggu lah mom di sana.'' Hana mengajak mereka menuju ruang santai keluarga. ''Mom akan membawakan dessert.'' Queen pun mengikuti perkataan mommy Hana untuk duduk di sofa.

Sementara Adam kingston sudah lebih dulu kembali keruang kerjanya, dan Aorion, pria itu mengatakan akan pergi sebentar ke kamarnya.

Queen sendiri pun, sangat menikmati ketenangannya yang duduk diruang keluarga seorang diri. Namun itu tak berlangsung lama, Hana sudah datang dengan membawa baki yang berisikan dessert di atasnya.

"Queen sayang, bagaimana pekerjaanmu, mom dengar dari Aorion, kalau kau sangat sibuk dengan resort barumu itu.'' Queen sedikit tersentak karena mendengar bahwa Aorion ternyata membicarakan tentang dirinya dirumah.

''Semuanya baik-baik saja mom, dan aku memang cukup sibuk akhir-akhir ini.'' sahut Queen yang merasa nyaman atas perlakuan calon mertuanya. Bisakah ia memanggilnya seperti itu?

Selama pertunangannya dengan Aorion sosok mommy Hana lah yang selalu membuat Queen selalu merasa nyaman.

Mungkin perasaan ini adalah perasaan yang belum pernah ia dapatkan dari sosok ibu kandungnya, dan perhatian itulah yang membuat Queen merasa hangat setiap kali berada dirumah itu.

''Kau tidak lelah sayang, kau terlihat lebih kurus.'' Hana membelai rambut Queen seperti putrinya sendiri.

Queen tersenyum karena sentuhan yang begitu membuatnya nyaman, "Cukup melelahkan mom, Tapi sejauh ini aku merasa senang dengan semua kesibukanku." sahut Queen, dan ia mengatakan yang sebenarnya.

"Dan, bolehkan mom bertanya tentang, bagaimana hubunganmu dengan putra mom sayang?" Kata Hana lagi, sambil tersenyum kepada Queen, sementara tangannya masih membelai lembut rambut Queen.

"Momm.." ujar Queen berbicara pelan sambil menyenderkan kepalanya ke bahu Hana.

''Ya sayang..-

"Tidak ada yang istimewa antara aku dan Rion mom. Semua seperti biasa saja." Queen mendesah lelah.

"Tidak bisa kah cukup kau saja yang menjadi mommy ku, tanpa aku harus menikahi Rion..?" Queen bertanya sambil melingkarkan tangannya memeluk Hana.

Kali ini ia benar-benar ingin bersikap manja kepada seseorang. ''Mom tidak keberatan aku memeluk mom seperti ini?" tanyanya lagi, membuat Hana tergerak untuk lebih mengeratkan pelukannya.

''Tentu tidak sayang. Mom sangat senang jika kau bisa menganggap mom seperti mommy mu sendiri. Tapi untuk pertanyaan sebelumnya,-

"Tentu saja tidak. Kau harus menikahiku jika ingin memiliki mommy seperti aku.''

Suara yang menginterupsi itu membuat mommy Hana dan Queen sama-sama menoleh ke arah belakang.

Aorion yang saat ini berdiri di belakang keduanya dengan wajah sedikit kesal, terlihat cukup menghibur..

"Mom, jangan menyetujui permintaan wanita keras kepala ini." Kata Aorion juga.

Aorion menghampiri keduanya, lalu mengambil tempat di sisi lain Hana. Aorion juga memeluk mommynya. Ah, ia juga ingin sedikit bermanja-manja.

''Kau harus menikahiku. Mom tidak akan setuju pada permintaan mu itu. Benarkan mom? Bagaimana bisa kau berpikir untuk membuang ku, tapi mau mengambil mommy ku." kata Aorion, membuat Hana tergelak.

"Lihatkan mom, Rion sangat menyebalkan. Aku tidak mau menikah dengannya. Huh..!" Queen membuang wajah arah lain sambil menyilangkan tangan di depan dada.

"Kau gadis keras kepala...!"

"Kau menyebalkan..!''

"Kau pemarah...!"

"Kau sangat egois..!''

"Kau sangat Cantik..!''

"kau.... kau..'' Queen menghentikan kata-kata yang hampir saja keluar dari mulutnya, membuat pipinya bersemu merah.

"Sudah... sudah... kalian berdua ini..,'' Kini Hana lah yang harus menengahi keduanya.

"Queen, dengarkan kata mom sayang, mommy akan tetap menyayangimu meskipun kau tidak menikah dengan Anak laki-laki menyebalkan dari keluarga Kingston ini." Ucap mommy Hana sambil membelai pipi Queen dan menciumnya.

''Mom...- protes Aorion.

''Sungguh mom..?" Queen kegirangan karena mendapatkan pembelaan.

''Tentu saja. Kau adalah putri dari sahabat mom, dan itu artinya, kau juga adalah putri mom.'' Hanya berujar dengan begitu lemah lembut.

"Terima kasih mom. Aku menyayangimu.'' Queen memeluk Hana dengan girang.

"Baiklah, sepertinya mom lebih menyayangi putri barunya dari pada aku.." Aorion, merajuk. Ia juga bangun dari duduk nya, kemudian melangkah pergi.

"Kau mau kemana my King...?" Seru Hana melihat putranya yang tengah merajuk.

"Aku hanya punya Daddy disini.- Kalian berdua menyebalkan..!" sahut Aorion, kesal.

"Itu benar putramu mom?" tanya Queen heran,

"Sepertinya begitu."

Setelah Aorion pergi, mommy Hana dan Queen sama-sama tertawa karena menyaksikan tingkah kekanak-kanakan dari Aorion si pria Arogan.. 😋

''Pria itu bisa marah juga rupanya.'' gumam Queen.

''Dia mirip Daddy nya.'' Timpal Hana.

''Uncle juga mudah merajuk?"

''Sangat.. ''

Keduanya kembali tergelak. Ternyata, malam ini tak seburuk yang Queen pikirkan. Justru sebaliknya, ini adalah salah satu malam terbaiknya.

Penuh dengan kehangatan serta gelak tawa..

...❄️...

...❄️...

...❄️...

1
Santhi Agung
suka cerita karakter ceweknya tangguh
titi arti
okeeee bingutts,sy suka komplit action romance humor
Wirda Wati
thank you thort..
Wirda Wati
sedih dg kejujuran Queen dg David...
dan perasaaan cinta David yg TDK bersambut.
oleh queen.tapi...
selamanya sahabat sejati...tiada yg mengkhianati.semuanya selesai dg baik dan masing masing dpt menerima keputusan nya.
senang lihat queen bersatu dg Rion.
pokoknya ceritamu thort....
membuatku termehek mebel..
Wirda Wati
aku pikir waktu di pantai Rion palsu.
syukurlah ternyata bukan.
Hidup memang misteri....
yg penting kita jalani aja semampu kita.
Wirda Wati
deg degan bacanya kaya nonton film
aku suka karyamu thort.
TDK membosankan bcnya.
penuh misteri...ada juga lucunya...🥰🥰🥰
Wirda Wati
lanjuuuut
Wirda Wati
mengerikan....tapi suka
Wirda Wati
lanjuut
Wirda Wati
lanjuuut
Wirda Wati
😭😭😭😭
Wirda Wati
masih bingung
Wirda Wati
meguelkah orangnya queen.
bukan rion
Wirda Wati
Romero adalah Miguel...
aku curiga...
tapi kenapa dia melindungi qieeen
atau taktiknya aja
Wirda Wati
mengerikan.....tapi penasaran mn🤣🤣🤣🤣
ku rasa Romero adalah megguel
Wirda Wati
zanda kekasih Kevin...
ceritamu kerennn thort
cuma aku ngga tau siapa kamu thor...
kurang jelas
Wirda Wati
luar biasa....benar katamu Frank Jane memang sesuatu.....ada faktor X nya.
rahasia apa di balik pertunangan queen dan Rion...
Wirda Wati
kayaknya Frank cocok dg zanda
Wirda Wati
jangan jangan lilie hamil
Wirda Wati
visualnya thort
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!