Bercerita tentang seorang gadis bercadar bernama Khadijah Qissila Jamshy yang dijodohkan dengan anak sahabat abinya. Namanya Arsaj Bennendirt Quincy. Dia terkenal sangat badboy.
Akankah Qissi dapat merubah Arsaj?
Dapatkah Arsaj berubah karena Qissi?
Ikuti ceritanya!?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Milka Quincy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
[11] Pesta Ulang Tahun Arsaj
"Qisi Arsaj dan wanita itu...
harus menikah"Reno mempertegas kalimat terakhirnya.
"Iya?"
"Mereka harus menikah karena wanita itu..... hamil!" Ucap Reno cepat.
"Astaghfirullah" terlihat mata qisi yang melotot akibat terkejut.
"Jadi Qis, tolong kamu pikirkan lagi ya.
Kasian anak itu"
"Dia....berbuat zina?"
"Sudahlah jangan pikirkan soal itu. Intinya kamu harus ngomong sama Abi kamu supaya batalin perjodohan nya."
"saya sungguh terkejut atas berita yang kamu sampaikan. Sehingga saya tidak tau harus bagaimana."
"ingin Qis, anak itu butuh figur ayah. Lo ga kasian apa ada anak yang lahir tanpa seorang ayah. Tolong pikirkan baik baik dan segera batalkan perjodohan Lo dan Arsaj."
"Insyaallah ,Nanti saya bicarakan dengan Abi tentang masalah ini"
"Eh batalin aja, caranya terserah Lo. Tapi jangan bilang kalo Arsaj ngehamilin anak orang"
"Lalu saya harus memberi alasan apa?"
"Bilang kau punya pilihan lain"
"Apa?"
"Katakan apapun. Pokoknya batal. Gue percaya kok sama Lo.
Bye gue harus ke Arsaj." Setelah itu Reno langsung ngacir.
"Ah iya" Qisi menjawab dengan pikiran yang bingung.
Tiba tiba Reno kembali lagi.
"Iya?"
"Lupa ga salam. Wassalamu'alaikum bidadari surga" ucapnya sambil tersenyum memperlihatkan giginya.
"Wa'alikumsalam".
Tanpa disadari dibalik cadar itu tersembunyi semu merah.
Ya Qisi blushing. Untuk pertama kalinya wanita bercadar itu blusing akibat perkataan laki laki yang bukan mahramnya.
Sungguh dia laki lakinya yang bukan mahramnya. Mereka saja baru mengenal.
"Ada dengan saya. Kenapa begini. akibat perkataan Reno?. Hanya karena perkataan tadi?. Yang biasa juga diucapkan orang orang. Tapi kenapa saat Reno yang mengucapkan terasa berbeda. Kenapa pipi ini terasa panas?. ini salah. Ini dosa. Tidak boleh. Dia bukan mahram saya. Ya Allah ampuni hamba mu ini. Maafkan kekhilafan hamba" batin Qisi sambil bibirnya melafalkan ucapan "astaghfirullah".
⛔⛔⛔
Qisi baru saja sampai dirumahnya tepat pukul 5 sore. Dia sangat capek sekali. Badannya pun terasa gerah dan ingin segera mandi. Namun hendak mandi umminya mengetuk pintu kamarnya. Dan masuk ke kamarnya.
"Qisi sayang, segera turun ke bawah. Abi hendak berbicara kepadamu nak" ucap umminya sambil membelai lembut rambut Qisi.
"Iya ummi. Ini Qisi hendak membersihkan badan dulu. Gerah sekali hari ini" Jawab Qisi sambil senyum. Qisi sudah membuka cadar yang dipakainya. Hingga memperlihatkan senyumnya yang indah dihiasi lesung Pipit yang indah.
"Masya Allah. Meski terbiasa melihat senyum anak ummi ini. Namun ummi masih terpukau melihatnya. Semoga Allah menjauhkan semua hal buruk menimpah putri kesayangan ummi ini. Amin"
"Amin ummi. Senyum ummi juga sangat indah. Bahkan lebih indah dariku. Jadi,berikan putrimu ini senyum indahmu ummi. Qisi sangat merindukan senyum ummi" jawabnya sambil memeluk umminya.
Seketika umminya tersenyum menuruti permintaan putrinya itu.
"Kamu bisa saja"
"Ah iya segera bersiaplah. Kita mendapat undangan ke pesta ulang tahun putranya om Thomas.Dan segera beli kado untuknya. Pukul ½8 acaranya segera dimulai. Kita akan kesana selesai sholat isya' berjamaah"
"Putra om Thomas? Arsaj?"
"Iya dia sekarang bertambah umur. Mereka mengundang kita untuk kesana."
"Sekarang sudah pukul 4 lebih aku akan bersiap siap dan segera membeli kado untuknya ummi"
"Baik. Ummi mau turun kebawah dulu. Dan kamu jangan lupa sholat Maghrib jamaah dibawah"
"Baik ummi"
Namun saat umminya hendak keluar dari kamarnya Qisi memanggil umminya.
"Ummi sebentar. Qisi mau tanya sama ummi"
"Iya tanya apa?"
"Qisi beli kado apa untuknya? Qisi sama sekali tidak mengenalnya, dan tidak tau juga kesukaannya? Apakah ummi bisa memberi saran ke Qisi?"
Menanggapi pertanyaan Qisi umminya hanya tersenyum. Seperti umminya sudah tau bahwa Qisi akan bertanya ini.
"Ummi kok senyum? Ada yang salah dari perkataan Qisi ya?"
"Bukan. Tadi ummi sudah bertanya kesukaannya nak Arsaj itu apa. Dia suka apa aja katanya,Namun dia sering sekali beli barang Brand Qucci . Coba saja kamu belikan sweeter atau apa gitu yang brand Gucci?"
"Sweeter Qucci. Nanti coba Qisi cari. Terimakasih ummi"
"Cepat bersiap siap dan turun kebawah".
⛔⛔⛔
Qisi sudah bersiap siap dan sudah membeli kadonya. Dia juga sudah membukusnya rapih.
Dan sekarang dia dan Abi dan umminya sedang perjalanan ke rumah Arsaj. Ditengah perjalanan Abi dan umminya Qisi sedang berbincang bincang. Entahlah tentang apa. Karena memang Qisi berada dijok belakang sedangkan mereka didepan.
Sehingga tidak kedengaran percakapan nya. Em atau memang orang tuanya seperti berbisik ya bicaranya.
Qisi sama sekali tidak mau ikut campur dengan percakapan orang tuanya. Ia hanya sibuk membaca Al Qur'an. Memahami dan menghayati setiap bacaannya.
Butuh waktu 15 menit untuk sampai. Dan saat tiba di sana.
subhanallah.
Memang sangat ramai sekali disini. Banyak tamu yang berdatangan. Desain rumah yang megah ditambah aksesoris pesta malah menambah keindahannya.
Satu kalimat saat Qisi melihat keindahan rumah Arsaj.
"Subhanallah"
Memang benar indah sekali rumah Arsaj. K
Apa karena memang keluarga Arsaj merupakan keluarga yang terpandang dan kaya raya. Kata Abi seperti itu, karena om Thomas merjai perusahan baik dikota kelahirannya Amerika dan di Korea juga.
Ditambah akibat posisi ayah Arsaj yang memang memegang saham besar di mana pun dan memiliki berbagai perusahaan dan kantor. Ditambah kepopuleran Arsaj yang menjadi idol Karena bakatnya.
Dan jangan lupakan ibunya. Ibunya merupakan perwakilan yayasan khusus ibu ibu sosialita. Yang pasti juga terkenal. Jadi memang keluarga terpandang.
Jadi jangan bayangkan seberapa kaya dia. Jelas masih kaya sang pencipta alam semesta.
Saat keluar dari mobil dan memasuki rumah Arsaj. Memang sangat dikejutkan sekali.
Banyak sekali orang yang datang. Namun dengan pakaian yang kurang sopan. Dan bukan cuman itu. minuman yang ada disini. Ah bukankah itu minuman yang dilarang pada agama. Minuman yang sejenis alkohol yang memiliki kadar tinggi. Qisi tidak tau apa namanya, pokoknya minuman yang mengandung alkohol dan memabukkan pastinya.
Qisi hanya mengucap astaghfirullah saat melihatnya. Sungguh ini sangat tidak baik.
Namun kini semua pandangan para tamu tertuju dengan satu orang.
Orang yang mereka anggap aneh.
Orang yang hampir tak pernah mereka lihat gaya pakaian nya.
2 orang wanita dan satu orang pria. Mereka melihatnya bukan karena wajah mereka. Namun cara berpakaian mereka.
Terlihat aneh dan asing.
Namun mereka Abi dan uminya tak mengambil pusing. Mereka tetap berjalan tanpa memperdulikan tatapan dan bisikan mereka. Abi dan uminya Qisi sudah pasti tau apa yang dimaksud dari tatapan para tamu disini.
Masalah nya ini bukan yang pertama kalinya. Waktu pernikahan Thomas dan istrinya juga seperti ini.
Tapi beda dengan Qisi. Dia hanya menundukkan pandangannya kebawah. Seperti yang biasa ia lakukan. Ia juga tidak terlalu memperdulikan, toh Qisi tidak mengenal mereka dan mereka tidak mengenal Qisi.
Dia tidak tinggal diasrama selama hidupnya kan. Dia juga bersosialisasi dengan orang lain. Dari orang yang alim sampai orang yang berperilaku buruk pun. Jadi pandangan ini juga sudah biasa ia terima.
Tak lama mereka datang om Thomas dan istrinya menyambut Qisi dan keluarganya.
Mereka menyambutnya dengan suka riang.
Disana juga ada Arsaj ,Reno dan laki laki satu lagi.
Tapi entahlah ,Qisi tak mengenal laki laki satu nya itu. Sepertinya dia juga dari Korea. Karena dandannya yang juga seperti Arsaj dan Reno.
Mereka bertiga berjalan mendekat ke arah Qisi. Qisi cukup kaget namun ia berusaha mengatur gerak geriknya.
Dan saat Arsaj sedikit dekat. Qisi pun hanya memberikan kado kepada Arsaj dan memberikan ucapan selamat ulang tahun kepadanya.
Arsaj pun hanya membalasnya dengan ucapan terima kasih.
⛔⛔⛔
kagak ada lanjutannya...