NovelToon NovelToon
Legenda Kaisar Surgawi

Legenda Kaisar Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Balas Dendam / Anak Genius
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Blueria

Huo Li hidup sebagai murid pelayan kasta terendah di Sekte Pedang Mendalam. Diperlakukan bak sampah, dan hampir mati, ia kehilangan seluruh harapan hingga diselamatkan oleh seorang pria misterius.

Pria itu memberinya sebuah teknik kultivasi terlarang dan sebuah artefak yang mampu mengubah seluruh harta dunia menjadi sumber kekuatan. Sebagai gantinya, Huo Li menerima satu syarat yang mustahil: meruntuhkan langit.

Dengan dendam yang membara namun hati yang tetap terkendali, ia bersumpah akan bangkit dari dasar dunia kultivasi, membalaskan dendamnya dan meruntuhkan langit.

Bagaimanakah kisah Huo Li? Saksikan...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 18 — Sedikit Candaan

"Murid Huo Li dari Puncak Pedang Kedua..."

Begitu kata-kata itu keluar dari mulut Huo Li, suasana di Paviliun Balai Misi yang tadinya riuh rendah mendadak hening seketika.

Ratusan pasang mata yang awalnya menatap Huo Li dengan tatapan jijik kini melebar. Keheningan itu hanya bertahan selama dua tarikan napas sebelum akhirnya pecah menjadi bisik-bisik yang berdengung seperti sarang lebah yang ditusuk.

"Puncak Pedang Kedua? Jadi dia Huo Li itu?!" bisik seorang murid luar dengan mata terbelalak menatap pemuda kumal di depannya.

"Kudengar dia yang waktu itu dapat bertahan dari tekanan gravitasi gila milik Tetua Gubang di alun-alun!" sahut murid lain dengan nada bergetar.

"Bukan hanya itu, bodoh!" timpal seorang murid luar yang lebih senior. "Senior itu secara resmi telah diangkat menjadi murid dalam, dan dia adalah murid langsung Tetua Gubang! Monster Tua itu!"

"Mengerikan... Menjadi murid langsung Monster Tua, pantas saja dia berani berpenampilan seperti gembel dan tidak peduli dengan pandangan orang lain."

Di sudut-sudut ruangan, beberapa Murid Dalam yang mengenakan jubah biru gelap tidak ikut berbisik. Mereka hanya menyipitkan mata, menilai Huo Li dari ujung kepala hingga ujung kaki. Meski penampilan Huo Li tampak seperti pengemis yang baru keluar dari kubangan lumpur, fluktuasi ketenangan yang memancar dari tubuhnya tidak bisa diremehkan.

'Sepertinya... dia akan menjadi lawan yang sulit untuk dihadapi nantinya di Turnamen Pedang Tiran,' batin beberapa murid dalam secara serempak. Ambisi dan niat bersaing mulai menyala di mata mereka.

Di balik meja pendaftaran, Tetua Song Huyuan tidak peduli dengan gosip, namun nama 'Gubang' cukup untuk membuatnya bersikap sedikit lebih formal sedari awal Huo Li mengambil misi perburuan ini.

Song Huyuan mengangguk pelan. Ia menerima kantong spasial berlumuran tanah kering yang disodorkan Huo Li dan memindainya dengan indra spiritualnya.

Di dalam kantong tersebut, puluhan gading putih yang tajam dan lembaran-lembaran kulit baja dari Babi Hutan Berkulit Besi tersusun dengan sangat rapi dan dipotong dengan presisi tinggi. Mengingat Babi Hutan Berkulit Besi adalah monster Peringkat 2, mampu memburu dua puluh ekor seorang diri dan kembali hidup-hidup meski dengan pakaian compang-camping—adalah sebuah pencapaian luar biasa bagi murid yang baru sebulan masuk sekte.

"Bagus," ucap Song Huyuan singkat, nada suaranya terdengar menghargai.

Ia mengambil sebuah plakat giok kecil dari laci mejanya, mengalirkan sejumlah energi, lalu memasukannya ke dalam kantong spasial milik Huo Li.

"Ambil ini," ujarnya sambil menyodorkan kembali kantong itu. "Di dalamnya sudah terisi plakat poin kontribusi bernilai 200 poin. Kau dapat menukarnya dengan sumber daya atau seni bela diri di Paviliun Harta Sekte kapan pun kau mau."

"Terima kasih, Tetua," balas Huo Li dengan anggukan sopan. Ia menerima kantong spasial itu, mengikatkannya kembali di balik jubah sobeknya, dan berbalik pergi.

Tanpa membuang waktu atau menoleh ke arah kerumunan yang masih menatapnya, Huo Li melangkah keluar dari Paviliun Balai Misi. Ia meninggalkan lautan rasa penasaran di belakangnya. Para murid hanya bisa menebak-nebak misi gila apa yang baru saja diambil oleh Huo Li hingga penampilannya tampak sangat kucel, kotor, dan berbau darah pekat.

.....

Satu jam kemudian, Puncak Pedang Kedua.

Di area belakang gunung yang sepi dan terpencil, terdapat sebuah air terjun alami yang airnya jatuh menghantam bebatuan, menciptakan kolam jernih yang memancarkan hawa sejuk. Tempat ini adalah area pribadi milik penghuni Puncak Pedang Kedua.

Suara gemuruh air terjun meredam suara apa pun dari luar. Di dalam kolam yang jernih itu, Huo Li tengah berendam, membersihkan tubuhnya dari kerak darah, debu, dan keringat yang menumpuk selama dua minggu terakhir.

Air dingin membasuh kulitnya, menenangkan otot-ototnya yang sempat dipaksa bekerja melebihi batas.

Huo Li menyisir rambut hitam panjangnya yang basah ke belakang menggunakan jemari tangannya. Wajah tampannya yang sebelumnya tertutup debu kini kembali terlihat bersih dan tajam.

Namun, di tengah ketenangan itu, panca indranya yang diperkuat oleh Energi Surgawi menangkap sebuah fluktuasi napas yang teramat halus. Sangat pelan, disamarkan dengan teknik pernapasan tingkat tinggi, tersembunyi di balik rimbunnya dedaunan pohon besar tak jauh dari kolam.

Huo Li tidak panik. Ia tahu persis siapa pemilik napas beraroma dingin seperti bunga teratai es itu. Senyum tipis yang penuh perhitungan terukir di sudut bibirnya.

Alih-alih langsung menyerang, Huo Li bersandar santai di bebatuan kolam. Suaranya membelah gemuruh air terjun dengan nada yang jernih dan sedikit mengejek.

"Saudari Senior Yun," panggil Huo Li santai tanpa menoleh ke belakang. "Apakah kau memang sangat suka sekali mengintip tubuh telanjang seorang pria?"

Hening sesaat. Gemerisik daun terdengar canggung.

Dari balik rimbunnya pohon besar berdaun lebat, sesosok tubuh ramping berpakaian jubah sekte yang rapi perlahan turun dan mendarat di atas tanah berbatu.

Yun Bing berdiri di sana. Wajahnya yang biasanya sedingin es kini sedikit merona merah. Mata indahnya memancarkan campuran antara rasa malu dan keterkejutan.

"Aku... aku tidak bermaksud mengintip," sangkal Yun Bing cepat, memalingkan wajahnya sedikit. "Aku hanya sedang berpatroli di area ini dan kebetulan melihatmu kembali. Tapi sungguh... aku tidak bisa bersembunyi dari indra spiritualmu, Saudara Junior. Kau menyadarinya secepat itu."

Huo Li tertawa pelan. Tawanya terdengar renyah namun memendam dominasi.

Alih-alih tetap bersembunyi di dalam air, Huo Li tiba-tiba bergerak. Ia berdiri dari rendamannya, melangkah keluar ke bagian kolam yang dangkal.

Air jernih menetes turun dari rambutnya, melewati dada, bahu, dan perutnya. Kulitnya tidak lagi sepucat dulu saat ia masih menjadi pelayan; kini kulitnya memancarkan vitalitas yang luar biasa. Di bawah cahaya matahari yang menembus celah dedaunan, tubuh atas Huo Li terlihat sangat kokoh. Otot-ototnya terbentuk dengan proporsi yang begitu sempurna, padat tanpa terlihat berlebihan, seolah-olah dipahat langsung oleh tangan dewa pencipta.

Itu adalah hasil dari penempaan brutal Lempengan Dewa Surgawi yang merombak total struktur fisiknya.

Melihat pemandangan yang tiba-tiba terpampang jelas di depan matanya, wajah Yun Bing langsung memerah padam layaknya kepiting rebus. Ia buru-buru menutup matanya dengan sebelah tangan, meski celah jari-jarinya sedikit terbuka.

"Sial!" umpat Yun Bing dengan suara bergetar, citra dinginnya hancur berantakan. "Dasar kau... Saudara Junior tidak tahu malu! Pakai bajumu!"

Melihat reaksi panik dari Kakak Seperguruannya itu, Huo Li justru tertawa geli. Sikap menggodanya ini bukanlah tanpa alasan; ini adalah caranya mencairkan ketegangan gadis itu sekaligus menegaskan posisinya bahwa ia lah yang memegang kendali atas situasi apa pun di antara mereka.

"Hahaha, kenapa kau marah, Saudari Senior?" ucap Huo Li santai sambil melangkah naik ke tepian batu dan meraih jubah bersihnya.

"Bukankah dari atas pohon tadi kau memang ingin melihat tubuhku? Jika memang begitu, lihatlah saja secara langsung. Aku tidak akan memungut biaya Poin Kontribusi darimu."

1
Aiby Kushina Uzumaki
perasaan novelnya udah baca tp menghilang, apa ini di revisi lagi Thor???
Blueria: Iya kak, udah di revisi semua. Dari bab 1 sampai yang terakhir kali kemarin ditulis🙏
total 1 replies
Luo Zheng
lanjutkann
Blueria: Siap☕😁
total 1 replies
Luo Zheng
💪💪💪💪👍
Luo Zheng
Paviliun Anggrek Merah
Tio Buki
Iya nih
Tio Buki
Like, iklan, komen, plus hadiah. Tidak termasuk vote. Karena vote sudah habis🙏🙏🙏🙏
Tio Buki
Lanjutkan
Tio Buki
Semangat👍👍👍👍👍
Tio Buki
Moga lancar ya🙏🙏💪💪💪
Tio Buki
Ikut meramaikan ya thor👍👍👍🙏
Tio Buki
Kesal dia
Tio Buki
Iya, emang kenapa
Tio Buki
Ceritanya keren 👍🙏
Tio Buki
Ikut baca ya 👍👍👍🙏
Rinaldi Sigar
lnjut
Bg Xinn: 2 menit langsung habis, panjangin chapternya thor🤣
total 1 replies
sibaweh abduh
sangat bagus sekali thor
Rinaldi Sigar
lanjut
Bg Xinn: pendek sekali chapternya🤣 1 menit baca udah kelar
total 1 replies
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
kopi thor
Blueria: Terimakasih kopinya ☕🔥
total 1 replies
Rinaldi Sigar
lnjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!