NovelToon NovelToon
Istri Untuk Pewaris Pengganti

Istri Untuk Pewaris Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma AR

Banyak sekali yang harus dilakukan Ananta Shakira sebagai bukti baktinya pada orang tuanya. Demi mendapatkan simpati publik, papanya memasukkannya sebagai tenaga pengajar di sebuah Taman Kanak Kanak.yang sudah terkenal dedikasinya dalam menelurkan anak anak pintar yang berbakat.

Kemudian dia juga harus mau dijodohkan dengan Arsen Angkasa, pewaris pengganti yang sedang naik daun, karena pewaris sebelumnya meninggal akibat kecelakaan lalu lintas.

Pewaris pengganti itu butuh power keluarganya yang merupakan pengusaha lokal dan salah satu wakil ketua dewan yang terhormat untuk memperkuat posisinya. Sedangkan keluarganya membutuhkan pewaris ini untuk bisa sejajar di kalangan bisnis dengan menjadikannya sebagai menantu keluarga konglomerat itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tuntutan keluarga Arsen

Arsen dengan sikap act of servicenya membukakan pintu mobil untuk Ananta setelah orang tuanya masuk ke dalam mobil. Keduanya sempat bertatapan dan tangan Arsen memegang bagian atas mobil agar kepala Ananta tidak menyenggolnya.

Arsen menutup pintu mobil perlahan, kemudian meletakkan kedua tangannya di saku celananya. Dia terus menatap sampai mobil itu keluar meninggalkan gerbang mewah rumah neneknya.

Latif Jaffar mendekat dan menepuk bahunya, membuat dia berpaling.

"Kayaknya udah ada yang jatuh cinta, nih," kekehnya pelan. mantan kekasihnya tersenyum mendengarnya.

"Tadi udah ngapain aja?" bisik papinya ketika melihat mamanya mendekat.

Arsen tersenyum penuh makna.

Annette seakan tau yang dipikirkan Latif dan anaknya.

"Arsen, mama harap kamu bisa menjaga Ananta sampai kalian menikah nanti," ulti mamanya tegas. Dia tidak ingin nasib Ananta sepertinya dulu.

"Iya, mam."

Tapi dikit boleh, ya, mam, batin Arsen dengan ringusannya yang tertangkap oleh mata tajam papinya. Latif Jaffar langsung tergelak. Bahkan cubitan gemas Annette tidak juga meredakan tawanya.

"Kamu punya target dari nenekmu," ucapnya di sela tawanya.

"Target apa, pi?"

"Target cepat punya anak," cetus Annette kesal. Dulu waktu dia hamil Arsen malah ditentang. Sekarang putranya diminta cepat cepat menghamili Ananta.

Arsen tertawa santai.

"Tenang, mam. Kalo target yang itu, akan aku usahain semaksimal mungkin." Arsen ngga mungkin melupakan tujuannya untuk membalas neneknya. Dengan punya anak, dia akan semakin mudah menguasai kekayaan neneknya.

Arsen tau kalo neneknya tidak ingin menyerahkan kekuasaannya pada kedua saudaranya. Pasti beliau menginginkan anak darinya secepatnya, sebagai cucu darinya. Apalagi neneknya pasti masih trauma dengam kehilangan saudara tirinya Ega yang belum menikah.

Kirain target apa, batinnya tertawa geli. Dia pun sudah siap untuk menghamili Ananta. Teringat kejadian tadi di perpustakaan.

Perubahan sikap Arsen yang awalnya datar saat memilih Ananta sebagai istri dengan sekarang yang terlihat lebih tengil membuat Latif Jaffar curiga.

Apa yang membuatnya jadi bersemangat begini?

Mamanya menghela nafas panjang.

"Kamu dan Ananta baru aja kenal. Pasti belum jatuh cinta. Tapi nenekmu ingin semuanya berjalan serba cepat," keluh Annette.

"Nenekmu sudah tua, dia.takut ngga bisa melihat cicitnya," tukas Latif Jaffar.agak membela mamanya. Tapi dia juga berharap sama seperti mamanya, agar kedudukan putranya semakin kuat.

Arsen mengangguk mengerti.

"Bahkan nenekmu menyarankan kalian ikut program bayi tabung kalo dalam beberapa bulan belum berhasil juga.," lanjut Annette lagi. Dia benar benar resah.

Arsen terpana mendengarnya, kemudian dia tersenyum miring sambil menggelengkan kepalanya.

"Ngga perlu bayi tabunglah, mam," kilahnya cepat. Dia akan praktekkan semua teori yang sudah dia khatakan.

"Papi juga pikir begitu. Masa anak papi ngga bisa menghamili istrinya nanti," sanggah Latif Jaffar juga mendukung putranya. Dia saja bisa menghamili dua orang perempuan. Yang satu dengan cinta, sedangkan yang satunya lagi karena alkohol akibat setres ditinggal Annette yang dikiranya sudah berselingkuh.

Annette menghembuskan nafas panjang.

"Aku juga yakin bisa," ucapnya kemudian. Kalo turunan Latif, harusnya ngga masalah, batinnya.

"Kalo begitu jangan terlalu kamu pikirkan. Kamu harus sehat, sayang. Setelah Arsen menikah, kita juga akan meresmikan pernikahan kita nanti." Latif mengusap puncak kepala Annete penuh kasih.

Annette tersenyum haru sambil mengangguk.

"Iya, ma. Jangan pikirkan aku," tambah Arsen menenangkan mamanya, yang tersenyum lembut menanggapi ucapan putranya.

"Ngomong ngomong, tadi kalian ngapain aja di perpustakaan?" Kepo Latif dengan wajah jahil.

"Kamu ngga aneh aneh, kan?" tuduh Annete agak khawatir. Yang menenangkannya karena penampilan Ananta masih tetap rapi saat keduanya keluar dari dalam perpustakaan.

"Nyari buku dongeng, pi." Arsen tetap ngga mau berterus terang.

Papinya masih tetap ngga percaya, beda dengan istrinya.

"Masa?"

"Iya, piii ...." Arsen tetap menyangkal kecurigaan papinya.

"Di perpus, ya, nyari bukulah. Memangnya mau ngapain lagi," bela Annette. Dia yakin putranya berbeda dengan mantan kekasihnya.

Mungkin benar benar mencari buku, batin Annette tetap berprasangka baik.

"Kirain," nyinyir papinya dengan tatap jahil.

Arsen tertawa pelan.

Maaf, mam, batinnya merasa bersalah karena mamanya sepercaya itu padanya.

*

*

*

Ananta masih menolehkan kepalanya ke bagian belakang kaca mobilnya. Dia masih melihat sosok Arsen yang berdiri menatap ke arahnya seakan dia bisa menembusnya. Padahal Ananta tau Arsen ngga mungkin bisa melihatnya tapi entah kenapa tubuhnya merinding.

Tatapan Arsen, sentuhan jari dan rem@sannya membuat aliran darahnya kian deras.

"Kalian bicara tentang apa saja tadi di perpustakaan?" tanya mamanya membuat perhatiannya teralihkan ke beliau yang sedang menoleh ke belakang, menghadapnya.

"Tentang .... buku buku," jawabnya ngga separuh jujur. Bahkan gara gara buku mengerikan itu, semua khilaf telah terjadi di sana.

"Buku?" Mamanya menatapnya dengan penuh selidik.

Ananta mengangguk.

"Banyak sekali koleksi bukunya, ma. Dia menunjukkan buku buku dongeng yang bisa aku bawa saat mengajar nanti." Ananta bersyukur karena bicaranya sangat lancar.

"Hanya bicara soal buku?"

Prameswari sulit untuk percaya.

Ananta mengangguk.

"Iya. Mama pikir kami bicara tentang apa?"

Prameswari menatap.putrinya dengan tatapan aneh. Kemudian terdengar helaan nafas kesalnya.

"Harusnya kalian sudah berciuman."

Ananta terbelalak mendengarnya, jantungnya berdebar keras. Sedangkan papanya tertawa.

"Anakmu tidak seliar dirimu, sayang," kilah Gala Aghia.

Prameswari mendelikkan matanya.

"Tapi kamu suka, kan?"

Tawa Gala Aghia makin berderai.

"Tentu suka."

Prameswari menghembuskan nafas kesal.

"Ananta, besok saat dia datang ke pameran, usahakan dia bisa menciummu."

Kembali Ananta membelalakkan matanya.

Teganya mamanya padanya. Padahal tadi dia sudah sedikit dilecehkan Arsen. Mungkin kalo mamanya tau kejadian tadi akan mengadakan acara syukuran.

Ananta membuang tatapnya ke luar jendela mobil. Malam yang diterangi lampu lampu jalan dan lampu lampu kendaraan. Tidak ada bagian yang gelap, kecuali hatinya.

"Dengar Ananta sayang, minggu depan kalian akan menikah. Kalian harus terbiasa dengan sentuhan fisik."

"Nanti aja setelah sah, ma." Dia memang lebih milih jalan aman. Ananta ngga mau setelah dia menyerahkan segalanya, laki laki itu tiba tiba menghilang dan pernikahannya batal. Memikirkan itu membuat Ananta takut. Apalagi tadi pertahanannya sudah sedikit jebol.

Prameswari menghela nafas panjang

"Nenek Arsen meminta kalian cepat hamil. Dia pasti takut ngga sempat menggendong cicit."

Hamil? Jantung Ananta berdetak keras lagi.

"Kalo dari sekarang kalian belum ada pemanasan, setelah menikah nanti mama takut kalian akan lebih lama lagi dapat anaknya," keluh mamanya dengan kalimat yang tanpa saringan.

Ananta terbatuk. Sedangkan papanya tergelak.

"Itu alami, sayang. Jangan dirisaukan. Mereka sudah dewasa. Apalagi Arsen dibesarkan di Eropa. Dia pasti ngga polos polos banget," sergah papanya. Walaupun dia belum pernah mendengar skandal Arsen, tapi dia yakin itu karena semua skandal kalo pun ada sudah dikunci neneknya. Seperti mendiang Ega dulu.

Atau mungkin memang ngga ada skandal, karena Arsen harus menggantikan almarhum Ega. Mempelajari semua yang sudah Ega pelajari sejak kecil, pasti membuatnya harus bekerja sangat keras dan ngga punya waktu untuk bersenang senang.

Benar, pa, dia nggak polos banget. Dia mengerikan, sahut Ananta dalam hati, membenarkan ucapan papanya.

"Tapi dia terkenal kaku dan dingin terhadap perempuan. Aku takut dia ngga tertarik dengan Ananta."

Masa? Ananta menatap mamanya ngga percaya. Batuknya makin menjadi saja.

"Ananta, batukmu itu selalu muncul saat bahas anak," omel mamanya sambil menyerahkan sebotol air mineral yang memang tersedia di dalam mobil.

Ananta tidak menjawab. Dia lebih fokus untuk meneguk minumannya.

"Ananta, nenek Arsen mengharapkan cicit dalam satu tahun pernikahan. Kamu harus bisa hamil."

Ananta terkejut sampai menyemburkan air yang dia minum.

"Ananta, kamu apa apaan, sih," omel mamanya kaget dan reflek menghindari semburan Ananta.

"Kamu ngga apa apa, sayang?" tanya papanya khawatir sambil memberikannya kotak tisu pada putrinya.

"Nggak apa apa, pa." Dengan tangan gemetar dia meraih beberapa lembar tisu dan mengelap bibirnya. Juga pakaiannya yang basah, karena air di botol minumannya juga ikut tumpah

"Besok terpaksa mobilnya di bawa ke salon," omel mamanya lagi.

"Sudahlah, honey. Jangan membuat Ananta makin tegang," bujuk suaminya berusaha menenangkan kekhawatiran istrinya.

"Aku pikir, semuanya akan mudah setelah Arsen memilih Ananta. Tapi nenek itu ternyata banyak sekali menuntut," keluhnya kesal.

Ananta makin ngga tenang. Sebenarnya pernikahan apa yang akan dijalaninya. Kenapa hidupnya selalu saja didikte orang lain.

"Katanya kalo dalam beberapa bulan belum hamil, neneknya Arsen menyarankan kalian ikut program bayi tabung," tukas mamanya lagi.

Ananta terbatuk lagi. Kali ini lebih lama dari tadi.

1
anggita
iklan☝like👍👌
Ernaaaaa
sabar ananta
Dewy Aprianty
ya ampun arsen🤭
Ernaaaaa
edannn sikutukupret
Ernaaaaa
terimakasih Thor...makin penasaran aku
Lia Kiftia Usman: penasaran karakter ananta yang penurut ... 🤭
total 1 replies
Ernaaaaa
makasih Thor
Ernaaaaa
buset main hati Kabeh xixixi
Alia Chans
Hadir thor.. ceritanya keren
semangat😉
Rahma AR: 😊😊....
total 1 replies
Ernaaaaa
alkhamdulillah maraton aku bacanya...lanjut Thor
Ernaaaaa
baru bisa Baca novel barunya..maksih Thor
Rahma AR: sama sama😊
total 1 replies
Titi Liana
suka
Lia Kiftia Usman
ananta...oh ananta...
Dewy Aprianty
lanjut thorr
hiro_yoshi74
meresahkan ini ma belum juga halal ar 🤭🤣🤣🤣
anggita
👍☝ like iklan
Gibran AnamTriyono
Bau Bau nya Nanti Bakal Calon Berbesan sama EZrA ini 😄✌️
Herman Lim
nah aku bgg ne keluarga sapa coba ada Arsen
Rahma AR: cerira baru🤭
total 1 replies
Siti Nur Rohmah
betul..kenbodohan yang haqiqi😄
Lusi Hariyani
latief gentle jg
Khey Rachmat
di luar keluarga airlangga sm artha mahendra ka????
cerita keluarga baru apa?
Love You Z♥️: semangat thoooorrrr 💪💪💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!