NovelToon NovelToon
My Surgeon My Hubby

My Surgeon My Hubby

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:179.5k
Nilai: 5
Nama Author: AlCha

Jesslyn Kimberly Gunawan, seorang gadis cantik yang harus menjalani hidup dengan keras karena orang tuanya meninggal pada sebuah kecelakaan. kemudian bertemu dengan dokter bedah tampan yang ternyata sudah memiliki ikatan batin kuat walaupun bukan saudara sedarah. Justin dan Jesslyn merupakan anak dari 3 orang sahabat yang terpisah, karena ayah Justin harus meneruskan study kedokterannya di luar negeri..
mereka bertemu setelah dewasa akankah Jess ingat dengan Justin?
Ini adalah novel bergenre medis yang jika over dosis bisa menyebabkan efek samping bucin akut..jadi bagi para pembaca yanh masih dibawah 18 tahun mohon bersikap bijak ya...
terimakasih..
salam dari author

**Al Cha**

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AlCha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Merasa kenal lama

Keesokan harinya, Jess mulai membuka mata. Ia merasa asing dengan ruangan yang ditempatinya. Ia mendengar suara elektrokardiograf disampingnya dan dengan masker oksigen yang masih terpasang.

"Sepertinya ini bukan kamar rawatku kemarin.."katanya dalam hati.

Jess merasa sangat haus. Saat ia mencoba untuk bergerak, seluruh tubuhnya terasa kaku. Dan rasa nyeri pun menjalar di bagian perut. Ia pun memutuskan untuk berdiam diri karena takut akan semakin sakit jika ia memaksa bergerak.

Tak berapa lama setelah itu, terdengar pintu kamar mandi dibuka, terlihat seorang laki laki tampan yang mengenakan kemeja biru langit dan celana panjang navy.Meskipun rambut Justin masih berantakan setelah mandi, itu tak mengurangi ketampanannya.

Jess yang melihatnya seperti tersihir oleh pemandangan itu. Jantungnya pun berdegup kencang.

"Kenapa tampan sekali..?" gumam Jess tanpa sadar yang masih bisa didengar Justin.

"Aku memang terlahir dengan wajah tampan..dan semua orang tahu itu."kata Justin sambil menyeringai narsis.

Jess pun kaget dengan apa yang dia katakan sebelumnya.Tapi ia hanya diam saja.

"Kamu sudah bangun?Apa yang kamu rasakan sekarang?" tanya Justin sambil mengambil stetoskop dan mulai memeriksa tubuh Jess.

"Aku haus..." kata Jess lemah.

Justin segera melepas masker oksigen yang terpasang di hidung dan mulut Jess kemudian menggantinya dengan selang yang terpasang di kedua hidungnya. Setelah itu mengambil botol air mineral beserta sedotannya kemudian membantu Jess untuk minum.

"Pelan-pelan saja.."kata Justin.

"Terimakasih.."

"Iya..sama- sama.." jawab Justin sambil tersenyum.

"Apa masih sakit?" kata Justin.

"Iya..bahkan aaku seperti tak bisa bergerak..."Kata Jess seraya menyebikkan bibir imutnya. Itu membuat Justin sangat gemas dengan gadis kecilnya.

"Sabar..itu karena pengaruh obat biusnya sudah hilang jadi kamu merasa sakit, nanti aku akan memberikan pereda nyerinya." kata Justin menjelaskan.

"Apa semalaman kamu tidak pulang?"tanya Jess.

"Tidak..aku disini menjagamu." jawab Justin.

"Kenapa kamu menjagaku?Apa karena disuruh oleh Ayah Michael?" tanya Jess.

"Tidak juga..Itu karena aku takut kamu menangis karena ketakutan di ruangan ini sendirian. Tentunya itu akan sangat merepotkan. Karena akan membangunkan seluruh pasien rumah sakit!" jawab Justin.

"Apa kamu bilang?Aku tidak takut sendirian."kata Jess tak terima.

"Lalu kenapa kemarin malam malam kamu berteriak di kamar sebelumnya?" goda Justin.

"Itu karena aku kaget melihatmu tiba- tiba di depanku."kata Jess kesal.

Justin pun terkekeh melihat Jess yang semakin kesal, karena walaupun dia sedang sakit tapi masih saja keras kepala.

Beberapa menit kemudian datanglah dua orang perawat dan Dokter Michael yang sudah memakai sneli nya.

"Selamat pagi putriku...apa sudah merasa lebih baik?"tanya dokter Michael dengan penuh kasih sayang.

"Sudah lebih baik Ayah.."Jawabnya sambil tersenyum.

"Syukurlah kalau begitu..." kata Michael merasa lega.

"Apa masih terasa nyeri?"lanjutnya.

"Iya ayah..rasanya badan saya juga terasa kaku."kata Jess.

"Itu karena efek anestesinya sudah hilang dan karena kamu juga lama tersadar jadi tubuhmu terasa kaku jika digerakkan. Nanti selepas makan siang Justin bisa membantumu untuk melatih menggerakkan badan agar tidak kaku lagi."kata Michael dengan sabar.

"Baik..kalau begitu Ayah akan kembali ke ruangan ayah dulu, kalau kamu butuh sesuatu bilang pada Justin." pamit Michael. Jess pun mengangguk sambil tersenyum.

"Justin jagalah Jess dengan baik, untuk rapat direksi hari ini biar ayah saja yang hadir."

"iya , Ayah.."jawab Justin.

"Permisi dok, kami akan menyuntikkan obat untuk Nona Jesslyn". kata perawat itu untuk meminta izin.

"Biar aku saja yang melakukannya, sekalian aku juga akan memeriksa luka operasi gadis ini." kata Justin pada perawat itu.

"Jess aku akan menyuntikkan beberapa obat lewat infusmu, ini ada antibiotik dan pereda nyeri."kata Justin pada Jess. Jess pun hanya mengangguk.

"Perawat tolong segera siapkan makanan untuk pasien ini."kata Justin setelah menyuntikkan obat obatan.

"Baik dokter tunggu sebentar." kata perawat itu.

Beberapa menit kemudian makanan pun datang. Justin segera mengambil makanan itu,meletakkannya di nakas dan mengubah brankar Jess dalam posisi duduk.

"Terimakasih..kalian boleh pergi."kata Justin pada para perawat itu.

"Jesslyn..aku akan menyuapimu, ayo buka mulutmu.." Kata Justin

"Aku bisa makan sendiri..."kata Jess.

Justin pun menjentikkan jarinya ke kepala Jess..ctttaakk!!

"Auugh... sakit"keluh Jess sambil memegangi dahinya.

"Makanya menurutlah, bergerak saja masih susah tetap keras kepala!"kata Justin sedikit ketus.

"Tapi..."belum selesai Jess bicara Justin langsung mengecup bibirnya sekilas. Jess pun hanya mematung. jatungnya berdegup lebih cepat.

"Dengar, aku tidak suka dibantah. Jadi menurutlah.."Kata Justin lebih lembut.

Justin pun mulai menyuapkan bubur ke mulut Jess. Suasana canggung pun tercipta diantara mereka. Bagaimanapun ini adalah ciuman pertama Jess.

Dalam waktu singkat, semangkuk bubur telah berpindah ke perut Jesslyn. Karena ia memang merasa sangat lapar setelah bangun dari tidur panjangnya.

"Ini minumlah." kata Justin menyodorkan air mineral. Jesslyn pun segera minum.

"Justin.." panggil Jess.

"Iya..ada apa?"

"Apa aku boleh bertanya sesuatu?" kata Jess

"Boleh..memang kamu mau bertanya apa?" tanya Justin.

"Apa kita sudah saling kenal sebelumnya?"tanya Jess.

"Memangnya kenapa?"

"Entah mengapa aku merasa kita sudah lama saling mengenal, tapi aku kan baru bertemu denganmu."

"Sebelum bertemu denganmu, aku bukanlah seseorang yang mudah dekat dengan orang asing. Aku hanya merasa nyaman dengan orang yang sudah lama kenal denganku."kata Jess.

"Apa kamu merasa nyaman denganku?"tanya Justin.

Jess pun mengangguk.

"Kalau begitu, ayo kita menikah!" kata Justin.

"Apa?!?"Jess pun terkejut dengan ucapan Justin yang tiba tiba.

"Hahahahaha........aku hanya bercanda. Apa kamu memang mau menikah denganku?" kata Justin sambil tertawa terbahak bahak.

"Tidak! Aku tidak mau menikah dengan dokter galak dan aneh sepertimu!" jawab Jess kesal.

"Sudah..sudah..segera beristirahatlah..jangan angkat kepalamu dulu sebelum tengah hari nanti. Aku pergi dulu ada jadwal operasi hari ini."

" Dua jam lagi aku kemari kamu haris berlatih memiringkan badan.Sekarang tidurlah dulu."kata Justin sambil mengecup kening Jess. Dan lagi lagi Jess kikuk.

"I..iya..."jawab Jess.

Justin pun mengambil jas putihnya dan keluar dari kamar Jess.

"Justin..."panggil Jess.

Justin pun menoleh.

"Terimakasih..." kata Jess tulus.

"Sama sama, segeralah tidur." kata Justin, kemudian dia benar benar keluar ruangan tempat Jess dirawat.

Sepeninggal Justin, Jess bertanya tanya dalam hatinya.

Apa aku pernah mengenalnya..?

Kenapa aku sangat nyaman berada didekatnya?

Kenapa aku merasa kalau kami mempunyai sebuah ikatan? tapi aku tak tahu ikatan apa itu.

Tak berapa lama, Jess pun tertidur karena pengaruh obat yang disuntikkan Justin.

...----------------...

mohon maklum ya..kalo kata katanya bertele- tele dan membosankan..gak nyambung lagi..sekali lagi mohon maaf kalau menyebabkan kebosanan akut.🥰🥰🥰✌✌

1
Sintia Dewi
gk jelas kali hubunganya main cium2 aja...alurnya terlalu cepat thour...& pertemuanya kurng berkesan..tetap smangat berkarya thour
Vebe Kabenaran
Luar biasa
kisagaaa
bababg revannn 😍😍
niktut ugis
Gambate lah Thor...💪
Femilia Dee: arigatougozaimasu....😘😘😘
total 1 replies
niktut ugis
heemm Justin mulai kepo sama Jess...lanjut thor
niktut ugis
mampir dan simak terus
niktut ugis
lanjut thor
Andirista Padrawati
lanjut
Memey
Yg pasti happy ending
Femilia Dee
Siapakah gerangan......🤔🤔🤔🤔
Femilia Dee
Like like like....
comment nya..yang comment....
Femilia Dee
like like like....
comment comment comment....
Duwi Hariani
semangat 🔥
Duwi Hariani
like👍
Duwi Hariani
💪💪💪 buat kk
Duwi Hariani
bagus ceritanya
Duwi Hariani
semangat up kk
salam dari terjebak cinta janda muda🙏
Femilia Dee: makasih dukungannya...
total 1 replies
Duwi Hariani
aku ikuti karya kk! ikuti juga ya karya ku
Duwi Hariani
mmpir thor
m
semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!