Luna Arsintha merupakan dokter cantik yang bekerja di salah satu Rumah sakit ternama,,dia ditinggalkan oleh ibunya saat berusia 4 tahun karena ibunya mengindap penyakit kanker membuat Luna bertekad untuk menjadi seorang dokter..
di usianya 26 tahun ini mama tiri nya menjodohkan nya dengan keluarga Wijaya, keluarga yang terkenal kaya raya,karena mama nya ingin menguasai harta keluarga Wijaya melalui Luna..
papa Luna yang mengidap penyakit stroke membuat nya terbaring tak berdaya,dia hanya bisa menyaksikan hari -hari di mana Riana bisa mengancam anak nya dengan menggunakan dirinya.
bagaimanakah nasib Luna selanjutnya, apakah dia mau menerima perjodohan dengan Pram Wijaya, lelaki yang di juluki sang Playboy..???
baca kelanjutannya di Noveltoon 🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zian hafiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kedatangan Pram
Pram terbangun lalu melirik jam di pergelangan tangan nya..
" Astaga aku tertidur" ucap Pram segera bangkit dan menuju kamar mandi untuk mencuci muka nya,Pram segera keluar dari kantor,siang ini seperti janji nya pada Luna dia yang akan menjemput dan mengantar Luna menjenguk ayah nya...
***
" mas Bian...." gumam Luna melihat Bian masuk kedalam ruangan nya
pikir Luna tadi Pram yang datang tapi malah Bian orang yang tak di harapkan nya,Luna menarik nafas panjang mana mungkin Pram lelaki super sibuk itu mau menjemput nya, paling juga semalam Pram hanya menyenangkan hati nya sesaat karena Pram sudah berhasil menjamahnya...
"Mas....baru datang" ucap Luna basa-basi
Bian duduk di hadapan Luna
" Lun bagaimana dengan permintaan ku kemarin,apa kamu bersedia berkenalan dengan mama?" tanya Bian serius
" mas,,maaf.....maaf kan aku tak bisa lagi menjalin hubungan dengan mu" ucap Luna pelan
" Lun,apa maksud mu? apa karena selama ini mama tak menyetujui kita,aku bisa bujuk mama Lun,aku mencintaimu...tolong jangan begini.." mohon Bian
" kita sudah lama menjalin hubungan Lun,aku sudah siap untuk menikahi mu" ucap Bian bangkit dan memohon pada Luna
pintu ruangan Luna terbuka kembali Pram melihat Bian yang sedang memohon pada Luna, lelaki tampan ini menautkan kedua alisnya tak mengerti dengan situasi ini...
" maaf....aku tak bisa mas" ucap Luna bingung karena ada Pram,dia juga tak bisa menjelaskan alasan karena Pram sendiri tak menganggap nya istri selama ini
" kamu sudah datang mas" ucap Luna mendekat pada Pram
Pram meraih pinggang Luna dan memeluk nya,di kecup nya kedua pipi Luna sekilas
Bian berdiri " Lun,apa kary dia kamu menolak ku" tunjuk Bian pada Pram
" kenalkan saya Pram Wijaya suami Luna Wijaya" ucap Pram menekan kan nama nya di belakang nama Luna
" Lun,kita belum putus" ucap Bian menatap Luna
" Maaf mas" ujar Luna tertunduk
" saat ini kami sudah tau kalau Luna sudah menikah jadi tolong jauhi istri saya" jelas Pram lalu menarik tangan Luna keluar
" Pram...." ucap Luna pelan,dia tak enak pada Bian tapi Pram dengan wajah menahan marah tak melepaskan tangan Luna dari nya
di hempaskan nya tubuh Luna kedalam kursi mobil,Pram duduk di kursi kemudi
" pekerjaan alasan mu saja karena ingin bertemu lelaki lain" tubuh Pram
" Pram aku tidak serendah itu,Bian datang hanya untuk meminta kejelasan hubungan kami" jawab Luna emosi
" kejelasan,,ck kejelasan apa? apa belum cukup jelas kalau kau sudah menikah dan tak boleh berdekatan dengan lelaki lain"
" kau egois Pram,kau boleh berganti-ganti wanita setiap malam sedang kan aku tak boleh berdekatan dengan lelaki,kau bisa main cium dan peluk semua wanita sedang kan aku-" belum sampai Luna menyelesaikan ucapannya Pram sudah membungkam mulut Luna dengan bibirnya
" p..hmmmm......" Luna mendorong tubuh Pram karena dia merasa kehabisan nafas
" ini milik ku" ucap Pram memegang bibir Luna
" ini Milik ku..." lanjut Pram mengusap pipi Luna
Luna hanya terdiam hatinya sakit karena Pram terlalu egois dengan dirinya
tangan Pram turun dan menyusup kedalam jas putih yang di kenakan Luna
" aku tak ingin berbagi ini" ucap Pram meremas salah satu gundukan kembar Luna membuat Luna memegang
aku tak ingin kejadian ini terulang lagi Lun,aku sudah tegas kan pada nya kalau kau istri ku jadi belaku lah sebagai mana seorang istri penurut" ucap Pram mencium bibir Luna sekilas
Luna hanya terdiam melawan pun pada Pram percuma dia tak akan menang pikir Luna...
pram melakukan kesalahan tapi apakah luna lebih baik jawabanya luna pun sama dia tidak kalau murahan daripada pram
pram melakukan kesalahan, mengaku salah, menyesal, mengemis maaf, berusaha memperbaik kesalahan, berjuang dapat kesempatan dan membuktikn diri dia pantas dapat kesempatan
sedangkan
*luna mengaku salah tidak, menyesalpun tidak, minta maaf tidak, berjuang apalagi, dia hanya istri munafik yang melihat salah suami dan tidak sadar kesalahannya
*kesalahan pram semua sudah tau
*ini kesalahan luna, seorang istri tapi berhubungan dengan pria lain, kontak fisik dengan pria lain, curhat berduaan dengan pria lain, menceritakan dan mengumbar aib suami pada pria lain, memberi harapan pada pria lain, yang paling buat luna tidak pantas dapat kesempatan karena luna munafik yang tidak sadar dan mengakui kesalahannya
dan yang menjadikan novel ini miris, egois, dan tidak adil, novel membenarkan semua kelakuan luna dan menganggap itu bukan kesalahan
miri novel buatan wanita yang menunjukkan wanita itu sangat egois (saya sebagai wanita, malu baca novel2 kayak ini)
nanti authornya bilang, ini hanya novel halu, kalau tidak suka skip aja, ingat thor sebuah novel akan mencerminkan karakter dan pola pikir autuor novel itu sendiri