Nathan Anggara seorang siswa SMA Galaksi yang keluar masuk BK karna selalu membuat masalah dan hampir di keluarkan dari sekolah. Tapi karna otaknya yang pintar, pihak sekolah harus berpikir dua kali untuk mengeluarkannya dari sekolah.
Nathan mempunyai geng yang berisi Ryan, Erland dan Dikta. Geng yang sangat menguasai sekolah ini akan mengganggu anak anak yang berpenampilan culun. Semua siswa bahkan takut dengan mereka berempat.
Suatu hari ada siswi baru berpenampilan culun memasuki sekolahnya. Nathan sudah siap siaga untuk mengganggunya dan membuatnya pindah sekolah seperti siswa lain yang ia ganggu.
"Hah! Lu gak bakalan lepas dari genggaman gua culun!" ucap Nathan yakin.
"Ganggu aku sepuas kalian, aku tidak akan melawan karna tujuan ku kemari hanya untuk belajar bukan bertengkar." ucap perempuan itu yakin.
Bagaimana nasib perempuan itu? Apakah Nathan akan berhenti mengganggunya?
Season 2
Silahkan baca bab "S.2 Awal Mula"
Mari simak cerita Nathan dalam novel "Nathan Anggara"
Author :
●Kim Jaenni●
Ig : @kim_jaenni
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim Jaenni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Olimpiade MTK
2 Hari kemudian, Nathan pun memaksa pulang.
"Nat, lu masih belum fit. Jangan pergi dulu lah." ucap Ryan.
"Gak bisa. Hari ini gua harus lawan 10 SMA lainnya." ucap Nathan.
"Sejak kapan lu jadi ambis kayak gini?" tanya Dikta.
"Sejak gua keluar dari keluarga Anggara." jawab Nathan
Nathan memaksa untuk bangun dari tidurnya. Ketiga teman-temannya pun terpaksa membolehkan Nathan untuk pergi. Mereka mengantarkan Nathan ke tempat olimpiade berlangsung.
"Buk, Nathan di sini." ucap Nathan.
"Ibuk baru mau menyerah karna tim kita hanya ada dua orang." ucap bu Gita. Nathan menggeleng.
"Jangan menyerah. Saya akan berusaha semaksimal mungkin agar SMA Galaksi bisa menjadi juara nasional olimpiade Matematika tahun ini." ucap Nathan yakin. Bu Gita mengangguk.
"Oke sekarang kalian bertiga masuk dan berjuanglah." ucap Bu Gita. Nathan, Gerry dan Reza pun mengangguk lalu masuk ke aula hotel.
"Selamat pagi semuanya. Hari ini kita bertemu lagi. Hari ini kita akan adakan ** atau Test Tertulis. Pemenang akan langsung di bawa ke tiga besar." ucap pembawa acara.
"Sebelum mulai mari bertepuk tangan untuk semuanya." ucap pembawa acara itu.
"Soal akan di bagikan. Ada 100 soal yang akan di kerjakan kapten. Dan 25 soal yang akan di kerjakan anggota. Jadi untuk para Kapten tim harap maju." ucap pembawa Acara.
Nathan dan kapten tim lainnya maju. Saat ini Nathan berdoa agar otaknya mau bekerja sama dengan dirinya seperti kemarin. Karna selama di rumah sakit, ketiga sahabatnya tidak memperbolehkannya menyentuh buku olimpiade. Jadi dia sama sekali tidak ada belajar.
Panitia pun membagikan soal untuk kapten dan untuk anggota. Setelah mendapatkan soal, Nathan kembali ke tempat duduknya lalu membagikan soal-soal yant ia dapat kepada teman-temannya.
"Ingatlah, kerjakan dengan teliti." ucap Nathan. Gerry dan Reza mengangguk.
Semoga bisa. Ayo otak bekerja sama lah dengan gua. batin Nathan.
Waktu pun di mulai. Semua peserta fokus dengan soal mereka masing-masing.
Untuk nilai a manakah garis lurus y \= 6x memotong parabola y \= x² + a tepat di bawah satu titik? batin Nathan membaca soal.
"Duh gua gak baca soal ini lagi tadi malam. Ini semua karna tiga anak itik itu!" gumam Nathan. Nathan pun mulai memutar otaknya dan dalam 5 detik otaknya langsung menemukan caranya.
Otak gua pintar. Setelah gua pahamin selama 5 detik gua langsung ketemu jawabannya tanpa mencari pakai cara dan jawabannya adalah 9. Akhirnya otak gua bisa diajak kerja sama. batin Nathan.
Waktu semakin menipis, Soal Nathan masih tersisa satu lagi.
"Nat lu udah selesai?" tanya Reza.
"Belum satu soal lagi. Kalian chek sendiri aja jawaban kalian. Kalau ada yang ragu, tanya sama gua." ucap Nathan. Reza dan Gerry mengangguk.
"Siap!" ucap Nathan.
"Coba lu chek." ucap Gerry. Saat Nathan ingin melihat soal itu, gong berbunyi tanda waktu sudah habis.
"Gimana? Gua belum chek kerjaan kalian!" ucap Nathan
"Tenang aja. Hasil kerja lu pasti bisa menyelamatkan tim kita." ucap Gerry.
"Masalahnya gua gak yakin sama hasil kerjaan gua. Selama dua hari ini gua gak baca buku sama sekali!" ucap Nathan.
"Pasrah aja Men. Waktu juga udah habis." ucap Reza.
"Mana soal kalian?" tanya panitia itu. Nathan pun terpaksa memberikan soal yang mereka kerjakan.
"Baiklah adik-adik. Pengumuman yang akan masuk tiga besar akan di umumkan sebentar lagi. Terus semangat untuk yang gak bisa masuk tiga besar dan selamat untuk yang menjadi finalis." ucap Pembawa acara itu. Para peserta serentak menjawab.
"Terima kasih kak." jawab para peserta. Mereka bertiga pun menghampiri bu Gita yang duduk di pinggir Aula hotel.
"Gimana?" tanya Ryan yang duduk di samping bu Gita.
"Karna lu gak bolehin gua baca buku kemarin, otak gua lelet! Untung otak gus bisa diajak kerja sama, jadi gua masih bisa jawab." ucap Nathan.
"Yaelah, lu gak belajar aja otak lu selalu dapat jawaban yang benar." ucap Dikta.
"Ini olimpiade Men. Beda sama ujian di Sekolah." ucap Nathan.
"Besok kita ikut olimpiade Sains deh." ucap Dikta
"Hahaha baru babak pertama kalian udah kalah." ucap Nathan.
"Ehh selepe anda." ucap Ryan.
"Nilai Ipa kalian aja selalu rendah. Gimana mau ikut olimpiade Sains." ucap Nathan.
"Udah-udah. Yang penting kalian bisa jawab." ucap Bu Gita.
Tring..
Bu Gita mendapatkan pesan hasil dari Test Tertulis tadi.
"Liat ni, kamu gak belajar aja, kita bisa di posisi pertama lagi." ucap Bu Gita memperlihatkan hasil dari Test mereka.
"Nah kan otak lu encer Men." ucap Ryan
"Besok akan ada CC atau cerdas cermat. Kalian harus belajar dengan baik. Lawan kita cukup berat. SMA Arwana dan SMA Antariksa." ucap Bu Gita.
"Oh iya Nat, seminggu lagi kita bakalan buka Event untuk pertandingan basket di sekolah kita." ucap Erland.
"Pertandingan Basket nasional tingkat SMA." lanjut Ryan. Nathan mengangguk.
"Tunggu gua selesaikan misi gua di olimpiade MTK baru gua balik lagi ke basket." ucap Nathan.
"Lu yakin bisa? Olimpiade MTK aja lu udah pingsan, selisih hari antara Olimpiade MTK dan pertandingan basket itu gak lama Men. Kita takut lu pingsan lagi." ucap Dikta
"Gua kaptennya. Gua harus bisa main sama kalian. Tenang aja gua pasti jaga kesehatan." ucap Nathan.
"Yaudah kita pulang ke rumah masing-masing." ucap Bu Gita. Mereka berlima mengangguk.
"Kita bertiga nginap di apartemen lu!" ucap Ryan.
"Nyusahin!" ucap Nathan. Mereka pun pulang ke apartemen Nathan. Mereka sengaja nginap di apartemen Nathan agar bisa menjaga Nathan.
Keesokan harinya, mereka kembali bolos sekolah untuk menemani Nathan.
"Bolos terus!" ucap Nathan.
"Bodo amat, sekalian aja kita datang saat ujian aja." ucap Ryan.
"Otw turun rank umum." ucap Dikta.
"Hari ini CC kan? Semoga lu, Gerry sama Reza bisa jawab." ucap Erland
"Makasih Land." ucap Nathan. Erland mengangguk.
30 menit perjalanan akhirnya mereka sampai ke hotel tempat di selenggarakannya Olimpiade itu. Nathan menghampiri Bu Gita dan kedua rekan timnya.
"Hm, kalian bertiga bolos lagi? Mau ibuk laporin ke buk Lili?" tanya Bu Gita.
"We are Fine buk. Udah biasa kita masuk ruang BK." ucap Ryan.
"Nilai kalian turun nanti." ucap Bu Gita.
"We are Fine buk." jawab Dikta.
"Terserah kalian deh." ucap Bu Gita.
"Para Finalis olimpiade Matematika nasional tingkat SMA silahkan memasuki Aula hotel. Sebentar lagi kita akan memulai CC untuk memperbutkan juara nasional." ucap pembawa acara. Nathan dan ketiga temannya pun masuk ke Aula.
"Baiklah semua finalis sudah berkumpul. Saatnya kita mulai lomba Cerdas Cermatnya." ucap pembawa acara.
"Amplop pertama saya buka." ucap pembawa acara.
"Soalnya, Jika tan∝\=1,tan β\=2/5,dan tan θ\=1/4, maka nilai dari tan〖(∝+β+θ)〗 adalah.." ucap pembawa acara. Para finalis lain sibuk mencari jawaban menggunakan kertas buram yang tersedia. Berbeda dengan Nathan, ia hanya terdiam dan langsung tersenyum.
Tin!
Nathan membunyikan Bel mereka.
"SMA Galaksi." panggil pembawa acaranya.
"Tiga puluh satu perlima." jawab Nathan.
"Juri?" tanya pembawa Acara.
"Benar." jawab juri.
"Yes!" sorak Nathan. Soal-soal selanjutnya di tanyakan, SMA Galaksi dan SMA Antariksa bersaing cukup sengit. Dan tibalah soal terakhir dan amplop terakhir.
"Ini adalah soal dan amplop terakhir." ucap pembawa acara itu. Para finalis mengangguk.
"A, B dan C adalah sudut-sudut pada segitiga. Jika diketahui cos A\=2/5 √5 dan sin B\=1/10 √10. Maka nilai dari tanC/2\=.." ucap pembawa Acara. SMA Antariksa langsung membunyikan Bel mereka.
"SMA Antariksa." ucap pembawa acara.
"Akar satu tambah lima." jawab mereka.
"Juri?"
"Salah." jawab Juri.
Tin!
"SMA Galaksi." ucap pembawa Acara.
"Akar Dua tambah satu." jawab Nathan.
"Juri?"
"Benar!" jawab Juri.
"Dan hasilnya adalah.. Nilai SMA Arwana berada di urutan terakhir yang artinya mereka juara ketiga. SMA Antariksa berada di urutan kedua, tertinggal jauh dari SMA Galaksi yang berada di posisi teratas. Selamat untuk SMA Galaksi yang menjadi juara nasional tahun ini!" ucap pembawa acara.
Mereka bertiga bersorak senang.
"Berkat lu Nat, SMA kita bisa menang." ucap Reza
"Berkat kalian juga, gua semangat untuk menjadikan SMA Galaksi juara nasional Olimpiade Matematika tingkat SMA." ucap Nathan.
•••Bersambung...
Selamat Nathann dan tim🎉