Arum memutuskan berhijrah, hidup dengan syari'at agamanya. Namun bukan hijrah namanya bila tanpa rintangan, suami yang dicintainya pergi untuk selamanya, berjuang keras menghidupi anaknya. Dan suatu ketika dia dikhitbah untuk menjadi madu. Bagaimakah ceritanya? Sanggupkah Arum menjadi madu?
Ini hanya fiksi ya, tidak ada kaitannya dengan cerita hidup siapapun. Happy reading 🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shakeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kamu Sudah Siap?
Selesai mandi, Arum mengeringkan tubuhnya dan berganti pakaian dengan baju tidur dan kimono warna hitam bagian dari seserahan yang diberikan Ammar. Dia mengeringkan rambutnya dengan hairdryer yang ada di meja rias dalam kamar mandi itu.
Lalu dia bimbang, keluar dengan memakai jilbab atau tidak. Sebenarnya dia belum siap keluar tanpa jilbab, tapi kepala dan rambutnya perlu istirahat, perlu bebas dari jilbab walaupun hanya ketika tidur. Dia memutuskan untuk keluar tanpa jilbab. Dia menyisir rambut panjang sepinggangnya yang setengah kering, menatap wajahnya di cermin.
Sebenarnya aku belum mencintainya, karena sebelum menikah memang belum kenal sama sekali dengan Mas Ammar. Tapi kalau misalnya Mas Ammar meminta haknya malam ini akan aku penuhi. Sebab aku tahu malaikat akan melaknatku sampai pagi bila aku menolaknya.
Arum kemudian membuka pintu kamar mandi dan keluar. Sambil dia berdoa...
Bismillahirrahmanirrahim, Yaa Allah aku berserah diri pada Mu. Semua yang aku lakukan semata untuk meraih ridho Mu. Aku harus patuh kepada suamiku, karena perintah Mu. Mudahkanlah Yaa Allah...
" Clekk." pintu kamar mandi terbuka disusul keluarnya Arum dari kamar mandi dengan deg degan. Ammar spontan melihat Arum yang tanpa jilbab langsung untuk pertama kalinya, yang sebelumnya hanya lewat video call.
Maa syaa Allah, cantiknya istriku, akankah dia siap memberikan hak ku malam ini?...
" Mas mau kopi?" tanya Arum menyadarkan Ammar yang ternganga melihatnya.
" Eh iya boleh Dik." Jawab Ammar menenangkan diri.
Arum kemudian menuju meja depan kamar mandi dan menyalakan pemanas air, menyiapkan dua cangkir kopi.
" Mas, kopinya hitam biasa atau mau dicampur krimer?" tanya Arum karena dia memang tidak tahu bagaimana kopi kesukaan suaminya.
" Pakai krimer saja, aku kurang suka kopi hitam." Jawab Ammar.
" Baik Mas." Arum segera menambahkan satu sachet krimer bubuk yang ada di sana. Setelah siap dia membawa dua cangkir menuju sofa dimana Ammar duduk.
" Ini Mas, kopinya." kata Arum sambil menyerahkan kopi kepada Ammar. Mereka pun minum kopi bersama.
" Kamu cantik Dik. Maa syaa Allah." puji Ammar sambil menyeruput kopinya.
Arum tersenyum, dan dalam hati berdoa..
Haadzaa min Fadli Rabbi ( Itulah keutamaan Rabb ku)
" Mas ngapain dari tadi di sini?" Tanya Arum.
" Yaa nungguin kamu, tadi aku telepon Fitri " Jawab Ammar.
" Ooh, gimana kabar Mba Fitri?" Tanya Arum sambil menikmati kopinya.
" Dia baik, Sabtu depan aku ke sana ya " Ammar meminta izin.
" Iya Mas," Jawab Arum.
" Kamu gak cemburu aku ke sana?" Ammar bertanya lagi, penasaran bagaimana istri barunya ini sebenarnya.
" Kalau ke Mba Fitri sih nggak Mas, dia kan istrimu juga, dan sebelum ada aku kan dia sudah ada di hidup Mas. Kalau ke yang lain gak tau lagi." Jawab Arum.
" Yang lain siapa maksud kamu?" Tanya Ammar kaget.
" Sampai sekarang aku masih terkagum sama Mba Fitri Mas, Maa syaa Allah dia rela berbagi suami denganku. Kalau aku jadi dia belum tentu aku bisa. Dan kalau setelah ini Mas minta nikah lagi, aku kira belum sanggup berbagi suami dengan adik madu yang baru." Jawab Arum.
" In syaa Allah selama kamu masih bisa melaksanakan kewajiban sebagai istri dan ibu, aku tidak akan menikah lagi." Ammar berjanji.
Ammar meletakkan cangkir kopinya di meja. Dan duduk mendekat ke Arum. Tercium wangi Arum yang baru mandi dan harum rambut panjangnya, Ammar ingin membelainya.
" Dik, apa kamu sudah siap melayaniku malam ini?" Tanya Ammar.
" Siap gak siap sih Mas, kita kan sebelumnya juga gak kenal sama sekali, dari pertama khitbah sampai akad juga jaraknya gak ada dua pekan. Tapi kalau Mas minta sekarang ya gak papa, bismillah aja." Jawab Arum.
" Baiklah." Ammar mengerti, dia mendekat dan membelai rambut Arum. Dia sudah tak sabar dengan malam pengantinnya yang tertunda kemarin. Sejak Fitri sakit dan tidak bisa melayaninya hampir tiga tahun tidak melakukannya. Bisa dibayangkan bagaimana hasrat sudah membuncah di dadanya. Dia segera memeluk Arum dan menjalankan aksinya. Hingga mereka kelelahan dan ketiduran.
*****
Jam 03.00 dini hari Arum terbangun, mungkin sudah menjadi kebiasaan dia bangun jam segitu, dia melihat Ammar di sebelahnya masih terlelap, memakai selimut hanya sampai dada, hingga separuh atas dadanya yang bidang itu terlihat. Arum menaikkan selimut menutup dada Ammar, khawatir masuk angin.
Dia kemudian menuju kamar mandi. Memenuhi bathtub dengan air hangat, dan dia berendam dengan nyaman melepas lelah. Iya tubuhnya sangat lelah, melayani suaminya. Lima belas menit kemudian dia beranjak menuju shower, dan mandi di sana. Selesai mandi dia mengenakan gamisnya yang berwarna mustard. Mengeringkan rambutnya, dan berwudhu.
Arum keluar kamar mandi, dilihatnya Ammar masih tetap terlelap. Dia kemudian sholat Sunnah, dan membaca Alquran sambil menunggu Subuh.
Ammar perlahan membuka matanya, rupanya lantunan ayat suci Al-Quran yang dibaca Arum membangunkannya. Ammar menyingkap selimutnya, dia hanya memakai celana jogger. Arum yang tersadar suaminya terbangun, segera melihat suaminya.
" Mas, mandi dulu Mas, sebentar lagi Subuh, bajunya sudah aku siapkan di kamar mandi." katanya kepada Ammar.
Ammar hanya mengangguk, dan berjalan ke kamar mandi. Dia segera mandi di bawah pancuran shower air hangat. Selesai mandi dia memakai polo shirt warna kuning tua, dan sirwal berbahan jeans.
" Clekk." Pintu kamar mandi terbuka, Ammar keluar dari sana.
" Sudah selesai Mas? Kita bangunkan Anak-anak yuk, sudah subuh ini." Ajak Arum, karena adzan subuh sudah terdengar.
Mereka berdua segera menuju kamar sebelah.
" Assalamualaikum." Ucap Arum dan Ammar sambil membuka pintu kamar anak-anak.
" Waalaikumusalam. Hik hiks..." Hanna menjawab sambil terisak.
" Kenapa sayang kok nangis?" Arum bertanya pada Hanna yang menangis, sementara kedua kakaknya masih terlelap. Hanna segera bangun dan berlari memeluk Ammar dan Arum.
" Hanna takut, bangun sendirian, kakak sama Mas gak bangun-bangun." Hanna menjelaskan.
" Oh iya, sekarang dah ada Umma sama Abi, Hanna jangan nangis ya, Ayuk kita wudhu, kita bersiap sholat subuh." Bujuk Arum sambil menggendong Hanna menuju kamar mandi.
Ammar membangunkan kedua jagoan kecilnya.
" Kakak Salman, bangun nak sudah Subuh, Mas Rayhan bangun sayang, sudah subuh, kita sholat yuk." Ammar dengan lembut membangunkan anaknya.
Rayhan dan Salman bangun dan merenggangkan otot mereka. Dan turun dari tempat tidur, dan berjalan menuju kamar mandi bersiap sholat subuh. Selepas Sholat Subuh Ammar dan anak-anak murojaah hafalan mereka. Sedangkan Arum membereskan pakaian dan barang-barang mereka karena habis sarapan nanti mereka segera check out.
Jam 06.30, mereka turun untuk sarapan di restoran tempat mereka makan malam kemarin. Anak-anak makan dengan lahap begitu juga Ammar dan Arum.
" Senang kalian nginap di sini?" Tanya Ammar kepada anak-anaknya.
" Iya Bi senang." Jawab Rayhan.
" Suka ada kolam renangnya." Jawab Hanna.
" Okelah, in syaa Allah kalau ada rezeki dan kesempatan kita nginap lagi di sini ya." Ammar berusaha menyenangkan istri dan anaknya.
" Eh iya Mas, sepulang dari sini kita mampir supermarket ya, bahan makanan di kulkas sudah habis." Pinta Arum.
" Oh,, iya." Ammar mengiyakan. Dan dia meneruskan pertanyaannya." Kamu belanjanya suka ke supermarket?"
" Gak juga sih Mas, biasanya kalau belanja sayur dan lauk aku sepekan sekali ke pasar, dan belanja bulanan aku ke toko grosir, aku merasa lebih hemat kalau begitu, soalnya kalau ke supermarket suka kalap, harusnya belanja tiga ratus ribu jadi lima ratus ribu habisnya." Arum menjelaskan sambil tertawa.
jangan lupa mampir ya ukh di karyaku juga ya, dan beri dukungan. sekalian boleh minta folback nya agar bisa berteman/Smile/
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
bisa berbagi....
sukses
semangat
mksh
mantap