NovelToon NovelToon
Wanita Kedua

Wanita Kedua

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Cintamanis / Patahhati / Perjodohan / Tamat
Popularitas:375.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Sun Shine

Erika yang polos dan miskin jatuh cinta pada Evans, lelaki tampan dan kaya, lelaki yang sangat diidam-idamkan banyak wanita.

Mencintai Evans sama seperti menggenggam mata pisau, semakin menggenggamnya erat semakin berdarah-darahlah yang kamu rasakan.

Rasa kecewa dan sakit hati, itulah yang dirasakan Erika sejak bersama Evans. Tapi Erika tidak mampu melepaskan lelaki itu.

Mampukah Erika meraih hati Evans sepenuhnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sun Shine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kampus

Visual Erika 👆

Episode-episode awal agak slow ya guys, biar terkesan alami dan dapat feel-nya. Selamat baca. Nikmati harimu! 😉

Di sebuah rumah kecil sederhana, seorang gadis sedang sibuk membenahi dirinya. Wajahnya memang polos tanpa make up tetapi terlihat sangat manis dengan matanya yang sipit, berkulit putih seputih susu dengan rambutnya yang lurus hitam. Dia mengenakan baju yang sebenarnya terlihat kampungan. Tetapi dia tidak memahami hal itu. Baginya, pakaian yang dia kenakan sudah cukup indah.

"Kak Danish, apa aku terlihat cantik?" tanya gadis itu seraya keluar dari kamar.

"Um, cantik," jawab Danish sambil mencubit hidung adiknya.

"Aku gugup, Kak. Ini hari pertamaku masuk kampus," ucap Erika dengan cemberut. Tetapi di balik cemberut ada senyum kecil terukir di sana.

"Adikku ini, lucu deh. Kakak yakin kamu bisa menyesuaikan diri di sana. Apalagi kamu gadis yang pintar," kata Danish sambil mengusap kepala adiknya itu.

"Makasih ya, Kak. Sudah merelakan uang tabungan Kakak untuk kuliahku." Erika memeluk kakaknya.

"Iya sama-sama. Sudah cepat sana berangkat," kata Danish lembut seraya tersenyum kecil.

"Ok, kak! Ibu, aku pergi ya."

"Iya," sahut Wilma singkat, yang baru saja datang dari dapur.

Danish memang sayang sekali sama adik satu-satunya itu. Mereka berdua tinggal dengan ibu di rumah peninggalan ayah. Ayah mereka telah meninggal sejak mereka kecil. Ibunya bekerja mencuci baju tetangga. Sementara Danish bekerja sebagai pelayan di sebuah toko. Dia biasa mengantar barang dengan mobil pick up atau mengangkat barang-barang.

"Danish. Kamu kan laki-laki. Usia mu masih 22 tahun. Harusnya kamu yang kuliah," ucap Wilma dengan wajah tidak senang.

"Ibu, aku mau fokus cari uang. Sudah kuputuskan uang tabungan ini untuk Erika kuliah. Erika lumayan berprestasi dan baru saja lulus SMA, lebih baik dia yang kuliah." Danish dengan lembut menjelaskan.

"Kalau kamu tidak mau kuliah, uang tabunganmu itu kan bisa untuk kamu menikah nanti," ujar Wilma menjelaskan keberatannya.

"Aku juga akan menabung untuk itu. Jangan khawatirkan aku. Aku hanya ingin ada perubahan di keluarga kita. Kalau Erika kuliah, dia bisa mendapat pekerjaan yang baik. Tidak seperti aku yang harus susah payah." Danish berupaya membuat ibunya paham.

"Danish, mau sukses bagaimana pun, ujung-ujungnya Erika bakalan ikut dengan suaminya kelak. Dan keluarga kita tidak akan ada perubahan. Mudah-mudahan saja Erika ingat semua budimu," lugas Wilma. Danish sendiri diam sejenak menghela nafas.

"Ibu, aku melakukan ini ikhlas untuk Erika. Dia ingin sekali kuliah. Ibu tidak lihat senyum bahagianya itu sejak kukatakan dia akan kuliah. Itu saja sudah buat aku bahagia," ucap Danish tersenyum sambil merangkul bahu ibunya. Ibunya hanya diam saja. "Baiklah. Aku berangkat kerja dulu ya, Bu." Setelah pamit, Danish pun langsung berangkat.

*****

Universitas Bintang Kota adalah universitas ternama di kota ini. Fasilitasnya lengkap. Tim pengajarnya juga terpercaya. Banyak orang berlomba-lomba untuk masuk ke universitas ini. Bukan tidak sulit masuk ke universitas ini. Selain harus memiliki nilai yang bagus di ijazah. Mereka juga harus mengikuti tes yang sulit. Sungguh para orang tua sangat berbangga hati ketika anaknya berhasil menjadi salah satu mahasiswa di universitas ini. Ya, di sinilah Erika kuliah.

"Benar ya di sini?" Sambil celingak-celinguk Erika mencari di mana kelasnya bergabung.

"Lihat itu! Cupu banget ya?? Hihhihi."

"Mana? Mana?"

"Itu lho yg pakai baju kampungan."

"Oh itu. Dia kemari tuh..!"

"Wkwkwkwk. Dia sekelas kita lho."

"Kok yang kayak gitu bisa masuk universitas sini sih?"

"Hihihihi."

Dari kejauhan, Erika melihat beberapa mahasiswi yang asyik nongkrong di wilayah kelas itu. Dia merasa sedikit gugup. Namun seraya berjalan mendekat, dia mencoba tersenyum kecil kepada mereka.

"Hai teman-teman. Di sini kelas Akuntansi kan?" tanyanya seraya melihat keterangan di pintu masuk kelas.

"Heehhh! Siapa teman maksudmu? Kamu dari planet mana, hah?" tanya salah seorang mahasisiwi yang nongkrong di sekitar itu.

"Hahahahhah." Semua tertawa mendengarnya.

Erika diam saja lalu melangkah masuk ke dalam kelas. Di kelas orang-orang langsung memandangnya remeh. Ada yang tertawa kecil. Ada juga yang cuek saja. Ya, Erika bukanlah tidak peka atas situasi ini. Hanya saja dia belum memahami kenapa orang-orang memandangnya remeh. Itu semua karena dandanan kampungnya.

Beberapa mahasiswi tadi yang sebelumnya asyik nongkrong, memasuki kelas sambil melihat ke arah Erika yang masih bingung harus duduk di mana. Sepertinya dia hendak memilih bangku kosong di nomor dua dari depan bagian tengah.

"Hei, anak kampung!" seru Anna.

Erika terkejut. Diperhatikannya perempuan itu. Cantik dan tampilannya benar-benar modis. Dengan rambut panjang curly di bagian bawah.

"Ada apa?" tanya Erika singkat, walau sebenarnya dia tidak suka panggilan itu.

"Kamu tidak boleh duduk di situ!" tegas Anna.

"Memangnya kenapa? Kosong kok," jawab Erika sambil menatap mata Anna.

Terdengar cekikikan-cekikikan kecil.

"Hihihi. Anak ini baru masuk kampus sudah berani menantangmu, Anna."

"Dia belum tahu siapa Anna. Dia kan bukan satu sekolah sama kita-kita waktu SMA."

"Iya. Dia dari SMA zaman kuno terus pake mesin waktu ke zaman modern, lihat tuh bajunya kampungan banget."

"Hahahahahhaha"

"Apa sih maksud kalian?" tanya Erika cukup kesal.

Memangnya bajuku kenapa? Masak sih ini kampungan? Erika bertanya di dalam hati.

"Pokoknya kamu tidak boleh duduk di situ! Aku tidak suka ada perempuan kampung duduk di dekatku," lugas Anna.

"Sudahlah, Cupu. Kamu duduk di sudut sana aja. Di belakang," sahut yang lain

"Hahahahahha." Seketika tawa meledak.

Erika sangat kesal tetapi dia memutuskan mengalah dan duduk di sudut belakang. Lebih baik dia tidak membuat masalah.

****

Di tengah Ospek

"Hei, Evans! Tidak ikut ospek nih? Mana tahu ada cewek cantik di kelas Manajemen." Ajak Revin sambil menepuk bahu Evans yang sedari tadi nongkrong di bangku taman lapangan kampus.

"Kamu itu ya! Cewek mulu," sahut Evan sambil tersenyum.

"Jadi nggak mau nih gabung sama anak-anak?" tanya Revin cepat.

Evans menggeleng. "Di sini lebih enak sambil lihat anak akuntansi diospek tuh. Hahahah lucu banget deh cewek itu," kata Evans.

"Cewek yang mana?" Revin langsung celingak-celinguk.

"Nggak ada." Evans terkekeh.

"Haissshhh. Sial," ujar Revin kesal seraya pergi meninggalkan Evans.

Evans masih tertawa seraya melihat punggung Revin yang sudah menjauh. Lalu dengan cepat ekspresinya berubah. Dia terdiam sejenak meminum air mineral yang sedari tadi ada di genggamannya. Sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu yang lain.

"Dasar murahan," ucapnya dalam hati sambil mengingat kejadian tadi malam.

Namanya Evans Ducan. Siapa yang tidak kenal dengan Evans. Orang tuanya terpandang dan benar-benar dihormati di kalangan bisnis. Sewaktu tingkat tiga, dia menjadi asisten dosen yang handal. Wajahnya yang tampan dengan tinggi 183 cm, membuat perempuan berupaya mencari perhatiannya.

***

Visual Evans Ducan

Terimakasih atas Like, Comment dan Vote-nya ya, Kak! 😉

1
Anonim
bgsss bgtt
Pitriya BiMe
Evans bodo banget yaa,, tanpa konfirmasi udah nyimpulkan sesuatu yg jelas2 itu salah..
Aisyah Nabila
aku mampir thor smoga bgus ceritanya dan gk bnyk typo
Diana Susanti
dibukak nggak bisa
Sumini Harrni
peran semuanya ga ada yg aku sukai . semangat thor
Sumini Harrni
putus aja aku ga suka karakter Evan aku juga ga suka karakter Erika..putus dulu biar Evan. memantapkan rasanya dia cinta Erika apa ga
Sumini Harrni
putus Evan itu ga cinta erica.pria plin plan
🇮🇩Imelda🇰🇷
ada ya saking cinta rela jadi yg kedua
Mamanya Vin Van
up
Yanti Palamani
Erika yg bodoh.
Han Yonggi
Visual Evans tdk keren !
Sun Shine: khayalin tokoh lain aja, kak..
total 1 replies
Redflow
erika kekanak kanakan sekali..terlalu bucin sampai ga inget keluarga...
Redflow
erika kok lama lama ngeselin..gak inget perjuangan kakaknya...gak ada kasihan ma kakaknya yg di penjara gara2 dia
arin
akhiry bahagia,semoga ngga ad kuman amiin
arin
mabok dech si Evans,semoga bucin trs ngga jdi nkhin Alexa...😍
arin
semoga Evan ngga jdi nikahin alexa
arin
haha ad ya yg kaya gni,demi cinta rela jdi yg kedua...klo sy wlpun cinta bngt mah ogah jdi yg kedua🤣
Riski Agustika
akhirnya 😘😘😘
dayutz 💕
makasih kk udah nulis cerita yg bagus,aq tunggu cerita revin dan lisa😊
Kusuma Wardhani Wiwin
makasih kk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!