NovelToon NovelToon
Dijodohkan ? Siapa Takut

Dijodohkan ? Siapa Takut

Status: tamat
Genre:Komedi / Contest / Cintamanis / Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: riena

" Hei Leha, turun gak ? " Ibunya Juleha berkacak pinggang di bawah pohon mangga.

" Bentaran ! Nanggung "
Masih dengan santai nangkring diatas pohon mangga.

Bagaimana kisah perjalanan rumah tangga antara Juleha dan Zainal dan pasangan lainnya yang menikah karena minta dijodohkan ? ikuti terus kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Juleha dan Zainal ( Part. 2 )

Rumah Pak RT tidak terlalu jauh, hanya berada di ujung jalan, tetapi kalau harus jalan kaki, bisa bengkak juga betis.

Zainal sudah berada di atas jok motor Scoopy-nya.

Juleha berdiri mematung.

" Naik dek, ntar keburu magrib, apa sekalian kita numpang sholat di tempat Pak RT ? "

Zainal menolehkan kepalanya ke arah Juleha.

" Boncengan sama Abang ? "

Juleha tidak menanggapi gurauan Zainal.

" Iya, Abang di depan, kamu bentar lagi kan jadi istri Abang, Abang imamnya, kamu makmumnya, makmum itu berada di belakang 'kan, Dek ? jadi.... "

" Itu bentar lagi bang, sekarang belum, kita bukan muhrim, gak boleh ! "

Beuh, Juleha Sholeha, padahal dulu waktu balita, setiap hari main main di rumah Zainal, sampai bobok siang disana malah.

Zainal tersenyum.

" Duduknya biasa saja, gak perlu mepet mepet, abang bawa motornya pelan, janji ! "

Juleha cuma melengos, tapi akhirnya naik juga di belakang jok motor Zainal.

...*****...

" Kalian berdua dijodohkan ya ? "

Bu RT kepo.

Pak RT cuma mencari stempel saja kenapa lama sekali sih ? memang itu stempel di simpan dimana ?

" Sayangnya iya buk, Alloh yang menjodohkan kami, iyakan dek Leha " Zainal mengedipkan matanya sebelah.

Zuleha melongo.

Bu RT cuma mesem.

" Semua juga dijodohkan oleh Alloh, Zai, maksud ibu bukan gitu, kalian berdua tidak ada pacaran, seantero kampung ini juga tahu, tau tau sudah lamaran, nah ini ...."

Beuh, mesra bener manggilnya, Zai.

Bu RT, menyenggol lembaran kertas pengantar untuk menjauhi administrasi ke kantor urusan agama.

Juleha males nanggepin pertanyaan dari Bu RT, biar itu menjadi urusan Zainal.

" Bibirnya jangan digituin Dek ! "

Zainal melirik lewat kaca spion, keduanya sudah menuju pulang dari rumah Pak RT.

" Sebel, Bu RT sudah seperti wartawan infotainment aja, ntar Abang aja ke rumah Pak RW, Leha gak mau ikut "

" Lagian Abang manja bener, kesana kemari minta temenin, kaya' bocah "

Leha turun dari atas motor dengan melompat, padahal pakai stelan rok.

" Biar ada nostalgia kita, Dek "

" Lebay, nostalgia kok ke rumah Pak RT dan Pak RW, pokoknya Leha gak mau "

Leha berjalan cepat masuk ke dalam rumah, meninggalkan Zainal yang menatapnya dengan sebelah alis naik ke atas.

...****...

" Eh Leha, bangun ! "

Ibunya mulai menggoyang goyangkan bahu Juleha.

" Leha, jadi anak perempuan itu kudu bangun pagi, ke dapur, beberes, bukan seperti elu, molor mulu "

Nyanyian ibunya mulai terdengar seperti biasanya.

Bukan Juleha kalau terganggu tidurnya hanya kerena ocehan ibunya yang itu itu saja.

Sekali kali nyanyikan lagu kematian. Bila Izrail, datang memanggil....

Dijamin Juleha bangun ketakutan belum siap untuk mati karena masih berlumur dosa.

" Ibuk hitung sampai tiga, kalau elu gak bangun juga, ibuk siram juga lu, satu..."

Ibunya sudah mempersiapkan segelas air untuk menyiram Juleha jika gak bangun juga.

Belum sampai hitungan ke dua, Juleha duduk dengan mata masih terpejam.

" Buk, Leha kan' udah sholat subuh, mau apa lagi ? Hoam "

Leha menguap karena masih ngantuk.

Untungnya di tutup, kalau enggak.... Aromanya....Beuh, bisa kabur bang Zai.

" Enak aja lu njawab mau apa lagi, belajar lu masak yang bener, bentar lagi lu nikah, kalau lu gak bisa masak, laki lu mau lu kasih makan apa ? Telur ceplok ?

Buruan bangun, bantu ibuk di dapur ! "

Ibunya Leha masih tetap melanjutkan omelan-nya sampai ke dapur, padahal Juleha juga gak denger.

Kalau gak mau dikasih telur ceplok, ya masak sendiri, siapa suruh bang Zai mau di jodohin ama Leha.

" Lehaaaaa...."

" Astagfirullah...." Juleha memegang dadanya karena terkejut, lengkingan suara ibunya mulai membahana lagi.

" Iya buk, Leha masih beberes kamaaaarr "

Juleha menjawab tidak kalah kencangnya.

Bapaknya Juleha untungnya tidak punya riwayat penyakit jantung, kalau tidak.... Ibunya Juleha sudah lama jadi janda, eh, maksudnya apa ?

...*****...

...🌿🌿🌿🌿🌿...

1
Itin
baru sadar cerita sebelumnya sudah ku baca karena Sudak like bab nya
..
Mini Amora
fresh bgttt baca cerita ini, menghibur sekali thor karyamu...ceritanya sederhana selayaknya kehidupan nyata.. 😍
Nunuk Bunda Elma
kangen Bang Zai dan leha
maraton bacanya
pipi gemoy
😂😂😂😂😂😂😂😂😂👏🏼👏🏼👏🏼🙏🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼
pipi gemoy
✌🏼
pipi gemoy
😂😂😂😂😂😂😂
Mira bete lagi nih, Thor ada dendam ya sama mira👻
👍🏼👏🏼🙏🏼☕
pipi gemoy
😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂👻
pipi gemoy
😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂
haduh porsinya pas Pasan bang jali👻
pipi gemoy
disini cwok nya garcep semua 😂👻🌹
pipi gemoy
😂😂😂😂😂😂😂😂
emang somplak mereka
hore Mahmud otw nikah juga Ama Lusi 👻🌹
pipi gemoy
😂😂😂😂😂😂😂😂
rezeki nomplok si Abdul nikah nga modal 👻
pipi gemoy
nah ketemu mantan bang Zai 😂
awas ada yang kebakar leha👻
pipi gemoy
suit suit😂🌹
pipi gemoy
😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂
bang Zai ada yang kepanasan 👻
pipi gemoy
😂😂😂😂😂😂😂😂👻
pipi gemoy
hadir Thor☝🏼
Mam AzAz
mampir baca ulang karena kangen 😄😄
Malem Sihombing
Luar biasa
Siti Sofia
sok sok an nolak nih abdul ..entar juga kelepek klepek ..hadeeuuh
Mmh dew
🩷🩵🩶🩵🩷
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!