NovelToon NovelToon
Scripted Love: Menikahi Musuh Bebuyutan

Scripted Love: Menikahi Musuh Bebuyutan

Status: tamat
Genre:Menikah dengan Musuhku / Live/Variety Show / Showbiz / Nikah Kontrak / Model / Enemy to Lovers / Tamat
Popularitas:14.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Satu skandal, dua musuh bebuyutan, dan 24 jam kamera yang menyala.
Sienna Rose, seorang supermodel papan atas, mendadak dihujat publik dan dituduh menjadi simpanan sugar daddy. Di waktu yang sama, Declan Bryer, aktor internasional berwajah sedingin es, tersandung skandal orientasi seksual. Demi menyelamatkan karier bernilai jutaan dolar, manajemen mereka memaksa keduanya bergabung dalam reality show pernikahan palsu, We Got Married.
Publik mengira mereka pasangan serasi yang romantis. Namun di balik layar, saat kamera mati, mereka adalah musuh bebuyutan masa kecil yang saling membenci! Sanggupkah Sienna menahan diri untuk tidak mencakar Declan di depan kamera? Dan apa yang terjadi saat masa lalu yang belum usai serta rahasia besar keluarga mereka perlahan mulai terkelupas di tengah sandiwara ini?
"Kurangin manjanya di depan kamera. Geli gue dengernya." — Declan Bryer.
"Pikir gue sudi?! Lo itu cuma kanebo kering, Declan!" — Sienna Rose.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2: Aturan Main di Rumah Baru

​"Cut! Oke, bagus banget! Interaksi awal kalian dapet banget gregetnya!" teriak sutradara dari balik monitor.

​Begitu kata cut menggema, senyum manis di wajah Sienna langsung lenyap. Dia menyentak lengannya yang sejak tadi memeluk mesra tangan Declan, lalu mundur tiga langkah seolah pria itu adalah tumpukan sampah yang mengeluarkan bau busuk.

​"Maju lo sini, kanebo kering!" desis Sienna, merapikan tatanan rambutnya yang agak berantakan gara-gara ulah Declan tadi. "Maksud lo apa tadi ngacak-ngacak rambut gue? Cari mati?!"

​Declan mengabaikan omelan Sienna. Dia mengangkat kopernya sendiri dan koper Sienna dengan santai, lalu berjalan mendahului menuju pintu utama rumah mewah bergaya modern minimalis itu.

​"Gue cuma akting, Cegil. Biar natural. Lo aja yang baperan," sahut Declan tanpa menoleh.

​"Baper dari mana?! Rambut gue ini disalon tiga jam ya, babi! Sengaja banget lo nyari gara-gara!" Sienna menghentakkan kakinya, berjalan cepat menyusul Declan ke dalam rumah.

​Rumah itu luas, berlantai dua, dan dipenuhi oleh kamera tersembunyi di setiap sudutnya. Menurut kru, ada sekitar dua puluh kamera yang menyala 24 jam untuk menangkap momen "kehidupan domestik" mereka, kecuali di dalam kamar mandi dan area pribadi tertentu.

​Sienna melirik ke sekeliling ruang tamu yang mewah, lalu matanya tertuju pada tangga. "Kamar gue di mana? Gue mau tidur. Pusing gue lihat muka lo lama-lama."

​"Kamar kita," potong Declan dingin sambil meletakkan koper di ruang tengah.

​Sienna membeku. "Hah? Lo ngomong apa tadi? Coba ulang?"

​Declan berbalik, menatap Sienna dengan tatapan datar andalannya. "Kamar kita. Cuma ada satu kamar utama di rumah ini yang dipasangin kamera untuk pasutri. Lo pikir ini acara reality show beda rumah?"

​"Nggak! Nggak bisa!" Sienna langsung panik, wajahnya memerah menahan kesal. "Gue nggak mau sekamar sama lo! Siapa yang tahu lo tiba-tiba khilaf terus macem-macem sama gue?!"

​Declan tertawa sinis. Dia melangkah mendekati Sienna, membuat Sienna refleks mundur sampai punggungnya membentur dinding. Declan menumpu satu tangannya di tembok sebelah kepala Sienna, mengurung cewek itu dalam jarak yang sangat dekat. Aroma parfum maskulin Declan yang mahal langsung menusuk indra penciuman Sienna.

​"Macem-macem sama lo?" Declan menunduk sedikit, berbisik tepat di depan wajah Sienna. "Sienna Rose, denger ya. Selera gue nggak seburuk itu sampai harus napsu sama cewek galak, ceroboh, dan nggak punya otak kayak lo. Jadi, turunin tingkat kegeeran lo yang setinggi langit itu."

​Sienna menggertakkan giginya. Tangannya sudah gatal ingin menampar wajah tampan yang sok suci di depannya ini. "Terus kenapa lo mau sekamar sama gue?!"

​"Karena itu perintah kontrak. Tapi tenang aja," Declan menegakkan kembali tubuhnya, menjauhkan diri dengan wajah tak acuh. "Gue bakal tidur di sofa panjang kamar. Ranjang king size itu jatah lo. Puas?"

​Sienna mendengus, melipat tangannya di dada. "Baguslah kalau lo tahu diri. Pokoknya, bikin garis pembatas! Lo nggak boleh ngelewatin batas sofa kalau malam!"

​"Pikir gue mau? Malah gue yang takut lo jalan sambil tidur terus tiba-tiba meluk gue," sindir Declan tajam sembari berjalan menaiki tangga menuju kamar utama.

​"Declan Bryer! Sialan lo ya!" teriak Sienna dari lantai bawah, wajahnya sudah kepalang kesal.

​Satu jam kemudian, kamera di ruang tengah kembali diaktifkan untuk sesi makan siang pertama mereka. Di depan kamera, mereka harus terlihat sedang memasak bersama.

​Sienna berdiri di depan konter dapur dengan canggung. Jujur saja, memasak adalah kelemahan terbesarnya. Dia memegang pisau seperti orang yang ingin mengajak perang, bukan memotong sayur.

​"Kamu mau aku potongin wortelnya seukuran apa, Sayang?" tanya Sienna dengan suara yang dibuat selembut sutra, menghadap ke arah kamera tersembunyi di sudut dapur.

​Declan yang sedang memakai celemek hitam—yang sialnya membuat pria itu kelihatan sepuluh kali lipat lebih tampan—melirik Sienna dengan tatapan ngeri.

​"Potong biasa aja, Sayang. Jangan tegang gitu pisaunya, aku takut jari kamu yang kepotong," balas Declan dengan senyum termanisnya, meski matanya mengisyaratkan hal lain: 'Lo kalau nggak bisa masak, mending diam.'

​"Ih, kamu perhatian banget deh," ucap Sienna, berpura-pura manja sambil mulai memotong wortel dengan kasar. Tok! Tok! Tok! Suara pisau membentur talenan terdengar sangat agresif.

​"Sienna," bisik Declan, bergeser mendekati Sienna agar suara aslinya tidak tertangkap mikrofon terlalu jelas. "Lo mau masak apa mau bunuh orang? Pelan-pelan."

​"Berisik lo! Gue lagi fokus nih!" balas Sienna berbisik dengan gigi rapat, masih sambil tersenyum ke arah kamera luar.

​Aww!

​"Sienna!"

​Detik berikutnya, pisau itu benar-benar meleset dan menggores jari telunjuk Sienna. Darah segar langsung keluar. Sienna meringis, refleks menjatuhkan pisaunya.

​Tanpa diduga, Declan langsung menyambar tangan Sienna. Wajah ketusnya lenyap, berganti dengan raut wajah panik yang teramat nyata. Dia menarik jari Sienna ke bawah pancuran air mengalir untuk membersihkan darahnya, lalu menghisap jari Sienna sekilas demi menghentikan pendarahan sebelum berteriak ke arah kru.

​"Tim medis! Ambilin kotak P3K sekarang!" teriak Declan tegas, suaranya menggema di seluruh ruangan.

​Sienna terpaku. Jantungnya mendadak berdegup dua kali lebih cepat. Bukan karena luka di jarinya, tapi karena melihat bagaimana ekspresi Declan saat ini. Mata tajam pria itu memancarkan rasa khawatir yang luar biasa. Tatapan yang sama... seperti saat mereka masih duduk di bangku SMA dulu, sebelum segalanya hancur.

​"Lo tuh bener-bener ya, cerobohnya nggak ilang-ilang dari kecil," omel Declan dengan suara rendah sambil menekan luka Sienna dengan tisu bersih. Kali ini, nadanya tidak ketus, melainkan penuh dengan kekhawatiran yang tertahan.

​Sienna menelan ludah, buru-buru menarik tangannya dari genggaman Declan setelah kru medis datang membawa plester. "Gue... gue nggak apa-apa. Cuma luka kecil."

​"Nggak apa-apa matamu. Kalau sampai infeksi dan syuting ketunda, reputasi kita berdua yang jadi taruhan," sahut Declan, kembali ke mode ketus dan dinginnya dalam sekejap begitu menyadari beberapa kamera masih menyorot mereka dengan tajam.

​Sienna mencibir dalam hati. Dasar cowok labil! Tadi panik kayak orang mau mati, sekarang malah galak lagi!

​Malam harinya, setelah makan malam delivery yang canggung (karena insiden potong jari), mereka akhirnya berada di dalam kamar utama. Kamera di dalam kamar diatur dalam mode night vision untuk menangkap momen tidur mereka.

​Sienna sudah berganti pakaian menggunakan piyama satin pink, sementara Declan hanya memakai celana training abu-abu dan kaos oblong putih tipis.

​Declan melempar sebuah bantal dan selimut tebal ke atas sofa panjang di sudut kamar. Dia merebahkan tubuh tingginya di sana dengan posisi kaki yang agak menekuk karena sofa yang kurang panjang.

​Sienna yang sudah nyaman di atas kasur king size menatapnya bersalah, tapi gengsinya terlalu tinggi untuk mengakuinya.

​"Hei, kanebo," panggil Sienna lirih.

​"Apa?" sahut Declan, menutup matanya dengan salah satu lengan.

​"Hm... makasih soal yang di dapur tadi," ucap Sienna, suaranya pelan hampir tak terdengar.

​Declan membuka matanya, menoleh ke arah kasur. Dalam kegelapan kamar yang hanya disinari lampu tidur remang-remang, dia menatap Sienna lekat-lekat.

​"Nggak usah makasih. Gue cuma nggak mau disalahin netizen kalau lo kenapa-napa selama acara ini," balas Declan dingin. Dia kemudian berbalik memunggungi Sienna. "Tidur. Besok jam enam pagi kita udah harus syuting episode outdoor."

​Sienna memutar bola matanya kesal, lalu menarik selimutnya sampai ke dada. "Dasar cowok kaku. Untung ganteng, kalau nggak udah gue racun lo dari tadi!" gumam Sienna pelan sebelum akhirnya memejamkan mata.

​Di sudut kamar, dalam posisinya yang memunggungi kasur, Declan perlahan membuka matanya kembali. Dia menatap jemarinya yang tadi sempat menyentuh kulit Sienna.

​Kenapa lo nggak pernah berubah, Sienna? Tetap bodoh, ceroboh, dan bikin gue nggak bisa berhenti buat jagain lo, batin Declan miris, teringat kembali luka lama di masa SMA yang masih membekas jelas di hatinya.

1
Aidil Kenzie Zie
kalau nggak pengen diliatin sama cowok lain y harus go public donk Dec🥰🥰 hubungan kalian jadi mereka paham
Ariska Kamisa: susah ya kak mereka ini 🤭🤣
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Baca marathon akhirnya End juga... 👍
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak🙏🙏🙏
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Oowhh bukan Satria Toh pelaku utamanya.. padahal sudah nuduh Dia tad tapi ternyata Asisten dan Agensi lain.i.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Feeling Aku sih pelakunya si Satria, apa lagi tadi terlambat masuk pas yang lain sudah ngumpul dan semua petunjuk mengarah ke dia karna sejak awal dia ga suka denganDeclan.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Thor kenapa panggilan Declan sama Siena masih pake Lo Gue... padahal kan udah nikah, di kirain bakal di ganti Aku Kamu lebih mending enak di denger halus.🙏

Atau sekalian saja pake sebutan Sayang, Honey biar lebih romantis.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Siena protes mulu perasaan, sekali² bales lah Dec biar Dia ga ngerasa di cintai dan di posesifin terus sama kamu makanya ga tau rasanya Cemburu.🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Coba bales aja Dec kamu deketin perempuan lain dengan ngobrol boasa di depan Siena, tar lihat gimana reaksinya bakal tetep cuek apa cemburu... biar Dia ngerasain juga kalau cemburu rasanya gimana.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
terus apa kabar dengan kedua musuh Siena Declan... niihh, ga kedengeran si Edrick dan si Maura kemana plus gimana kehidupannya.😁
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Hmmm... Good para Orang Tua gercep.👍👏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Lah Bapaknya Siena Ketua mafia tapi kenapa bisa kecolongan hanya karna seorang Maura yang ga punya kekuatan apa²... emang yang ngasih info Siena jatuh ke jurang cuma liatin aja tah tapi ga gercep instingnya sebagai pengawas bayangan.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎: Iya sih, Harab Maklum karna pengawal bayangan juga manusia ada lengahnya.🤭🤭
total 2 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Nah gitu kek jujur awal mula masalah kalian jadi sedikit lebih ringan kan jadinya dengan hubungan kalian... teruuusss sekarang ga harus Akting yerlalu di buat² lagi karna bisa dengan natural aja pasti lebih bisa buat ngalahin tuh si Edrick dengan Maura.
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Mudah²an komflik di dalam ceritanya ga berat² alnya Aku suka males kalau ujung² musuh yang lebih bahagia dan bikin esmosii.🤣✌️🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎: Awas saja tar kena Aku seruduk lho Thor kalau kepalaku sudah berasap.🤣🤣🤣
total 2 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kalau kamu takut Siena terluka lagi harusnya kasih tau biar bisa nyari jalan keluar dan hadepin bareng² atau siaga Declan beda lagi kalau dia ga tau malah masalahnya lebih ruwet... Dan Siena kalau kamu mau masuk dalam kehidupan Declan dan ngerasa perlu atau bersedia buat jadi pendengarnya harus usahakan cara bicaramu pada tempatnya dulu bukan dengan marah² dan ketus karna yanga ada Declan ga bakal buka suara sedang kamu saja ga bisa ambil kepercayaannya dengan sikapmu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Iiiihhh autor sampe soal pribadi di ajuin juga, depan umum lagi banyak yang liat.🫣

Perlu sapu ga Thor buat bantu bersihinnya biar ga Ngeres kemana².😁✌️
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Hah... Siena padahal.kamu sendiri yang duluan sok²an jual mahal semua di sangkut pautin dengan Akting dan giliran di balas ketus sama Declan malah ngerasa jadi korban karna terluka sama jawabannya... hadeuuhh makanya kalau jangan sok jual, gaya mahal seolah ga butuh bantuan dia dan nuduh buruk mending diem saja.

Komunikasikan juga sama Declan tentang kesalahan mu dulu kalau memang kamu salah jangan gengsi di gedein.🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Sanfok dengan kata HANCUNG itu suara bersih atau apa Thor.🤔

karna biasanya yang Aku sering denger dan lumrah bunyinya HATCIIHHH.🤭✌️
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎: Oowwhh .. untung Aku ga sampe salfok sama dengan HANGC*T... Thor ya Ampuunn.🤣🤣🤣✌️🫣
total 2 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Wkwkwkk Kenapa ga di komunikasikan biar jelas kesalah pahaman dulu mungkin bisa terbuka dan ga bikin kalian menjauh lagi dengan batasan.🤭🤭

Tapi ngomong² siapa nih Edrick.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Jangan marah² mulu Dec tar darah tinggi kan repot... harusnya di sayang² kek.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Lah kalau cinta ngapain di tutupin pake benci segala... mending di ungkapin aja Declan.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎: Iya jadi pengen di getok biar Tunjukin aja langsung tanpa harus sembunyiin lagi.😁😁
total 2 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
baru Mampir bab awal sudah berantem... moga² mah ga bikin darting, Maaf Thor bercanda.😁✌️
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!