NovelToon NovelToon
Sistem Analisis Nilai : Dari Sales Menjadi Penguasa Bisnis

Sistem Analisis Nilai : Dari Sales Menjadi Penguasa Bisnis

Status: tamat
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Kebangkitan pecundang / Tamat
Popularitas:188.9k
Nilai: 5
Nama Author: R.A Wibowo

Naufal hanyalah seorang sales smartphone miskin yang sering diremehkan karena tidak pernah mencapai target. Ditekan oleh target yang mustahil, dikhianati oleh rekan kerja, dan dianggap remeh oleh pelanggan sombong adalah makanan sehari-harinya.

​Namun, segalanya berubah saat sebuah suara mekanis bergema di kepalanya:

[Ding! Sistem Analisis Nilai Aktif!]

[Menganalisis Target...]

[Budget: Rp150.000.000 ]

[ Keinginan: memboron 50 unit untuk yayasan pendidikan |

[Tingkat Kepercayaan: 15%]

[Misi Terbuka! Closing produk!]

[Hadiah misi pembukaan RP 10.000.000!]

​Dengan bantuan Sistem Analisis Nilai, Naufal tidak hanya bisa melihat isi dompet pelanggan, tapi juga titik lemah kompetitor dan tren pasar masa depan. Dari seorang sales yang hampir dipecat, ia merangkak naik menjadi raja industri teknologi.

​Satu per satu wanita hebat mulai masuk ke dalam hidupnya.

(Spin OFF dari series Novel sistem analisis nilai )

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.A Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2—Tulang Punggung Sang Keluarga Dan Notifikasi Aneh

Waktu berlalu dengan sangat lambat. Hingga jam operasional berakhir, tak ada satupun pelanggan yang "nyangkut" di tangan Naufal. Andre pulang dengan langkah angkuh, bersiul senang sambil menimang kunci motornya, sementara Naufal harus menunggu bus kota paling malam agar hemat ongkos

.

Saat jam menunjukkan pukul sepuluh malam, Naufal akhirnya tiba di sebuah gang sempit di pinggiran kota. Bau selokan yang menggenang dan suara kucing liar yang mengeong kelaparan menyambut langkahnya yang gontai.

Ia tiba di depan sebuah rumah petak dengan dinding triplek yang sudah lapuk dan atap seng yang berlubang di sana-sini. Naufal menarik napas dalam-dalam, mencoba memasang wajah tegar sebelum mendorong pintu kayu yang engselnya sudah berkarat itu.

Creeek…

"Naufal? Kamu sudah pulang?" suara itu terdengar sangat lemah, berasal dari balik kelambu lusuh di sudut ruangan.

Ibunya, Ibu Sarah, duduk bersandar di dipan kayu tipis. Wajahnya sangat pucat, matanya cekung, dan tangannya sedikit gemetar. Di sampingnya, seorang gadis remaja dengan seragam SMP yang sudah menguning, Rara, sedang duduk meringkuk sambil memeluk lututnya.

"Iya, Bu. Naufal pulang," Naufal mendekat, mencium tangan ibunya yang terasa dingin. "Gimana keadaan Ibu hari ini?"

"Ibu nggak apa-apa, Fal. Cuma sedikit pusing," jawab Ibu Sarah sambil berusaha tersenyum, meski Naufal tahu ibunya sedang menahan sakit luar biasa akibat penyakitnya yang belum tuntas diobati.

Naufal beralih menatap adiknya. Rara hanya diam, namun suara keroncongan dari perut gadis kecil itu terdengar jelas di ruangan yang sunyi tersebut. Di atas meja kayu kecil di tengah ruangan, hanya ada satu piring plastik berisi sisa nasi putih yang sudah sedikit mengeras dan sebuah botol air mineral yang hampir kosong.

"Rara, kamu sudah makan?" tanya Naufal pelan.

Rara menggeleng lemah, matanya berkaca-kaca. "Tadi ada sisa nasi sedikit, tapi Rara kasih ke Ibu... Ibu bilang Ibu nggak lapar, tapi Rara tahu Ibu cuma mau Rara yang makan. Jadi tadi nasinya kita bagi dua, tapi... sekarang lapar lagi, Kak."

Hati Naufal seolah diiris sembilu. Di toko tadi, ia melihat Andre memesan makanan cepat saji mewah lewat ojek online dan membuang sisanya ke tempat sampah. Sementara di sini, adik dan ibunya harus berbagi sepiring nasi basi hanya untuk bertahan hidup.

Dunia memang tidak adil. Orang kaya makin kaya, orang miskin .. nungu waktunya mati. Seandainya janji si inisial G untuk 19 juta lapangan pekerjaan bukan omong kosong, dia dapat pekerjaan lebih mending kali.

"Maafin Naufal ya, Bu, Rara ... Naufal belum bisa bawa apa-apa malam ini," bisik Naufal, suaranya parau. Ia meraba saku celananya, mencari sisa uang receh untuk membeli mi instan di warung depan, namun ia sadar uang itu adalah ongkos terakhirnya untuk berangkat kerja besok pagi.

"Nggak apa-apa, Fal. Minum air putih yang banyak saja biar kenyang, lalu kita tidur," hibur ibunya dengan suara bergetar.

Naufal berjalan menuju dapur sempit mereka, hendak mengambil gelas. Meminumnya, lalu masuk ke dalam kamarnya.

Di kamar pertahan yang sudah dia kuat-kuatkan runtuh seketika, dia menjatuhkan diri ke kasur. Ia menatap beberapa poster belajar dan lain-lain. Mimpi naufal adalah untuk masuk Universitas tinggi, dia belajar mati-matian. Namun dengan kondisi keuangan sekarang dia tentu tidak bisa melakukannya.

'Kenapa aku terus?’ batin Nuafal. Sudah belasan tahun semenjak ayah dia meninggal, dan sejak saat itu naufal sudah jadi tulang punggung bagi keluarga.

Air mata yang sejak tadi ia bendung akhirnya pecah, membasahi bantal tipis yang sudah berbau apek. Setiap isakan yang keluar ia tekan sekuat tenaga agar tidak terdengar oleh ibu dan adiknya di ruang sebelah. Di kamar yang hanya seukuran liang lahat itu, Naufal merasa benar-benar terkubur hidup-hidup oleh keadaan.

​"Ayah... Naufal capek," bisiknya lirih ke langit-langit kamar yang penuh noda rembesan air hujan.

​Ia memejamkan mata, mencoba memaksakan diri untuk tidur agar rasa lapar di perutnya hilang. Namun, saat kesadarannya mulai meredup, sebuah sensasi aneh menjalar di pangkal otaknya. Awalnya hanya denyutan kecil, namun lama-kelamaan menjadi rasa panas yang membakar, seolah-olah ada kabel listrik yang dipaksa masuk ke dalam tempurung kepalanya.

​Zzzzt... ZAP!

​Naufal tersentak bangun, memegangi kepalanya yang terasa mau pecah. Pandangannya yang tadi gelap mendadak dipenuhi oleh kilatan cahaya biru neon yang sangat terang. Di tengah kegelapan kamar, sebuah layar transparan muncul melayang di depan matanya.

​ [Ding!]

[Mendeteksi Gelombang Otak Inang: Kondisi Putus Asa Tingkat Tinggi.]

[Kecocokan Karakter Terdeteksi: 'SANGAT COCOK!]

[PROSES PEWARISAN SISTEM ANALISIS NILAI]

[PROGRES 40% … 50% …]

Naufal terbelalak. Apa layar ini? Apa dia mengigau dan terlalu stres mikirin target. Yaudah lah tidur dulu aja.

1
Amna Tatik
lanjut.bos
Cui Lan Seng
aneh..kondisi emergency...masak ibunya ga nemenin dan malah percaya sama yg bukan dokter
Cui Lan Seng
ga pakai notaris???🤭😄
Cui Lan Seng
wih..training kok jam 23? kalo celebration sih ok
Manusia Biasa: pernah kejadian ini kak di real life/Smile/ sales hp pulang aja jam 10 kadang 11 malam. kalau ada panggilan dadak bisa
total 1 replies
Yoda putra Alam
harus ny tu botol kasih adik ny jg biar tambah encer otak adik ny...ini koq🤔
YaN Nie
Sistem nya kemana?
Kok ngga ngejelasin siapa Siska?
Mungkin Sistem nya ngantuk kebanyakan makan ayam bakar 😛
Manusia Biasa: gak asik bos masa apa apa dijelasin😂
total 1 replies
YaN Nie
Bantuin biaya ibunya SaTRIa donk
Rugi punya duit banyak tapi pelit
Nyumbang nya kalo ada Cashback doang 😜🤪
Manusia Biasa: aman dibantuin kok 😂 orang gaji disana juga banyak
total 1 replies
Sunan Arrasy
sistem analisis nilai, kehidupan sang raja teknologi wkwk
Manusia Biasa: siapp
total 3 replies
Sunan Arrasy
buat story Noval season 2 dong
Hardian Junior
👍👍👍👍👍
ラマSkuy
Thor kalo merek kendaraan mending pake asli aja Thor soalnya novel lain pun kalo merek kendaraan atau pakaian pasti pake merek asli yang ada didunia nyata biar kerasa lebih wah 👍👍
ラマSkuy: iya Thor merek sama serinya harus sama biar kita sebagai pembaca bisa membayangkan seberapa wahnya 👍
total 2 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎𝙔𝘖𝙐𝙉𝙂🏡s⃝ᴿ
kira kira siapa nih yang diajak sama mas owner 🤭🤔
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎𝙔𝘖𝙐𝙉𝙂🏡s⃝ᴿ
wah mau dapat reward dari sistem lagi nih Naufal 😭🤣🤣🤣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎𝙔𝘖𝙐𝙉𝙂🏡s⃝ᴿ
Naufal dikelilingi cewe cantik 😭🤣🤣
Wega Luna
jadi penasaran cerita novel mu yg lain Thor 😄, kayaknya seru deh
Manusia Biasa: gaz baca kak. saran saya yang sistem petani itu ada rangking 12 fiksi pria dijamin menarik
total 1 replies
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣 Naufal suka bikin baper anak orang,
Wega Luna
Thor,,, cerita mu bener bener berbeda dari sistem sistem yg lain🤭🤭, sekarang jadi tahu dunia sales,.😄
Wega Luna
Thor Omni plesetan dari merek apa yh ? lupa🤣🤣,
Manusia Biasa: oppo 😁
total 1 replies
Didin Setyawan
bukan temannya yg tangannya cedera😄
dhani satria
aduhhhhhhhh kok bunyinya kaya nda asing tu peluitnya...../Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!