NovelToon NovelToon
Mafia Dan Gadis Desa

Mafia Dan Gadis Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Roman-Angst Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:27.2k
Nilai: 5
Nama Author: Aquilaliza

Glenca Lysandra, seorang gadis yang terkenal di desanya sebagai penakluk hutan yang tak seorang pun berani memasukinya. Dia lah satu-satunya gadis yang berhasil keluar masuk hutan dalam keadaan selamat, berbeda dengan beberapa orang desa lainnya.

Namun, apa jadinya ketika dia bertemu seorang pemimpin mafia, Ethan Frederick Denaro, di sebuah villa kosong yang terkenal angker di dalam hutan yang ia jelajahi. Pertemuan tak sengaja yang membawanya menyaksikan kekejaman dan transaksi gelap seorang Ethan, juga menjadi awal hidup rumit nya.

Ethan tidak pernah membiarkan saksi mata transaksi terlarang nya hidup. Tapi, Glenca adalah pengecualian. Membawanya ke Mansion dan dijadikan mainan, cukup menghibur dirinya yang penuh dengan keseriusan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aquilaliza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pria Yang Pandai Berbohong

Nafas Glenca tersengal setelah berlari dengan jarak yang cukup jauh. Beruntungnya rumah-rumah warga sudah mulai kelihatan. Dia harus cepat memberitahu warga mengenai apa yang ia saksikan.

Dan sekali lagi ia beruntung, meski hari sudah gelap, beberapa warga masih berada di luar. Sepertinya mereka tengah membahas tentang suara tembakan.

Segera ia mendekat tanpa mempedulikan kondisi tubuhnya yang sangat berantakan—baju sobek yang tak sengaja terkena sabetan kayu, telapak kaki yang tergores dan mengeluarkan darah.

"Pak!" Glenca berusaha berteriak sekeras mungkin. Namun, suara lemahnya tidak terdengar oleh orang-orang itu.

"Pa—Mmm."

Belum sempat panggilannya berakhir, tubuhnya sudah di dekap dan bibirnya di bekap dari belakang. Mata Glenca terbelalak. Dia kenal tangan kasar ini. Meski hanya beberapa menit, ia mengingat dengan jelas bahwa itu milik pria kejam di villa tadi.

"Kau ingin kabur, hm?" Suara berat itu berbisik pelan di telinga Glenca. Gadis itu sudah ketakutan setengah mati. Matanya memerah dan meneteskan air mata sambil terus berusaha memberontak. Namun, tubuh besar dan kekuatan pria itu bukan tandingannya.

"Percuma kau lakukan ini." Suaranya kembali terdengar berbisik. "Kau lihat titik merah pada pohon di depanmu itu?" Mata Glenca bergerak mengikuti ucapannya Ethan. Benar, ada titik merah di tengah batang pohon itu.

"Tak jauh di belakang kita, ada Lucas. Dia seorang penembak jitu. Dan titik merah itu berasal dari senjatanya. Dimana titik merah itu berhenti, dia lah targetnya. Jika kau tidak ingin orang-orang di depan sana mati, dengarkan kata ku dan turuti."

Glenca terdiam dengan air mata yang terus menetes. Dia tidak ingin berada di situasi ini. Dia tidak ingin memilih. Dia ingin bebas. Tapi, pemberontakan nya akan membahayakan warga. Dia tidak ingin warga yang menjadi korban.

"Bagaimana? Jika kau setuju dan mau menuruti semua perkataan ku nanti, aku akan mengantarkan mu ke sana."

Perasaan Glenca semakin tak enak. Mengantarkan nya? Sudah pasti pria ini memiliki niat buruk. Namun, ia tidak ada pilihan. Keselamatan warga adalah yang utama.

Dengan perlahan Glenca menganggukkan kepalanya, membuat Ethan tersenyum puas. Ia pun menjauhkan tangannya dari mulut Glenca, lalu mengubah posisinya berdiri di samping Glenca.

"Ayo!"

Ethan melangkah terlebih dahulu, di ikuti Glenca di belakangnya. Tubuh kecil gadis itu nampak tak terlihat saat ia berjalan di belakang Ethan.

"Permisi." Suara berat Ethan menghentikan percakapan beberapa warga yang tengah berkumpul tersebut. Semua pasang mata pun langsung tertuju pada Ethan.

"Ya? Maaf, siapa anda? Saya rasa, anda bukan orang yang berasal dari desa kami," ucap seorang pria paruh baya.

"Saya Ethan, saya berasal dari kota Aterus."

"Lalu, apa yang—"

"Glenca?!" Semua secara bersamaan menyebut nama gadis itu ketika ia muncul dari balik tubuh besar Ethan. Meskipun pencahayaan di sekitar desa tak begitu baik, tapi semua masih bisa mengenal Glenca dan melihat bagaimana kondisinya yang berantakan.

"Nak, kau kenapa?" Seorang pria paruh baya langsung mendekati Glenca.

"Hei! Apa yang kau lakukan pada Glenca?" Seorang pria yang sepertinya seusia Ethan pun tak bisa mengontrol emosinya melihat keadaan gadis itu. Dia meraih kerah kaos Ethan dengan kasar.

"Tidak. Jangan sentuh dia. Dia tidak melakukan apa-apa." Glenca dengan cepat melerai. Dia takut penembak jitu itu benar-benar akan menembak warga jika Ethan dipukuli warga.

"Lalu, kau kenapa?"

"Aku dikejar binatang buas. Dia yang sudah menyelamatkan ku."

Ethan tersenyum samar mendengar alasan yang dibuat gadis itu. Dia tidak perlu susah memikirkan alasan untuk menjelaskan pada warga lagi.

"Ya Tuhan, Glencaaa. Sudah paman katakan agar kau berhenti bermain atau melakukan kegiatan apapun di hutan. Tapi, kau masih keras kepala. Lihatlah akibatnya. Beruntung kau diselamatkan oleh nya."

Pria paruh baya itu lalu menoleh pada Ethan. "Terima kasih, nak, kau sudah menyelamatkannya. Tapi, bagaimana bisa kau berada di hutan kami? Apa kau tidak tahu hutan kami memiliki penunggunya? Hanya Glenca yang berani kesana sendirian."

Ethan tersenyum tipis, dan itu membuat semua merasa dan mengakui jika lelaki itu begitu tampan. Mereka meyakini jika pria itu bukan berasal dari kalangan bawahan ataupun menengah.

Mata tajam Ethan sedikit melirik Glenca, lalu mulai menjawab pertanyaan dari pria paruh baya tersebut.

"Saya tidak tahu. Yang saya tahu bahwa hutan ini memiliki banyak hewan yang diperbolehkan untuk di buru. Ini bukan pertama kalinya saya beburu di hutan ini. Sudah empat kali saya melakukannya. Dan setiap kali saya berburu, saya sering melihat gadis ini berada di hutan."

Glenca langsung menoleh menatap Ethan. Pria ini sangat pandai berbohong.

"Dia juga alasan saya untuk sering datang berburu disini."

"Maksud anda?"

"Saya tertarik padanya." Glenca langsung melotot terkejut. "Selama ini saya tidak ingin menunjukkan diri Saya dan diam-diam mengawasinya. Tapi hari ini, takdir yang bertindak, membiarkan dia bertemu saya secara langsung."

"Astagaaa... maksudmu, kau menyukainya?"

"Ya. Saya ingin menikahinya."

"Apa?!"

Sungguh, sesuatu yang mengejutkan. Glenca melongo tak percaya, begitu juga dengan para warga yang mendengarnya. Glenca ingin sekali membantah dan memberitahu para warga.

Tapi, matanya malah menangkap titik merah itu bersarang tepat di dada pria paruh baya yang tadi sangat mengkhawatirkan dirinya. Dia tidak bisa berbuat apa-apa sekarang?

"Kau sungguh-sungguh ingin menikahi Glenca?" Pemuda itu memastikan pada Ethan.

"Ya, Saya ingin menikahinya."

Semua orang menatap Glenca, seolah meminta jawaban perempuan itu. Di terdiam cukup lama, lalu menarik nafasnya. "Aku setuju untuk menikah."

Lagi-lagi semua dibuat terkejut. Mereka tak menyangka Glenca akan setuju. Tapi, mereka juga merasa itu lebih baik. Selama ini Glenca selalu berjuang untuk bertahan hidup. Bekerja apa saja bahkan sampai memasuki hutan.

Mungkin hidupnya akan lebih baik dari sekarang jika ia menikah. Lagi pula, itu adalah keputusannya. Dia pasti tahu apa yang terbaik untuk dirinya sendiri.

"Kalau begitu, aku akan menemui keluarga mu." Ethan sedikit tersenyum sambil menatap Glenca. Senyum yang menggambarkan pujiannya pada Glenca yang sudah menjadi gadis penurut.

"Aku tidak memiliki keluarga." Senyum Ethan lenyap seketika.

"Dia hidup sendiri, Nak. Orang tua juga kekek neneknya meninggal sejak dia berusia tiga belas tahun."

Ethan terdiam, lalu menghela nafsan panjang. "Saya turut berduka," ucapnya. Sungguh, dia memainkan perannya sebagai orang baik dengan sangat baik.

"Kalau begitu, siapa yang harus saya beritahu? Saya ingin pernikahannya dilaksanakan besok, karena saya harus segera kembali ke Aterus."

"Tidak perlu memberitahu siapapun. Saya yang akan membantu mengumumkan pada warga desa. Ada gereja kecil di desa kami. Kalian bisa melangsungkan pernikahan disana besok." Pria paruh baya berucap.

"Saya akan meminta istri saya merias Glenca," ucap si pemuda yang ternyata sudah beristri. Ethan sudah salah sangka jika pemuda itu juga menyukai Glenca. Ternyata ia salah.

"Baiklah. Sekarang kalian bersihkan diri dan istirahat. Kau bisa menginap di rumah ku dulu."

"Terima kasih, Pak. Saya izin mengantarnya ke rumah dulu."

"Ya, silahkan."

Glenca dan Ethan kemudian bersama menuju rumah kecil milik Glenca. Saat tiba, Ethan memperhatikan rumah kecil itu sejenak. Dia mendekati Glenca kemudian berseru pelan, "Lucas terus mengawasimu. Jika kau kabur, kaki mu bisa dipatahkan oleh nya."

"Aku tidak menindas perempuan lemah." Ethan tersenyum miring mendengar suara Lucas dari earpiece tersembunyi yang ia kenakan.

"Tapi kau membuat mereka berteriak," gumam Ethan dengan wajah datar, yang berhasil membuat Glenca mengerutkan keningnya. Namun begitu, gadis itu memilih memasuki rumahnya tanpa mempedulikan Ethan lagi.

"Kau memang gila. Tidak disangka sampai akan menikah." Lucas terkekeh pelan.

"Itu satu-satunya cara. Kelinci cantik dengan daging yang manis, tidak boleh dilewatkan," ucap Ethan dengan senyum smirk yang terpatri di bibirnya. Dia tidak sabar membawa pulang mainannya ke mansion besok.

1
Qital Karimah
author up lagii
Mrs. Kan
Lanjut thor
Mia Camelia
ayooo eth, tangkep lagi glecha nya😔
Tevina Anggita: kapan upp nya kakk
total 1 replies
@Biru791
ayo dong upp
Mia Camelia
mendingan glencha di tangkap lagi deh🤣🤣🤣ethan nya udh ngliat nih🥰
Siti Zaid
Dengan susah payah nya glenca melarikan diri...kalau akhirnya dia kembali terkurung dan dihina juga sering kali dipukul oleh adeline...😠
Zahira Saskia
maaf mau tanya author ini up nya setiap hari kah? setiap up berapa episode?
terimakasih ❤️
Aquilaliza: Gak setiap hari kak🥺 kalau gak sibuk aku cukup rajin Up😊. Kalau sibuk ya wasalam😅😅 tunggu waktu luang😅🙏.
total 1 replies
Mia Camelia
itu serigala yg dimaksud julie kah ???
untung aja glecha bisa kabur 😄
Siti Zaid
Terima kasih author sudah update pagi..ditunggu terus lanjutan cerita nya..semoga saja glenca selamat dan hidup bahagia...🤭
Mia Camelia
ehm jdi gak rela klo glenca kabur😂😂😂
Siti Zaid
Author...terima kasih sudah update cerita nya..ditunggu terus lanjutan nya🤭
Mia Camelia
ayo thor up date lgi😄
ini glencha beneran mau kabur ?? aduh pasti klo ethan tau bisa ngamuk nih😂🤔
Mia Camelia
sering up date ya thor🥰🥰🥰
@Biru791
thour ayo dong rajin up nyaa nungguin nih
Siti Zaid
Terima kasih sudah update episode baru..👍ditunggu lanjutan terus ceritanya🤭
Siti Zaid
Terima kasih sudah update..ditunggu lanjutan ceritanya dengan sabarrr🤭👍😄
Aquilaliza: Hehehe... Makasih ya Kak😅
total 1 replies
@Biru791
kapan upppp
@Biru791
lama kali lah up nya
Siti Zaid
Terima kasih author..akhirnya update juga..walau pun lama menunggu😄semoga author dipermudahkan segala urusan..🤭
@Biru791
ihh kok gk up trss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!