NovelToon NovelToon
Dari Sampah Jadi Dewa: Sistem Daur Ulang Multiverse

Dari Sampah Jadi Dewa: Sistem Daur Ulang Multiverse

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Balas Dendam
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Bara Pratama hanyalah seorang pemulung yang dihina dan dibuang oleh kekasihnya demi pria kaya. Namun, nasibnya berbalik total saat darah dari luka pukulannya tanpa sengaja mengaktifkan sebuah tungku berkarat yang terhubung dengan Sistem Daur Ulang Multiverse. Melalui sistem ini, Bara bisa memproses rongsokan tidak berharga menjadi pil kultivasi, material langka, dan barang pusaka bernilai tinggi dari dimensi Sekte Harmoni. Berbekal kekuatan dan kekayaan baru yang terus mengalir dari tumpukan sampah, Bara siap menghancurkan kesombongan orang-orang yang dulu menginjaknya dan memulai hidup baru sebagai sosok yang tidak bisa diremehkan oleh siapa pun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Siska yang merasa gengsinya jatuh karena didorong oleh seorang pemulung langsung membuntuti Bara dari belakang dengan nafas memburu.

"Awas saja kalau saldomu ternyata kosong, aku akan merekam wajah malumu ini dan mengirimkannya ke grup pertemanan biar Dela puas menertawakanmu!" ancam Siska sambil mengeluarkan ponsel pintarnya dan menyalakan kamera.

"Total semua belanjaan Anda hari ini menjadi delapan belas juta lima ratus ribu rupiah, Tuan," ucap kasir wanita di balik meja itu dengan senyum kaku.

Siska tersenyum sangat sinis mendengar nominal belasan juta itu dan bersiap menertawakan Bara yang menurutnya pasti akan langsung kabur mencari alasan.

"Biar kutebak, dompetmu pasti tertinggal di atas tumpukan rongsokan di rumah kumuhmu itu kan?" ejek Siska keras-keras dari belakang punggung Bara.

Bara sama sekali tidak menoleh ke arah Siska dan dengan tenang mengeluarkan ponsel dari dalam saku celananya.

Dia membuka aplikasi perbankan dan langsung memindai kode batang pembayaran yang ada di meja kasir tersebut dalam hitungan detik.

Ting!

"Pembayaran atas nama Bapak Bara Pratama sebesar delapan belas juta lima ratus ribu rupiah sudah berhasil kami terima," ucap kasir itu dengan nada yang kini berubah menjadi luar biasa ramah dan hormat.

"Ini struk belanja dan barang-barang pesanan Anda, terima kasih banyak sudah berbelanja di butik kami, Tuan Bara."

Senyum mengejek di wajah Siska seketika luntur tak berbekas dan langsung digantikan oleh ekspresi kaget yang luar biasa bodoh.

Rahang wanita menor itu seakan mau copot dan jatuh ke lantai saat melihat Bara dengan santai menerima tiga tas belanjaan besar dari butik mahal tersebut.

"B-bagaimana mungkin ini terjadi..." gumam Siska dengan suara bergetar dan mata melotot menatap layar ponselnya sendiri yang masih merekam kejadian itu.

"Dari mana seorang pemulung rongsok sepertimu bisa mendapatkan uang tunai belasan juta rupiah dengan begitu mudah, Bara?!"

Bara mengambil tas belanjaannya dan berbalik berjalan melewati Siska begitu saja seolah wanita itu hanyalah pajangan manekin yang tidak penting.

Namun sebelum benar-benar pergi, Bara menyempatkan diri untuk berhenti sejenak dan mencondongkan kepalanya tepat di samping telinga Siska.

"Beritahu teman benalumu si Dela itu, mulai sekarang jangan pernah berharap bisa memanfaatkanku lagi sebagai ban serepnya," bisik Bara dengan nada yang sedingin es.

"Dan untukmu Siska, lebih baik kau tutup rapat mulut besarmu itu kalau kau tidak tahu apa-apa tentang siapa aku yang sekarang."

Bara kembali menegakkan tubuhnya dan melangkah pergi meninggalkan butik itu dengan langkah tegap dan dada membusung penuh rasa percaya diri.

Siska masih berdiri mematung di tempatnya dengan tubuh gemetar dan ponsel yang hampir saja tergelincir jatuh dari genggaman tangannya yang berkeringat.

Dia benar-benar tidak habis pikir dan otaknya tidak sanggup mencerna bagaimana seorang pemulung miskin yang baru saja dibuang temannya bisa berubah menjadi pria kaya raya dalam hitungan jam.

Sementara itu di luar butik, Bara berjalan menyusuri lorong mal sambil tersenyum sangat puas melihat wajah bodoh Siska yang tidak bisa berkata-kata lagi.

"Ternyata membungkam mulut orang-orang sombong langsung menggunakan uang tunai itu rasanya jauh lebih memuaskan daripada memukul wajah mereka," batin Bara sambil tertawa pelan.

Bara kemudian melangkah masuk ke dalam toilet mal yang sepi untuk mengganti pakaian kusamnya dengan setelan pakaian mahal yang baru saja dia beli.

Setelah memakai kemeja putih bersih yang pas di badan dan membalutnya dengan jaket kulit hitam mahal, penampilan Bara berubah total seratus delapan puluh derajat.

Postur tubuhnya yang kini tegap berotot membuat pakaian mahal itu terlihat sangat cocok menempel di badannya.

Kini dia tidak lagi terlihat seperti pemulung kumuh yang pantas dikasihani, melainkan terlihat persis seperti seorang tuan muda kaya yang sangat tampan dan gagah.

Bara menatap pantulan dirinya di cermin besar toilet itu cukup lama untuk mengagumi perubahannya sendiri.

"Sekarang aku hanya tinggal mencari tempat potong rambut mewah di lantai atas untuk merapikan rambut berantakan ini," gumam Bara sambil merapikan kerah jaket kulitnya.

Kres! Kres! Kres!

Tiga puluh menit kemudian, suara gunting pemangkas rambut elit berhasil mengubah gaya rambut gondrong dan lepek Bara menjadi potongan modern yang sangat rapi dan tajam.

Malam ini benar-benar menjadi malam yang panjang dan luar biasa bersejarah bagi kehidupan seorang Bara Pratama.

Ini adalah malam pembuktian di mana identitas lamanya sebagai pemulung rendahan telah resmi mati dan terkubur untuk selama-lamanya.

1
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
Was pray
pengusaha yg punya produk yg sama jadikan kompetitor bersaing secara sehat dengan kualitas, menang tanpa menjatuhkan lawan, untung tanpa menimbulkan musuh
Was pray
sembuhkan Gideon dan dijadikan anak buah yg setia aja bara dia bisa dijadikan mata mata didunia bawah tanah
kiyoe: heheh tunggu update selanjutnya yaa kak 🤣
total 1 replies
Was pray
emang bisa langsung beroperasi tuh pabrik? kan butuh penyesuaian peralatan dan tenaga ahli? kayak sulap dong ... bim salabim langsung muncul... tuh krim kosmetiknya 🤭🤭🤣
Was pray
betul.... tembak kepala bara dia pasti mati Krn perlindungan kaos oblong yg dipakai hanya melindungi tubuhnya doang
Was pray
ntar Nadhira posisi berubah dari teman jadii pacar, terus dari rekamn bisnis menjadi rekan ranjang nih..... terus Nadhira jad adik iparnya Adit Pratama.... 🤣🤣
Was pray
beli rumah dulu bara, ntar jadi lelucon naik mobil sultan tapi rumah kontrakan... masih mending mobil sewaan tapi rumah idaman
Was pray: biar bisa pamer dan nunjukin ke orang2 Nuh gue kaya.... tapi rumah masih nyewa.... mobil kredit... 🤣🤣
total 5 replies
Was pray
utang nyawa Nadhira pada bara dibayar dengan secangkir kopi, amat sepadan buat bara.... 🤣
Was pray
untung yg kram bukan gigi nya.... 🤣🤣
Was pray
mau main sepakbola dong .. sis....
Was pray
daging panggang mewah. daging pasti daging hewan langka nih ... bisa daging rusa bertanduk gading atau sapi berbulu emas... 🤭🤭
Was pray
yg tadi nya rata seperti kayu sekarang kotak kotak kayak papan catur .... 🤭🤣
Was pray: kwk. ... kwk... kwk.. gak biliard aja... kan lebih menantang.... 🤣🤣
total 4 replies
Was pray
kalau sama dadanya mbak -mbak tebal nih dadanya bara? 🤭🤭
kiyoe: heheh
total 1 replies
Was pray
waduh bahaya nih.... ntar bisa terbang tertiup angin.... dan tersangkut di ranting pohon.... gak bisa turun... kan seringan kapas... 🤭🤭🤭🤣
Was pray
bara ini saudaranya Adit ya Thor? karena sama2 memakai nama pratama
kiyoe: Bara gelap gulita 🤣
total 3 replies
Was pray
moga aja alur cerita per bab nyambung dan sistem gak berubah fungsi kayak sistem peternak dan berkebun berubah arah jadi sistem kultivator
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!