Kadang sesuatu yang kita anggap sesuai dan baik menurut kita,belum tentu sesuai dan baik menurut kehendak Alloh SWT.
Memutuskan bertunangan dimasa muda memang tidak mudah,tapi karna cinta dan keyakinan bahwa dia yang paling sesuai dan yang terbaik,Tya berani berkomitmen dengan kekasihnya. Siapa sangka...pertunangan yang sudah berjalan 3 tahun harus berakhir,bukan karna sudah tak ada cinta tapi lebih karna sebuah komitmen yang mulai tak sejalan.
Sementara seorang pengagum rahasia Tya sejak awal masuk SMA yang bernama Prayoga Putra Dewangga masih setia menjaga hatinya untuk Tya.Dia selalu sabar menanti celah untuk mengungkapkan ketulusan hatinya.
Sanggupkah Yoga memenangkan hati Tya???
Sementara hatinya telah penuh dengan cinta pada Zaki tunangannya...
Siapakah yang akhirnya akan mendapatkan Tya seutuhnya???
Semua masih menjadi sebuah rahasia...RAHASIA JODOH...akan menjawabnya...
Selamat membaca...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon In Gusman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 2 Pengumuman Kelulusan
Hari yang ditunggu telah tiba...
Seluruh siswa kelas 12 begitu antusias berdesakan didepan papan pengumuman sekolah.Mereka ingin memastikan nama mereka tertera di papan pengumuman itu.
Tak ketinggalan Tya...Tyandra Safira Anissa bersama teman-temannya...Hutami Candradewi,Yulia Maharani dan Indriani Mayasari.
🌹🌹🌹
"Alhamdulillah..."teriak mereka bersamaan sambil berjingkrak-jingkrak kegirangan...
"Kita semua lulus..."ucap Tya dibalas dengan anggukan teman-temannya.Mereka berpelukan sambil terus meloncat-loncat seperti anak kecil.Kemudian mereka pun bergabung dengan teman-teman mereka yang lain.Mereka saling mengucapkan selamat dan saling mrmbubuhkan tandatangan dikemeja mereka sebagai kenang-kenangan secara bergantian.
Sementara itu dari kejauhan sepasang mata memperhatikan tingkah mereka sambil tersenyum.Dia adalah Yoga.Berdiri bersandar ditiang depan kantor sekolah dengan melipat kedua tangan didadanya.
"Ngga ingin ikutan gabung?"tanya Andri,Yoga menggelengkan kepalanya sambil matanya tak lepas memandang tingkah Tya dan teman-temannya.Andri masih diam menunggu jawaban dari mulut Yoga.
Yoga melirik Andri yang mematung disebelahnya,sambil tersenyum lalu dia berkata"Kalau aku disana,aku justru tak bisa memandang wajahnya"
"Tapi aku akan menghampirinya setelah mereka selesai bersenang-senang"lanjutnya.
"Hmmm...kumaha maneh wee...terserah"(Hmmm...terserah kamu aja...terserah) Andri melangkah meninggalkan Yoga sendiri dan bergabung dengan pesta corat-coret teman-temannya.
Kemudian...
"Ih laper nih,teriak-teriak melulu...Ke kantin yoookkk."ajak Tya pada teman-temannya.
"Ayuuukkk..."jawab yang lain serempak.Lalu mereka pun segera melangkahkan kaki menuju kantin sekolah,Kantin yang penuh dengan sejuta kenangan.Kantin yang entah kapan bisa mengumpulkan mereka kembali setelah perpisahan nanti.
Sesampainya dikantin...
"Siang mamiiii...Pesen baso komplit 4 tanpa bawang goreng tanpa daun sledri...Minumnya jus mangga 4 juga yaaa...Makasih mami cantiiikkk..."ucap Tya kepada ibu kantin dengan gaya centilnya.Mereka memang terlalu kompak dalam bersahabat,sampai-sampai makanan dan minuman yang mereka pesan pun selalu sama.Hmmm...gaya alaynya anak SMA...
"Okey cah ayu...ditunggu yaaa..."jawab ibu kantin tak kalah genitnya.
Dan merekapun segera memilih tempat duduk dipojok dekat taman.Tak pernah berubah pilihan tempat duduk mereka dari dulu.Entah siapa yang awalnya memutuskan untuk duduk disana,tapi yang pasti selama mereka sekolah disana,tempat duduk itu seolah menjadi singgasana mereka.Bahkan setiap ada anak yang duduk disana lalu melihat Tya and the gank masuk ke kantin,dengan suka rela mereka pindah ke tempat duduk yang lain.
"Eh ngomong-ngomong,kalian akan melanjutkan sekolah dimana jika kita tidak diterima di PTN nanti?"tanya Tami sambil menduduki kursinya.
"Aku sih pinginnya di UMY,katanya Fakultas Kedokterannya bagus"jawab Yuli
"Kalo aku pingin di AKPRIN,pilihanku tetap sama...Fakultas Tehnik Mesin"ucap Indri
"Gila kamu,cantik-cantik masuk tehnik mesin,mo jadi tukang bengkel kamu?"sahut Tya sambil duduk disamping Tami.
"Emang kalo kamu sendiri pengen masuk mana Tam?"lanjut Tya
"Aku pingin di IKIP PGRI...aku pingin seperti orangtuaku...Kayanya asik jadi guru"jawab Tami."Kalo kamu sendiri mo kuliah dimana kalo tar kita ngga lolos PTN?"tanya Tami
"Entah..."
"Aku suka menggambar dan komputer,pinginku masuk AMIKOM"jawab Tya"Tapi aku ngga yakin di acc oleh orangtuaku,dan ini..."Tya menunjuk cincin dijarinya"Bisa jadi nasib masa depanku akan berhenti dicincin ini tanpa harus kuliah"wajah sedih dan kecewa terlihat jelas diraut muka Tya.
Tapi sebentar kemudian senyumnya mengembang ketika pesanan baso dan jus mangga mereka datang.Hmmm...Tya memang paling bisa menutupi rasa sedihnya...
"Monggo silahkan cah ayu pesanannya..."kata ibu kantin.
"Makasih mami cantik"jawab Tya sambil tersenyum manis.Sejurus kemudian mereka pun langsung menikmati bersama pesanan yang sudah didepan mata.Tanpa kata...tanpa suara...,semua hikmat dengan hidangan mereka masing-masing.
Sementara itu,tanpa mereka sadari Yoga yang sedari tadi mengikuti mereka tak pernah lepas memperhatikan setiap tingkah mereka.Sesekali senyumnya mengembang melihat tingkah Tya yang slalu ceria.Benar-benar gila Yoga dibuatnya...
Sementara itu Andri yang sedari tadi mencari Yoga kemana-mana,tampak ngos-ngosan menghampiri meja Yoga.Lalu...
"Es teh 2,mie ayam 1 sama basonya 1...Yang bayar Yoga ya..."kata Andri memesan tanpa minta ijin orang yang disebut namanya untuk membayar pesanannya.
"G*******k sia,nyuruh bayarin tapi ngga nanya-nanya dulu,kalo aku ngga bawa duit gimana?"ucap Yoga"Lagian aku dah makan,ngapain kamu pesen 2,saha nu rek dahar?"lanjutnya
"Akulah...Aku dari tadi nyariin kamu muter-muter ngga ketemu sampe capek dan lapar tau...Ngga taunya ngejedok disini jadi detektip amatir"cerocos Andri.
"Samperin gih sana,mumpung deket,jangan beraninya cuma memandang dari jauh aja"lanjut Andri sambil melirik meja Tya.
Tiba-tiba...
Tyaaa...Tyandra Safira Anissa..."terdengar suara memanggil namanya...
.
.
.
.
.
.
.
Lanjut...