NovelToon NovelToon
HOPE

HOPE

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:156.2k
Nilai: 5
Nama Author: Irma

Kecelakaan mengerikan membuat Sakalingga Ibra lumpuh, membuatnya kehilangan semangat hidup. Ia pesimis akan pulih kembali dan menolak semua bentuk terapi yang disarankan.

Sebagai terapis andal, Jenaka Tatjana yang ditawari pekerjaan untuk membantu memulihkan kondisi pria itu merasa tertantang. Meskipun awalnya kesulitan menangani sikap Lingga yang penuh amarah, perlahan-lahan pesona Jenaka mulai membuat Lingga membuka diri.

Namun, ketika Lingga menyatakan cinta, akankah Jenaka percaya itu bukan sekadar rasa terima kasih dari sang pasien kepada terapisnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2

Setelah membuka amplop, Jenaka mengangkat hasil rontgen satu per satu ke arah matahari, ia meringis saat menyaksikan kerusakan yang dialami tubuh manusia yang dikenal kuat dan tangguh itu.

Sungguh mukjizat pria itu tidak tewas. Hasil rontgen yang diambil setiap kali operasi berjalan sukses, tulang-tulang mengalami kesembuhan lebih baik daripada seharusnya, sendi-sendi tulang kembali tersambung, logam penjepit dan penyangga tulang berhasil merekonstruksi tubuh pria itu dan menyatukannya kembali.

Jenaka mengamati satu set terakhir hasil rontgen yang memperlihatkan detail menakjubkan, ia yakin yang menangani pasien itu adalah ahli bedah genius. Ia melihat tidak ada kendala fisik yang menghalangi Lingga untuk berjalan kembali, saraf-sarafnya tidak mengalami kerusakan sepenuhnya.

Ketika mulai membaca laporan yang ditulis ahli bedah, Jenaka berkonsentrasi mempelajari setiap detail sehingga memahami sepenuhnya kerusakan apa yang terjadi dan upaya pemulihan seperti apa yang dilakukan.

Pria itu akan berjalan lagi. Jenaka akan membuat pria itu berjalan kembali! Akhir laporan menyebutkan kemajuan terkendala karena minimnya keinginan pasien bekerja sama dan keterpurukan pasien karena depresi. Jenaka seperti hampir bisa merasakan frustrasi dokter ahli bedah ketika menuliskan laporan itu.

Setelah mempelajarinya secara teliti, Jenaka menyatukan semua berkas, dan memasukkan kembali semuanya ke amplop. Seketika ia menyadari di dalam amplop masih ada sesuatu, sehelai kertas kaku yang tak ikut muncul ketika ia mengeluarkan berkas. Jenaka mengeluarkan kertas itu dan membaliknya. Ternyata bukan kertas biasa, melainkan foto.

Jenaka tertegun saat memandang mata cokelat yang begitu mempesona, mata yang seakan bersinar dan menari-nari oleh kegembiraan hidup. Dante Oliver ternyata orang yang licik, dia tahu hanya sedikit wanita yang kebal dengan pesona pria tampan di foto itu.

Jenaka langsung bisa menebak jika foto tersebut adalah Sakalingga Ibra sebelum mengalami kecelakaan. Rambut hitamnya yang acak-acakan, wajah putihnya tersenyum lebar sehingga memunculkan lesung menawan di pipi kirinya. Lingga hanya memakai celana pendek, tubuhnya tampak kuat dan berotot, kakinya yang panjang menunjukkan kekuatan atlet.

Di foto itu Lingga memegang ikan tuna berukuran besar, dengan latar biru yang menandakan laut dalam. Jadi, Lingga juga memancing di laut dalam. Apakah ada yang tidak bisa dilakukan pria itu? Sekarang ada. Jenaka mengingatkan dirinya bahwa sekarang pria itu tidak bisa berjalan.

Jenaka ingin menolak tawaran ini, sekadar menunjukkan kepada Dante Oliver bahwa ia tidak bisa dimanipulasi, tapi ketika menatap wajah Lingga di foto itu lekat-lekat, Jenaka tahu ia akan menerima tawaran Dante, dan perasaannya terusik saat mengetahui hal itu. Sudah lama sejak terakhir kali Jenaka tertarik pada seorang pria, sehingga ia terkejut mengetahui reaksinya saat menatap foto itu.

Tanpa sadar Jenaka menggerakkan telunjuknya, menyusuri garis luar wajah Lingga. Batinnya bertanya-tanya seperti apa hidupnya jika ia bisa menjadi wanita normal yang bisa mencintai dan dicintai oleh seorang pria. Hal yang terbukti mustahil dari pernikahannya terdahulu yang seumur jagung dan berakhir bencana.

Jenaka mendapatkan pembelajaran dengan cara yang begitu menyakitkan, tapi ia tak akan pernah melupakan pelajaran itu. Pria diciptakan bukan untuknya, seorang suami yang penuh kasih sayang dan anak-anak yang menggemaskan tidak diciptakan untuknya.

Kekosongan yang menganga di hidupnya karena ketiadaan cinta akhirnya terpaksa diisi dengan kepuasan terhadap profesinya, yang ia terima dengan suka cita karena membantu orang lain.

Jenaka boleh saja menatap kagum foto Sakalingga Ibra tapi menikmati khayalan-khayalan yang tercipta ketika melihat keelokan paras gagah itu bukanlah untuknya.

Berkhayal hanya membuang waktu karena Jenaka tahu ia tidak memiliki kemampuan menarik perhatian pria seperti Lingga. Mantan suami Jenak, Cakra mengajarinya dengan cara menyakitkan dan memalukan, bahwa betapa bodoh mencoba memikat hati pria kalau Jenaka tidak mampu memuaskannya.

Takkan pernah lagi. Jenaka bersumpah seperti itu setelah meninggalkan Cakra dan sekarang ia mengulangi sumpahnya. Ia takkan pernah lagi memberi kesempatan kepada pria untuk menyakiti hatinya lagi.

Tiba-tiba angin berbau garam berembus kencang, menerpa pipi Jenaka. Ia menengadah, cukup terkejut ketika melihat matahari terbenam sepenuhnya. Sejak tadi ia menekuri foto Lingga, dan malah larut dalam kenangan muramnya.

Jenaka bangkit berdiri dan masuk ke villanya, menyalakan semua lampu untuk menerangi bagian dalam villa pantai yang sejuk. Setelah menyalakan lampu Jenaka duduk di sofa dalam villa menyandarkan kepalanya ke belakang dan mulai merencanakan program terapi, meski tentu saja ia takkan bisa memutuskan rencana konkret hingga ia bertemu langsung dengan Lingga dan menilai kondisinya dengan lebih akurat.

Jenaka tersenyum kecil penuh antusias, ia sangat menyukai tantangan dan ia punya firasat jika Lingga akan menentang semua rencananya habis-habisan. Jenaka harus selalu siap, mengendalikan situasi, dan menggunakan ketidakberdayaan Lingga untuk menantang pria itu, membuat pria itu begitu marah hingga dia bersedia menahan semua rasa sakit agar kondisinya segera pulih. Lingga memang harus siap menahan semua rasa sakitnya karena terapi bukanlah piknik.

Jenaka pernah mendapatkan pasien-pasien sulit, orang-orang yang begitu depresi dan marah karena ketidakmampuan mereka sampai-sampai menutup diri dari dunia, dan ia menduga Sakalingga Ibra akan bereaksi dengan cara yang sama. Dulu pria itu sangat aktif, hidup, dan kondisi tubuhnya sempurna, tipe pria sejati penggemar tantangan. Jenaka menduga gerakannya yang terbatas di kursi roda seakan membunuh jiwa pria itu. Lingga tidak peduli dia hidup atau mati, dia tak lagi peduli pada apa pun.

Lama memikirkan Lingga akhirnya Jenaka pun tertidur pulas malam itu, tanpa ada mimpi-mimpi yang mengganggunya.

1
RithaMartinE
luar biasa
Ersa
yakin aka selesai malam ini??
Ersa
jgn terus bermonolog dg pikiran & asumsi mu sendiri Jee, bicarakan saja dg lingga
Ersa
melting aku Bang
Ersa
jian ngeyel mrengkel tenan Jenaka ki🤲🏻
Ersa
jantung & hatiku berasa gak aman🤭
Ersa
cinta at first sight 🥰
Ersa
ya Allah aku sempet feeling klo mrk menikah krn kasus rudap*ksa Aya Selama menikah cakra merudap*ksa Jenaka
Ersa
lingga jadi ahli Terapi meraba🤣
Ersa
typo ya 🤭
Ersa
Jee...Sayang... aahh meleleh..
Ersa
simbiolisme mutualisme sama2 saling menguntungkan... jenaka perlahan sembuh dari trauma dekat dg lelaki ,lingga sembuh dari kelumpuhan
Ersa
Modus🤣
Ersa
usil apa medium tuh😁
Ersa
🤣
Ersa
jenaja butuh Terapi mental & sentuhan ketulusan hati
Ersa
atokah mrk menikah krn kejadian rudap*aksa
Ersa
🥰🥰
Ersa
cakra mantan Suami Jenaka ?? rudap*ksa??..🤔
Ersa
lalu bgmn saat menikah dg cakra, apakah tdk pernah disentuh?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!