NovelToon NovelToon
CALON ISTRI DARI ABAH

CALON ISTRI DARI ABAH

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:190.7k
Nilai: 5
Nama Author: Naim Nurbanah

Dia adalah anak seorang kyai yang memiliki pondok pesantren. Namun selama ini dia memilih hidup di luar pesantren yang tidak banyak aturan dan disiplin. Sampai usianya sudah cukup matang dan menikah, dia belum juga menentukan satu wanita yang akan menjadi calon istrinya.
Kepulangannya ke pesantren langsung dijodohkan dengan seorang gadis.
Temukan cerita selengkapnya di novel
CALON ISTRI DARI ABAH

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naim Nurbanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2

"Ini kopinya, mas?!" ucap Almeda.

"Letakkan saja di meja itu!? Aku mau mandi!" sahut Abryal sambil menyambar handuk di gantungan. Namun Almeda masih berdiri mematung menatap Abryal saat keadaan bangun tidur. Abryal terlihat masih tetap tampan walaupun bangun tidur. Tidak sadar Almeda berdiri mematung hingga menghalangi langkah Abryal menuju ke kamar mandi.

"Kenapa? Kamu mau ikut mandi bersama dengan ku?" kata Abryal. Sukses membuat Almeda mengerutkan dahinya.

"Eh? Em, tidak!" sahut Almeda cepat.

"Ya sudah, awas minggir! Aku mau lewat!? Kalau kamu berdiri terus disini, menghalangi langkahku ke kamar mandi," ucap Abryal yang mulai mendekati Almeda. Almeda terlihat semakin gugup. Abryal akhirnya sedikit mendorong pelan tubuh Almeda ke samping, supaya dirinya bisa masuk ke kamar mandi dalam kamar mereka.

"Eh, em??" gumam Almeda sedikit terkejut. Abryal kini sudah masuk ke kamar mandi. Namun sebelum dirinya menutup pintu kamar mandi itu, Abryal berujar.

"Sejak kemarin aku lihat kamu memakai hijab terus. Kamu tidak takut kalau kulit kepala kamu menjadi lembab dan tidak bisa bernafas? Itu akan menimbulkan ketombe. Bahkan bisa muncul kutu rambut. Kamu bisa melepaskan kerudung atau penutup kepala kamu. Bukankah kita sudah suami istri. Apa salahnya jika kamu membuka kerudung kamu," ucap Abryal panjang lebar sambil menatap ke arah Almeda. Almeda mengerutkan dahinya menatap tajam ke arah suaminya itu.

"Atau jangan-jangan kamu memang punya banyak kutu rambut yah?! Sehingga malu kalau kamu membuka kerudung kamu?" sambung Abryal. Sukses perkataan Abryal membuat mata Almeda membulat matanya dengan sempurna.

"Hah? Eh mana ada aku kutuan," protes Almeda. Namun sebelum Almeda hendak ngomel-ngomel, Abryal sudah menutup pintu kamar mandi itu. Dan setelah nya suara gemericik air mulai terdengar sampai diluar. Bahkan suara Abryal terdengar jelas sampai di luar kamar mandi. Abryal terkadang bersenandung di dalam kamar mandi itu.

"Bukankah, saat di kamar mandi tidak boleh bersenandung atau bernyanyi?" gumam Almeda sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Almeda mulai melepaskan kerudung nya. Kini Almeda berada di depan cermin rias. Kembali Almeda menyisir rambutnya yang panjang. Setelah nya, Almeda membuka laptopnya dengan posisi tanpa kerudung di kepalanya.

Sengaja tadi pagi itu Almeda bangun lebih cepat supaya bisa mandi dengan membasahi rambutnya. Almeda masih melihat Abryal yang tidur lagi setelah menunaikan sholat subuh dengan leluasa membuka jilbabnya. Almeda mengeringkan rambutnya yang basah dengan hairdryer. Benar, setelah rambutnya kering Almeda kembali mengenakan hijabnya. Sampai akhirnya Abryal terbangun setelah Almeda selesai dengan pekerjaan nya. Termasuk membantu para santri-santri memasak di dapur untuk sarapan pagi. Dan saat melihat Abryal terbangun dan membuka mata, Almeda keluar kamar untuk membuatkan kopi Abryal, suaminya.

"Rasanya lega bisa lepas kerudung setelah seharian dibungkus dengan rapat terus," gumam Almeda.

Beberapa menit berlalu. Kira-kira seperempat jam kemudian, Abryal keluar dari kamar mandi setelah membersihkan tubuh nya beserta menggosok giginya. Abryal dibuat tertegun dengan Almeda yang duduk di depan cermin tanpa kerudung. Rambutnya yang hitam lebat serta panjang membuat Abryal terpukau. Abryal melihat pantulan wajah Almeda di cermin. Wajah cantik Almeda terlihat jelas-jelas nyata. Apalagi saat Almeda tanpa mengenakan kerudung atau penutup kepalanya.

"Cantik sekali, dia!?" gumam Abryal masih terus memperhatikan Almeda yang sedang berkutat dengan laptop nya di depan cermin rias.

🍁🍁🍁🍁🍁

"Kenapa buru-buru kembali ke kota, nak?! Abryal, kalian kan baru saja menikah. Apakah kalian tidak ingin berbulan madu? Bahkan abah dan ummi sudah mempersiapkan dua tiket perjalanan ke Bali lombok. Kalian perlu berdua-dua supaya lebih dekat dan saling mengenal. Abah dan ummi sudah tidak sabar ingin memiliki cucu dari buah hati kalian," ucap abah Idris panjang lebar.

Abryal mengerutkan dahinya saat mendengar ucapan abah Idris.

1
febyyy
karyanya sangat bagus
Nasiati
karya bagus . saya suka ceritany
Susi ana
aku dukung klo Miranda SM Ridwan jgn JD perusak rumah tangga org de
Susi ana
ummi ko pikiranya sempit amat sih
Susi ana
muda2han mas Ridwan dan Miranda jodo
Susi ana
makanya jgn jual mahal bucin kan SM istri
Susi ana
aku salut SM Miranda orgx tegar
Susi ana
brilian juga ide umi sama Abah pokokx topjer de
Susi ana
amin semoga d beri keturunan yg Sholeh
Susi ana
berbesar hati la pasti ada yg lebih baik gantinya
Susi ana
ahirx bucin juga kan😆😆😆
Susi ana
enak dong punya istri soleha
Junaidy Abdullah
bagus
bagus
Devi Sihotang Sihotang
gerem lihat abah dan ummi abryal
Devi Sihotang Sihotang
ummi nya kok aneh... kok ada ya mertua yg rela anaknya menikah ge...
NAIM NURBANAH: iya bu..
total 1 replies
Siti Yatimatin
lho kok ngucapin selamat kan gak boleh gimana sih thor mudeng agama pa nggak sih
Kamsia
apakah ad org ke tiga dan akan menyakiti.istri sah nya
Oke Santai
suka sekali dgn kisahnya.lanjut Thor.semangat.
Oke Santai
kasian ya Miranda ternyata selama ini cintanya bertepuk sebelah ✋
gassing gassing
nanti juga bucin SM istrinya 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!