NovelToon NovelToon
My Innocent Doctor

My Innocent Doctor

Status: tamat
Genre:Dokter Genius / Cinta Seiring Waktu / Wanita Karir / Chicklit / Tamat
Popularitas:217.2k
Nilai: 4.7
Nama Author: Lilazaa

Kesibukan Madeline Elana Marshall sebagai seorang Dokter, membuatnya tidak memiliki waktu untuk berhubungan dengan pria lain.

Hingga akhirnya ia bertemu dengan Pierre Cardin Spencer, anak dari petinggi rumah sakit tempat ia bekerja sekaligus rekan satu profesinya yang sedang melakukan percobaan bunuh diri karena di tinggal sang kekasih menikah.

apa yang Madeline lakukan saat Pierre memaksa dirinya untuk menjadi istrinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lilazaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MID 2 | Belajar melupakan.

Ya, orang yang menghentikan aksi b*nuh diri Pierre adalah Madeline. Setelah 2 jam berada di ruang operasi untuk melakukan bedah biopsi pada pasiennya, Madeline memilih menyugarkan pikiran di lantai teratas rumah sakit tempat ia bekerja.

Namun, hal lain justru terjadi. Madeline melihat dengan mata kepalanya sendiri, jika Pierre sedang emosi. Awalnya Madeline tak peduli, tetapi saat melihat Pierre yang sedang melakukan percobaan bunuh diri. Membuatnya harus menghentikan aksi g*la itu. Ia tak ingin sampai terlibat hal se-meng*rikan itu, tidak, ia tidak akan mau.

"Daripada kau bunuh diri dengan cara seperti ini, lebih baik kau terjun saja agar tubuhmu ikut hancur." ucap Madeline sambil melempar jauh kepingan kaca.

Kedua mata Pierre yang berwarna biru langsung melotot, ide Madeline sungguh membuatnya bergidik ngeri. Bayangan tubuhnya yang tak utuh, di tambah nantinya ia akan menjadi arwah penasaran.

"Kau sudah g*la, bagaimana bisa kau menyuruhku terjun dari gedung setinggi ini," cetus Pierre dengan kesal.

"Daripada kau harus menyakiti dirimu dengan cara seperti itu, kurasa dengan kau terjun dari rumah sakit ini adalah pilihan terbaik. Selain kau akan mati dengan cepat, kau juga bisa di pastikan akan menjadi arwah penasaran di rumah sakit ini." ucap Madeline sambil tertawa keras.

Pierre yang kesal langsung menoyor kepala Madeline,"Dasar bodoh, kau tak pernah tahu rasanya jatuh cinta seperti apa. Makanya, kau tak tahu se-fr*stasi apa diriku saat ini."

"Memang, hidupku terlalu sibuk dengan meniti karir hingga namaku bisa sebesar ini." ujar Madeline dengan sombong sambil melipat tangan di dada.

"Terlalu kuno," cibir Pierre.

"I don't care." ucap Madeline dengan santai.

"Oh iya, aku sampai lupa. Kau sedang di cari oleh Direktur Spencer untuk segera menghadapnya." pesan Madeline lalu kemudian wanita cantik itu berlalu meninggalkan Pierre seorang diri.

Pierre menatap kepergian orang yang selalu ia cibir dengan sebal. Pasalnya, wanita itu menggagalkan rencananya.

"****! Aku tak sadar, pecahan kaca itu menggores tanganku." umpat Pierre sambil mengelap darah segar yang mengalir dengan sapu tangan miliknya.

Ucapan Madeline benar adanya, jika bun*h diri dengan cara seperti ini akan mengalami sakit lebih dari sekali. Seperti yang saat ini Pierre rasakan, namun apa daya, otak cerdasnya tak mampu berpikir jernih saat ini.

Ingatan tentang berakhirnya hubungan yang telah ia jalani dengan Yara begitu nyata, hingga Pierre sendiri begitu sulit untuk menerimanya.

Tetapi tunggu! Terakhir Yara bilang padanya untuk mengecek email masuk di ponsel miliknya.

Dengan segera, Pierre langsung mengambil ponselnya dan mengecek email masuk. Dan benar saja, email undangan pernikahan Yara dengan pria yang begitu ia kenali.

Alois Jordan.

Ya, Alois adalah adik dari Tuan Spencer. Yang artinya, Yara akan menikah dengan paman nya.

Pierre terkejut, ia tak menyangka wanita yang sangat ia cintai akan menikah dengan pamannya. Artinya, Yara adalah aunty-nya.

"Dari sekian banyak wanita di dunia ini, kenapa kau harus memilih wanitaku." Geram Pierre hingga akhirnya ia memukul tembok. Tetapi itu semua tidak berlangsung lama, karena bekas luka di pergelangan tangan nya masih terasa begitu nyeri hingga berdesis kesakitan.

Dengan langkah lebar, Pierre berjalan dengan cepat menghampiri Daddy-nya yang berada 2 lantai di bawahnya.

Tanpa ba-bi-bu, Pierre langsung masuk ke dalam ruangan tuan Spencer. Tak peduli dengan tatapan tajamnya yang kini menatap.

"Kenapa, Dad?" tanya Pierre yang langsung medaratkan bokongnya di kursi kosong yang berada di hadapan tuan Spencer.

Tuan Spencer tak menjawab, namun ia memberikan sebuah undangan yang bisa Pierre pastikan itu dari paman nya.

"Aku sudah tahu, Dad. Yara baru saja mengakhiri hubungan denganku." ucapnya dengan sangat lirih.

"Lupakan dia, bukankah dari awal Dad tidak menyetujui hubunganmu dengannya." ungkap Tuan Spencer. Bukan tanpa sebab Tuan Spencer tidak merestui hubungan putra tunggalnya dengan Yara, ada alasan tersendiri melakukan itu semua. Mengingat, keluarga Yara adalah orang yang begitu materialistis.

Sebenarnya hal itu juga tidak salah. Hanya saja keluarga Yara adalah orang yang serakah dan tamak, ia tak ingin putranya di manfaatkan secara materi oleh keluarga Yara.

"Setelah bertahun-tahun aku menjalin hubungan dengannya, lalu dengan entengnya aku harus melupakan? Tak semudah itu, Dad." ucap Pierre yang tak setuju akan perkataan tuan Spencer.

"Kau terlalu di butakan oleh cinta, Pierre. Datanglah jika kau ingin tahu semuanya." Tuan Spencer hanya bisa mengatakan itu saja, jika berhubungan dengan Yara. Otak cerdas Pierre terkadang sedikit lama untuk memproses, entah racun apa yang diberikan oleh Yara hingga membuat putranya menjadi orang Denial seperti ini.

Baiklah, demi mengobati rasa penasaran akan ucapan Daddy-nya, Pierre mengesampingkan rasa sakitnya terlebih dahulu demi menuntaskan rasa penasaran yang mendera dirinya. Rasa sakit yang Pierre bisa pastikan tak ada obatnya, namun sebisa mungkin Pierre harus menghilangkan rasa itu.

"Setelah ini, kau tak bisa kemana-mana. Ada pasien bedah biopsi yang membutuhkan tenaga." Tuan Spencer mengingatkan pada Pierre. Ia khawatir, jika putranya melupakan jadwal hari ini karena patah hati.

Pierre tentu paham,"Tak perlu khawatir, Dad. Aku bisa menempati diriku."

"Aku takkan mengecewakan dirimu." sambung Pierre yang kemudian beranjak dari kursinya dan berlalu meninggalkan tuan Spencer yang terus menatapnya.

...****************...

Setelah selesai bertugas, Madeline memutuskan untuk kembali pulang. Tak ada kegiatan yang Madeline setelah pulang bekerja, tubuhnya terus meronta-ronta untuk meminta istirahat.

Ditambah, ia mendengar kabar dari sepupunya. Jika Reine telah menghembuskan napas terakhirnya di sel tahanan. Ia tak begitu peduli, toh, Reine tak ada sangkut-pautnya dengan dirinya.

Baginya, itu adalah balasan dari segala perbuatan yang Reine lakukan pada sahabatnya yang kini resmi menjadi iparnya.

Madeline melangkahkan kakinya memasuki Mansion Eduardo, mansion yang ia tinggali sejak masa anak-anak. Semenjak ibunya telah tiada, Daddy Garry membawanya untuk tinggal di tempat Unclenya yang bernama Betrand Eduardo.

"Aku datang," Sapa Madeline saat melihat seluruh keluarga tengah berkumpul di ruang tengah.

Sementara netranya terus menatap ke arah sepupunya yang tengah bermesraan dengan sang istri.

"Dunia serasa milik berdua ya aunty, yang lain serasa ngontrak." Celetuk Madeline sambil menatap Saviero dan Abella yang tengah bermesraan.

Yang disinggung pun langsung menoleh, menatap ke arah Madeline dengan meledek.

"Kau ini, iri saja. Makanya menikah biar tidak sendiri terus dan berteman dengan stetoskop yang terus setia bersamamu." Balas Saviero sambil mengelus surai sang istri.

Madeline langsung mendengus kesal, hingga mengacungkan jari tengah kearah sepupunya yang menyebalkan itu.

"Sombong sekali, kau tak ingat dulu meminta bantuan pada siapa?" tanya Madeline.

"Kau." ucapnya dengan santai.

1
Rita Riau
asyik bakalan seru perawan tua bersanding dengan perjaka karatan 🤔🤭😁
Berlian Arandita`
cara penulisannya bagus, cuma sayang novelnya kurang menarik dan terlalu berbelit2 .. makanya sepi pembaca, cari referensi dulu biar kedepannya bisa lebih baik lagi karyanya.
pillow
kenapa hp nya bisa buka email padahal sebelum nya sudah dibanting sampai hancur
Zaichik Rania
pierre ini sebenarnya dokter apa tugas untuk membius pasien tentu saja tugas dokter anastesi
Mama Oya
Nyesel kan ? nikmati saja 😂🤣
Mama Oya
Yaaah... walaupun kecewa Krn Madeline harus menuruti kemauan Pierre tp semoga sj Madeline gak hamil yah ..dan Pierre bakalan menyesal
aku
klo mpe medeline mau mf aq yg stop.
Juli Yanti
jangan samakan sama novel yang lain thor ... kalau boleh pertahan kehormatan maddy soalnya karakternya maddy di sini wanita tanggu..
Ester Natalia: eh iyakah
total 2 replies
Anonim
up yg byk thor
KangSelfi🦢
oh ayolahh
Mama Oya
Jangan mau Madeline...enak saja kau Pierre mau untung banyak...ke laut aja deh ...laki2 mau seenaknya saja...😡😡😡
Jena Anna
pendek sangat thor up,tapi kena tunggu berapa hari baru boleh nak baca lagi
Anonim
up yg byk thor
Juli Yanti
jangan luluh pada piere tunjukkan dirimu nga gampang di tindas maddy dan buat dia menyesal atas kelakuannya buang egois..
Anonim
double up thor
Ester Natalia
jgn sampe balikan ma piere ya thor
Juli Yanti
mati saja kau piere.. aku yang naik darah di buatnya
Juli Yanti
pokoknya aku mendukung maddy
Juli Yanti
sakit rasanya melihat maddy yang terlalu kecewa kepada piere
Juli Yanti
sabar maddy ceraikan saja piere tu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!